My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Tamparan


__ADS_3

Sinar matahari menerobos masuk di sela-sela korden kamar Raya mulai mengganggu tidur lelapnya, ia pun mengerjapkan matanya mengumpulkan nyawa yang masih belum menyatu.


Raya duduk di atas ranjangnya mengingat kejadian semalam, ia pun menoleh ke arah Abi yang masih lelap dalam tidurnya. Dia berusaha mengingat sesuatu yang seperti mangganjal perasaannya, sesaat kemudian menatap lekat lagi ke arah Abi guna mencari sesuatu yang terlupakan.


Ya sekarang Raya ingat dia tidak meminum pil pencegah kehamilan pun dengan Abi yang tidak menggunakan alat pengaman. Kepanikan seketika menyerang Raya, ia pun gusar dengan kesalahannya.


"Ya ampun kenapa bisa lupa sih? Gimana ini? Gak mungkin bisa hamil kan gw?", ucapnya pada diri sendiri. Ia menggigit ujung kukunya, gerakan tubuhnya yang gelisah membuat Abi terbangun dari tidurnya.


"Kamu kenapa sih Sayang? Gelisah gitu?", tanya Abi yang mendapati kekasihnya seperti ketakutan. Ia pun ikut duduk di sebelah Raya.


"Aku lupa minum pil Bi, kamu juga gak pake pengaman. Aku takut kalo aku hamil", jawabnya menatap lekat mata Abi. Abi yang menyahutinya dengan senyuman membuat Raya merasa begitu kesal.


"Kok kamu malah senyum-senyum gitu sih?".


"Lah terus aku harus gimana? Kamu tau kan aku lelaki bertanggung jawab, kalo nanti kamu hamil tenang aja aku bakalan nikahin kamu kok, kita gedein anak kita sama-sama!", sahut Abi tegas.


"Jangan mulai lagi deh ya Bi, kamu tau alasan aku apa, jangan pura-pura bodoh kamu Bi. Aku bilang aku gak akan nikah atau pun hamil dalam waktu dekat ini, aku masih mau ngejar mimpi-mimpi aku", gertak Raya kesal.


"Terus kalo beneran kamu hamil gimana hah?", tanya Abi yang mulai tersulut amarah.


"Aku bakal gugurin. Aku gak akan ngebiarin siapapun atau apapun buat jadi penghalang aku mewujudkan mimpi-mimpiku", jawab Raya tak kalah tegas.


Mendengar jawaban Raya, Abi tak bisa lagi menahan emosinya dan "plakk" satu tamparan keras dia layangkan ke pipi kekasihnya itu.


"Keterlaluan kamu Raya, egois kamu, perempuan brengs*ek kamu itu. Kenapa yang di otak kamu cuma mimpi-mimpi. Tega kamu Raya ngomong begitu. Kamu denger ya, kalo sampe beneran kamu hamil anak aku dan kamu gugurin dia, kamu lihat aja pembalasan seperti apa yang akan aku buat ke kamu. Jangan pernah kamu berani-berani punya niatan seperti itu lagi atau akan aku hancurkan karier kamu. Paham!!", Ancam Abi, kemudian beranjak dari tempat tidur dan mengenakan pakaiannya lalu pergi meninggalkan kekasihnya yang masih dalam keadaan shock setelah menerima perlakuan kasar serta ancaman darinya.

__ADS_1


Raya terus memegangi pipinya yang masih terasa panas dan perih. Tamparan yang dilakukan Abi benar-benar membuat dirinya terkejut, apalagi ditambah dengan ancaman yang dilontarkan Abi membuat Raya semakin nelangsa. Air matanya terus menerus mengalir, sedangkan bibirnya tertutup rapat tak sedikit pun ia mampu mengeluarkan suara karena terlalu terkejut.


Yaa Abi yang biasa dia kenal lembut, penyayang dan selalu sabar manghadapinya kini menjadi sosok yang sangat berbeda. Sorot mata marah yang terpancar dari mata Abi seakan-akan ingin membunuhnya membuat Raya sadar Abi bukanlah laki-laki yang akan dengan mudah dia kendalikan.


Sedangkan di tempat lain, Abi yang masih duduk di dalam mobilnya masih merasa sangat kesal. Berkali-kali dia mengumpat kata-kata kasar sambil terus menerus memukul keras stir mobilnya.


Lelah melampiaskan kemarahan pada stir mobilnya Abi menyandarkan tubuhnya dikursi mobilnya. Dia tak habis fikir jika Raya sangat dengan mudah mengucapkan kalimat yang menyulut emosinya.


Suara dering ponselnya mulai menyadarkannya. Tertera nama sang Mamah yang menghubunginya.


"Halo Mah..", sapanya.


"Halo Bi kamu dimana? Tadi Daniel nyariin kamu ke rumah, katanya dia nyari kamu ke apartemen kamunya gak ada makanya dia ke rumah. Emangnya kamu dimana? Kamu gak lagi di tempat Raya kan? Ingat ya Bi, kamu harus punya batasan dalam hubungan kamu, jangan macam-macam kamu!", gertak Kinan tegas.


Abi tidak menjawab apapun omelan sang Mamah yang memang sudah sering kali dia dengarkan.


"Hari ini jadwal kamu kosong kan?", tanya Kinan.


"Nanti sore Abi ada syuting Mah, emang kenapa?".


"Mobil Mamah lagi di service di bengkel, nanti kamu tolong jemput Mamah Di SMAN 1 yaa terus abis itu anter ke rumah sakit Centra Medica", jawab Kinan.


"Kenapa enggak pake mobil yang lain aja sih Mah atau enggak minta ke supir Papa dulu kek, biasanya juga begitu? Abi capek banget pengen balik ke apartemen terus langsung tidur. Mulai nanti sore sampe seterusnya Abi bakal sibuk syuting", gerutu Abi.


"Kamu mah begitu ya Bi kalo Mamah mintain tolong susah banget. Pokoknya Mamah enggak mau tau ya kamu harus anter jemput Mamah hari ini!", paksa Kinan kemudian langsung mematikan sambungan teleponnya.

__ADS_1


Abi menghela nafas panjang, hari ini dia benar-benar ingin sendirian. Pertengkarannya dengan Raya membuat moodnya buruk pagi ini. Setelah mengecek ponselnya sebentar ia melajukan mobilnya ke apartemennya untuk membersihkan diri dan langsung menjeput Mamahnya sesuai perminta sang Mamah.


Di sekolahan Hana bertemu dengan Hanum, sejak kemarin Hana belum berbalas pesan dengan sahabatnya itu. Jadi Hanum pun tidak tau menau jika Ibu Hana sedang dirawat di rumah sakit.


"Ehhh ada Tante Kinan? Apa kabar Tan?" sapa Hanum dengan sopan.


"Baik sayang, kamu apa kabar? Kamu Hanum kan? Hana sering sekali cerita tentang kamu", balas Kinan ramah.


"Alhamdulillah saya juga baik Tante. Tante kok bisa di sini?", tanya Hanum yang memang sangat penasaran dengan keberadaan Kinan bersama Hana.


"Tante jadi wali Hana buat ambil rapot nya menggantikan Ibu Irma".


"Loh emang Ibu Irma kemana?", tanya Hanum lagi semakin bingung.


"Ibu lagi dirawat Num, kemarin pas gue pulang tau-tau Ibu pingsan. Maaf gw belum sempat ngabarin, kemarin gw bener-bener panik gak kepikiran apa-apa lagi, hape juga batrenya mati", kini Hana yang menjawab.


"Terus sekarang Ibu sama siapa di rumah sakit?".


"Ada Mas Angga, sebelum hape gw kehabisan batre dia nelpon gw terus nyamperin ke rumah sakit. Semalem gw nginep di rumah Tante Kinan, jadi Mas Angga jagain Ibu di rumah sakit dari kemari".


"Nanti gw ikut ya Han nengok Ibu", pinta Hanum. Terlihat jika Hanum sangat sedih mendengar kabar jika Irma tengah dirawat di rumah sakit.


"Lo ke sini sama siapa?", kini Hana balik bertanya.


"Sama Bibi lah, sama siapa lagi? Papih sibuk, Nyokap tiri gw dia mana mau ngurusin yang beginian", jawab Hanum.

__ADS_1


"Yaudah yukk kita masuk kelas ambil rapotnya terus ke rumah sakit, mari Tante", ajak Hana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2