My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Merayu Tuhan


__ADS_3

Abi sempat terdiam ketika mendapat pertanyaan tentang istrinya, ia hanya memandang ke depan ke arah para awak media yang tengah fokus menyorotinya.


Seakan sedang mengumpulkan keberanian juga menepiskan rasa takut Abi pun memandang ke arah sang sahabatnya untuk meminta dukungan agar dia kuat mengungkapkan fakta tentang istrinya.


Daniel yang mengerti juga melihat ke arah Abi dan menganggukan kepalanya memberikan dukungan untuk sang sahabat.


Namun tanpa siapapun duga, Abi justru meneteskan air mata membuat suasana seketika hening karena semua yang berada di ballroom tersebut melihat tangisan dari lelaki gagah tersebut.


"Hana, istri saya..!" Abi berusaha memulai untuk membicarakan tentang istrinya dengan suara tercekat.


"Dia saat ini dalam keadaan koma..!" Lanjut Abi, suaranya semakin bergetar bersamaan dengan air mata yang semakin luruh.


Beberapa ungkapan keterkejutan dari awak media pun mulai terdengar.


"Koma?".


"Ya Allah, kok bisa?".


"Sejak Kapan?".


"Ya Tuhan?".


Dan beberapa ungkapan keterkejutan lain yang teracap dari mulut para wartawan.


"Saat istri saya memergoki saya dan Raya di unit apartemen Raya, saya begitu shock tak pernah menyangka jika Hana datang ke sana dan melihat kejadian menjijikan antara saya dan Raya. Namun kebodohan saya tak berhenti sampai di situ karena ketika saya mendapati istri saya bersama dengan teman laki-lakinya yang saat itu tengah menolongnya justru membuat saya terbakar dan gelap mata. Kami pun bertengkar hebat ketika itu dan dengan membabi buta saya justru menyiksa Hana hingga ia dalam keadaan koma hingga sekarang! Saya benar-benar menyesali perbuatan saya, saya___!" Abi tak lagi sanggup meneruskan perkataannya, bahkan kini tangisannya semakin pilu terdengar. Ia pun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya seakan ingin menyembunyikan dirinya yang tengah rapuh.


Dan disela isakannya Abi bisa mendengar beberapa umpatan, tuduhan yang dilontarkan untuknya dan ia menerima itu semua karena menurutnya ia memang pantas mendapatkan cacian masyarakat yang saat ini tengah diwakili oleh para awak media.


"


"Sadis!".


"Kejam!".

__ADS_1


"Keterlaluan banget!".


"Kalo gue jadi Hana, gak bakal pernah gue maafin!".


"Kasihan bener Hana, dia seakan habis jatuh tertimpa tangga pula!".


"Enggak bisa ngebayangin kalo jadi Hana, udah mergokin suaminya maen gila sama perempuan laen masih disiksa pula. Kasihan banget Hana!.


Abi berusaha tidak memperdulikan segala umpatan-umpatan untuk dirinya, dengan wajah sembab ia kembali menatap para awak media di depannya.


"Saya minta doa untuk Hana dari kalian, dari seluruh masyarakat Indonesia untuk kesembuhan istri saya. Dan saya berharap agar kasus yang menimpa saya segera selesai karena saya ingin fokus terhadap istri saya. Terima kasih untuk semua yang telah hadir di sini, saya berharap kalian mengeluarkan berita yang sebenarnya tanpa dilebih-lebihkan. Wassalamualaikum" Ucap Abi setelah berhasil menguasai dirinya. Ia pun langsung beranjak meninggalkan tempat tersebut tanpa sama sekali memperdulikan para awak media yang masih melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dirinya.


***


"Langsung balik ke rumah sakit Bi?" Tanya Daniel ketika mereka telah berada di dalam mobil.


"Iya, langsung ke rumah sakit. Gue mau cepet-cepet ngelihat Hana!" Jawab Abi dengan tatapan lurus ke depan tanpa menoleh sahabatnya.


"Sadis!".


"Kejam!".


"Keterlaluan banget!".


"Kalo gue jadi Hana, gak bakal pernah gue maafin!".


"Kasihan bener Hana, dia seakan habis jatuh tertimpa tangga pula!".


"Enggak bisa ngebayangin kalo jadi Hana, udah mergokin suaminya maen gila sama perempuan laen masih disiksa pula. Kasihan banget Hana!".


Meskipun terlihat tak memperdulikan umpatan para awak media tadi, beberapa ucapan para awak media tadi cukup menguasai fikirannya saat ini.


Hingga sepanjang perjalan dilalui dalam keadaan sunyi. Abi yang tengah sibuk dengan fikirannya seakan dibiarkan Daniel dengan tidak mengajaknya berbicara atau pun berdiskusi.

__ADS_1


Daniel benar-benar ingin memberikan kesempatan pada sang sahabat dalam kesendiriannya.


"Udah sampe Bi?" Ucap Daniel ketika ia telah memberhentikan mobilnya di depan gedung dimana Hana dirawat.


"Ooh, iya, iya. Makasih Niel! Mau mampir dulu ketemu Hana?" Sahut Abi tergagap dari lamunannya.


"Lain kali aja, gue mau langung balik. Mau ngurus yang lain dulu!" Tolak Daniel halus, bukan tak mau Daniel berfikir jika saat ini Abi butuh menghabiskan waktu bersama sang istri untuk mencari ketenangan pada dirinya


"Ohh, okay! Sekali lagi thanks ya!" Ucap Abi lagi setelah melepas seatbelt dan menggunakan topi, kaca mata dan maskernya.


"Salam buat Hana..!" Sahut Daniel yang langsung diangguki oleh Abi.


Sesampainya di kamar sang istri, Abi langsung disambut oleh pelukan Mamahnya, Kinan.


"Mamah bangga sama keberanian kamu mengungkapkan kesalahan kamu Bi, jika Hana sadar Mamah juga yakin ia juga bangga sama kamu!" Ucap Kinan membelai punggung lebar Abi yang tengah dipeluknya.


"Itu bukan apa-apa Mah, bukan sesuatu yang membanggakan. Aku sadar aku salah sudah sepatutnya aku melakukan hal tersebut. Dan aku tak peduli dengan pandangan publik terhadapku, karena buatku sekarang yang terpenting adalah kesembuhan istriku juga menyelesaikan semua permasalahanku!" Sahut Abi menyambut pelukan Kinan.


"Tidak apa-apa Nak, lambat laun penilaian publik terhadap kamu juga akan berubah dan yang Mamah harapkan semoga dengan musibah ini kamu bisa belajar, bisa menjadi sosok yang lebih baik lagi untuk orang lain, terlebih untuk Hana!" Kinan yang sudah melepaskan pelukannya langsung membelai wajah kusut puteranya penuh kasih sayang.


"Aku sudah lelah Mah, lelah sama ini semua. Semakin hari aku semakin ketakutan membayangkan Hana, aku takut Hana tak bertahan Mah, aku takut!" Isak Abi menjatuhkan kepalanya di sela leher Kinan menumpahkan segala kekhawatirannya.


"Aku cuma mau Hana cepet sadar, cepat sembuh. Aku mau hidup dengan tenang dan bahagia bersama istriku Mah. Bantu aku merayu Tuhan Mah, bantu aku mendoakan kesembuhan Hana, bantu aku memiliki kesempatan satu kali lagi memperbaiki semuanya. Tolong Mah, tolong!" Abi semakin terisak di dalam pelukan Kinan yang pada akhirnya Kinan pun ikut meneteskan air mata melihat anaknya dalam kondisi paling lemah yang pernah ia lihat dari sang anak.


"Bersabarlah Nak, kami semua mendoakan Hana, mendoakan kamu! Tuhan pasti melihat ketulusanmu, kesungguhanmu untuk menebus kesalahan terhadap istrimu Nak. Bersabarlah, Hana pasti bangun, Hana pasti sembuh, Hana pasti akan segera hadir di tengah-tengah kita dengan keceriaan yang sama!" Mendengar ucapan sang Mamah membuat Abi semakin mengeratkan rengkuhannya pada tubuh sang mamah.


"Aku cinta Hana Mah, sangat mencintainya..!" Ucap Abi tulus disela tangisannya.


Kinan yang mendengar ungkapan cinta anaknya untuk sang istri hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Mamah tau Nak, Mamah tau..!".


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2