
Hana yang sudah siap sepenuh hati pun mengangguk mengiyakan permintaan suaminya. Melihat anggukan istrinya, Abi langsung menangkup wajah istrinya lagi, memberi kecupan-kecupan lembut hingga Hana terbuai.
Hana melingkarkan tangannya di leher Abi ketika Abi mencium bibirnya, sedang tangan Abi kini melingkar di pinggang ramping istrinya.
"Ahh..!" Satu desahan lirih keluar dari mulut Hana, ketika Abi menurunkan ciumannya ke rahang kemudian ke leher istrinya.
Abi pun mendongak, menatap wajah istrinya yang mulai memerah. Terlihat sorot mata yang juga sayu menuntut perlakuan lebih dari Abi, namun juga kegugupan yang tak bisa Hana sembunyikan.
Melihat istrinya yang masih sangat malu-malu, Abi hanya mengulas senyum.
"Buka kemeja aku, kita gak mungkin ke tempat tidur basah-basahan gini!" Ucap Abi dengan suara parau, namun tangannya sudah menurunkan resleting gaun Hana yang terletak di belakang.
Hana menelan salivanya susah payah, ia benar-benar bingung dan sangat malu dengan situasinya saat ini, tapi ia tetap menuruti perintah suaminya untuk membuka kancing kemeja suaminya satu per satu.
Setelah kancing terbuka semua, Hana pun melepas kemeja suaminya, sedang gaun Hana memang butuh usaha lebih untuk melepaskan bahkan disaat basah.
Melihat Abi yang bertelanjang dada tidak membuat Hana kikuk, karena memang dia sudah biasa melihatnya selama ini.
Tanpa disadari Hana ternyata suaminya sudah berhasil melepas gaunnya. Gugup, itu yang dia rasakan namun Hana sudah pasrah.
Abi langsung membopong Hana yang kini hanya mengenakan CD dan Bra tanpa tali, membawanya ke tempat tidur mereka.
Hana yang terduduk di atas tempat tidur langsung membelakangi suaminya, saat tau Abi akan membuka celana panjangnya. Hana berulang kali menghembuskan nafasnya berat karena rasa gugup yang teramat sangat.
Melihat sang istri yang membelakanginya Abi hanya tersenyum, ia kemudian langsung ikut duduk dan memeluk tubuh istrinya dari belakang ketika celananya telah terlepas sambil terus mengecup leher dan bahu Hana. Sedang Hana hanya memejamkan matanya sambil meremas seprai tempat tidurnya menikmati apa yang dilakukan oleh suaminya.
Saat Abi membuka kaitan bra Hana, perhatiannya langsung tertuju pada bekas jahitan yang lumayan panjang di punggung Hana, tidak terlalu terlihat sebenarnya, tetapi jika diperhatikan dengan seksama bekas jahitan itu sangat terlihat.
Degg ..
"Jangan dilihatin terus Ka, nanti Kaka jijik!" Hana yang sadar jika Abi saat ini sedang memperhatikan bekas jahitan di punggungnya membalikan tubuhnya, karena tangan Abi yang mengelus sepanjang bekas jahitan itu.
"Itu pasti sakit banget ya Han?" Tanya Abi dengan penuh iba.
__ADS_1
"Aku gak inget, aku udah lupa!" Jawab Hana tanpa mau menatap wajah suaminya, ia sungguh malu Abi terlihat mengasihaninya.
"Kenapa?" Tanya Abi ketika mood Hana berubah, bahkan ia melihat Hana menjatuhkan bulir air matanya.
"Kaka pasti jijik ya? Tapi kata Mamah Kinan bekas luka ini bisa hilang kok pake prosedur operasi pelastik, tunggu aku siap dulu kalo udah siap aku janji bakal mau diopersi buat hilanginnya!" Jawab Hana masih menunduk malu.
"Siapa yang jijik? Aku malah terpesona kok sekarang?" Ucap Abi membuat Hana memberanikan diri untuk menatap wajah suaminya karena bingung dengan apa yang dikatakan suaminya.
Saat menatap suaminya, Hana mengerti apa yang membuat Abi berkata demikian karena sebenarnya saat ini Abi sedang fokus menatap pay*dara Hana yang tak tertutup apapun.
Antara malu dan gugup Hana mencoba menutupi pay*daranya, namun ia kalah cepat dengan pergerakan suaminya yang langsung menarik tubuhnya dan meremasnya serta menciuminya.
Mendapat serangan mendadak seperti itu Hana tak mampu berbuat apa-apa kecuali menerima setiap perlakuan suaminya.
Abi mengungkung Hana di bawah tubuhnya sambil terus ******* bibir mungil istrinya, sedang kedua tangannya berpetualang di atas tubuh Hana.
Rangsangan-rangsangan yang diberikan Abi membuat Hana semakin lama semakin bergairah, terlebih saat Abi memainkan inti tubuhnya desahan dari mulutnya tak mampu ia tahan lagi.
"Can I do it now?" Izin Abi saat melihat Hana tubuh Hana siap ia masuki.
Ia kemudian melebarkan kaki Hana untuk mulai melakukan penyatuan, sedang Hana memalingkan wajahnya karena malu dan juga takut.
"Look at me Honey!" Pinta Abi saat mulai mendorong miliknya masuk ke inti istrinya.
"Aku takut.." Jawab Hana sekilas menatap wajah Abi.
"Tenang, santai jangan tegang biar gak sakit!" Ucap Abi sambil terus berusaha menerobos milik istrinya yang masih sempit.
"Akhhh.. sa..sak..it!" Rintih Hana ketika setengah milik Abi sudah berhasil memasuki intinya. Hana mencengkram lengan kekar suaminya sangat keras untuk menyalurkan rasa sakit yang ia rasakan saat ini.
"Relax dear!" Pinta Abi kemudian mencium bibir Hana untuk mengalihkan ketakutan Hana. Setelah dilihat istrinya jauh lebih tenang, Abi kembali mendorong miliknya untuk semakin masuk ke dalam inti istrinya.
"Akhhh.. Sa, sak.. it .. Ka. Hiks..!" Tubuh Hana membusur ketika milik Abi berhasil menerobos masuk ke dalam intinya dan merobek sesuatu yang selama ini ia jaga, tangan Hana semakin keras mencekram lengan suaminya bahkan saat ini air mata jatuh di sisi kedua matanya.
__ADS_1
Abi langsung menghujani kecupan lembut ke seluruh wajah Hana, bahkan ia mencium kedua mata Hana yang terpejam merasakan perih di intinya. Abi membiarkan miliknya di dalam sana tanpa menggerakannya sedikit pun, ia memberi kesempatan agar milik Hana dapat menerima dan menyesuaikan miliknya.
Abi menciumi bibir Hana dengan sangat lembut, tangan sebelah kiri terus bermain di puncak dada Hana untuk memberi rangsangan kepada istrinya dan agar Hana segera melupakan rasa sakit saat penyatuan tadi.
Setelah beberapa saat Hana terlihat sudah menguasai dirinya, ia membalas setiap ciuman dan lum*tan bibir suaminya. Dirasa sudah siap Abi memulai ritme permainan mereka dengan sangat lembut, rasanya sangat luar biasa hanya itu yang Abi rasakan saat ini.
Melihat Hana sudah menikmati permainan mereka Abi pun mempercepat tempo permainan mereka, tidak kasar tetapi tetap menggairahkan.
Hana mendesah ketika Abi beberapa kali membuat tanda kepemilikan di leher dan dadanya, ia sudah benar-benar dapat menikmati penyatuan tubuh mereka sekarang, meski terkadang masih ada rasa sakit tapi tetap kalah dengan rasa nikmat yang diberikan dalam penyatuan mereka.
Suara erangan dan desahan saling bersahutan di dalam kamar villa itu, hingga saat mereka berdua bersama-sama mendapatkan pelepasan suara erangan mereka keluar bersamaan.
Keduanya saling menatap satu sama lain dengan sorot mata yang sayu dan nafas yang masih memburu, namun keduanya pun saling melemparkan senyumannya.
"Makasih yaa..!" Ucap Abi kemudian mencium dahi Hana. Sebagian rambut Hana yang berantakan di wajah istrinya pun Abi singkirkan dengan telunjuknya.
Hana yang mendengar ucapan suaminya hanya menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.
"Masih sakit?" Tanya Abi ketika sadar jika wajah Hana sedikit pucat dan tubuh yang agak bergetar.
"Sakit, tapi lama-lama enak. Hehe..!" Jawab Hana lirih kemudian menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya, karena sebenarnya Abi masih setia mengungkung Hana di bawah tubuhnya, meski miliknya telah ia keluarkan dari milik Hana.
Abi hanya terkekeh mendengar jawaban polos istrinya, ia kemudian menjatuhkan tubuhnya ke sebelah tubuh Hana. Abi juga langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka, mereka kini saling berbaring berhadapan.
"Makasih ya..!" Ucap Abi sekali lagi tulus sambil membelai wajah istrinya yang masih ada sisa-sisa keringat.
"Udah kewajiban aku Ka, aku lega sekarang!" Jawab Hana dengan senyuman. Sejenak mereka hanya diam dan hanya saling pandang.
"Aku capek Ka, aku mau tidur ya! Gak apa-apa ya Ka aku ngebelakangin Kaka, aku masih agak canggung, malu!" Izin Hana kemudian membelakangi suaminya.
Abi pun langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang, menciumi bahu dan tengkuk Hana. Hana yang benar-benar sangat lelah dan merasakan sakit di seluruh tubuhnya dan juga inti tubuhnya tidak merespon perlakuan suaminya, saat ini dirinya hanya butuh memejamkan matanya, mengistirahatkan tubuhnya.
"Makasih, finally aku sudah menjadikanmu milikku seutuhnya!" Abi juga tak bermaksud untuk melakukannya lagi, ia melakukannya semata-mata karena sangat berterima kasih Hana menjadikan dirinya orang yang pertama menyentuhnya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=