My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Jemput Hana


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


"Dengerkan apa yang istri kamu bilang?" Tanya Irma lebih ke menggoda Abi sesaat setelah mereka mengakhiri sambungan video mereka.


"Iya Bu, nanti akan saya jadwalkan ke Amerika lagi dan kali ini akan saya beritahu Hana tentang kedatangan saya, jadi dia bisa mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan saya walaupun hanya sekedar tongolan kepala saja!" Abi dan Irma tergelak mendengar ucapan Abi ini.


Namun Abi terpaksa menghentikan tawanya ketika melihat sang ibu mertua merintih kesakitan.


"Ibu baik-baik aja? Ada yang sakit kah?" Tanya Abi langsung berjongkok didekat kursi roda Irma.


"Ibu baik-baik aja, Nak. Ibu hanya sedikit merasa sakit di dada Ibu!" Jawab Irma masih juga merintih membuat Abi semakin khawatir.

__ADS_1


"Lebih baik kita ke rumah sakit Bu, saya antar?" Tawar Abi, namun hanya dijawab dengan gelengan lemah oleh Irma.


"Enggak perlu Abi, sebentar juga sembuh setelah minum obat. Kamu gak perlu khawatir!" Ucap Irma mencoba menenangkan.


"Akhir-akhir ini saya lihat Ibu makin drop, wajah Ibu semakin hari semakin pucat aja. Jujur saya sangat khawatir dengan kondisi Ibu. Ibu jangan ragu meminta saya atau yang lain untuk mengantarkan Ibu ke rumah sakit menemani Ibu periksa!" Abi benar-benar mengkhawatirkan kondisi Irma saat ini.


"Kamu jangan khawatir Nak, nanti kalo memang Ibu butuh ke rumah sakit Ibu gak akan pernah ragu menghubungi kamu atau keluarga yang lainnya. Saat ini Ibu masih baik-baik saja kok, belum perlu pergi ke rumah sakit!" Irma tetap mencoba menenangkan anak menantunya tersebut, meskipun sepertinya sia-sia karena gurat kekhawatiran yang masih begitu terlihat di wajah Abi.


"Bu, apa enggak sebaiknya kita bawa pulang Hana kembali ke Indonesia. Mungkin Ibu merindukan Hana dan saya rasa kita tak bisa menyembunyikan kondisi Ibu saat ini dari Hana!" Usul Abi yang memang tahu kondisi Irma yang sesungguhnya karena selain Kinan yang langsung memantau kondisi Irma dari Dokter Rama, Abi pun juga rajin berkomunikasi dengan Rama perihal keadaan Irma.


"Untuk menunda kesedihan dia Bu? Ibu membiarkan Hana bahagia saat ini, bersamaan dengan itu juga Ibu sedangkan mengumpulkan kesedihan dia yang semakin mendalam untuk Hana jika kelak Hana mengetahui kondisi Ibu yang sebenarnya namun semuanya udah terlambat?" Abi sudah tak bisa lagi menahan diri untuk tetap berpura-pura tidak tahu dengan kondisi Irma yang sebenarnya.


"Kamu tau?" Tanya Irma menatap intens menantunya.


"Saya tau semua Bu dan saya mohon sama Ibu jangan lagi menyembunyikan kondisi Ibu yang sebenarnya, Hana berhak tau Bu meskipun memang menyakitkan untuk dia. Tapi saya juga gak mau Hana kembali menyalahkan dirinya sendiri akibat terlambat mengetahui kondisi Ibu, karena kita semua tau seperti apa Hana!" Jawab Abi tegas membuat Irma terdiam karena semua yang dikatakan oleh menantunya adalah benar.

__ADS_1


"Dan pastinya ia juga akan menyalahkan kami semua karena tak mau memberitahukan kondisi sesungguhnya Ibu pada dia yang pada akhirnya ia gak akan pernah lagi percaya pada kami semua, bagaimana kelak kami akan menjaga Hana Bu, jika Hana sama sekali tak mempercayai kami?" Lanjut Abi sangat berat hati mengucapkannya.


"Maafin saya Bu harus mengucapkan ini semua, say__!" Sungguh Abi tak bermaksud untuk mengingatkan Irma tentang kenyataan pahit yang akan terjadi.


"Apa Hana sudah diperbolehkan kembali ke Indonesia?" Tanya Irma dengan mata berkaca-kaca membuat Abi sempat tertegun namun kemudian tersenyum.


"Terakhir saya ke sana, Dokter yang menangani Hana mengatakan jika kondisi kejiwaan Hana keseluruhannya sudah sangat membaik Bu hanya saja memang untuk berinteraksi dengan saya Hana belum 100% bisa!" Jawab Abi.


"Lalu bagaimana jika dia tinggal di sini, sedangkan kamu juga berada di sini? Apakah akan mempengaruhi kondisinya?" Tanya Irma memastikan.


"Jika Hana pulang ke mansion, saya akan tinggal bersama Daniel. Ibu tau kan apartemen terkutuk itu sudah saya jual, juga saya hanya ingin tinggal di rumah baru kami jika kelak Hana sudah mau menerima kembali kehadiran saya. Ibu gak perlu mengkhawatirkan itu, jika Ibu ingin Hana pulang kami akan segera mengurusnya. Hana pun sama seperti Ibu, ia sangat merindukan Ibu!" Jawab Abi tersenyum hangat dan sangat berharap jika Irma setuju untuk membawa Hana kembali ke Indonesia.


"Tolong jemput Hana, Nak. Paling tidak disisa hidup Ibu, Ibu menghabiskannya dengan puteri tercinta Ibu. Ibu ingin pergi dengan tenang, meninggalkan Hana pada orang-orang yang ia percaya untuk menjaganya. Titip Hana, jaga Hana buat Ibu jika kelak Ibu sudah tak ada di dunia ini lagi. Bahagiakan dia Nak, jangan sakiti dia lagi..!" Tangis Irma pecah saat itu juga saat menyadari bahwa memang benar apa yang diucapkan menantunya, ia juga sadar jika ia memang tak memiliki banyak waktu lagi di dunia ini.


"Kita tetap akan berjuang untuk kesembuhan Ibu dan Ibu enggak perlu mengkhawatirkan apapun tentang Hana, saya berjanji akan menjaganya dan membahagiakannya, saya gak akan pernah menyakiti dirinya lagi Bu..!" Ucap Abi yang juga sudah meneteskan air mata dan mendekap tubuh Irma ke dalam pelukannya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2