
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
Bangun dari tidurnya Hana terlihat lebih pendiam, ia hanya menatap lurus ke depan dan terkadang menatap Kinan yang berusaha mengajaknya berinteraksi.
"Udah subuh Hana mau sholat? Bareng Mamah atau nanti sendiri aja?" Tawar Kinan lembut.
"Bareng Mamah..!" Jawab Hana singkat menatap sang Ibu Mertua.
Kinan pun mempersiapkan Hana untuk bersuci dan memakaikannya mukenah, setelah selesai kini Kinan yang mempersiapkan dirinya. Setalah sama-sama siap mereka berdua melaksanakan sholat dengan khusyu.
Di saat melaksanakan kewajiban Hana terlihat mulai gelisah, gerakan tubuhnya seperti tak nyaman. Entah apa yang sedang ada di fikirannya saat ini hinggz tiba-tiba membuatnya resah.
"Hana udah selesai!" Ucap Hana membuat Kinan menengok ke atas ranjang Hana, karena sesungguhnya mereka baru saja mengucapkan salam terakhir membuat Kinan bingung tak biasanya Hana menyelesaikan sholat tanpa berdoa terlebih dahulu.
"Hana enggak berdoa dulu?" Tanya Kinan.
"Berdoa apa? Gak ada doa Hana yang dikabulkan, capek!" Jawaban Hana sontak membuat Kinan terperanjat. Ini bukan Hana, menantunya yang begitu taat. Ia tau Hana tengah kecewa, tapi ia juga tau Hana bukan perempuan yang meluapkan kekecewaannya pada Tuhan
"Kok Hana bilang begitu Sayang?" Tanya Kinan duduk di dekat Hana.
"Awalnya Hana kira bisa nikah sama Kak Abi itu doa yang Allah kabulkan tanpa perjuangan berarti, karena Allah bener-bener ngasih kemudahan, tapi ternyata setelah menikah Hana baru ngerasain perjuangan yang begitu berat cuma buat bertahan mencintai Kak Abi dan Mamah lihat sendiri, perjuanganku bahkan membawaku ke titik saat ini ternyata sia-sia Kak Abi gak pernah cinta sama aku. Hiks..!" Tangis Hana mulai luruh.
__ADS_1
"Kak Abi cinta sama Hana, sayang sama Hana!" Ucap Kinan mencoba menenangkan menantunya.
"Enggak, kalo Kak Abi cinta, Kak Abi sayang. Kak Abi enggak bakal tega memperlakukan aku kayak gini, menyakiti aku kayak gini!" Geram Hana menolak ucapan Kinan.
"Sayang, Kak Abi menyesali perbuatannya Nak. Ia juga bukan sengaja menyakiti Hana!" Kinan masih mencoba menenangkan perasaan menantunya.
"Hahaaha.. Karena dia anak Mamah, jadi Mamah belain dia terus! Gelak Hana ketus.
"Enggak Sayang Mamah ngomong apa adanya!" Sahut Kinan mulai khawatir.
"Mamah tau, waktu aku mergokin mereka bercinta, aku sempet lihat tubuh telanjang Raya. Dia mulus banget Mah kulitnya, Mamah tau artinya apa?" Tanya Hana membuat Kinan bingung.
"Artinya Kak Abi gak pernah nyiksa Raya, tapi lihat aku Mah! Ini, ini, dan belakang tubuh aku rusak semua ulah anak Mamah! Sekarang dimananya Kak Abi cinta sama Hana, sayang sama Hana hah? Dia itu cinta sama Raya, bukan sama aku!" Teriak Hana menunjuk-nunjuk beberapa bagian bekas luka di tubuhnya.
"Aku salah apa Mah sama mereka berdua? Kenapa mereka tega sama aku? Aku gak pernah jahat sama siapapun tapi kenapa takdirku menyakitkan seperti ini?" Tangis Hana menjambaki rambutnya.
"Dulu sewaktu malam pertama, aku seneng akhirnya aku bisa nyerahin mahkota aku buat Kak Abi, tapi apa yang aku dapet, tamparan keras dari Kak Abi karena di milih pergi nemenin pacarnya yang sakit di Perancis. Dan sekarang Mamah lihat aku di sini lagi-lagi gara-gara perbuatan kejam anak Mamah dan pacarnya!" Hana terlihat sangat terluka dan begitu marah.
"Maafin keluarga Mamah sayang yang memaksa kamu untuk menerima pinangan kami, kami sungguh gak pernah tau kamu menjalani pernikahan kamu sampai sesakit ini. Hiks..!" Isak Kinan penuh sesal, Hana hanya menatap sang Ibu mertua di depannya tanpa melakukan apapun untuk menenangkan Kinan.
"Hana mau tidur, ngantuk!" Ucap Hana kemudian membalikkan tubuhnya membelakangin Kinan yang masih terisak. Sebenarnya hati Hana terasa nyeri melihat Kinan menangis karenanya, tetapi ia sedang marah pada semua orang-orang di sekitarnya, termasuk Ibunya sendiri. Menurutnya mereka juga turut andil atas penderitaan yang ia alami.
Dengan perlahan Kinan merapikan mukenah yang dilemparkan Hana ketika ia menunjukan luka-luka di sekujur tubuhnya tadi, Kinan begitu sedih melihat kondisi menantunya saat ini.
Didekatinya Hana, dibelai penuh kasih sayang seraya membisikan kata maaf berulang-ulang kali sambil mencium puncak kepalanya.
__ADS_1
Hana yang mendapatkan perlakuan itu tak ayal meneteskan air matanya, bahkan ia sendiri bingung mengapa bisa meluapkan amarahnya pada Kinan.
***
"Hana tidur Mah?" Tanya Abi pelan saat memasuki kamar istrinya.
"Iya habis sholat subuh, dia tidur lagi!" Abi yang mendengar jawaban Kinan mendekati ranjang istrinya, ia pun dengan gerakan teramat sangat perlahan mengecup dahi Hana sekilas takut jika mengganggu tidur sang istri yang dipastikan akan histeris jika mengetahui dirinya di sana.
"Hana sempat marah tadi, dia mengungkapkan semua kekesalannya__!" Penjelasan Kinan terputus saat Abi mengatakan ia juga tau hal tersebut.
"Iya, aku tau..!".
"Kamu menampar Hana saat malam pertama kalian, benarkah? Kenapa?" Tanya Kinan dengan tatapan tajamnya, sedang Abi hanya terdiam.
"Apa karena kamu lebih memilih untuk menemani perempuan itu hah?" Gertak Kinan penuh amarah, tetapi Abi tetap diam.
"Perempuan mana Abimanyu yang bisa menerima dengan suka rela suaminya berada di sisi perempuan lain, terlebih lagi istri kamu baru saja menyerahkan hal paling berharganya untuk kamu, yang artinya ia mempercayakan diri dia seutuhnya untuk kamu dan kamu dengan bodohnya lebih memilih berada di sisi mantan pacar kamu itu. Kamu anggap apa Hana hah?" Gertak Kinan semakin menjadi.
"Aku tau aku salah Mah, ya awalnya aku akan langsung pergi ketika Lina manajer Raya menghubungiku jika Raya dalam keadaan kritis setelah berusaha bunuh diri. Hana memang marah sekali waktu itu Mah, tapi akunya juga panik takut jika terjadi hal yang sangat buruk pada Raya, aku gak mau dikejar rasa bersalah itu saja intinya aku ingin menemui Raya, karena ia berniat bunuh diri karena frustasi hubungan kami aku akhiri!" Jawab Abi dengan suara sangat pelan takut-takut jika mengusik tidur lelap istrinya.
"Apa benar dia bunuh diri murni karena memang kamu mengakhiri hubungan kalian atau hanya bualan drama yang dia buat untuk menarik simpati kamu hah?" Sontak pertanyaan Kinan membuat Abi terdiam karena kenyataannya adalah ia sudah dibodohi dengan drama yang Raya buat.
Ia teringat ketika Hana dilanda kemarahan dikarenakan kiriman foto mereka berciuman yang Raya kirimkan pada istrinya membuatnya bertengkar hebat dengan Hana yang saat itu tengah hamil muda.
"Berapa kali perempuan itu menipu kamu Abimanyu? Mamah sudah mempringatkan kamu, jauhi apapun yang berhubungan dengan perempuan itu, sebisa mungkin kamu menghindari dia. Kamu lihat kan omongan Mamah terbukti sekarang?" Geram Kinan tak percaya jika Abi terus menerus bisa dibodohi oleh perempuan bernama Raya itu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=