
"Udah dateng, duduk sini!", ucap Abi mempersilahkan Daniel dan Hana duduk. Dengan wajah kesal Daniel pun duduk, sedangkan Hana terlihat masih canggung. Dia sama sekali tidak menatap Abi atau pun Raya. Hana memilih duduk di sebelah Daniel berhadapan dengan Raya.
Sesaat Abi terpesona dengan Hana saat ini yang terlihat lebih cantik dari biasanya. Dia terus menatap ke arah Hana membuat Raya kesal karena sadar Abi tidak melepaskan pandangannya dari Hana, Raya pun kemudian mencubit pinggang Abi cukup keras.
"Aduhhh.. sakit dong sayang. Kamu apa-apaan sih?", keluh Abi memegang pinggangnya yang lumayan terasa panas bekas cubitan kekasihnya.
"Belum apa-apa udah lupa sama janjinya", gerutu Raya berbisik pada Abi.
"Enggak kok, aku enggak lupa", sahut Abi.
Daniel dan Hana hanya terdiam melihat mereka saling berbisik, kemudian seorang waitress masuk ke dalam ruangan menghentikan kegiatan mereka berdua.
"Selamat malam, sudah bisa saya catat pesanannya Ka?", sapa waitress tersebut.
"Mau makan apa Niel-Han, pesan aja!", ucap Abi menyodorkan buku menu pada Daniel dan Hana. Daniel kemudian membuka buku itu melihat satu per satu menu yang ada, begitu pula dengan Hana.
"Mampus gw, gak ngerti apa-apa lagi sama makanan di sini. Pasti Raya dapet bahan buat makin ngerendahin gw", batin Hana masih tetap membolak balikan buku menunya.
"Bingung mau pilih apa? Mau gw bantuin milih makanannya?", usul Raya lebih kearah menyindir Hana. Hana hanya diam menatap ke arah Raya sesaat kemudian kembali fokus ke buku menunya.
"Mbak hidangan pembukanya saya mau kale salad with crispy bread crumbs, maincoursenya beef steak with demiglace sauce and mash potato, desertnya strawberries arnaud, minumnya orange juice aja. Kamu apa sayang?", ucap Raya.
__ADS_1
"Aku samain aja sama kamu", sahut Abi, kemudian Raya meminta waitress itu untuk mencatat pesanan yang sama buat Abi.
"Kalo saya U.S Rib eye 2, dessert sama minumannya samain aja", pinta Daniel kemudian menatap ke arah Hana meminta persetujuan, Hana pun mengangguk mengiyakannya. Pikirnya dari pada dia bingung mau makan apa dan dijadikan bahan ejekan oleh Raya lebih baik dia menurut, toh gratis ini.
Selesai mencatat pesanan masing-masing kemudian waitress itu membaca ulang pesanan mereka agar tidak ada yang terlupa. Saat yakin sudah benar mencatat pesanan mereka waitress itu kemudian permisi untuk mempersiapkan pesanan mereka.
Hana sejenak memperhatikan Abi, dia bingung dengan sikap Abi yang berbeda dari sebelumnya. Tidak ada teguran atau pun sapaan darinya untuk Hana. Suasana pun hening, Abi, Raya dan Daniel menikmati hidangan pembuka dengan nikmat. Hana pun menoleh ke hidangan yang sama dengan mereka, dia pun mulai menyuapkannya, berusaha menikmati rasa yang baru di lidahnya.
Sesaat kemudian Daniel selesai dengan hidangan pembukanya, sambil menunggu makanan lain Daniel menjelaskan rencana pembuatan iklan antara Abi dan Hana. Menjelaskan waktu, tempat, serta konsep iklannya. Dia juga membawa file berisikan persetujuan kontrak iklan mereka, juga menjelaskan honor iklan pada masing-masing bintang yaitu Abi dan Hana.
Abi mendapatkan kontrak kerja sebesar 300 juta sedangkan Hana setengah dari honor Abi. Mendengar penjelasan Daniel dan melihat isi kontrak itu sendiri Hana cukup terkejut dengan nominal yang disebutkan.
"Ini enggak salah ketik Ka Daniel? Sebanyak ini honor aku? Aku benar-benar baru terjun dunia iklan lho Ka, buat aku ini terlalu besar. Aku takut mengecewakan", ucap Hana.
Daniel menghela nafasnya berat melihat perlakuan Raya kepada Hana, ia pun menjelaskan bahwa honor tersebut memang standar untuk bintang baru dan meminta Hana untuk berkerja sebaik mungkin agar tidak mengecewakan. Hana mengangguk, ia berjanji akan bekerja sebaik mungkin, sekeras mungkin agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Daniel pun tersenyum melihat semangat yang ditunjukan Hana. Berbeda dengan Raya yang terus menerus memandang tidak suka ke arah Hana sedangkan Abi sebisa mungkin tidak masuk ke dalam diskusi mereka untuk menghindari Hana.
Hana meminta izin untuk pergi ke toilet, dia hanya membuat alasan agar dapat sejenak melepaskan diri dari situasi yang membuatnya sesak.
Hana benar-benar merasa tidak terbiasa dengan tempat semewah ini ditambah lagi dengan sikap Raya yang terus menerus merendahkannya dan juga sikap Abi yang menurutnya berubah menjadi sangat dingin dengannya.
Ada rasa sesak melihat Abi memperlakukannya demikian. Saat pagi tadi Abi menelponnya ia benar-benar merasa senang, dia berharap hubungannya semakin baik agar kerja sama mereka dalam pembuatan iklan menjadi menyenangkan. Tapi harapan itu kandas setelah melihat sikap Abi dengannya saat ini.
__ADS_1
Hana sama sekali tidak mengharapkan hubungan yang berlebihan lagi seperti kehaluannya selama ini yang sangat ingin menikahi Abi idolanya. Ia sadar diri siapa dirinya dan cukup tau diri bagaimana dirinya banyak dibantu oleh keluarga Abi. Dia pun melihat ketulusan cinta Abi pada Raya, dan tak mungkin ada kesempatan untuk dirinya mengharapkan lebih dari sekedar penggemar dan idolanya.
Saat dirasa cukup dirinya untuk menenangkan diri, Hana berniat kembali ke ruang VIP restauran itu, namun ketika membuka pintu toiletnya Raya berdiri dengan senyum yang dibuat-buat.
"Pasti sekarang lo ngerasa puas banget ya akhirnya lo berhasil dapet kerjaan plus sama artis ternama lagi. Rencana awal lo berjalan mulus ya?", ucap Raya sinis.
"Maksudnya? Aku gak ngerti..", tanya Hana yang memang tidak mengerti arah pembicaraan Hana.
"Gak usah pura-pura lah di depan gw, lo ngerti semua yang gw maksud kok. Lo sengaja kan ngejual kisah sedih kehidupan lo, penyakit nyokap lo buat ngambil simpati keluarga Abi hah! Dan lo berhasil ngambil hati Tante Kinan dengan penderitaan lo itu dan gw yakin rencana lo sekarang adalah ngerebut Abi dari gw. Lo pengen lepas dari penderitaan lo melalui Abi kan? Kalo kelak lo berhasil ngerebut Abi dari gw, lo bakal jadi orang kaya, lo bakal jadi istri dari pewaris utama keluarga Raffan. Itu kan rencana lo? Orang miskin kaya lo itu gampang ditebak. Lo ngerasa diri lo cantik jadi tinggal lo tambahin bumbu-bumbu derita hidup lo buat menjadi orang kaya tanpa harus bersusah payah!", tuduh Raya dengan suara yang cukup keras,
beruntung di dalam toilet tersebut tidak ada siapapun.
Hana yang mendengar tuduhan yang dilontarkan Raya benar-benar membuat hatinya hancur, ia benar-benar merasa dipermalukan. Rasanya saat ini dia ingin menjambak, memukul, menampar perempuan dihadapannya saat ini. Tapi dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mudah terpancing. Dia tidak mau keluarga Abi terlebih Abi berpikir buruk tentangnya, mereka sudah cukup banyak membantu dirinya dan Ibunya. Hana hanya mampu menatap nanar ke arah Raya, berusaha sekeras mungkin untuk tidak menangis, ia tidak mau terlihat lemah.
"Aku gak tau lagi mau ngejelasinnya gimana supaya Mbak Raya ngerti, yang jelas apa yang Mbak Raya tuduhkan ka aku semua gak benar. Aku bersumpah tidak sedikit pun aku punya niatan seperti yang Mbak Raya ucapkan, semua berjalan sesuai rencana-Nya Mbak aku cuma mengikutinya. Keluarga Ka Abi udah begitu baik sama aku, aku banyak dibantu oleh mereka aku cuma mau mengucapkan rasa terima kasihku dengan membantu Tante Kinan. Aku juga ikhlas kalo pun aku gak dibayar", ucap Hana berusaha membuat Raya mengerti.
Melihat Raya tak bergeming Hana pun berniat untuk keluar dan melewati Raya, namun saat sudah melewati Raya tangan Hana ditarik dengan kencang dan tubuh Hana didorong dengan kencang hingga menabrak dinding toilet, Hana mengerang sakit saat punggungnya terhempas keras ke dinding. Belum sempat untuk memperbaiki berdirinya Raya kembali mendorongnya, mencengkram rahang Hana dengan tangannya.
"Jangan pernah lo pikir gw bakal percaya sama omongan lo dan inget segala gerak gerik lo bakal gw awasin terus, jadi jangan pernah macem-macem!", ancam Raya kemudin mendorong keras cengkraman tangannya membuat kepala Hana terbentur, Raya pun meninggalkan Hana yang tubuhnya mulai luruh ke bawah.
Tubuh Hana benar-benar sakit terlebih perasaannya. Tangisnya tak mampu lagi dia tahan, ia pun menumpahkan tangisannya sambil terduduk di lantai toilet. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, pundaknya naik turun mengikuti irama tangisannya. Dia benar-benar ingin membalas Raya, namun dia tidak mampu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa like, comment sama vote nya. biar aku terus semangat nulisnya. Gak bosen juga aku buat minta maaf kalau masih banyak kekurangannya, maklum masih belajar menulis. Semoga syukaaaas yaaaa.. 🙏🙏😘😘