My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Perempuan Ular


__ADS_3

Raya bukan tak mengetahui keguguran yang menimpa Hana setelah kedatangannya ke apartemen Abi, karena sesungguhnya musibah yang menimpa Hana menjadi kepuasannya tersendiri.


Raya begitu senang ketika pertama kali dia melihat berita musibah yang menimpa Hana, dendamnya saat ia habis-habisan diserang seakan sedikit terobati dengan kehilangan bayi yang Hana alami. Rencananya untuk menyakiti Hana dan Abi sedikit demi sedikit telah ia realisasikan.


***


"Mau ngapain sih Bi..?" Gerutu Daniel setibanya di parkiran basement apartemen Raya, karena Abi memang sengaja menungguinya di sana sebelum masuk ke unit Raya.


"Beberapa jam sebelum Hana keguguran, si Jal*ang ke apartemen gue nemuin Hana. Brengsek emang tuh perempuan, kayaknya ancaman-ancaman gue gak bikin dia mundur sama sekali!" Sahut Abi kesal, kemudian menunjukan cuplikan CCTV pertemuan Hana dengan mantan kekasihnya itu.


"Ini sih udah keterlaluan Bi, parah! Lo emang kudu ngasih dia pembalasan, gak ngotak emang tuh perempuan!" Ucap Daniel ikut kesal setelah melihat CCTV yang ditunjukan oleh Abi.


Setelah mengembalikan ponsel milik Abi, mereka pun bergegas menuju ke unit apartemen Raya, Abi benar-benar sudah dikungkung emosi dan ingin segera meluapkannya.


Melihat raut wajah sahabatnya, sebenarnya Daniel sedkiti ketar-ketir karena ia tahu betul seperti apa Abi jika sudah marah, namun apa yang telah diperbuat oleh Raya membuat Daniel ikut merasakan emosi yang sama dengan sahabatnya.


Sampai di depan unit apartemen Raya, Abi mencoba keberuntungannya memencet kode akses pintu masuk apartemen Raya yang ternyata memang belum diubah juga.


Di dalam unit apartemen Raya, Abi dan Daniel disambut suara desahan dari sepasang laki-laki dan perempuan membuat mereka saling menatap satu sama lain.


"Emang Jal*ang bener mantan lo Bi!" Sindir Daniel dengan cengiran mengejek.


Dan benar saja, sesampainya mereka di kamar Raya yang tak tertutup Abi dan Daniel menyaksikan 2 anak manusia tengah melakukan pergulatan panas, ya Raya dan Nico saat ini mereka tengah asyik saling bercumbu.


BRAKKKK


Abi sengaja menendang pintu kamar Raya untuk mendapatkan perhatian dua manusia yang tengah asyik bergumul ria itu.

__ADS_1


"Abi..?" Raya langsung berangsut dari atas tubuh Nico dan mengambil piyama gaun kemudian memakainya dengan buru-buru, sedangkan Nico dengan santai langsung duduk dari tidurnya.


"Bi, aku bisa jelasin semuanya. Kamu jangan salah faham!" Ucap Raya gugup menghampiri mantan kekasihnya.


"Jelasin apa? Lo mau tidur sama siapa kek gue gak perduli, mau berapa banyak laki-laki yang tidur sama lo bukan urusan gue lagi!" Gertak Abi memundurkan langkahnya saat Raya hendak akan menyentuhnya.


"Maksud kamu apa Bi?" Tanya Raya bingung, karena di dalam hati Raya berharap Abi akan cemburu saat mendapatinya bersama dengan Nico.


"Maksud lo apa dateng ke apartemen gue hah? Lo tau gara-gara lo, gue sama istri gue harus kehilangan calon anak kami! Apa salah Hana hah? Apa salah janin yang dikandung Hana? Mau lo apa Raya? Kenapa lo gak berhenti gangguin hidup kami? Lo lihat, di sini lo tetep seneng-seneng dengan kehidupan lo sama pacar baru lo, jadi stop gangguin hidup gue sama Hana!" Serentet pertanyaan penuh amarah benar-benar ia keluarkan.


"Abi, aku sama Nico...!" Ucapan Raya terpaksa menggantung di udara.


"Gue enggak peduli lo sama Nico, yang gue peduliin cuma istri gue! Dan gue peringatin sekali lagi, jauhi Hana, jauhi gue! Kalo sampe lo bertingkah lagi gue pastiin bakal gue hancurin karier dan kehidupan lo!" Ancam Abi.


"Sampe kapan pun aku gak akan ngebiarin kalian hidup tenang. Enak aja, kalian ngebuat hidupku layaknya sampah dan kalian tetap menikmati kisah cinta kalian gitu? Enggak adil..!" Geram Raya.


"Bukan gue yang ngebuat lo kayak sampah, tapi diri lo sendiri yang memposisikan diri selayaknya sampah!" Lirih Abi penuh penekanan sambil melirik Nico yang entah sejak kapan sudah kembali memakai pakaiannya.


"Lo ngancem gue hah..!" Abi langsung merangsek ke arah Raya dan mencekik leher perempuan ramping tersebut.


Ia pun tak segan-segan menekan tubuh Raya ke dinding sambil terus mencekik leher Raya dengan penuh amarah.


"Woi lo jangan maen kasar begitu dong sama perempuan!" Gertak Nico menghampiri Abi hendak melepaskan cekikan Raya.


"Dia ini iblis, gak ada perempuan yang bakal tega nyakitin perempuan lain!" Balas Abi menatap tajam ke arah Nico.


Nico yang hendak melepaskan leher Raya dari cengkraman Abi langsung dihadiahi tendangan yang cukup kuat hingga Nico tersungkur.

__ADS_1


"Bi, udah Bi. Lepasin dia, jangan nambah-nambah masalah lagi. Udah kita tinggalin aja mereka, kalo emang mereka macem-macem langsung siapin aja tuntutan! Kasihan Hana Bi kalo lo lagi-lagi kesandung masalah hukum gara-gara Jal*ng satu ini!" Daniel yang melihat Abi sudah terkungkung emosi, langsung mendekatinya.


Mendengar kata-kata sahabatnya, dengan berat hati Abi langsung melepaskan cekikannya membuat Raya terbatuk-batuk.


"Lo inget Ray, sekali lagi lo gangguin Hana. Hidup lo bakal gue bikin gak tenang!" Ancam Abi kemudian meninggalkan apartemen mantan kekasihnya itu dengan wajah merah penuh amarah.


"Perempuan ular tau enggak lo! Di sini masih nunggangin cowok tapi gak mau ngelepasin mantan lo, tolol lo!" Hina Daniel tak kalah kesal.


***


"Darimana kamu Bi?" Tanya Kinan yang sengaja menunggunya di ruang tengah.


"Keluar sama Daniel Mah, ada urusan sebentar!" Jawab Abi.


"Tadi Hana kebangun, nyariin kamu. Baru aja naik ke atas, lain kali pamit dulu kalo mau keluar!" Ucap Kinan kesal.


"Mendadak Mah tadi, lagian Hana udah tidur tadi kan!" Sahut Abi.


"Tulis di memo kecil kalo kamu enggak bisa gunain aplikasi WA?" Sindir Kinan membuat Abi tergelak.


"Ya udah, Abi ke kamar Mah!" Izinnya, kemudian mencium pipi Kinan dan langsung beranjak ke kamarnya.


"Kakak dari mana?" Abi langsung disambut pertanyaan wajib oleh sang istri saat ia baru melangkah masuk ke kamarnya.


"Pergi sama Daniel, ada urusan sedikit. Kok kamu udah bangun?" Sebelum menghampiri Hana Abi mengganti pakaiannya dengam piyama tidurnya.


"Haus, terus ngelihat kamu gak ada di sebelah aku. Aku kira di bawah, aku ke bawah cuma ada Mamah yang belum tidur juga, jadi aku ngobrol dulu sama Mamah. Baru naik!" Jawab Hana, kini ia memposisikan kepalanya di atas dada bidang suaminya, posisi favoritnya.

__ADS_1


"Ya udah sekarang tidur yuk, aku capek banget, ngantuk banget!" Ajak Abi mencium puncak kepala Hana sangat dalam dan lama.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2