
Pagi hari Hana sudah bersiap untuk pergi ke lokasi syuting. Angga seperti biasa diminta tetap untuk menjaga Irma.
"Pulang jam berapa kamu nanti Han?" tanya Irma.
"Gak pasti Bu, tapi Hana usahain malam udah di sini" jawab Hana masih terus asyik merapikan bawaannya.
"Gak usah ke sini, Ibu yakin kamu enggak nyaman di sini apalagi kamu pasti capek nanti bolak balik lokasi syuting-rumah sakit. Nanti malah sakit, di sini kan istirahatnya gak senyaman di rumah", nasehat Irma.
"Gak apa-apa Bu, daripada di rumah Hana malah enggak tenang kepikiran Ibu terus" sahut Hana.
Saat asyik mengobrol, terdengar pintu diketuk. Angga pun berinisiatif untuk membukakan pintu. Setelah dibuka ternyata Abi yang datang, Angga pun mempersilahkannya untuk masuk.
"Hana, ada Abi" ucap Angga memberitahukan. Hana merasa bingung untuk apa Abi datang pagi-pagi. Tanpa pikir panjang Hana pun menghampiri Abi.
"Berangkat bareng yuk!" ajak Abi bersemangat ketika Hana dihadapannya.
"Ini kesempatan gw buat ngomong sama dia", ucap Hana dalam hati.
"Ayo, Hana juga udah beres. Bentar Hana ambil bawaan Hana dulu" sahut Hana tersenyum.
***
Di dalam mobil yang dikendarai Abi tak ada obrolan apapun. Hana sedikit ragu untuk memulai percakapan, ia sesekali melirik ke arah Abi. Hana begitu terpesona dengan ketampanan pria di sebelahnya itu, meskipun hanya menggunakan pakaian santai Abi terlihat sangat tampan.
"Jangan lirak-lirik ntar makin cinta lo sama gw" goda Abi menyunggingkan senyumnya.
"Siapa yang lirak-lirik?" sahut Hana salah tingkah.
"Malu-malu lagi, tuh salah tingkah" goda Abi lagi membuat Hana berdecih kesal.
"Ka Daniel enggak jemput Ka Abi?" tanya Hana mengalihkan pembicaraan Abi yang terus menerus menggodanya.
"Gak sopan nanyain cowok lain ke calon suami" jawab Abi makin menggoda Hana.
"Apaan sih" sewot Hana, Abi hanya tertawa melihat Hana yang mulai sewot.
"Daniel udah di lokasi duluan.." jawab Abi akhirnya serius.
"Oohh.. Emh.. Ka Hana boleh tanya sesuatu enggak?" izin Hana sedikit ragu.
"Tanya apa sayang?" sahut Abi membuat Hana tersipu malu dengan panggilan yang Abi ucapkan.
__ADS_1
"Ka Abi beneran mau nikah sama Hana?" tanya Hana, Abi pun menengok ke arah Hana sekilas, kemudian kembali fokus mengemudikan mobilnya.
"Lo masih mau nolak lamaran gw?" ucap Abi balik bertanya.
"Jawab dulu dong pertanyaan Hana, jangan malah balik nanya. Kebiasaan.." gertak Hana kesal.
"Idiihh kesel, Hahaha.." gelak Abi lucu dengan tingkah gadis di sampingnya itu.
"Malah ketawa. Ngeselin.." gerutu Hana kemudian melemparkan pandangannya ke luar jendela mobil.
"Jangan nolak lagi ya, gw mohon banget sama lo. Gw akan coba buka hati gw buat lo, tapi gw gak janji Han. Jujur ini situasi terberat buat gw. Gw gak mau ngelepas Raya, tapi gw gak mau ngecewain Kakek lagi" ucap Abi.
"Terus Ka Abi tega ngorbanin perasaan Hana?" tanya Hana miris.
"Bukan begitu Han, di jaman sekarang peceraian itu satu hal yang biasa. Toh nanti setelah bercerai gw gak akan lepas tanggung jawab dari lo, itu klo kita bercerai yaa. Siapa tau nanti gw jatuh cinta sama lo, dan gak akan pernah ceraiin lo" jawab Abi.
"Siapa tau kan?" sindir Hana.
"Kita jalanin aja dulu ya Han, gw mohon" pinta Abi yang tak ditanggapi apapun oleh Hana. Abi mengerti Hana kesal dengannya, Abi meminta sesuatu yang begitu besar dari Hana. Hana pasti berfikir jika saat ini dia sedang dimanfaatkan.
***
Sesampainya di lokasi syuting Hana tetap mendiamkan Abi. Adegan demi adegan dilakukan para pemain tanpa kesalahan yang berarti, begitu pula dengan Hana dan Abi.
"Boleh gabung?" pinta Daniel, Hana pun mendongak karena posisi Daniel yang berdiri dan dia duduk.
"Boleh Ka, sini" sahut Hana ramah.
"Kok sendirian?" tanya Daniel lagi.
"Iya tim aku udah pada makan, sekarang lagi shalat. Nanti selesai makan gantian aku yang shalat" jawab Hana kemudian menyendokkan makanan ke mulutnya.
"Aku denger Ibu kamu dirawat di rumah sakit?" tanya Daniel.
"Iya Ka, Ibu mau operasi. Ka Daniel pasti tau dari Ka Abi ya?".
"Iya.. Rencananya nanti aku mau jenguk Kakek Hafidz, bolehkan sekalian aku jenguk Ibu kamu?" izin Daniel.
"Boleh kok Ka, tapi nanti aku pulang agak telat kata Bang Dedy ada beberapa adegan yang aku mainin sendiri, jadi aku disuruh selesaiin dulu" jawab Hana.
"Gak apa-apa kok. Emh.. aku boleh minta nomor ponsel kamu?" pinta Daniel, Hana pun mengangguk kemudian memberikan ponselnya pada Daniel agar Daniel mencatat nomornya. Daniel kemudian me miss call nomor Hana, agar nomornya disimpan oleh Hana.
__ADS_1
"Disimpan ya nomor aku, gak apa-apa kan kalo aku menghubungi kamu kapan-kapan?".
"Enggak apa-apa Ka. Maaf aku tinggal ya Ka, aku mau sholat dulu" ucap Hana kemudian meninggalkan Daniel untuk melaksanakan shalat.
Daniel pun meng-save nomor Hana dengan nama Si Cantik, terlihat ia begitu senang sudah mendapatkan nomornya.
"Ngapain lo di sini? Senyum-senyum sendiri kaya orang gila?" tanya Abi kesal.
"Gw baru dapet nomer si Hana Bi" jawab Daniel senang.
"Ngapain lo minta nomor dia?" tanya Abi tidak suka.
"Lah emang kenapa?" ucap Daniel balik bertanya dengan kesal, ia kemudian meminum air mineral yang ia bawa tadi.
"Calon bini gw tuh jangan macem-macem!" sahut Abi membuat Daniel terkejut dan menyemburkan minumnya tepat ke wajah Abi.
"Sial*an lo, nyembur ke muka gw nih" geram Abi, sumpah serapah pun diucapkannya sambil mengelap wajahnya yang basah kuyup akibat ulah sahabatnya itu.
"Lagian lo kalo bercanda kelewatan, bikin kaget aja!" sahut Daniel tak kalah kesal.
"Siapa yang bercanda, gw serius b*go!" ucap Abi lagi.
"Cepet banget lo move on dari Raya?" tanya Daniel. Abi memang menceritakan semua yang sudah terjadi antara dirinya dan Raya, tapi belum tentang rencana perjodohannya dengan Hana.
"Terus kenapa?".
"Enggak mungkin lo secepet itu move on dari Raya? Mana bisa lo lepas dari tuh cewek segampang itu Bi, pasti ada sesuatu yang lo sembunyiin?" curiga Daniel.
"Emhh, Kakek gw yang berharap banget gw nikah sama Hana. Dia nentang keras hubungan gw sama Raya, lo tau kan. Mau gak mau gw harus ikutin mau Kakek, gw enggak mau ngecewain Beliau lagi" sahut Abi lesu.
"Terus Hana mau nerima perjodohan ini?" tanya Daniel kecewa.
"Gw enggak tau, dia masih diem aja. Gw udah berusaha jujur sama dia pernikahan ini cuma sementara karena gw masih cinta sama Raya, pernikahan ini semua demi Kakek" jawab Abi.
"Emang dasar brengs*ek lo Bi, tega lo manfaatin cewek sebaik Hana. Gak ada Bi perempuan baik-baik yang mau dimanfaatin kayak gitu. Enggak habis fikir gw sama jalan pikiran lo. Hana gak pantes Bi lo perlakukan begitu, gw harap dia enggak bakal mau nerima perjodohan ini!" gertak Daniel kemudian meninggalkan Abi yang lagi-lagi termenung.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ini karya pertamaku, maaf kalau belum sempurna dan mungkin banyak typo, aku sedang belajar menjadi penulis . Semoga kalian suka dengan novel pertamaku ini.
Jangan lupa vote, komen dan like nya yaaa biar aku tambah semangat nulisnya .
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏😘😘