
"Makasih ya Tante Kinan, Hana seneng banget hari ini. Tante mau mampir sebentar?", ucap Hana sesampainya mereka di depan rumah Hana.
"Kapan-kapan aja sayang, Tante mau langsung ke kantor Om, udah ditungguin soalnya. Makasih ya udah mau nemenin Tante hari ini", sahut Tante Kinan tersenyum ramah.
Hana pun keluar dari mobil Tante Kinan, menundukkan kepalanya sekali lagi untuk mengucapkan salam dan terima kasih kemudian masuk ke dalam rumah.
Ponsel Tante Kinan yang berdering megurungkan niatnya untuk melajukan mobilnya, dia melihat nama Abi dilayar ponselnya kemudian mengusap layarnya untuk mangangkat panggilan telepon dari anaknya.
Di dalam rumah setelah mengucapkan salam, Hana mencari-cari sosok sang Ibu, saat hendak masuk ke kamar sang Ibu Hana mendengar suara benda terjatuh sangat keras, buru-buru Hana masuk ke dalam kamar sang Ibu.
Setibanya Hana ke dalam kamar betapa terkejut dan paniknya Hana melihat Ibunya jatuh pingsan, buru-buru Hana menghampiri Ibunya, meletakan kepala sang Ibu di pangkuannya. Hana berusaha membangunkan Ibunya, dia menepuk-nepuk lembut pipi Ibu Irma sambil terus memanggil nama Ibu Irma.
Karena tidak ada respon Hana mulai tambah panik, dia pun menangis, cepat-cepat Hana keluar rumah untuk mencari pertolongan.
__ADS_1
Tante Kinan yang memang belum pergi melihat sosok Hana keluar rumah dengan kondisi yang berbeda saat sebelum masuk ke dalam rumah. Dia melihat Hana begitu panik sambil menangis, Tante Kinan pun buru-buru memutuskan sepihak panggilan teleponnya dan berlari keluar menghampiri Hana.
"Kamu kenapa Sayang?", tanyanya setelah mendekati sosok Hana.
"Tante belum pulang? Syukurlah Tante, tolong Hana Tante, Ibu pingsan", pinta Hana sambil terus menangis, beberapa tetangga Hana pun sudah mengelilingi Hana.
"Astaghfirullah Al Adzim", ucap Tante Kinan terkejut.
"Pingsan dimana Nduk Hana, sini biar Pakde bantu gendongin ke mobilnya Nyonya ini?" tanya Pakde Sukri tetangga sebelah rumah Hana.
Hana dan Tante Kinan membiarkan beberapa orang masuk ke dalam kamar Ibu Irma untuk membopongnya, kemudian mereka membawanya ke dalam mobil Tante Kinan, Tante Kinan sudah membukakan pintu belakang, Hana pun sudah duduk di kursi belakang, Pakde Sukri dan beberapa orang lain mambantu memposisiskan tubuh Ibu Irma di dalam mobil.
Setelah semua dirasa cukup, Tante Kinan langsung melajukan mobilnya dengan laju lumayan cepat. Sedangkan Hana terus saja menangis memanggil nama sang Ibu sambil menepuk-nepuk lembut pipi sang Ibu berharap agar Ibunya sadar.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama mobil Tante Kinan tiba di depan loby rumah sakit Centra Medica, beberapa petugas medis sudah bersiap dengan brankarnya guna membawa Ibu Irma ke ruang unit gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan.
Sesampainya di dalam ruangan beberapa petugas dan seorang dokter dengan cekatan memeriksa Ibu Irma. Hana dan Tante Kinan diminta untuk menunggu di luar.
Di luar ruangan, Hana terus saja menangis memeluk Tante Kinan. Dia begitu takut terjadi apa-apa pada Ibunya. Dia benar-benar tidak siap kalo sesuatu yang buruk terjadi pada Ibunya.
Tante Kinan mengerti betul kekhawatiran gadis muda itu, dengan lembut Tante Kinan mengelus-elus kepala dan punggung Hana guna memberikan ketenangan.
"Hana takut Tante", ucapnya pelan dengan tangis yang masih sesegukkan.
"Kamu tenang ya Sayang, berdoa supaya Ibu kamu gak kenapa-kenapa, Ibu kamu sehat seperti sedia kala lagi", sahut Tante Kinan berusaha menenangkan Hana. Hana mengangguk sambil terus memeluk Tante Kinan.
Tante Kinan mengajak Hana untuk duduk sambil menunggu Dokter selesai memeriksa Ibu Irma, Hana pun mengangguk megiyakan. Saat duduk pun Hana tidak berhenti menggenggam erat tangan Tante Kinan, Tante Kinan pun tidak mempermasalahkannya, dia tau gadis muda itu saat ini sedang ketakutan.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dukung terus karya ku ya, ditunggu like, komen dan vote nya. Maaf jika masih berantakan yaaa 🙏🙏😘😘