
Sepanjang perjalanan Tante Hana bercerita bahwa sebenarnya hari ini anaknya akan membawa kekasihnya untuk makan malam bersama di rumah. Tante Kinan berharap bahwa mereka tidak akan terlambat sampai di rumahnya.
Tante Kinan juga bercerita bahwa dia dan keluarga besarnya tidak begitu menyetujui hubungan antara anaknya dan kekasihnya, tapi karena anaknya tipe keras kepala keluarga hanya membiarkan hubungan mereka.
" Emang kenapa Tante bisa enggak suka? Apa enggak cantik?", tanya Hana yang penasaran.
"Anaknya sih cantik, cantik banget malah. Dia juga mandiri. Tapi satu hal yang Tante dan keluarga Tante gak suka dari dia, dia itu anaknya terlalu ambisius. Tante enggak yakin saat jika memang mereka menikah kelak kelurga mereka akan bertahan. Sampai sekarang aja mereka menyembunyikan status mereka dari orang lain, hanya kami keluarganya dan beberapa teman dekat anak Tante yang tau kalo mereka berhubungan. Pacar anak Tante itu enggak mau -kariernya tersendat kalo publik tau mereka berpacaran. Sebenarnya Tante tuh sukanya tipe-tipe kaya kamu Hana, apa adanya enggak neko-neko. Kamu anaknya nurut, hormat sama orang tua, jarang banget anak-anak muda zaman sekarang kaya kamu", jawab Tante Kinan panjang lebar.
"Ahh Tante bisa aja, Ibu bilang Hana anaknya ndablek Tante, susah dibilangin kalo punya kemauan susah disuruh mundur kalo belum dapat. Tapi kalo Ibu benar-benar ngelarang Hana yaa Hana enggak bakal berani ngelawan, buat Hana kalo Ibu ikhlas dan ridho dengan apa yang Hana mau lakukan itu tuh bagaikan doa buat Hana mempermudah urusan Hana, tapi kalo Ibu gak ridho apa yang Hana akan lakukan pasti berat, pasti susah", sahut Hana yang membuat Tante Kinan semakin kagum pada sosok cantik nan sederhana di sebelahnya.
Meraka akhirnya sampai di rumah Tante Kinan. Hana terbelalak melihat rumah mewah di hadapannya. Hana begitu terpana hingga mulutnya tanpa sadar terbuka lebar. Tante Kinan yang melihat ekspresi Hana tidak tahan untuk tidak tertawa.
"Ayo masuk!", ajak Tante Kinan, Hana pun mengangguk dan mengikuti langkah Tante Kinan. Beberapa asisten rumah tangga yang berseragam menyambut kepulangan Tante Kinan.
" Apa semua udah kumpul Mbak?", tanya Tante Kinan pada salah satu asisten rumah tangganya.
__ADS_1
"Sudah Nyonya. Den Abi dan pacarnya juga sudah lama sampai di rumah. Sekarang mereka sudah ada di meja makan menunggu Nyonya", jawab asisten itu penuh hormat, Tante Kinan hanya menganggukan kepalanya sambil terus melanjutkan langkahnya.
Hana yang mendengar nama Abi disebutkan sedikit mengernyitkan dahinya. Sepanjang perjalanan menuju ruang makan, Hana yang mengikuti Tante Kinan di sebelahnya mulai membelalakan matanya melihat jajaran foto yang terpajang di dinding kokoh rumah tersebut. Yaa di sana terpajang foto keluarga yang salah satunya tidak asing bagi Hana. Yaaa foto Abi idolanya terpajang di sana.
Hana pun menghentikan langkahnya, Tante Kinan yang sadar akan pergerakan yang dilakukan Hana ikut menghentikan langkahnya, ia pun menatap Hana. Hana pun balik menatap ke arah Tante Kinan. Tante Kinan tau Hana dalam keadaan bingung dan terkejut saat ini.
"Tante ini ....?", ucap Hana kebingungan.
"Iya sayang, Tante Mamahnya Abi artis idola kamu, dia anak Tante yang pertama yang sering tante ceritakan sama kamu. Kaget nya udah yaa, sekarang kita temui keluarga Tante dulu, mereka udah nungguin kita", sahut Tante Kinan.
Mereka pun tiba di ruang makan, di sana semua anggota keluarga telah berkumpul. Hana menatap satu per satu anggota keluarga Tante Kinan. Saat tatapannya tertuju ke arah Abi, tanpa sadar Hana melambai-lambaikan tangannya dan memanggil nama Abi sedikit keras. Semua yang berada di sana menatap heran ke arahnya tidak terkecuali para asisten rumah tangga yang bertugas melayani mereka.
Sadar menjadi pusat perhatian Hana mulai kikuk, dia pun menunduk merutuki kebodohannya.
"Ya Allah oneng banget sih gw, malu-maluin banget. Gak kekontrol banget deh kelakuan gw", ucap Hana dalam hati.
__ADS_1
"Selamat malam semua", sapa Tante Kinan membuat semua pun mengalihkan pandangannya ke arah Tante Kinan, mereka pun membalas sapaan Tante Kinan.
"Maaf saya terlambat, tadi sedikit ada urusan. Ohh ya kenalkan ini Hana, anak teman saya", ucap Tante Kinan menyentuh pundak Hana yang memang lebih pendek dari Tante Kinan.
Hana yang diperkenalkan Tante Kinan pun menucapkan salam kemudian menghampiri satu per satu anggota keluarga yang sedang duduk di kursinya masing-masing. Ia menyalami dan mencium punggung tangan dimulai dari sang kakek, suami Tante Kinan, Abi kemudian Soraya.
Abi sedikit kikuk saat Hana mencium punggung tangannya, sedangkan pandangan Hana tidak lepas dari wajah Abi. Abi pun melirik ke arah Soraya yang dari tadi memang menampilkan wajah tidak suka akan kehadiran Hana.
Kakek yang dikenal jarang tersenyum, begitu senang dengan kehadiran Hana yang menurutnya sangat polos tetapi sopan. Senyum pun tak lepas dari wajah Kakek.
Kakek pun meminta semuanya untuk memulai makan. Mereka pun makan dengan tenang. Hana yang duduk di sebelah Abi merasa begitu beruntung bisa menatap idolanya secara dekat, bukan hanya menatap bahkan mereka kini makan malam bersama, meski pun bukan makan malam berdua seperti kehaluannya selama ini, tapi paling tidak dia sudah berada sedekat ini dengan idolanya.
Tante Kinan melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Hana begitu senang. Paling tidak pertemuan Hana dan Abi bisa mengalihkan kekhawatiran Hana terhadap kondisi Ibunya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terima kasih untuk terus membaca karyaku, jangan lupa like, comment and vote nya yaaa biar aku terus semangat nulisnya 🙏🙏😘😘