
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
"Mau jalan-jalan, kita ke taman rumah sakit. Kalo sore gini hawanya enak!" Ajak Abi ketika Hana sudah rapi, sudah dibersihkan oleh perawat di sore hari.
"Kamu bilang kan aku sama kamu itu artis, apa enggak apa-apa keluar? Enggak bakal banyak yang menghampiri?" Tanya Hana agak ragu dengan ajakan suaminya.
"Aku tau sudut sepi di taman rumah sakit ini, malah mungkin cuma aku aja yang tau spot itu!" Jawab Abi menyakinkan.
"Tapi __!".
"Nanti kita masker selama jalan-jalan, oke deal!" Sahut Abi memotong ucapan Hana yang begitu terlihat ragu.
"Kamu bosen kan keluar kamar cuma jalan-jalan sekitar lorong aja?" Lagi Abi mencoba untuk merobohkan keraguan istrinya.
"Iya, tapi apa boleh sama Pak Dokter Mas? Nanti enggak diizinin lagi sama Beliau?" Ragu Hana lagi.
"Tenang aja, aku udah konsultasiin kok sama Dokter Leonard dan dia ngizinin kok!" Sahut Abi, kali ini Hana menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Nanti aku ajak ke kafe rumah sakit, di sana jual cake cokelat favorit kamu yang enak banget!" Ajak Abi bersemangat membuat Hana ikut bersemangat.
Abi pun mempersiapkan segala kebutuhan Hana, mulai dari sweater, masker dan kursi rodanya. Setelah dirasa siap, Abi kemudian membopong tubuh Hana dan mendudukannya di atas kursi roda.
"Siap travelling Baby Girl?" Goda Abi membuat Hana tersipu namun sedetik kemudian mengangguk.
"Siap Pak Guide!" Ucap Hana balik menggoda membuat keduanya tertawa.
Hana begitu menikmati perjalanannya, meski pun masih di lorong rumah sakit, namun Hana begitu merasa senang karena ini kali pertamanya dirinya akan lagi melihat dunia luar yang biasanya hanya bisa ia nikmati dari jendela kamarnya.
Hana memejamkan matanya dan membuka maskernya untuk menikmati udara pertama luar gedung rumah sakit yang tidak tercium aroma obat-obatan namun berganti aroma segar yang langsung ia hirup dalam untuk memenuhi rongga dadanya.
Sedang Abi melihat Hana penuh haru, ia tak menyangka bisa melihat senyum cantik istrinya lagi.
__ADS_1
"Sekarang dipake lagi ya maskernya!" Perintah Abi lembut yang langsung dituruti oleh Hana.
"Mau ke kafe dulu apa langsung ke taman Sayang?" Tanya Abi.
"Tamannya beneran sepi kan Mas?" Hana balik bertanya untuk memastikan.
"Iya, sepi apalagi sore begini. Kenapa?".
"Kalo gitu aku mau ke kafe dulu, kita bungkus cakenya sama minumannya terus kita makan di taman ya Mas!" Usul Hana yang langsung diangguki oleh Abi.
"Jadi ceritanya kita ngedate di rumah sakit nih?" Goda Abi menaik turunkan alisnya membuat Hana tertawa.
Sesampainya mereka di kafe rumah sakit, Abi membawa Hana ke meja yang berada paling sudut dan memintanya untuk menunggu.
"Kamu tunggu di sini sebentar ya Sayang, aku belikan cake dan minumannya!" Pinta Abi.
"Emang kamu tau selera aku Mas, kok aku gak diajak mesen ke depan?" Tanya Hana heran.
"Serahkan pada suami tampan kamu ini Sayang, aku yakin pasti kamu bakal suka sama pilihan aku!" Jawab Abi narsis.
"Kamu boleh lempar cakenya ke wajah tampan aku, tapi kalo kamu suka sama cake pilihan aku, aku boleh cium bibir kamu lagi ya?" Tantang Abi dengan senyum jenakanya, membuat Hana ikut tersenyum.
"Okey, deal!" Sahut Hana yakin.
"Beneran??" Abi seakan tidak percaya dengan jawaban yang Hana berikan, namun senyumnya mengembang ketika Hana menganggukkan kepalanya.
"Okehh, jadi semangat nih aku. Moga aku menang taruhannya!" Ucap Abi senang kemudian mencium dalam puncak kepala istrinya lalu beranjak untuk memesankan beberapa cake dan minuman yang akan mereka nikmati di taman nanti.
Selama Abi memilih makanan seorang Ibu muda berparas cantik menghampiri Hana dan langsung duduk di kursi sebelah kursi roda Hana.
"Mbak Hana ya?" Tanya Ibu muda itu memastikan karena Hana masih mengenakan masker yang kemudian diangguki oleh Hana.
"Alhamdulillah Mbak Hana udah sehat ya, seneng ngeliatnya. Saya salah satu penggemar Mbak Hana lho!" Ucap Ibu muda itu berbinar.
"Terima kasih Bu, Ibu cantik pasti ngedoain kesembuhan saya juga kan+!" Sahut Hana tulus.
__ADS_1
"Tentu dong Mbak Hana, selalu malahan! Sedih banget pas denger Mbak Hana sakit sampe koma, apalagi pas tau Mbak Hana koma gara-gara dianiaya Mas Abi sakit hati aku!" Ucap Ibu muda itu dengan wajah kesal, sedang Hana tak menjawab ia hanya terus menatap Ibu muda tersebut.
"Mbak Hana ke sini sama siapa?" Tanya Ibu muda itu lagi.
"Sama Mas Abi..!" Jawab Hana jujur.
"Mbak Hana udah maafin Mas Abi?" Tanya Ibu muda itu heran, yang dijawab anggukkan oleh Hana.
"Aku salut lho sama Mbak Hana, pemaaf sekali. Aku kalo jadi Mbak Hana, gak mungkin semurah hati itu buat maafin suami yang gak cuma nyiksa fisik sampe koma, tapi juga ketahuan selingkuh di depan kita!" Lanjut Ibu muda itu membuat Hana mendelikkan matanya terkejut.
"Mas Abi selingkuh?" Tanya Hana dengan suara bergetar.
"Iya, sama mantan pacarnya si Soraya", Jawab Ibu muda dengan lugasnya.
"Soraya?" Cicit Hana kebingungan.
"Mommyyyyyyyy...." Teriak seorang anak memanggil Ibu muda tersebut.
"Aduuuhh, maaf ya Mbak Hana saya harus pergi. Anak saya baru selesai kontrol tadi, udah pengen cepat-cepat pulang udah enggak betah di rumah sakit lama-lama katanya!" Pamit Ibu muda, namun sebelum pergi ia meminta foto bersama dengan Hana dan dengan senang hati Hana berfoto dengan si Ibu muda tersebut.
Tak berapa lama sepeninggalan Ibu muda tersebut, Abi datang dengan dua tangan penuh dengan belanjaan.
"Banyak banget Mas?" Tanya Hana heran, ia berusaha sekeras mungkin menahan diri untuk menanyakan tentang perselingkuhan suaminya dengan sang mantan pacar.
"Iya enggak apa-apa sekalian stok di kamar nanti. Besok kan aku kerja jadi kalo kamu kepengen makan cake udah aku sediain, jadi enggak perlu ke bawah-bawah lagi buat beli!" Jawab Abi tersenyum lebar.
"Ya udah, sekarang kita ke taman yukk, aku enggak sabar piknik di taman rumah sakit!" Seloroh Hana membuat keduanya tertawa.
"Siap Nona Cantik mari kita ke sana!" Sahut Abi jenaka membuat Hana tertawa sekaligus tersipu malu dengan panggilan yang disematkan oleh suaminya itu.
Senyum Hana mengembang ketika mereka telah sampai di taman yang Abi maksud, taman yang lumayan indah dan rapi tetapi sedikit sekali yang lewat bahkan tak ada seorang pun yang duduk-duduk di taman itu membuat hati Hana diliputi ketenangan.
"Mau duduk di bangku ini atau tetap duduk di kursi roda Sayang?" Tanya Abi menawarkan.
"Di kursi roda aja Mas, biar punggungku bisa bersandar. Masih suka sakit kalo duduk kelamaan tanpa sandaran di belakang!" Jawab Hana menjelaskan.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=