My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Kesempatan


__ADS_3

Abi begitu telaten mengurusi istrinya, masih mengenakan kemeja kerja yang ia gulung bagian tangannya hingga ke siku Abi mulai membasuh tubuh istrinya dengan lembut.


Mulai dari wajah, telinga, leher Abi basuh dengan penuh kelembutan, terkadang ia menciumi dahi, pipi, hidung seta bibir Hana secara refleks akibat rasa rindu yang membuncah di hatinya.


Kini Abi mulai membasuh tubuh bagian depan sang istri, wajahnya begitu sendu ketika melihat garis-garis luka bekas cambukannya masih begitu terlihat di kulit putih istrinya dan lagi mulut Abi spontan mengucapkan maaf meski tanpa suara.


Selesai dengan tubuh bagian depan sang istri, kini Abi memiringkan posisi istrinya guna membasuh tubuh bagian belakang Hana. Dan lagi pemandangan lebih menyakitkan terpampang jelas dari tubuh Hana.


Bekas-bekas luka yang jauh lebih banyak membuat kulit cantik istrinya kini tak lagi cantik karena sudah dipenuhi bekas luka cambukkan akibat ulahnya.


Dan seperti biasa air mata Abi langsung luruh tanpa bisa ia tahan, rasa sesak dan sesal selalu menggelayuti dirinya mendapati istrinya yang telah ia buat cacat.


"Pas aku baru dateng tadi, aku langsung kena omel si Daniel gara-gara telat. Bawahan laknat emang dia, masa Boss dimarahin bawahannya coba? Menurut kamu pantesnya si Daniel aku potong gaji, dihilangin bonusnya apa gak usah dikasih jatah cuti tahunan, hmm?" Tak mau terlalu larut Abi pun memulai percakapannya untuk mengalihkan rasa sesak di dadanya selama ia membersihkan tubuh istrinya.


Irma dan Kinan yang mendengar gerutuan Abi sontak tertawa membayangkan kejadian langka yang baru saja dialami Abi, seorang atasan yang dimarahi bawahannya gara-gara terlambat datang ke kantor.


Abi yang sadar sedang menjadi objek tertawaan oleh kedua Ibunya hanya menyunggingkan senyum.

__ADS_1


Selesai dengan tubuh bagian belakang sang istri, kini Abi beralih ke kedua kaki istrinya, membasuh dengan penuh kelembutan dan juga mulut yang terus bercerita.


Irma dan Abi bisa merasakan betul penyesalan yang melingkupi hati laki-laki gagah yang terlihat lemah semenjak sang istri terbaring tak sadarkan diri akibat perbuatannya sendiri itu.


Kini Abi beralih untuk mengganti diapers sang istri dan membersihkan area pribadi istrinya. Tanpa rasa jijik Abi membersihkan dengan teliti agar tak meninggalkan kotoran sedikit pun.


Selesai mengganti diapers dan pakaian sang istri, Abi yang sudah mencuci tangannya pun mengolesi lotion pada bagian tubuh Hana yang terlihat dan menyisir rambut panjang Hana.


"Selesai, udah cantik, udah wangi deh. Sekarang Non cantik mau dibawa jalan kemana nih? Sayang udah cantik gini diem di kamar aja!" Seloroh Abi mengecup dahi istrinya dalam.


Abi melihat kedua sudut mata Hana meneteskan air mata membuat hati Abi berdenyut nyeri.


Setelah beberapa saat bercengkrama sang istri, Abi menghampiri kedua Ibunya yang tengah duduk di sofa. Sejenak beristirahat untuk kemudian kembali ke kantor.


Kinan dan Irma kini memang sudah mau berinteraksi dengan Abi dibanding dengan anggota keluarga yang lainnya yang masih begitu marah dengan perbuatan Abi terhadap sang istri.


"Hari ini mungkin aku lembur Mah, Bu. Apa bisa aku titip Hana lebih lama lagi?" Tanya Abi.

__ADS_1


"Apa kerjaan kamu banyak, biasanya kamu gak perlu sampe lembur di kantor?" Ucap Kinan balik bertanya.


"Daniel hari ini ke Bandung, ada yang musti dikerjain dia di sana jadi kerjaan dia aku handle dulu biar nanti gak keteter. Kerjaan itu harus selesai hari ini juga jadi gak bisa aku bawa ke sini, lagi juga ada beberapa pertemuan yang harus aku hadirin Mah sampai malem nanti!" Jawab Abi.


"Fokuslah sama kerjaan kamu, ada kami yang menjaga Hana kamu gak perlu khawatir. Tapi usahakan jangan sampai menginap di kantor, kamu tau sendiri kan kalo Hana ngelakuin protesnya?" Ucap Irma membuat Abi dan Kinan tertawa.


Bahkan ketika koma pun Hana tetap menggemaskan dengan segala polahnya meskipun kali ini tingkahnya atau pun protesnya langsung membuat semua panik dan ketakutan.


"Iya Bu, aku gak bakal ninggalin Hana sendiri lagi! Aku usahakan secepatnya kembali ke sini. Kalo begitu aku berangkat lagi Bu, Mah!" Pamit Abi mencium tangan kedua Ibunya.


Sepeninggalan Abi, Kinan menghampiri Irma. Ia ingin meminta Irma untuk memberikan kesempatan


pada puteranya dan dari dasar hatinya paling dalam Kinan benar-benar tak menginginkan adanya perceraian antara Hana dan Abi.


Terlebih melihat pemberitaan yang tengah bergulir panas saat ini, pemberitaan yang mulai menyudutkan Raya dan mendukung Abi.


Bukan berarti Kinan membenarkan perbuatan puteranya, tetapi bukankah semua yang terjadi diluar kemauan Abi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2