My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Video Call


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


Dua bulan sudah Hana menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, awal-awal ia dirawat di sana memang sangatlah sulit. Dimana Hana selalu mengamuk karena tak ditemani oleh keluarganya juga karena akhirnya ia sadar dimana dirinya dirawat sekarang membuatnya menelan kekecewaan karena dirinya berada di rumah sakit jiwa.


Namun lambat laun ia bisa menerima kenyataan tersebut dan menjalani pengobatan dan terapinya dengan suka rela.


Banyak kemajua yang Hana alami saat ini, selain dirinya yang sudah bisa lancar berjalan, ketukannya akan sosok laki-laki mulai sedikit demi sedikit menghilang.


Ia sudah mulai bisa menerima perawat laki-laki yang mendekatinya, Dokter laki-laki yang tiap kali bergantian dengan Dokter Diana untuk memeriksanya.


Ia juga sudah bisa menerima tamu laki-laki seperti Angga dan Daniel, akan tetapi ketakutannya pada Abi masih begitu melekat.


Dan hari ini, Diana akan mencoba agar Hana mengikis ketakutannya pada Abi dengan membuat mereka berinteraksi melalu sambungan video call.


"Tapi Hana takut Ibu Dokter!" Cicit Hana lirih ketika Diana memberi tahukan rencananya.


"Takut kenapa Cantik? Kan Mas Abinya jauh bukan di depan kamu, biar kamu berani berhadapan dengan Mas Abi!" Diana mencoba meruntuhkan ketakutan yang Hana rasakan.


"Emang kamu gak kangen sama Mas Abi kamu, Sayang?" Goda Diana melihat Hana hanya diam saja.


"Aku kangen, kangen banget. Tapi aku beneran masih takut banget sama Kak Abi, Ibu Dokter!" Hana memang sangat merindukan suaminya karena selama dua bulan Hana di rumah sakit ini, tak sekali pun ia mendapatkan kunjungan dari suaminya. Meskipun bisa dipastikan Hana akan histeris ketakutan jika bertatap muka langsung dengan sang suami, tetapi hatinya juga merindukan Abi.


Bukan tak pernah datang, bahkas setiap malam Abi selalu mengunjunginya dikala Hana terlelap. Melepaskan kerinduan pada istrinya dengan cara diam-diam agar tak membuat sang istri ketakutan.

__ADS_1


"Makanya sekarang Hana Cantik coba ngobrol sama Mas Abi melalui video call ya, kan kalo video call an Mas Abi gak akan mungkin bisa nakalin Hana. Mau ya kita coba?" Diana tetap mencoba menyakinkan pasien cantiknya tersebut.


Sejenak terdiam karena terus berfikir, Hana akhirnya menyetujui usulan Dokter kesayangannya itu dan berharap selain untuk mengobati kerinduan pada suami, Hana juga bisa mulai menerima suaminya kembali tanpa perasaan takut.


Setelah melihat anggukan Hana, Diana langsung mendial nomor Abi dan memposisikan Hana agar nyaman saat berbicara dengan suaminya.


"Selamat siang Mas Abi, maaf apa saya mengganggu?" Sapa Diana ketika panggilan video call nya diangkat oleh Abi, terlihat Abi yang mengenakan setelan kerjanya dan sedang duduk di ruang kerjanya.


"Selamat siang Dokter Diana, tidak mengganggu sama sekali kok Dok. Ada apa ya, apa ada masalah dengan istri saya?" Abi sedikit khawatir karena tak biasanya Dokter sang istri menghubunginya, apalagi melalui panggilan video.


"Ooh tidak ada masalah sama sekali dengan istri Anda, hanya saja istri Anda yang cantik ini bilang kalo dia kangen sama suaminya!" Jawaban Diana sontak membuat Abi tersenyum penuh kebahagiaan, tetapi berbeda dengan Hana yang justru membulatkan matanya seakan protes pada sang dokter yang dengan gamblang memberitahukan kerinduannya langsung pada suaminya.


"Saya juga kangen, kangen sekali dengan istri saya yang cantik Andai dia mau menyapa saya?" Sahut Abi memancing Hana yang memang tengah disorot oleh Diana, Abi bisa melihat wajah gugup Hana juga semburat merah di pipi istrinya yang artinya Hana tengah dibuat malu dan salah tingkah.


"Hana mau menyapa Kak Abinya?" Tawar Diana menyodorkan ponselnya pada Hana.


"Hana gemetar Ibu Dokter tangannya, Hana takut ponsel Ibu Dokter jatuh nanti kalo Hana yang pegang. Lebih baik Ibu Dokter saja yang pegang, Hana minta tolong!" Pinta Hana mengembalikan ponsel milik Diana.


Hati Abi berdenyut nyeri mendengar penuturan sang istri, terlebih sekilas ia bisa melihat wajah gugup Hana juga ponsel yang bergerak ke sana kemari saat dipegang Hana karena tangan Hana yang gemetaran.


"Ok, Ibu Dokter yang pegang tapi Hana mau ya menyapa suaminya!" Ucap Diana yang langsung mengarahkan kamera depan ponselnya kepada Hana agar Hana dan Abi saling menatap.


Diana maupun Abi langsung menangkap gerakan gelisah dari Hana ketika Hana langsung bertatapan dengan Abi.


"Gak apa-apa sayang, gak usah takut. Kak Abi gak bisa jahatin kamu di sini, lagian dia juga gak jahat kok, dia udah berubah banyak, udah baik sekali. Hana cantik gak perlu khawatir!" Bisik Diana mencoba menenangkan, namun masih bisa di dengar oleh Abi.


"Ehh, emhh.. Kak.. Kakak, apa kabar?" Tanya Hana lirih terbata-bata dan hanya melihat sekilas ke arah Abi untuk kemudian kembali menunduk.

__ADS_1


"Buruk, buruk banget!" Jawaban Abi sontak membuat Hana menatap penuh kekhawatiran ke arah Abi.


"Buruk kenapa? Kakak kenapa?".


Diana dan Abi langsung tertawa melihat spontanitas yang ditunjukkan oleh Hana.


"Gimana enggak buruk, aku terlalu kangen sama kamu. Kangen banget, sampe-sampe aku pengen langsung ke sana meluk sama nyiumin kamu sekarang juga!" Jawab Abi menatap intens wajah cantik istrinya.


"Jangan, jangan ke sini. Aku masih takut sama kamu!" Jawab Hana panik.


"Ibu Dokter aku__!" Hana tak melanjutkan perkataannya, ia hanya menatap ke arah bawah, Diana pun mengikuti arah pandangan Hana.


"Enggak apa-apa Sayang, enggak apa-apa!" Diana mencoba menenangkan Hana yang mulai panik.


"Maafin Hana Ibu Dokter, maaf!" Ucap Hana mulai terisak sambil terus menatap ke arah bawah.


"Matikan ponselnya Bu, Hana takut, Hana malu!" Pinta Hana semakin terisak.


"Maaf Mas Abi saya putus dulu sambungan video call nya, saya tenangkan Hana dulu. Nanti saya akan segera menghubungi Mas Abi!" Tanpa menunggu jawaban Abi, Diana langsung mematikan sambungan mereka.


Jelas keadaan ini membuat Abi khawatir, ia tahu sedang terjadi sesuatu dengan istrinya. Namun ia sendiri tak bisa menerka apa yanh sedang terjadi dengan cemas.


Dan kini ia harus bersabar menunggu Diana untuk menghubunginya kembali, meskipun kekhawatiran begitu melanda dirinya saat ini. Bahkan andai saja tak mengingat jika Hana akan histeris jika melihatnya, Abi ingin sekali datang ke rumah sakit saat ini juga untuk memastikan keadaan sang istri di sana.


Dirinya kini benar-benar dilanda kecemasan yang teramat sangat, terlebih melihat Hana yang ketakutan serta Diana yang mencoba menenangkannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2