My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Mimpi


__ADS_3

"Kak Abi, Kak bangun ihh. Kamu mimpi apa sih sampe teriak-teriak gitu. Kak Abi bangun!" Hana mengguncang-guncang tubuh Abi yang berteriak-teriak mengigau kan namanya.


Hana semakin panik saat melihat keringat dingin membasahi tubuh suaminya, sekali lagi ia mengguncang-guncang tubuh Abi sambil terus memanggil nama suaminya itu.


"HAN, HANAAAAAA...!!" Pekik Abi dengan suara melengking sebelum terduduk sadar dari tidurnya.


"Astaghfirullah Al Adzim, kamu mimpi apa sih Kak sampe teriak-teriak gitu?" Tanya Hana panik menatap iba ke arah suaminya.


Abi tak menjawab kekhawatiran istrinya, ia justru menatap lekat-lekat wajah istrinya yang saat ini juga tengah menatap dirinya. Dengan masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal Abi langsung menarik tubuh Hana ke dalam dekapannya seakan meluapkan kelegaannya karena masih melihat istrinya saat ini.


"Kamu mimpi apa sampe teriak-teriak gitu sih? Aku panik tau gak, takut banget?" Tanya Hana yang menyambut pelukan suaminya dengan terus mengelus punggung suaminya seakan ingin membuat Abi menenangkan dirinya.


Setelah lebih tenang, Abi melepaskan rengkuhannya dari tubuh istrinya, namun ia terus menatap lekat wajah khawatir sang istri. Bahkan kini tangannya mulai menyusuri wajah mungil istrinya dan bibirnya mendaratkan beberapa kecupan di wajah istrinya.


"Minum dulu ya?" Tawar Hana kemudian mengambil air minum di nakas sebelah ranjang suaminya.


Dengan gerakan cepat Abi mengambil gelas yang disodorkan oleh istrinya dan meminum airnya hingga tandas dan meletakan gelas tersebut kembali di atas nakas.


"Kak Abi mimpi apa sampe teriak-teriak?" Tanya Hana lagi yang masih penasaran dengan mimpi suaminya.


"Aku mimpi berantem sama kamu, kamu bilang kamu capek sama aku terus pergi ninggalin aku begitu aja. Aku kejar-kejar tapi gak ketemu, aku terus lari nyariin kamu manggilin kamu tapi kamu tetep gak muncul!" Jawab Abi dengan wajah ketakutan.


"Hahahahahaha..!" Tawa Hana seketika meledak setelah mendengar mimpi suaminya.


"Kok kamu ngetawain aku sih? Itu tuh mimpi paling serem yang pernah aku alami tau gak?" Kesal Abi melihat respon istrinya.


"Cuma mimpi Kak, bunga tidur aja kali. Makanya sebelum tidur tuh biasain baca doa. Segitu takutnya ya kehilangan aku?!" Ucap Hana menangkup kedua sisi wajah suaminya dengan tangan mungilnya.

__ADS_1


"Takut banget..!" Jawab Abi kemudian menarik tubuh polos istrinya ke dalam dekapannya.


"Aku gak bakal kemana-mana Kak, gak usah takut. Dimana ada Kak Abi disitu ada aku, begitu pula sebaliknya!" Seloroh Hana membelai lembut rambut suaminya.


Abi tak menyahuti ucapan istrinya, tangannya terus membelai punggung telanjang istrinya, sedang wajahnya ia tenggelamkan di sela leher sang istri, menghirup dalam aroma tubuh istrinya yang selalu menenangkannya sekaligus memporak porandakan pertahanan dirinya sebagai seorang lelaki.


Merasakan gerakan suaminya mulai berlebihan, Hana mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan sang suami, namun seperti biasa ia gagal.


"Kak udah mau jam subuh, ayo mandi jangan begini!" Ucap Hana mencoba mengingatkan suaminya.


"Once again please (sekali lagi ya), janji kita main cepat!" Pinta Abi.


"Kak..!" Ucap Hana menggantung di udara karena Abi langsung menidurkan tubuhnya dan ditindih oleh tubuh kekar suaminya.


Abi langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh istrinya seusai mendapatkan pelepasannya. Sesuai janjinya kali ini ia bermain cepat namun penuh dengan kelembutan, ia ingin membuat istrinya merasa nyaman dengannya.


Mimpi yang ia alami benar-benar mengganggu fikirannya, seakan seperti sebuah firasat membuat perasaannya sangat tak nyaman.


Bukannya lekas menyingkir, Abi tetap mengungkung tubuh istrinya, ia menahan berat tubuhnya menggunakan tangannya.


"Makasih yaa, aku cinta sama kamu..!" Ucap Abi mencium kening istrinya.


"Iya tau, awas dong sekarang aku mau mandi, keburu waktu subuh habis ini!" Sahut Hana masih terus mencoba melepaskan diri dari kungkungan suaminya.


"Aku udah pernah bilang belum kalo aku sayang banget sama kamu Hana..!" Ucap Abi lagi tanpa memperdulikan usaha Hana melepaskan diri darinya.


"Kamu gaje ihh, hehehe. Iya aku tau kamu sayang sama aku. Kamu udah sering bilang ke aku, aku juga sayang sama kamu. Beruntung bisa jadi istri cowok tajir, ganteng, berkharisma, otewe soleh macem kamu. Gak heran Raya susah banget ngelepas kamu, keren gini!" Goda Hana membelai lembut wajah kokoh suaminya, sedang Abi hanya terkekeh mendengar gombalan istrinya.

__ADS_1


"Sekarang aku mau mandi, takut waktu subuh habis. Lepasin ya Kak Abi sayang!" Pinta Hana lagi.


Sebelum menyingkir Abi menghujani kecupan di seluruh wajah istrinya kemudian melepaskan sang istri untuk memberi kesempatan membersihkan diri terlebih dahulu.


***


Kini Hana sedang bersama Hafidz di taman belakang mansion, duduk berdua di pinggir kolam ikan koi koleksinya sambil memberi makan ikan-ikan mahal tersebut.


"Makasih ya Sayang, Abimanyu banyak berubah setelah menikah sama kamu!" Ucap Hafidz tulus.


"Masa sih Kek, Kak Abi banyak berubah? Perasaan tetep galak?" Sahut Hana menggoda Kakeknya.


"Kamu sering digalakin Abi?" Selidik Hafidz.


"Enggak, bercanda Kek!" Elak Hana tak ingin membuat Kakeknya khawatir.


"Abimanyu itu berbeda dari sodara-sodaranya yang lain, emosi dia lebih meluap-luap entah dari mana ia mendapatkan sifat pemarah yang meledak-ledak seperti itu. Jika suatu saat Abimanyu berbuat tak baik sama kamu, bilang sama kami semua ya, jangan kamu pendam sendiri!" Ucap Hafidz mengingatkan.


"Sejauh ini Kak Abi memperlakukan Hana baik kok Kek, yaaa sekali dua kali dia pernah bentakin aku sih, tapi kadang itu juga aku yang salah karena sikap aku yang kekanak-kanakan, dia enggak suka" Hana mencoba menutupi perlakuan kasar yang pernah ia dapatkan dari suaminya itu.


"Abimanyu itu kasar terkadang bukan karena marah aja, sikap yang terlalu memiliki membuat Abi menjadi lebih posesif, dia gak akan pernah membiarkan orang lain menyentuh apa yang dia anggap mutlak miliknya. Kamu harus banyak belajar mengenal karakter suami kamu itu, jadi kelak jika terjadi masalah serius antara kalian berdua kamu tau hal apa aja yang bisa memancing atau pun tidak amarahnya!" Ucap Hafidz lagi.


"Tapi jangan takut, Abimanyu itu laki-laki baik, laki-laki penyayang. Tapi setiap orang memang memiliki kekurangan kan?" Lanjut Hafidz lagi melihat kekhawatiran di wajah cucu menantunya itu.


"Dan Kakek berharap sikap dan sifat buruknya itu perlahan akan menghilang dengan bantuan kamu, karena Kakek bisa lihat kalo saat ini kamu adalah seseorang yang bisa mengendalikannya. Terbukti saat kamu terkena musibah ia langsung berinisiatif untuk melepas kariernya demi untuk memastikan dia selalu ada buat kamu!" Ucap Hafidz lagi membuat Hana mengembangkan senyum cantiknya.


"Bersabarlah Sayang dengan suami kamu!" Lagi, nasehat yang selalu dia dengar terucap dari orang yang berbeda, membuatnya berfikit seberapa buruk amarah sang suami sebenarnya.

__ADS_1


"Dan Hana juga berharap sekali Kak Abi bisa memaklumi sikap kekanak-kanakan aku yang masih suka dateng!" Seloroh Hana membuat mereka berdua tertawa.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2