
Selesai berkonsultasi oleh Dokter dan dipastikan bahwa dia tidak akan dengan mudah melakukan aborsi, Raya memutuskan untuk duduk di kafetaria rumah sakit. Menikmati espresso frape dinginnya sambil terus berfikir langkah apa yang harus ia lakukan agar bisa cepat menggugurkan anaknya tersebut.
Mimpi-mimpinya, pupolaritasnya memang benar-benar sudah membutakan mata hatinya, janin yang darah dagingnya sendiri pun tak mampu meluluhkan hatinya yang keras.
Saat asyik menyelami pikirannya seseorang datang menghampirinya.
"Soraya kan?", tanya laki-laki itu.
"Iya, kamu.. emhhh", sahut Raya memperhatikan wajah lelaki yang menunduk di hadapannya berusaha mengingat-ingat siapa lelaki itu.
"Nico Ray, Nicholas", ucap lelaki bernama Nico tersebut sambil tersenyum lebar.
"Nicholas Armand? Beneran ini lo Nic?", sahut Raya senang.
"Iya ini gw, lo apa kabar? Siapa yang sakit?", tanya Nico kemudian duduk di kursi seberang Raya agar bisa saling berhadapan.
"Gw baik Nic, gak ada yang sakit. Biasalah check up rutinan. Lo sendiri apa kabar? Ngapain di rumah sakit, ada yang sakit?".
"Gw baik Ray, gw abis jenguk salah satu model gw yang sakit. Lama juga ya gak ketemu, lo makin cantik aja", puji Nico.
"Ahh lo bisa aja, sibuk apa sekarang?", tanya Raya penasaran.
"Biasalah tukang foto keliling", jawab Nico bercanda.
"Keliling dunia..!", sahut Raya dengan raut muka yang terkesan kesal.
"Hehehe... Lo masih sama Abi?", tanya Nico lagi.
"Masih..", jawab Raya singkat.
__ADS_1
"Awet yaaa. By the way gw enggak apa-apa kan duduk di sini?", tanya Nico khawatir.
"Enggak apa-apa, emang kenapa?", ucap Raya balik bertanya.
"Yaaa, takutnya kan ada yang cemburu berat macem terakhir kita ketemu", sindir Nico.
"Masih inget aja, yaaa gitu deh Abi kalo udah cemburu. Tapi aslinya dia baik kok. Waktu itu juga abis ribut sama lo, gw jelasin ke dia kalo lo tuh temen karib gw dari sma jauh sebelum ketemu sama dia, baru deh dia ngerti. Malah dia mau minta maaf sama lo, eehh lo nya ternyata udah cabut ke Perancis", sahut Raya.
tiga tahun lalu memang pernah terjadi keributan antara Abi dan Nico. Berawal saat Nico mengajak Raya menghadiri pesta perpisahan yang dibuatnya karena akan pergi ke Perancis dalam waktu yang lama. Nico mengadakan pesta di sebuah club malam ternama di Jakarta.
Raya dan Nico memang berangkat bersama-sama terlebih dahulu meninggalkan Abi yang masih harus menyelesaikan syutingnya. Raya meminta agar Abi segera menyusul mereka ke club malam yang sudah Raya beritahukan melalui pesan di telepon genggamnya.
Rencana waktu itu Raya ingin sekalian memperkenalkan sahabatnya dengan kekasihnya itu, tapi pada saat pertemuan pertama mereka justru menjadi ajang baku hantam. Itu lantaran Nico asyik berjoget dengan Raya dengan sangat intim membuat darah Abi mendidih karena cemburu. Mereka berdua sama-sama tertawa mengingat kejadian tersebut.
"Balik dari Perancis, lo beda banget ya Nic. Sampe pangling gw", puji Raya.
"Beda banget ya??? Tapi tenang perasaan gw ke lo masih tetep sama kok, cinta. Apalagi ngeliat lo yang sekarang, makin cinta gw", gombal Nico membuat pipi Raya merona.
"Serius gw Ray, sampai kapan pun gw bakal setia nunggu lo putus dari Abi", ucap Nico percaya diri.
"Idihhhh.. Kalo nanti gw sama Abi sampe nikah gimana?", pancing Raya.
"Yaaa gw masih nunggu lo cere dari Abi, gak apa-apa dapet janda juga. Asalkan jandanya e-looo", ucap Nico yang membuat Raya melemparkan tisu ke arah Nico. Mereka pun tertawa.
Setelah saling tukar nomor ponsel, mereka berpisah dan berjanji akan mengatur waktu untuk bertemu lagi. Raya begitu senang dapat bertemu dengan teman lamanya lagi, ia seakan-akan menemukan kembali teman untuk berbagi cerita. Dan entah mengapa hatinya berkata jika Nico dapat membantu mengeluarkannya dari masalah.
***
Malam hari Raya kembali menginap di apartemen Abi, entah mengapa ia merasa sangat nyaman berdekatan dengan kekasihnya saat ini, menghirup aroma tubuh Abi membuat Raya begitu nyaman. Apakah ini bawaan sang anak, ahhh entahlah...
__ADS_1
Sambil memakan ayam goreng tepung salah satu restoran cepat saji di atas tempat tidur Raya begitu bersemangat menceritakan pertemuannya dengan Nico.
"Pelan-pelan sayang makannya, gak ada yang mau ngerebut ayam kamu kok! Lagian tumben-tumbenan kamu mau makan makanan fast food, biasanya kamu selektif banget milih menu makanan", ucap Abi heran.
"Enak Bi ternyata. Tadi tuh aku ke rumah sakit, terus pas balik ngelewatin kfc yang ada di dalam lingkungan rumah sakit, baunya kok enak banget. Tapi aku maunya makannya sama kamu, kangen kamu", sahut Raya masih terus menikmati makananya. Sebenarnya Abi merasa ada yang aneh dari kekasihnya.
Menurutnya Raya lebih manja, apa yang tidak ia sukai mendadak ia suka. Sedangkan dengan apa yang dia sukai menjadi tidak suka. Sejenak Abi sibuk dengan pikirannya.
"Apa Raya Hamil? Kenapa dia mendadak aneh? Apa ini yang namanya ngidam?" Tanya Abi dalam hatinya.
"Kamu mau tidur di sini lagi? Tanya Abi lagi.
"Iya, kan aku udah bilang aku tuh kangen banget sama kamu. Aku pengen deket-deket terus sama kamu, pengen dipeluk terus sama kamu", jawab Raya masih fokus dengan makanannya.
Abi memang sempat membaca-baca tentang gejala-gejala kehamilan melalui internet, dan semua yang ia baca terlihat begitu nyata sedang terjadi pada diri Raya. Namun Abi tidak mau langsung menanyakannya pada Raya, apalagi Raya sudah menjelaskan bahwa dua hari yang lalu Raya baru selesai dengan siklus bulanannya.
"Sayang kamu yakin enggak lagi hamil?", tanya Abi ragu-ragu, tetapi ia juga sangat ingin mengetahui kepastiannya.
Raya yang mendapatkan pertanyaan itu langsung berubah kesal, raut mukan benar-benar sangat marah.
"Hamil? Hamil? Kan tadi pagi aku udah jelasin ke kamu Bi kalo dua hari lalu aku baru selesai haid, mana mungkin aku hamil!", gertak Raya kemudian menendang makanan yang berada di atas ranjang Abi. Seketika makanan tersebut berantakan di lantai.
Abi yang melihat cara marah Raya cukup terpancing amarahnya, dia paling tidak suka jika seseorang menyia-nyiakan makanan.
"Jangan gitu dong Ray kalo marah, makanan itu kan gak tau apa-apa kenapa dijadiin sasaran. Aku paling gak suka yaa Ray kamu nyia-nyia in makanan kayak begini, kamu faham aku kan?", gertak Abi kesal. Raya yang sama kesalnya tidak memperdulikan omelan Abi, ia langsung tidur menarik selimut membelakangi kekasihnya.
Abi yang melihat tingkah Raya hanya mendengus kesal, ia kemudian beranjak dari tempat tidur untuk membereskan makanan yang berserakan di lantai.
"Sayang banget makanan sebanyak ini dibuang-buang, akhir-akhir ini jelek amat sih dia kalo marah. Ishhhh.. untung cinta gw!!", gerutu Abi dalam hati.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa like, comment sama vote nya. biar aku terus semangat nulisnya. Gak bosen juga aku buat minta maaf kalau masih banyak kekurangannya, maklum masih belajar menulis. Semoga syukaaaas yaaaa.. 🙏🙏😘😘