My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Bersitegang


__ADS_3

"Laki lo udah balik dari Bandung?" Tanya Hanum saat mereka sedang berada di kantin untuk menghabiskan jam istirahat mereka dengan menikmati baso dan es teh favorit mereka.


"Udah semalem!" Jawab Hana kemudian menyuapkan baso ke dalam mulutnya.


"Lo jadi izin Han?" Hanum yang tau jika sahabatnya akan pergi ke Bali kembali meminta kepastian sahabatnya itu.


"Jadi lah Num, syuting terakhir. Akhirnya selesai juga film gue Insya Allah, moga aja lancar di sana nanti!" jawab Hana.


"Semenjak jadi seleb gue sering kesepian tau gak sih! By the way, jangan lupa oleh-olehnya yaa!" Pinta Hanum.


"Kayak gak pernah ke Bali aja lo minta oleh-oleh segala!" Jengah Hana. Bukan pelit namun Hana tau betul bahwa Hanum sering sekali bolak balik Jakarta-Bali karena keluarga sahabatnya ini memiliki rumah serta beberapa resort dan club malam di sana.


"Gue minta oleh-oleh yang cuma lo doang yang bisa ngasih!" Tegas Hanum.


"Gue doang yang bisa ngasih? Emang apa oleh-oleh yang lo maksud sih?" Tanya Hana bingung, namun ia tetap menyesap kuah kaldu baso favoritnya.


"Ponakan lah apalagi emang!" Jawab Hanum dengan suara lantang membuat Hana tersedak kuah baso yang ia sedang nikmati, bahkan beberapa siswa yang berada di kantin langsung menatap mereka penuh selidik.


"Uhukk.. uhukkk..uhukk.. Gila lo Num, suaranya direm napa sih?" Ucap Hana, ia kemudian meminum air yang diberikan oleh Hanum. Sedang Hanum tertawa melihat reaksi sahabatnya.


"Kan misi lo gagal kemaren Han, siapa tau emang di calon Dede maunya made in Bali! Pokoknya hajar Han, jangan kasih kendor Ka Abi nanti!!!" Lagi Hanum semakin frontal membuat orang-orang sekitar makin memperhatikan mereka.

__ADS_1


"Lo tuh bener-bener deh Num, cerminan Juna banget!" Sindir Hana kesal.


"Jodohlah berarti gue sama Ayang Beb Juna!" Sahut Hanum bangga.


"Cihh, najis!" Hana berdecih geli melihat tingkah sahabatnya.


***


Sedang di apartemen Abi sedang bersitegang dengan mantan kekasihnya, ia kesal dengan tingkah Raya yang mulai meneror istrinya.


"Oohh jadi pel*cur itu ngaduin semuanya sama kamu hah!" Geram Raya.


"Dia bukan pel*cur, dia istriku Ray!" Gertak Abi tak kalah geramnya.


"Cukup Raya, cukup!! Bukan dia yang ngehancurin hubungan kita, tapi pengkhianatan kamu Ray. Dan asal kamu tau Ray sampai detik ini aku belum menyentuh sama sekali istriku, udahlah Ray lupain hubungan kita. Aku minta maaf gak bisa menuhin janji aku ke kamu, aku berharap kamu bisa bahagia sama Nico Ray, kita jalani kehidupan kita masing-masing sekarang. Tolong jangan ganggu Hana lagi, tolong biarin Hana hidup dengan tenang tanpa teror dan ancaman kamu. Kasihan dia Ray, dia udah terlalu sering kita sakitin. Maaf kalo pada akhirnya aku mengkhianati kamu, aku udah jatuh cinta sama Hana Ray, aku mencintai istriku!" Kini suara Abi melembut, ia berharap Raya dapat mengerti dan menerima keputusannya.


"Enggak, sampai kapan pun aku enggak bakal pernah terima kamu buang aku kayak gini. Aku cinta Bi sama kamu, aku gak bisa hidup tanpa kamu, tolong maafin aku beri aku kesempatan sekali lagi. Aku mau berubah Bi, aku bersumpah gak akan mengkhianati kamu lagi. Hikss.. aku mohon.. Hiks..!" Kembali tangis Raya pecah.


"Maaf Ray, aku gak bisa nerima perselingkuhan kamu dan juga aku benar-benar udah jatuh cinta sama Hana. Aku ingin mempertahankan pernikahanku, maaf!" Sekali lagi Abi mencoba membuat Raya mengerti.


"Enggak Bi, kalo aku gak bisa milikin kamu jangan berharap kalo dia bisa milikin kamu. Akan aku rebut kamu lagi meskipun dengan cara paling kotor sekali pun!" Ancam Raya dengan penuh kemarahan.

__ADS_1


"Dan aku bersumpah akan melindungi istri ku dari apapun dan siapapun yang akan mencelakainya!" Abi mulai tersulut emosinya.


"Kita lihat aja Bi, siapa yang akan hancur!" Ancam Raya.


"Kamu gila Raya!" Gertak Abi kemudian mematikan sambungan telepon mereka.


Abi mengusap kasar wajahnya, ia benar-benar merasa frustasi dengan keadaannya saat ini karena ia tahu betul bagaimana Soraya. Ia selalu serius dengan tiap ucapannya.


"Bro..!!" Sapa seseorang dari belakangnya.


"Niel? Sejak kapan lo di sini?" Tanya Abi terkejut dengan kehadiran sahabatnya itu.


"Dari tadi, gue denger semua. Gue salut sama keputusan lo Bi, gue berharap semua baik-baik aja. Mungkin Raya belum bisa nerima kenyataan sekarang ini, tapi lo tetep harus berhati-hati. Lo tau kan Raya kayak gimana?".


"Gue bener-bener ngekhawatirin Hana Niel, gue takut Raya bakal nyakitin Hana. Gue gak tega Niel, udah terlalu lama Hana menderita gara-gara gue sama Raya selama ini. Gue cuma mau ngebahagiain dia sekarang Niel, gue mau jagain dia!" Lirih Abi dengan penuh penyesalan.


"Gue ngerti Bi, saran gue jangan terlalu ambil pusing Raya lebih baik lo fokus memperbaiki hubungan lo sama Hana. Buat dia bahagia Bi, dia berhak buat bahagia!" Daniel mencoba menyemangati sahabatnya.


"By the way, lo ngapain ke sini?" Tanya Abi.


"Gue mau ngebahas agenda kerja lo selama di Bali karena selama lo syuting di sana ada beberapa acara yang udah lo teken kan. Gue cuma mau bikin perencanaan ulang biar gak ribet!" Jawab Daniel.

__ADS_1


Mereka berdua pun langsung disibukkan dengan pembahasan agenda kerja yang akan dilakukan di Bali nanti.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2