
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
Siang ini Abi baru saja menyelesaikan pertemuannya dengan psikiater sang istri, beberapa jam membahas kondisi Hana yang dinyatakan semakin membaik dari waktu ke waktu membuatnya begitu bahagia. Kebahagiaannya bahkan bertambah ketika Hana dinyatakan cukup aman dan siap untuk dibawa kembali ke Jakarta.
Ia juga sempat membahas tentang trauma sang istri terhadapnya yang sama sekali belum hilang karena keadaan yang terjadi antara dirinya dan Hana saat ini sangat menyiksa dan begitu menyakitkan untuk keduanya.
Namun jawaban yang sama dengan yang lainnya kembali ia dapatkan bahwa mereka berdua harus bersabar, memberi waktu pada Hana pelan-pelan. Sang psikiater juga mengatakan jika Hana masih perlu mengkonsumsi beberapa obat-obatan terlebih obat penenang untuk membantunya agar bisa tidur dengan baik juga serangan panik yang terkadang masih menyerang Hana.
Pada akhirnya, Abi harus pasrah dengan keadaan istrinya dan hanya bisa berdoa dan terus bersabar juga berharap agar Hana lekas sembuh dari traumanya, karena sungguh ia sangat merindukan istrinya.
Tujuan selanjutnya adalah perusahaan sang Kakek sesuai undangan sang Kakek yang memintanya datang ke perusahaan. Meskipun berbeda bidang dengan perusahaan yang digeluti dirinya di Jakarta, Abi sedikit mengerti tentang perusahaan sang Kakek yang bergerak di bidang perhotelan dan penginapan.
Abi yang juga memiliki usaha penginapan serta pusat hiburan malam di Bali yang dikelola bersama-sama teman-temannya membuat Kevin tertarik untuk berinvestasi untuk pengembangan usaha yang tengah dirintis cucu tertuanya itu, ia bahkan berencana kembali membangun hotel di beberapa tempat di Bali dan mempercayakan Abi dengan teman-teman Abi untuk juga mengelolanya.
Jelas apa yang diinginkan sang Kakek menjadi angin segar untuknya, paling tidak meskipun ia lebih fokus mengelola perusahaan turunan keluarganya tetapi ia juga mempunyai usaha yang ia sendiri bangun dari nol meskipun tak sebesar perusahaan yang dimiliki keluarganya.
Selesai mengadakan pertemuan dengan Sang Kakek, tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Ia lantas buru-buru melajukan mobilnya kembali ke rumah Kakek-Neneknya.
Di perjalanan ia melihat toko kue, ia pun membelokan kemudinya sekedar membeli buah tangan untuk sang istri. Ia lantas mengirim pesan pada istrinya.
__ADS_1
Abi : "Hai cantik, aku baru mau pulang. Sekarang aku masih ada di toko kue, aku lihat banyak kue yang enak-enak. Mau dibawakan sesuatu?".
Hana : "Pergi seharian, sekarang dengan tanpa rasa bersalah nawarin aku kue. Kamu mau nyogok aku?".
Abi bisa merasakan nada ketus kekesalan istrinya yang membuatnya justru tersenyum simpul membayangkan wajah judes sang istri. Tanpa mencoba untuk menjelaskan Abi justru mengklik foto beberapa cake dan mengirimkannya pada istri, ia tahu istrinya sangat mudah luluh hanys dengan bentuk cake yang lucu-lucu.
Abi : " Sebagai permintaan maaf aku, kamu bebas memilih cake favorit kamu nihh. Mumpung aku tadi baru dikasih uang jajan sama Kakek Kevin!" .
Hana : "Well karena aku orangnya pemaaf, aku maafin kamu tapi dengan syarat kamu beli semua bentuk cake yang ada di toko kue itu masing-masing satu. Sanggup?".
Abi : "Sure Honey, anything for you?".
"Andai menghilangkan trauma kamu terhadapku juga semudah ini, bahkan jika kamu meminta semua cake beserta tokonya pun akan aku berikan" ucap Abi getir di dalam hatinya.
Dan benar saja, Hana dibuat ternganga dengan mobil bertuliskan nama sebuah toko kue terparkir di depan halaman dengan kedua karyawan bule yang keluar sambil bersama membawa beberapa cake masuk ke dalam rumahnya bersama seorang maid yang menunjukan arah ruang makan untuk meletakkan cake-cake tersebut di meja makan.
Dan tak berapa lama mobil Abi datang dan langsung berhenti di depan rumah yang ia tempati, keluar dari mobilnya Abi menyempatkan dirinl untuk menatap sang istri yang masih berdiri ternganga melihat box-box cake yang begitu banyak membuatnya mengulum senyuman.
Saat mata mereka saling bertemu, Abi menyambut tatapan istrinya dengan senyuman hangat. Berbeda dengan Hana yang langsung menunduk sambil *******-***** ujung kaosnya untuk kemudian langsung masuk ke dalam rumah utama.
"Maafin aku Sayang..!" Ucap Abi lirih melihat betapa Hana masih begitu takut melihat dirinya.
Abi memutuskan masuk ke dalam kamarnya untuk kemudian membersihkan diri dan melaksanakan kewajibannya.
__ADS_1
Tak lama kemudian saat ia tengah sibuk memeriksa email yang dikirimkan Daniel, pintu kamarnya diketuk oleh seseorang. Setelah mendengar perintahnya untuk masuk, seorang maid dengan nampan di tangannya masuk untuk kemudian menyimpan nampan berisi makan malamnya di atas meja.
"Thank you!" Ucap Abi yang dibalas anggukan oleh maid tersebut untuk kemudian permisi keluar.
Abi tersenyum melihat menu yang tersaji nasi, sup ayam, ayam dan tempe goreng serta sambal juga cake yang ia beli untuk makanan penutupnya dan buah pir yang sudah dipotong kecil-kecil. Ia sangat yakin bahwa semua ini adalah masakan istrinya.
Ia pun meng klik satu foto untuk ia unggah ke status whats up dan beberapa media sosialnya.
"Kangen masakan istri, terima kasih untuk makan malamnya Sayang. Selamat makan 😘😘". Begitulah caption yang ia tuliskan, membuat Hana yang saat itu juga sedang bersiap untuk makan malam di kamarnya tersenyum membaca status sang suami.
Hana : "Selamat makan malam Kak, semoga suka!".
Tanpa menunggu lama pun Abi membalas pesan yang dikirimkan oleh istrinya. Dan kini di sela makan malam mereka, mereka saling berbalas pesan.
Abi menceritakan semua pada istrinya, tentang Psikiater sang istri yang memberikan izin Hana bisa kembali ke Jakarta tetapi harus terus melakukan pengobatannya di sana, tentang rencana Abi yang mulai besok akan mengurus kepulangan mereka.
Abi juga menceritakan rencana sang Kakek yang ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan miliknya pribadi dengan membangun beberapa hotel di Bali yang kelak akan dikelolanya bersama teman-temannya.
Meskipun hanya berbalas pesan, paling tidak ini semua bisa mengobati perasaan rindunya bercengkrama dengan sang istri. Apalagi beberapa kali Hana mengiriminya foto serta video singkat membuatnya begitu bahagia.
Makan malam yang seharusnya memakan waktu normal harus lebih lama selesai karena mereka juga berfokus pada saling membalas pesan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1