My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Terbungkam


__ADS_3

Kinan berinisiatif untuk meninggalkan Nugie berdua dengan Hana saja, ia tahu banyak hal yang ingin dibicarakan Nugie pada Hana namun merasa canggung akibat kehadirannya.


"Tante titip Hana sebentar boleh? Tante mau ke kafetaria sebentar untuk sekedar ngopi! Sebenyar lagi juga Abi akan kembali dari kantor, kamu enggak perlu khawatir. Atau jika diantara kami berdua belum ada yang datang juga, sedangkan kamu mau pulang kamu bisa titipin Hana ke perawat di depan ya!" Izin Kinan.


"Silahkan Tante, Tante tenang aja nanti saya di sini sampe Tante datang atau enggak Bang Abi datang baru saya akan pulang!" Sahut Nugie menyakinkan.


Mendengar ucapan Nugie, Kinan kemudian menyambar tas tangannya kemudian bergegas keluar untuk memberikan waktu pada teman menantunya itu untuk berbicara berdua dengan sang menantu.


Sepeninggalan Kinan, Nugie langsung mendudukan diri di kursi yang tersedia di sisi ranjang Hana.


Ia kemudian menggenggam tangan mungil Hana yang terasa hangat, menatap sendu penuh iba wajah cantik temannya yang tak berdaya.


"Lo kenapa bisa begini? Siapa yang tega nyakitin makhluk selembut dan secantik lo hingga lo harus tertidur panjang di sini? Ya ampun Hana gue bener-bener gak pernah nyangka kalo kita ketemu dengan keadaan lo yang seperti ini!" Ucap Nugie penuh kesedihan.


Ia tak menyadari jika semua ucapannya didengar oleh Abi yang tengah berdiri di balik pintu ruang perawatan Hana.


Abi memang sengaja kembali dari kantor lebih cepat dari biasanya hanya untuk menemui teman istrinya yang telah menjadikannya gelap mata menyiksa sang istri hingga terbujur koma sampai saat ini.


Bukan untuk mencari tahu kecurigaannya tentang sang istri yang benar selingkuh dengan Nugie, ia sudah sangat yakin jika istrinya tidak melakukan hal terkutuk itu. Tapi ia hanya ingin mendengar pembicaraan terakhir Nugie dan Hana waktu itu.

__ADS_1


"Gue kira lo sakit cuma karena shock tentang pemberitaan antara laki lo sama mantannya akhir-akhir ini atau kalo enggak mungkin lo yang tertekan waktu laki lo mergokin kita di apartemen gue. Gue tau bener pasti laki lo yang pocecip itu salah faham tentang kita dan asli pukulannya waktu itu pedes banget!" Lanjut Nugie diiringi tawa getir mengingat kejadian tersebut.


"Tapi ngelihat kondisi lo saat ini gue yakin ada yang lebih serius yang lo alami. Hana, apa ini semua perbuatan laki lo yang ngebuat lo sampai kayak gini?" Yaa, jelas Nugie mencurigai Abi melihat tempramen Abi yang meledak-ledak.


"Ada yang mau gue omongin sama lo!" Ucap Abi ketika mendekati mereka berdua, membuat Nugie langsung berdiri dan menatapnya tajam.


"Sama, gue juga ada yang mau diobrolin sama Abang! Tapi lebih baik kita ngobrol enggak di depan Hana, karena gue yakin Hana bisa denger semuanya" sahut Nugie mengusulkan yang langsung diangguki setuju oleh Abi.


Setelah meminta Kinan kembali ke kamar Hana, Abi dan Nugie bergegas ke kafetaria untuk saling berbicara.


Beruntung mereka mendapat sudut tempat duduk yang cukup sepi membuat mereka merasa nyaman mengobrol tanpa orang yang lalu lalang atau pun orang yang memperhatikan mereka secara berlebihan mengingat bahwa mereka adalah dua orang yang sangat dikenal.


"Enggak ada obrolan apapun antara gue dan Hana waktu itu!" Jawab Nugie jujur.


"Waktu itu gue baru aja pulang nyari kado buat ulang tahun Hana, gak sengaja pas masuk ke area gedung apartemen gue hampir nabrak Hana. Pas gue keluar gue kaget banget ngelihat Hana dengan kondisi paling kacau yang pernah gue lihat dari dia! Berulang kali gue nyoba tanya apa yang udah nimpa dia sampe bisa sekacau itu, tapi dia gak ngejawab sama sekali malah justru makin kejer makanya gue langsung ngajak dia ke apartement gue dari pada jadi tontonan atau malah mungkin jadi santapan media, bisa jadi kan?" Ucap Nugie apa adanya.


"Selama Hana di apartemen gue dia cuma nangis terus Bang, gak sama sekali diem. Sampe gue meluk dia, tiba-tiba dia ngeringis kesakitan pas gue lihat ternyata bahunya memar parah. Nah gue yakin banget tuh, pasti Abang salah faham pas gue lagi ngobatin dia!" Lanjut Nugie lagi menceritakan kejadian waktu itu dengan sebenar-benarnya.


Mendengar apa yang diceritakan Nugie, membuat hati Abi diliputi penyesalan yang semakin dalam hingga ia hanya terdiam tanpa membalas ucapan Nugie.

__ADS_1


"Hana kenapa bisa sampe koma gitu Bang? Lo yang buat dia begitu Bang?" Cecar Nugie dengan rahang yang sudah mengeras. Melihat sang lawan bicara hanya diam saja, Nugie sudah bisa mengambil kesimpulan jika kecurigaannya benar adanya.


"Bener-bener cowok brengsek lo Bang, pengecut tau enggak lo nyakitin perempuan sampe kayak gitu!! Bener yang gue bilang kan lo tuh enggak pantes buat perempuan sebaik Hana!!" Geram Nugie membuat Abi mulai tersulut emosinya.


"Ya gue sadar gue salah, tapi lo gak pantes ngejudge gue. Lo bukan siapa-siapa!!" Gertak Abi tak terima.


"Jangan bilang lo setega itu sama Hana karena kesalah fahaman waktu itu?" Selidik Nugie curiga dan lagi Abi enggan menjawab pertanyaan dari teman istrinya tersebut.


"Bener-bener laki tolol lo Bang, asal lo tau ya Bang disaat dia dalam keadaan terpuruk waktu itu dia masih tetep mengagungkan elo, masih menghormati elo dengan nyuruh gue buat ngebuka pintu utama apartemen gue demi untuk menghargai pernikahan kalian! Masa iya gue sama dia ngelakuin hal enggak-enggak dengan pintu terbuka lebar begitu?" Sindir Nugie dengan tatapan merendahkan Abi.


"Dia itu selalu ngebangga-banggain lo Bang sebagai suami yang baik, dia bahagia hidup sama lo. Gak ada sedikit pun kesempatan yang dia lewatin buat memuji lo pada gue, pada siapapun. Tapi sayang, orang yang Hana puji-puji, Hana banggakan justru adalah orang yang kejam yang merenggut kesadaran dia, menyakiti dia sampe separah ini, kasihan gue sama Hana!" Nugie benar-benar dibuat geram oleh kelakuan Abi.


"Gak ada laki-laki yang tahan ngelihat istrinya seintim itu berdekatan dengan lelaki lain!" Elak Abi.


"Tapi kenyataannya, apa yang lo lihat itu berbeda dengan apa yang ada di otak kotor lo Bang dan satu lagi, kalo lo begitu marah ketika ngelihat Hana sama gue dan langsung ngejudge kita kalo kita lagi bersenang-senang apa kabar Hana yang mungkin mergoki lo bercumbu di dalam mobil lo waktu itu!" Nugie memang tak tahu jika Hana telah memergoki suaminya tengah bercinta dengan Raya, tetapi Nugie faham jika pada waktu itu Hana tengah memergoki Abi dan Raya tengah bercumbu di dalam mobil karena ia yang memang mengikuti perkembangan pemberitaan perselingkuhan Abi.


Apa yang dikatakan oleh Nugie semuanya benar, hingga mulutnya terbungkam tanpa bisa mengucapkan satu patah kata pun.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2