My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Calon Istri


__ADS_3

Esok harinya.


"Hana, bangun Sayang!" Berkali-kali Irma berusaha membangunkan putrinya.


"Kamu gak syuting emang?" Tanya Irma lagi sambil terus menggoyangkan tubuh putrinya agar bangun.


"Hana libur Bu" jawab Hana lirih masih memejamkan matanya.


"Kamu gak ada rencana apa-apa hari ini?" Tanya Irma lagi mencoba mengingatkan putrinya.


"Hana mau pergi sama Mamah Kinan, mau fitting baju sama pergi ke WO" jawab Hana masih memejamkan matanya.


"Oohh pantesan, Tante Kinan sama Abi udah di sini dari tadi. Mau jemput kamu toh!" Ucapan Irma berhasil membuat Hana membuka matanya sempurna ia pun bangun dan langsung menyambar piyama mandinya.


Irma hanya tertawa melihat tingkah putri semata wayangnya itu.


Setelah siap, Hana pun keluar menemui Kinan dan Abi.


"Sarapan dulu Mah!" Ajak Hana menghampiri Kinan seraya mencium punggung tangan Kinan.


"Udah tadi, enak banget nasi goreng buatan Ibu kamu ya!" Sindir Kinan, membuat Hana salah tingkah.


"Maaf ya Mah, udah lama ya Mamah nunggu Hana bangun?" Sahut Hana tak enak hati.


"Enggak lama kok kurang lebih satu setengah jam an lah" sindir Kinan lagi, membuat Hana semakin tak enak hati.


"Maaf ya Mah.." ucap Hana lirih.


"Kamu sakit Han? Muka kamu kok pucet gitu? Tadi pas salim juga agak hangat kayaknya kamu. Mau ke Dokter dulu?" Usul Kinan.


"Gak usah Mah, Hana gak apa-apa cuma kurang tidur aja. Semalem keasyikan ngerjain tugas sekolah!" Ucap Hana karena setelah video call an dengan Abi Hana mengerjakan tugas sekolahnya untuk memancing kantuknya.


Tapi bukannya mengantuk sampai subuh Hana malah keasyikan mengerjakan tugas sekolahnya. Ia pun shalat subuh kemudian baru bisa tertidur.


Hari ini jadwal mereka cukup padat untuk memeriksa semua keperluan pernikahan mereka yang sebentar lagi akan mereka langsungkan.


Pertama mereka akan pergi ke designer cukup ternama untuk melakukan fitting pakaian pengantin.


Sepanjang perjalanan Hana hanya memejamkan mata. Hana memang sakit, tapi seperti kebiasaannya ia mencoba terlihat sehat dan baik-baik saja. Ia tak mau mengacaukan rencana hari ini.


Sesampainya di butik mereka pun turun dan langsung disambut.


Kinan berjalan lebih dahulu, sedangkan Abi dan Hana di belakang mengekori Kinan.


Abi dan Hana pun mulai mencoba pakaian pengantin yang akan mereka kenakan.

__ADS_1


Saat Hana mencoba gaunnya, designer itu mencoba untuk merapikan gaun yang sudah Hana kenakan.


"Kok badan yei panas? Yei sakit?" Tanya Arfan sang designer muda dengan logat lemah gemulainya.


"Enggak Ka, Hana cuma kecapek an aja!" Jawab Hana.


"Yei kudu banyak istirahat, jangan banyak fikiran. Bentar lagi kan yei mau nikah jangan sampe drop!" Nasehat Arfan yang dijawab anggukan oleh Hana.


Selesai dengan urusan pakaian pemgantin, mereka pergi ke kantor WO untuk kembali membahas konsep pernikahan mereka.


Seperti perjalanan pertama tadi, selama perjalanan ke WO Hana memejamkan matanya. Kinan dan Abi pun sebenarnya sudah menduga bahwa Hana sakit.


Sesampainya di kantor WO, Abi membangunkan Hana. Ia menyentuh tangan Hana, dapat ia rasakan panas tubuh Hana.


"Hana sakit Mah kayaknya?" Ucap Hana pada Kinan, Kinan kemudian menyentuh dahi Hana dengan punggung tangannya, benar saja Hana demam.


"Hana, sayang. Bangun kita udah sampai!" Ucap Kinan dari belakang mobil.


"Ahh maaf Mah, Ka. Hana ketiduran lagi!" Sahut Hana.


"Kamu sakit Han? Badan kamu panas banget, kita ke Dokter ya!" Ajak Kinan.


"Hana cuma pusing sedikit Mah. Habis dari sini kita ke mana lagi Mah? Tanya Hana.


"Hotel tempat kalian melangsungkan akad dan resepsi!" Jawab Kinan.


"Lo kalo sakit kita ke dokter aja, atau pulang aja biar Mamah yang urus!" Usul Abi.


"Bener kata Abi sayang, mending kamu pulang aja atau ke dokter, biar mamah yang urus!" Sahut Kinan.


"Gak apa-apa Mah, aku baik-baik aja kok!" .


Sesampainya di ruangan penanggung jawab WO, Abi memilih duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, sedangkan Kinan dan Hana membicarakan konsep pernikahan dengan si penanggung jawab.


"Mah Hana, duduk sama Ka Abi ya!" Izin Hana, Kinan pun mengangguk.


Saat berjalan ke arah Abi, Hana terlihat sudah sempoyongan. Kakinya seakan tak sanggup untuk menopang berat tubuhnya, pandangannya pun mulai kabur. Hana terdiam melihat ke arah Abi yang juga memandangnya dengan tatapan bingung.


Hana kemudian berbalik menoleh lagi ke arah Kinan, "Mah..!" Panggil Hana, namun saat Kinan menengok Hana, Hana jatuh tersungkur tak sadarkan diri.


"Ya Allah Hana", teriak Kinan panik kemudian berlari ke arah Hana. Begitu pula Abi, ia langsung bangkit dari duduknya berlari menghampiri Hana.


"Badannya panas banget Mah!" Ucap Abi panik.


"Bawa ke klinik aja Mas Abi, di sebelah kantor ada klinik 24 jam!" Usul si penanggung jawab WO mereka.

__ADS_1


Tanpa menunggu lagi, Abi langsung membopong tubuh Hana, berlari menuju klinik.


Kinan dan si penanggung jawab mengekori Abi di belakang. Mereka berempat menjadi pusat perhatian oleh orang-orang yang mereka lewati.


Sesampainya di klinik, Abi langsung meletakan tubuh Hana di tempat tidur. Dokter pun dengan sigap memeriksa Hana.


Dokter meminta perawat untuk memasangkan infus pada Hana, perawat itu pun langsung mempersiapkan sesuai yang Dokter perintahkan.


Setelah lebih dari setengah jam, Hana pun mulai sadar. Matanya menyapu seluruh ruangan dan berhenti saat melihat sosok Kinan di sebelahnya yang menatap khawatir.


"Dimana Mah?" Pertanyaan pertama Hana lolos dengan suara yang lemah.


"Kita di klinik sayang, kamu pingsan tadi" jawab Kinan membelai lembut kepala Hana.


" Kepala Hana sakit banget Mah, Hana pusing, Hana capek, maaf Hana jadi nyusahin Mamah sama Ka Abi!" keluh Hana.


"Sekarang masih pusing?" Tanya Kinan lagi memastikan, Hana hanya menggeleng.


Hana pun memperhatikan infus yang terpasang di tangannya. "Hana gak mau diinfus Mah!" ucap Hana.


"Enggak apa-apa sayang, infusan itu dipasang biar kamu gak lemas" sahut Kinan, Hana pun mengangguk.


Tak berapa lama Dokter dan Abi masuk ke ruangan dimana Hana dirawat.


"Gak perlu rawat inap Bu, cuma saya minta supaya Mbak Hana cukup istirahat, jangan terlalu kecapekan. Makan makanan sehat, perbanyak minum dan jangan banyak fikiran" Nasehat Dokter muda yang memeriksa Hana tadi.


"kalo boleh tau calon istri saya sakit apa ya Dok?" Tanya Abi dengan nada khawatir. Senyum kecil mengembang dari bibir Hana ketika Abi menyebutnya calon istri. Begitu pula Kinan, ia begitu bahagia saat melihat raut kekhawatiran dari wajah puteranya.


Kinan tau, pelan-pelan Hana sudah berhasil meluluhkan Abi.


"Oohhh ini calon istrinya ya? Saya kira adiknya Mas, kok bisa mirip sih?" Celetuk Dokter muda itu.


"Yahhhh si Dokter kudet, emang gak tau siapa saya?" Tanya Abi kesal.


"Tau, Mas Abi artis kan. Saya gak terlalu ngeh in muka calon Mas Abi waktu di infotainment baru sekarang ini bisa lihat langsung dan kalian mirip banget lho!" Jawab Dokter itu lagi.


"Jadi calon istri saya sakit apa?" Tanya Abi sekali lagi.


"Mbak Hana, dehidrasi berat, kecapekan dan terlalu banyak beban fikiran. Seperti yang saya bilang tadi, cukup istirahat, makan makanan yang bergizi, cukup minum air putih dan jangan terlalu banyak fikiran. Nanti akan saya tuliskan beberapa vitamin untuk diminum, setelah cairan infus habis Mbak Hana udah boleh pulang. Kalau begitu saya permisi ya!".


"Denger tuh yang Dokter bilang, jangan banyak fikiran, istirahat yang cukup!" Ucap Abi pada Hana, meski terselip kekesalan di setiap kata-katanya. Hana begitu senang dengan kekhawatiran yang Abi tunjukkan padanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...Ehemmm, ehemmm udah ada yang mulai khawatir nih. Karma cinta udah mulai melaksanakan tugasnya sepertinya 😍😍😍...

__ADS_1


Jejak like, komen dan votenya ya readers jangan lupa.. love you 😘😘😘


__ADS_2