My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Kejutan


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


Usai melaksanakan shalat Maghrib di Masjid, Hana dan Abi kini mulai mencari kedai penjual pecel ayam sesuai keinginan Hana.


Tak jauh dari Masjid tempat mereka melaksanakan shalat memang terdapat kedai pecel ayam yang cukup ramai, Abi pun mengusulkan untuk makan di kedai tersebut.


"Tapi rame banget Kak, aku kurang nyaman. Tau sendiri kalo ada kamu banyak yang bakal ngerubingin!" keluh Hana, meskipun dirinya ingin sekali makan di kedai itu. Karena tempat yang ramai identik dengan makanan yang pastinya enak, bukan?


"Kamu sebenernya pengen kan makan di situ?" tunjuk Abi pada kedai tersebut.


"Pengen sih Kak--!".


"Ya udah kita makan di mobil aja ya, kamu tunggu di sini biar aku yang pesen ke sana!" usul Abi yang diangguki penuh semangat oleh Hana, kemudian langsung mendikte pesanannya.


"Aku nasi uduk, ayamnya bagian paha tiga potong ya Kak. Enggak usah pake lalapan, tapi sambelnya yang banyak. Emhh.. kalo bisa nasinya tambah satu porsi lagi ya Kak!".


Abi langsung ternganga mendengar pesanan istrinya, tetapi sesaat kemudian ia menyadari bahwa dalam tubuh sang istri ada dua anaknya yang sedang tumbuh dan membutuhkan asupan makanan juga.


"Minumnya apa Sayang?" tanya Abi dengan mengulum senyum.


"Jeruk anget aja".


Benar saja, Abi kembali dibuat takjub dengan cara dan porsi istrinya makan. Tetapi hatinya juga senang dengan kehamilan istrinya yang kedua ini, karena Hana yang terlihat lebih siap dan menikmati kehamilannya.


"Mau tambah?" tawar Abi ketika melihat Hana yang baru saja menghabiskan potongan ayam terakhirnya.


"Enggak Kak, aku udah kenyang. Alhamdulillah!" sahut Hana kemudian menyesap jeruk hangatnya.


"Siap pulang?" Ajak Abi.

__ADS_1


"Ayo Kak, aku juga enggak sabar kasih tau semuanya kalo aku hamil anak kembar. Enggak sabar ngelihat wajah bahagia keluarga!" sahut Hana bersemangat.


Setelah mengembalikan piring serta membayar uang untuk makanan mereka, Abi langsung menuju ke mobilnya untuk kemudian meluncur ke Mansion keluarga mereka.


Seperti sebuah kebiasaan yang sudah terpatri, setibanya mereka di Mansion keluarga mereka, Hana akan selalu meninggalkan Abi di belakangnya.


"Assalamualaikum semua!" sapa Hana ceria memasuki ruang makan yang dimana semua keluarganya telah berkumpul untuk makan malam.


"wa'alayikumsalam!" sahut mereka serempak dengan tersenyum hangat melihat keceriaan Hana.


"Tumben dateng enggak ngabarin dulu?" tanya Kinan menyambut pelukan menantu cantiknya.


"Kejutan dong, aku juga datang ke sini mau ngasih kejutan yang lainnya!" jawab Hana terus mengulum senyuman, sedang semua langsung menjadikan Hana pusat perhatian.


Sedang Abi hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya.


"Tadi aku udah periksa ke Dokter Riana dianter suami aku tersayang, teruuuussss--!" Hana sengaja menjeda ucapannya untuk membuat semua anggota keluarganya semakin penasaran.


"Kata Dokter Riana--!" lagi Hana menggoda semua anggota keluarganya dengan menjeda ucapannya kembali, sedang Abi semakin terkekeh melihat kelakuan jahil istrinya.


"Kata Dokter Riana--?" ulang Kinan meminta agar Hana memperjelas ucapannya justru membuat Hana tertawa, kemudian mencium pipi Ini mertuanya yang terlihat sudah begitu penasaran dengan apa yang ingin disampaikannya.


"Dedek dalem perut aku--!" sungguh kelakuan Hana kali ini benar-benar membuat semuanya gemas, tapi tidak dengan Abi yang semakin terbahak-bahak.


"KEMBAARRR!!" teriak Hana semangat, namun tanpa diduga ekspresi semua keluarga yang berkumpul biasa saja dan hanya ber 'ohh' ria sambil mengulang kata kembar dengan biasa saja.


Tapi hal tersebut tak berlangsung lama, karena teriakan euforia langsung terdengar saat mereka sama-sama menyadari kata 'kembar' terucap dari mulut Hana.


"Masya Allah Hana, Alhamdulillah Sayang. Sehat terus ya kalian bertiga, diberi kelancaran dan keselamatan!" ucap Kinan penuh haru sambil terus menciumi pipi Hana yang terlihat semakin berisi.


Sedang yang lainnya terus bersorak Sorai sambil menghampiri Hana untuk memberikan doa, pelukan dan ciuman bertubi-tubi pada perempuan mungil kesayangan mereka tersebut.


Hana dan Abi hanya terus tertawa melihat betapa bahagianya keluarga mereka menyambut kedua cucu-cicit mereka yang masih bersemayam di dalam tubuh Hana.

__ADS_1


Namun tawa Hana seketika berhenti dan berganti dengan tetesan air mata saat melihat meja yang biasanya selalu ditempati Irma setiap acara makan keluarga tersebut kosong.


Terbayang bagaimana jika Ibunya saat ini masih ada yang pastinya juga akan menyambut penuh bahagia kehamilannya saat ini.


Abi yang mengerti dengan apa yang tengah dipikirkan istrinya pun langsung menarik Hana ke dalam pelukannya dan menghujani Hana kecupan-kecupan serta mengucapkan kata-kata yang menenangkan untuk istrinya.


"Ibu pasti di sana juga bahagia denger kabar dari kamu, apalagi ngeliat kamu bahagia banget sekarang, pasti Ibu tenang di sana!" Hana hanya mengangguk di dalam dekapan sang suami, mengiyakan setiap ucapan sang suami.


Seluruh keluarga pun langsung menghibur Hana, mereka tahu apa yag tengah Hana rasakan. Sedang Hana, melihat seluruh keluarga yang berusaha menghiburnya langsung mengusap air matanya serta berusaha kembali tersenyum dan ikut larut dalam kebahagiaan menyambut si kembar yang tumbuh di rahimnya.


"Hana kalo pengen apa-apa atau ngidam sesuatu, bilang sama Kakek ya Sayang. Kakek siap 24 jam buat kamu dan cicit-cicit Kakek!" ucap Hafidz penuh semangat membuat semuanya tergelak.


"Kalo aku pengen bangun 'mini zoo' di sini, boleh Kek? Nanti kita pelihara binatang-binatang yang lucu-lucu aja!" goda Hana menantang sang Kakek.


"Jangankan kamu mau pelihara binatang lucu, binatang yang buas pun Kakek bakal usahain ngurus izinnya!" sahut Hafidz menyanggupi tantangan cucu menantu kesayangannya membuat semua yang mendengar tertawa.


"Hari ini kamu nginep di sini kan Sayang?" tanya Kinan penuh harap.


"Iya Mah, aku mau nginep di sini semingguan!" sontak jawaban Hana membuat Abi mendelikkan matanya, karena memang mereka tak ada pembicaraan sama sekali jika akan menginap selama itu tadi.


"Iya kan Kak?" tuntut Hana meminta persetujuan sang suami yang masih saja terbengong.


"I, iy, iya .. Kita mau nginep semingguan di sini!" jawab Abi terbata-bata, karena sesuai janjinya yang akan membahagiakan sang istri dan calon anak-anak mereka, Abi pun menyetujui permintaan dadakan sang istri.


"Bisa jadi sebulanan juga sih, sepuas aku aja. Bolehkan Kak?" entah ucapan Hana ini sebuah pertanyaan atau pernyataan yang jelas Abi hanya bisa mengiyakan permintaan sang istri, terlebih melihat senyum dari wajah penuh harap Hana yang tak mampu untuk ia tolak keinginannya.


Hana langsung menciumi wajah suaminya ketika melihat anggukan sang suami, sedang semua hanya ternganga melihat tingkah Hana yang begitu lepas mengeksprikan kegembiraannya, tak terkecuali Abi sendiri.


Karena biasanya Hana akan malu-malu hanya untuk sekedar bermesraan di depan keluarga, tapi kali ini Hana seperti tak masalah dengan apa yang dilakukannya.


Tetapi semua bisa memakluminya, karena mungkin apa yang dilakukan Hana adalah salah satu efek dari kehamilannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2