
Satu hal yang tidak Abi sadari adalah Raya yang terus sibuk dengan ponselnya. Abi tak menyadari jika Raya tengah melancarkan rencana jahatnya, dengan nomor ponselnya kini Raya sedang berbalas pesan oleh Hana.
"Datang ke apartemen gue dan saksikan sendiri wujud asli suami lo!" Ketik Raya
"Rencana apa lagi yang sedang Mbak buat, maaf saya tidak tertarik masuk ke dalam jebakan Mbak Raya!" Balas Hana.
"Gak masalah juga sih lo dateng apa enggak, tapi yang jelas gue sama Abi sekarang lagi melepas rindu dan gak penting juga lo percaya apa enggak!" Ketik Raya lagi memanas-manasi.
"Dan gue lebih memilih gak percaya sama omongan lo, gak sadar diri lo ya udah jelas-jelas suami gue nolak lo masih aja lo kegatelan dan ngemis-ngemis cinta suami orang!" Sindir Hana yang mulai terpancing emosinya.
Meski hanya dengan berbalas pesan, Raya tau Hana mulai terprovokasi terlihat dari perubahan kosa kata yang ia gunakan.
"Gue cuma kasihan sama lo Hana, yang terus-terusan dibuai sama dunia khayal yang Abi ciptain buat lo. Nyatanya sekarang dia lebih milih sama gue dibanding ngerayain ulang tahun sama lo! Gini aja, kalo misalkan Abi gak dateng juga mending lo ke apartemen gue aja deh dan jangan lupa siapin mental lo!" Lagi Raya semakin memanas-manasi istri dari mantan kekasihnya itu, tak lupa ia juga memberitahun alamat apartemen, lantai, unit dan tentu pasawordnya.
Tak ada balasan apapun dari Hana, tapi Raya langsung melihat Abi yang tengah mengangkat telfon dari seseorang dengan wajah gelisah, ia tahu Hana kini menelfon suaminya.
"Pak Arthur, maaf saya harus pulang duluan. Istri aaya sudah menunggu!" Izin Abi pada Arthur yang tengah asyik berbicara dengan tamunya.
"Oh baiklah Abimanyu, silahkan! Tapi saya minta tolong sama kamu, antar Raya ke apartemennya. Dia ke sini tadi dengan saya, jadi tak bawa mobil. Saya tidak bisa mengantar dia sekarang, ada tamu penting yang akan datang!" Sahut Arthur seketika membuat Abi kesal.
"Maaf Pak, Bapak bisa suruh orang lain saja. Jangan saya!" Tolak Abi.
"Oh, come on Abi. Lihatlah Raya sudah mabuk, saya tidak bisa mempercayakan orang lain mengantarnya kecuali kamu. Lagian apartemen kamu dan Raya searah bukan? Sekali ini saja Bi, saya tidak mungkin tidak menemui tamu penting saya itu!" Rayu Arthur.
"Oh, ****! Baiklah kalo begitu Pak saya permisi!" Ucap Abi akhirnya mengalah, ia pun langsung memapah tubuh Raya yang sempoyongan.
__ADS_1
Saat Abi memapah tubuh Raya, Raya sempat menengok ke belakang untuk saling melemparkan senyum jahat dengan Arthur karena rencana mereka sejauh ini berhasil.
Sebelum tubuh Abi dan Raya menghilang, Arthur sempat memotret mereka. Dari arah belakang, mereka terlihat seakan sedang jalan beriringan dengan mesra karena Abi yang memegang erat pinggang Raya. Arthur pun langsung mengirimkan foto tersebut ke ponsel Hana yang sebelumnya nomor Hana telah diberikan oleh Raya.
***
Di dalam mobil, Abi mencoba mengabaikan Raya yang terus saja berbicara.
"Kayaknya kamu bener-bener udah jatuh cinta sama Hana ya Bi, udah bener-bener ngelupain kita. Padahal aku berharap banget kita bisa kembali kayak dulu! Aku masih sayang Bi sama kamu, sayang banget!" Racau Raya tak sama sekali ditanggapi oleh Abi.
"Aku emang selalu berharap begitu Bi, tapi aku juga sadar perasaan cinta gak bisa dipaksakan bukan? Aku mulai belajar buat ngelupain kamu Bi, buat ngikhlasin kamu sama Hana. Hana emang pantes Bi dapetin cinta kamu, aku banyak salah sama dia. Kamu bener hubungan kita hancur karena kesalahan aku dan mungkin juga karma karena memanfaatkan ketulusan Hana!" Lanjut Raya lagi, kali ini Abi langsung menengok ke arahnya.
"Aku gak berharap apa-apa Bi, aku cuma mau minta maaf sama kamu, sama Hana. Maaf udah membuat kalian susah, maaf udah ngebuat kalian kehilangan bayi kalian. Aku gak mengharapkan kalian memaafkan aku karena aku sadar kesalahan aku teramat sangat fatal, tapi aku lega udah ngungkapin semua!" Ucap Raya lagi.
"Lo gak lagi mabok kan? Buktinya lo bisa ngomong normal kayak gini! Gimana gue bisa percaya sama omongan lo Ray, bisa-bisanya lo pura-pura teler biar gue anter!" Sahut Abi berdecih kesal.
Abi tak menyahuti ucapan Raya lagi, karena kini Abi merasakan ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya. Abi merasakan sekujur tubuhnya panas, ia pun mulai gelisah namun hawa panas yang ia rasakan masih tidak mempengaruhi akal sehatnya.
"**** ini rencana lo kan Ray, lo yang masukin obat perangsang kan? Brengsek lo Ray!" Umpat Abi yang mulai tidak bisa mengontrol efek obat perangsang yang mulai bekerja di dalam tubuhnya.
Memasuki basement gedung apartemen Raya, Abi semakin tak bisa mengontrol dirinya. Ia butuh pelepasan saat ini juga, hawa panas di dalam tubuhnya saat ini benar-benar dirasa sangat menyakitkan. Ia berulang kali menjambak serta memukul-mukul kepalanya ke stir mobilnya.
"Sialan lo Ray, keluar lo sekarang!" Gertak Abi dengan wajah memerah menahan hasrat serta bulir keringat yang membasahi wajah dan tubuhnya.
"Obat perangsang yang kamu minum itu berdosis tinggi sayang, sangat tinggi. Kalo kamu enggak cepat melakukan pelepasan obat tersebut bakal ngerusak organ-organ vital kamu, kamu mau ngebuat Hana jadi janda muda hah?" Ejek Raya penuh kemenangan.
__ADS_1
"Anjing..!!!" Umpat Abi mengusap kasar wajahnya, ia terlihat mulai frustasi dengan keadaannya saat ini.
"Aku bisa membantu kamu sayang, anggap saja ini permintaan maaf aku. And let it be our secret until forever (Dan biarkan ini jadi rahasia kita berdua selamanya)!" Tawar Raya dengan tersenyum jahat.
Abi tak menjawab apapun, ia terus saja mengumpat dengan kata-kata kasar dan menjambak rambutnya serta terus menundukan kepalanya di atas stir mobilnya.
Abi berusaha keras untuk tetap mempertahankan akal sehat serta kesadarannya, bahkan nafasnya kini semakin memburu tak beraturan.
Raya hanya tertawa melihat Abi mati-matian untuk tetap menolak tawarannya karena ia tau betul tak seorang pun yang bisa bertahan jika telah mengkonsumsi obat tersebut. Dengan sengaja Raya menyemprotkan minyak wangi ke tubuhnya untuk semakin membuat Abi tak mampu lagi menahan hasratnya.
"Sialan lo Ray, brengsek!" Umpat Abi karena Raya terus memprovokasi dirinya.
Dengan tidak tahu malu, Raya langsung naik ke atas pangkuan mantan kekasihnya itu. ******* bibir Abi yang sangat ia rindukan, Abi yang mulai hilang kesadarannya menyambut ciuman yang diberikan Raya.
"Enggak bisa, keluar lo Ray. KELUAR!" Gertak Abi yang masih menyisakan sedikit akal sehatnya, ia pun mendorong tubuh Raya agar menyingkir dari atas tubuhnya.
"Hana..!" Ucap Abi lirih dengan lelehan air mata yang tak bisa ia tahan lagi.
Melihat Abi meneteskan air mata untuk seorang perempuan, hati Raya langsung diliputi amarah karena belum pernah sekali pun Abi menangis untuknya. Tapi seorang Hana yang baru menjalin hubungan sudah mampu membuat Abi menangisinya.
Dengan diliputi amarah yang sangat besar, Raya nekat membuka bajunya dan kembali naik ke atas pangkuan Abi. Ia mencoba untuk merobohkan pertahanan Abi untuk tidak menyentuhnya.
"Aku janji, aku bakal menyimpan perbuatan kita ini sebagai rahasia yang seumur hidup akan aku jaga. Izinkan aku membantumu Sayang!" Raya terus berusaha untuk menghancurkan pertahanan seorang Abi.
Abi yang mulai kehilangan akal sehatnya, kini mulai mengikuti permainan Raya. Pertahanan kokoh Abi telah runtuh, ia terus menikmati perlakuan Raya, membalas setiap tindakan sensual Raya.
__ADS_1
"Kita lanjut di unit apartemen aku ya, gak mungkin kita ngelakuinnya di sini!" Ajak Raya ketika kegiatan laknat mereka berhenti.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=