
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
Abi mengenakan kembali pakaian kerjanya, entah dengan cara apa dia berhasil membawa sang istri ke kamar president suite di hotel seberang kantornya dan mengajak sang istri melalang nirwana seusai makan siang dan shalat Dzuhur.
Dengan rambut setengah basah dan keselurahan yang lebih segar Abi mendudukan diri di sebelah istrinya, membelai lembut wajah sang istri yang dari tadi terus-menerus memperhatikannya.
"Aku balik ke kantor dulu ya, kamu tunggu di sini aja. Bosen kalo nunggu di kantor!" ucap Abi pada sang istri yang hanya berbalut selimut.
"Kak Abi pulang sore kan? Enggak sampe lemburkan?" tanya Hana yang sudah mendudukan diri sambil menahan selimut agar tetap menutupi tubuh polosnya.
"Paling telat maghrib, nanti kalo lapar kamu pesan dari layanan hotel aja ya. Jangan kemana-mana, baik-baik di sini!" titah Abi tegas.
"Siapa yang mau kemana-mana, badan aku capek semua mau tidur sepuasnya di sini!" sahut Hana kembali merebahkan dirinya dalam posisi miring.
Abi hanya mengulum senyuman mendengar keluhan sang istri, ia pun langsung mencium pipi dan kepala Hana tak lupa juga menciumi perut Hana yang sudah terlihat sangat besar di usia kandungan yang ke enam bulan ini.
"Anak-anak Ayah, jangan nakal ya di dalem, jangan berantem. Pokoknya jangan sampe Bunda kesakitan, kasihan Bunda capek tuh! Nanti kalo kalian nurut malem Ayah tengokin lagi, Ayah ajak main lagi!" ucap Abi tepat di depan perut sang istri yang langsung dihadiahi capitan panas oleh istrinya.
Seolah-olah mengerti dengan ucapan sang Ayah, bayi-bayi di dalam perut Hana melakukan gerakan-gerakan kecil membuat Abi semakin gemas, ia pun lantas menciumi perut Hana yang terbalut selimut tipis.
"Aku balik ke kantor ya!" pamit Abi pada sang istri yang terlihat begitu menahan kantuknya.
"Jangan malem-malem ke sininya!" pinta Hana yang terus berusaha keras menahan matanya agar tetap terbuka.
__ADS_1
"Iya, sekarang kamu tidur ya. Nanti menjelang Ashar aku telpon bangunin kamu, biar mandi dan gak telat sholat!".
Tak ada jawaban dari sang istri yang sudah terlelap dalam tidurnya, Abi pun kembali menciumi wajah dan perut Hana untuk kemudian membenarkan selimut sang istri lalu mulai beranjak kembali ke kantor.
***
Di kantor Abi langsung disambut oleh Daniel dan Irene ketika sudah berada di lobby, seperti biasa Abi akan memasang aura tegas dan dingin ketika berhadapan dengan para karyawannya, tapi tidak ketika memasuki lift yang dikhususkan untuk para petinggi perusahaan dan di depan Daniel dan Irene, ia akan kembali ke stelan awalnya.
"Segeran boss!" ejek Daniel melihat Abi dengan rambut yang masih setengah basah, sedang Irene langsung terkekeh di belakang mereka.
"Boss mah bebas ya, pengen bisa langsung check in buat garap istrinya. Nambah lagi enggak Boss?" timpal Irene membuat keduanya semakin terpingkal-pingkal, tapi tidak dengan Abi yang justru menampakkan wajah masamnya gara-gara ejekan bawahan sekaligus sahabat dan sepupunya.
"Jangan sungkan Boss kalo istri minta nambah, takut kalo dia curiga dia. Biasanya durasinya lama kok ini sebentar, biasanya nambah kok ini enggak!" sindir Daniel lagi makin membuat mereka berdua tergelak, sedang Abi wajahnya langsung merah padam antara malu dan menahan kesal.
Sesampainya di lantai mereka, Abi bergegas dengan langkah panjang keluar dari lift menuju ke ruangannya.
Namun sebelum memasuki ruangan, Abi berhenti kemudin meminta Irene dan Daniel untuk menghadapnya ke ruangan.
"Duduk!" perintah Abi saat ketiganya sudah memasuki ruangan.
"Laporan tentang keungan menjelang akhir tahun udah bisa gue cek?" tanya Abi menyunggingkan senyuman smirknya.
"Lah, itu mah belum dikerjain, palingan bulan depan kali mulai kita kerjain!" jawab Daniel.
"Tapi bagian keuangan selalu ngasih laporan ke elo kan tiap bulannya?" tanya Abi lagi masih dengan senyuman yang membuat Daniel dan Irene bergidik.
"Iya, gue kan tiap bulan juga ngelapor ke elo?" Daniel mencoba meredam kegugupannya, ia tau sahabatnya ini memiliki rencana untuk dia dan Daniel.
__ADS_1
"Dan elo Irene, kontrak kerjasama acara buat setahun ke depan udah elo susun?" kini Abi beralih pada Irene yang mulai memucat.
"Udah, tapi belum semua baru sebagian. Beberapa juga belum fix tanda tangan kok, masih belum satu kesepakatan antara kita dan mereka!" jawab Irene gugup.
"Iya gue ngerti, yang udah fix tolong elo buat laporannya terus elo bawa ke sini. Jangan ada yang terlewat, gue mau cek semuanya! Gue tunggu besok pagi di meja gue!" perintah Abi, membuat Irene membelalakkan matanya.
"Dan elo Niel, gue mau elo bikin laporan keuangan tahunan. Karena masih dua bulan lagi, Lo bikin sampe bulan ini aja. Bikin grafik juga, gue mau tau turun apa naik pendapatan kita, secara tahun ini banyak banget saingan, terlebih sekarang orang-orang mulai beralih ke kanal YouTube!" perintah Abi tak kalah tegas.
"Ini besok pagi juga gue kudu kasih laporannya?" tanya Daniel yang langsung diangguki oleh Abi tanpa ragu.
"Gila, elo gak salah apa?" geram Daniel dengan wajah kesal.
"Salah? Bener, gue salah. Gue mau laporan elo berdua, sebelum Maghrib udah ada di atas meja gue!" sontak ucapan Abi membuat keduanya menjadi heboh.
"APAAAA???" teriak keduanya bersamaan.
"Apa gue salah lagi, hah? Kalo gitu dua jam dari sekarang__!" ucapan Abi langsung dipotong keduanya setelah keduanya berdiri sambil mengatakan jika sebelum Maghrib laporan yang diminta sang penguasa akan berada di atas mejanya.
Melihat keduanya telah menghilang dari hadapannya, Abi pun langsung terpingkal-pingkal.
Abi kembali fokus pada pekerjaannya, setelah ia bisa menguasai dirinya. Akan tetapi tiba-tiba ingatannya tertuju pada sang istri saat makan siang di hotel tadi yang meminta dirinya untuk diantar ke rumah sakit besok karena ingin sekali melihat jenis kelamin bayi-bayi mereka.
"Katanya enggak usah tau jenis kelamin mereka, biar surprise?" tanya Abi menatap lekat-lekat sang istri.
"Aku enggak suka surprise, aku pengen tau biar aku bisa mempersiapkan nama dan perlengkapan mereka sebaik mungkin. Aku enggak sabar pengen ngelihat mereka!" jawab Hana dengan wajah bahagia.
"Okay, besok kita ke rumah sakit. Nanti di kantor biar aku ifoin ke Dokter Riana!" Sahut Abi.
__ADS_1
"Dihh, ngapain pake nginfoin ke Ibu Dokter? Orang besok emang udah jadwal aku kontrol kok, makanya jadi suami tuh jangan sibuk kerja aja, jadwal kontrol istrinya sampe enggak inget!" sindir Hana, membuat Abi hanya terkekeh dengan tingkah Hana yang semakin judes semenjak kehamilannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=