My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Kado Pernikahan


__ADS_3

"Juna, Nara..!" Panggil Hana berlari kecil menghampiri dua adik iparnya yang tengah asyik bersenda gurau di pinggir kolam ikan koi Kakek mereka.


"Sini Bie..!" Sahut Juna melambaikan tangannya ke arah Hana.


"Kangen deh aku sama kalian..!" Hana memilih duduk di tengah, diapit oleh kedua adik iparnya.


"Sedih aku tuh Ka, bentar lagi harus balik ke Amerika lagi. Aku tuh udah nyaman banget di Jakarta, seneng banget deket sama kamu!" Keluh Nara sambil merangkulkan kedua tangannya ke leher Hana.


"Aku juga sedih, kalian tuh nyenengin banget. Pasti aku bakal kangen sama kalian!" Sahut Hana sendu.


"Bie, itu tadi beneran Mas Abi belum ngebobol lo?" Si pengacau suasana pun akhirnya berucap.


"Ihh gak asyik banget sih Mas Juna, lagi mellow begini malah nanya-nanya begituan. Lagian Mas Juna kepo amat sih!" Kali ini si bungsu memprotes tingkah Kakanya.


"Gue mah bukan kepo, tapi penasaran! Kok bisa sih udah sebulan tidur sekamar lo gak dibobol Mas Abi? Apalagi nih yaa Mas Abi itu kan..?" Juna menggantungkan ucapannya membuat Hana bahkan Nara penasaran.


"Ka Abi kenapa emang..?" Tanya Hana penasaran.


"Mas Abi itu kan udah pernah ngerasain enaknya begituan ditambah dia udah lama LDR an sama temen keringetannya si Raya!" Lanjut Juna membuat Hana dan Nara langsung memasang wajah jijik.


"Itu dia masalahnya, aku gak mau diapa-apain sama Ka Abi kalo cuma buat pelampiasan aja! Aku maunya pas nyerahin diri aku sepenuhnya yaa karena dasar saling cinta. Gak salah kan aku?" Hana terlihat lesu menjawab pertanyaan Juna.


"Emang harusnya begitu sih, selama sebulan ini Mas Abi memperlakukan lo kayak gimana Han?" Tanya Juna lagi.


Hana kemudian menceritakan sifat dan sikap Abi selama ini pada dirinya, tentang kemarahan dia jika menuntut hak nya, tentang perasaan bimbang dia jika Hana memintanya memilih salah satu diantara dia dan Raya. Bahkan Hana juga menceritakan obrolannya dengan sang ibu tadi.


"Jadi gimana, lo siap lahir batin nyerahinnya?" Tanya Juna.


"Iya, menurut aku apa yang dibilang Ibu bener kok. Aku harus ngebuat Ka Abi bisa menentukan arah pulang dia ke aku bukan ke perempuan lain. Anggap aja ini pengorbanan aku, aku harus yakin bisa ngebuat diri aku jadi tujuan Ka Abi!" Yakin Hana.


"Gue setuju, gue doain lo yaa. Gue juga gak sabar pengen nimang ponakan. Jadi pepet terus yaa Han Mas gue!" Goda Juna.


"Ngemoll yuk! Kita kan belum ngasih hadiah pernikahan buat Ka Hana, sekalian jalan-jalan perpisahan, Mau gak?" Usul Nara.


"Wahh boleh tuh, ayo!" Sahut Juna senang.


"Aku bilang Ka Abi dulu ya!" Izin Hana.


"Udah sana, gue juga mau ganti baju dulu. Ayo Ra!" Ajak Juna. Mereka bertiga jalan beriringan ke dalam mansion.


Sesampainya di kamar, Hana melihat suaminya sudah asyik berpetualang di dalam mimpinya. Sebenarnya Hana ragu untuk membangunkannya, tapi jika dia pergi tanpa izin terlebih dahulu pasti Abi akan marah.


"Ka Abi, Ka.. Kaka..!" Hana menggoyang-goyangkan tubuh Abi untuk membuat Abi bangun, namun seperti sebelum-sebelumnya butuh perjuangan keras dan waktu yang lama untuk membuat sang suami terbangun.


Akhirnya..


"Apa sih Han? Gue baru tidur!" Keluh Abi mengerjapkan matanya. Ia kemudian bangun dan duduk di sebelah Hana sambil memegang pelipisnya.


"Aku mau izin pergi ke mall sama Juna dan Nara. Boleh ya Ka?" Pinta Hana.


"Mau ngapain ke mall?" Tanya Abi.


"Jalan-jalan aja. Kata Nara sekalian perpisahan, boleh ya Ka?" Pinta Hana sekali lagi.

__ADS_1


"Cihh.. Perpisahan? Lebay lo ah!" Sahut Abi berdecih.


"Boleh kan?" Tanya Hana sekali lagi.


"Boleh, tapi gue ikut!" Jawab Abi.


Mendengar jika sang suami akan ikut membuat Hana senang bukan main. Entahlah ia benar-benar berharap sekali saja bisa berjalan-jalan dengan Abi.


"Boleh kok, kalo gitu ayo kita siap-siap!" Ajak Hana bersemangat.


Setengah jam kemudian, Hana dan Abi pun turun menghampiri Juna dan Nara yang sudah menunggu di bawah.


"Ngapain lo Mas?" Ketus Juna saat melihat Abi dengan pakaian rapi menggandeng tangan Hana.


"Ikut ngemoll lah, enak aja lho mau jalan berduaan sama bini gue!" Sahut Abi.


"Gak berduaan, berempat kok sama Nara dan Hanum!" Ucap Juna masih dengan nada ketusnya.


"Yaa, terserahlah yaa.. Pokoknya gue ikut aja!" Lagi Abi memang senang membuat sang adik merasa kesal.


"Mobil sendiri-sendiri aja, gue ngajak Hanum juga soalnya!" Ucap Juna kemudian menggandeng tangan adiknya, Nara.


"Aku mau ikut Ka Hana aja Mas Juna!" Rengek Nara.


"Lo mau jadi obat nyamuk mereka?" Sargah Juna terus menarik tangan adiknya.


"Apa bedanya nanti toh aku juga tetep jadi obat nyamuk antara Mas Juna sama Hanum kan?" Sindir Nara kesal.


***


Sesampainya di salah satu mall termewah di Jakarta, mereka memutuskan untuk makan di salah satu restauran Jepang.


"Gue, Nara sama Hanum muter dulu ya Bie! Lo sama Mas Abi baik-baik aja di sini, makan yang kenyang. Anggap aja lagi dating, oke!" Juna langsung menggandeng tangan Nara dan Hanum untuk meninggalkan Abi dan Hana.


"Yah Mas Juna, aku kan juga pengen makan!" Lagi Nara merengek ke Kaka nya.


"Udah nanti aja sih, katanya mau cari kado buat pernikahan mereka. Kalo mereka ikut nanti jadi gak seru!" Sahut Juna masih menarik dua perempuan cantik di sisi kanan dan kirinya.


"Emang mau beli apa Ka?" Tanya Hanum.


"Lingere..!" Jawab Juna kemudian mengedipkan matanya ke Hanum, membuat Hanum salah tingkah.


"Jangan macem-macem sama anak perawan orang Mas. Ini bukan Amerika!" Hardik Nara melihat tingkah genit Juna pada Hanum.


"Siapa sih yang mau macem-macem in anak orang. Gue mah yaa punya prinsip kalo sayang harus ngejagain bukan dirusak. Nanti juga pas udah halal kita bebas unboxing-nya. Hahahaha..!" Kelakar Juna. Ia melepaskan tautan tangannya dengan Nara dan memilih menggandeng mesra Hanum.


"Dasar setan! Gue dilepas begitu aja!" Gerutu Nara tapi tetap mengekori kedua orang di depannya.


Mereka pun memasuki salah satu toko pakaian dalam dengan merk internasional ternama.


Hanum sempat menghentikan langkahnya, ia terlalu malu untuk memasuki toko tersebut bersama Juna.


"Kenapa berhenti? Ayo masuk!" Juna sedikit memaksa.

__ADS_1


"Malu lah Ka, masa kita berdua masuk ke toko ini. Aku nunggu Nara aja!" Sahut Hanum, ia lebih baik menunggu Nara yang berada beberapa langkah di belakang dari mereka.


"Kenapa ke sini sih? Ini beneran mau beliin Ka Hana lingere?" Tanya Nara saat sudah berada di tengah mereka.


"Kan lo tadi denger sendiri, Barbie mau mulai misi penentuan arah pulang suaminya biar gak kesasar!" Jawab Juna, Hanum yang tak mengerti apapun hanya memasang wajah bingung.


"Ini apa sih? Aku gak ngerti deh!" Keluh Hanum.


"Lo tau gak kalo sampe sekarang si Barbie masih segelan?" Tanya Juna.


"Tau..!" Jawab Hanum tanpa ragu.


"Nah tadi dia cerita sama kita kalo dia udah siap nyerahin diri dia sepenuhnya buat Mas Abi. Jadi sebagai adek yang baik, kita kudu nyupport mereka, yaa salah satunya dengan nyediain propertinya. Meskipun gue maunya sih nyupport secara langsung, tapi gak mungkinkan? Hahahaha..!" Kelakar Juna membuat dua gadis cantik itu jengah.


"Jadi yang dibeliin si Hana doang Ka? Buat Ka Abinya apa?" Tanya Hanum.


"Lah, ini kan juga buat Mas Abi. Two in one ini mah, Hana dapet bendanya, Mas Abi dapet kepuasannya! Pokoknya tenang deh, hadiah ginian tuh gak pernah gagal!" Pongah Juna, meski bingung Hanum dan Nara menuruti ucapan satu-satunya lelaki diantara mereka.


Mereka akhirnya memilih selusin lingere dengan beda warna dan beda motif. Juna terlihat puas dengan hadiah hasil idenya.


Setelah membungkus belanjaan mereka dengan kotak yang dibuat secantik mungkin, mereka memutuskan untuk menghampiri suami istri yang sudah selesai menikmati makan siang mereka di restauran Jepang tadi.


"Lama banget sih kalian!" Gertak Abi yang bosan menunggu mereka.


"Elaahh, nyari kado spesial mah gak sebentar Mas. Rewel amat sih lo!" Sahut Juna cuek.


"Lo tau kan gue paling gak suka disuruh nunggu!" Geram Abi.


"Gak ada yang ngajak lo kok!" Sekak Juna membuat Abi terdiam.


"Ihh kenapa jadi ribut sih? Gak di rumah gak di luar, gak ada akurnya kalian!" Nara yang jengah pun akhirnya bersuara.


"Makan gih, kalian bertiga pasti laper. Belum pada makan kan? Aku sama Ka Abi tinggal sholat dulu yaa!" Ucap Hana kemudian beranjak meninggalkan mereka bertiga.


Seharian ini mereka benar-benar menghabiskan waktu berlima, berjalan-jalan, nonton bioskop, makan-makan, bermain di arena permainan dan pastinya berbelanja.


Mereka mengabadikan kebersamaan mereka di kamera ponsel mereka.


Datang dengan tangan kosong namun saat pulang mereka semua direpotkan oleh tak hanya barang belanjaan mereka tetapi juga boneka-boneka pemberian dari penggemar Abi dan Hana.


"Kenapa sih Han, setiap ada penggemar yang ngasih lo hadiah selalu lo terima. Apartemen gue udah penuh barang-barang terlebih boneka-boneka dari fans lo tau!" Keluh Abi.


"Maaf Ka, abis gak enak aku tuh nolaknya. Siapa tau dia ngasih hadiah ke aku hasil ngumpulin uang, kayak aku dulu waktu ngasih hadiah ke Kaka aku kumpulin sedikit demi sedikit uang aku biar bisa kebeli hadiah buat Kaka dan pas Kaka terima hadiah dari aku rasanya tuh seneeeeeenggg banget!" Sahut Hana.


"Tapi kan jadi numpuk di apartemen Han!" Lagi Abi mengeluh.


"Tenang Ka, aku udah ada caranya sendiri kok. Sementara biar numpuk di apartemen dulu yaa, nanti aku beresin seberes-beresnya!" Ucap Hana menyakinkan.


"Lo mau kemanain emangnya?" Tanya Abi mulai menjalankan mobil mewah keluaran terbaru yang baru saja dia beli beberapa hari yang lalu.


"Ada dehhh..!!" Jawab Hana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2