
"Halo sayang, lagi dimana?" Tanya Raya saat menghubungi Abi via video call.
"Lagi ngopi di cafe, pulang syuting. Sibuk banget kayaknya kamu jarang banget ngehubungin aku?".
"Iya nih sayang, maaf ya. Aku kangen banget sama kamu. Kamu ngopi sama siapa? Daniel atau sama calon istri kamu?" Sindir Raya.
"Sendiri..!" Jawab Abi malas.
"Aku lihat di ig kamu, kamu happy banget kayaknya di acara lamaran kamu?" Tanya Raya lagi.
"Yaa kan acara lamaran bukan kematian, masa aku kudu nampang sedih sih?" Jengah Abi.
"Kamu kenapa sih kayak BT gitu sama aku?" Kesal Raya.
"Biasa aja ah, capek kali aku makanya mood aku lagi gak enak. Aku balik dulu ya Ray, mau istirahat. Besok kalo free telepon aku lagi, kalo aku nya yang telepon takut pas kamu sibuk!" Ucap Abi kemudian langsung memutus panggilan video call mereka.
Namun sebelum beranjak Abi kembali menekan nomor yang baru saja menghubunginya, ia menghadapkan layar ponsel ke wajahnya.
Karena belum lama terputus, panggilan itu langsung diangkat oleh Raya.
Abi kemudian memonyongkan bibirnya seakan meminta cium Raya.
"Ciuuuummmm!" Ucapnya terus memanyunkan bibirnya.
"Sadarrr?" Kesal Raya.
"Maaf, tadi lagi ada yang aku pikirin makanya gak fokus. Capek juga aku tuh. Ciummm..!" Rengek Abi lagi.
Raya pun membuat gerakan seakan ingin mencium Abi, ia berkali-kali menempelkan bibirnya di layar ponsel.
"Ngelihat bibir kamu begitu aku jadi kangen 'keringetan bareng' sama kamu" goda Abi.
"Tuh kan ke sananya menjurus-jurus. Udah ah katanya mau pulang, hati-hati kamu pulangnya!" Sahut Raya.
"Okay, I really miss you baby".
"I miss you too Sayang!".
***
Sesampainya Abi di mansionnya, ia kini telah membersihkan diri. Tubuhnya dirasa lebih segar dari sebelumnya.
Abi pun mengambil ponselnya, ia ingin sekali menghubungi Hana melalui panggilan video call.
"Udah tidur?" Tanya Abi ketika panggilannya diangkat Hana, ia melihat Hana dalam posisi tidur dan berusaha membuka matanya.
__ADS_1
"Udah, kenapa Ka?" Tanya Hana meletakan satu tangannya di bawah pipinya, satu tangannya lagi memegang ponsel. Ia memegang ponsel dalam keadaan tidur miring dan terus berjuang membuat matanya agar terbuka.
Abi terus tersenyum melihat tingkah Hana yang ngantuk berat dan tetap berusaha menanggapi obrolannya.
Sampai ia tunggu beberapa saat, Hana menyerah dengan rasa kantuknya. Ia tertidur masih dengan ponsel yang tetap terhubung oleh Abi.
Meskipun cahaya di kamar Hana sedkit remang, karena saat ini ia menggunakan lampu tidurnya. Abi masih dapat melihat kecantikan Hana disaat tidur.
"Ngeliat lo pules begini, jadi pengen ngelonin rasanya" iseng Abi berucap yang tak mengharapkan partner teleponnya menjawab karena ia tau Hana sudah asyik di dalam mimpinya.
"Aku juga pengen cepet dikelon Ka Abi" sahut Hana, di luar dugaan Abi ternyata Hana masih menjawab gurauannya meski dalam keadaan tertidur.
Ide konyol pun terlintas di otak Abi, ia berniat merekam percakapan mereka dengan aplikasi perekam layar. Saat ia sudah menyeting perekam layarnya, ia langsung memanggil Hana.
"Hana..!".
"Apa Ka?" Tanya Hana masih dengan mata tertutup dan suara yang lemah namun masih cukup jelas.
"Gw beneran pengen ngelonin lo tau gak?" Mulai Abi menggoda Hana.
"Hana juga..!" Jawab Hana.
"Oh yaaa, kenapa?" Tanya Abi lebih ke arah mengintrogasi.
"Namanya juga sayang yaa bawaannya pengen kelonan lah!" Jawab Hana masih tertidur.
"Enak, bikin jantung Hana ser-seran" jawab Hana di bawah sadarnya.
Jawaban Hana membuat Abi seketika tergelak, suara tawa yang cukup keras membuat Hana tiba-tiba membuka matanya, namun hanya sebentar kemudian tertutup lagi.
"Mau lagi?" Abi terus-menerus berselancar dengan keisengannya.
"Mau..!" Jawab Hana.
"Suka ya?" Tanya Abi lagi berusaha sekuat tenaga menahan tawanya.
"Suka..".
"Kenapa suka?" Abi benar-benar tertarik dengan jawaban di bawah sadar Hana.
"Kan Hana dicium sama calon suami sendiri, suka!" Jawab Hana.
"Kenapa lo suka sih sama gw?" Tanya Abi lagi penasaran, tapi sepertinya Hana memang sudah benar-benar terlelap. Ia tak merespon pertanyaan yang diajukan Abi, ponsel Hana pun sudah terlepas dari tangannya. Abi hanya dapat melihat warna hitam saja.
"Have a nice sleep, calon istri" ucap Abi mengakhiri sambungan video call mereka.
__ADS_1
Abi kemudian mencari kontak Daniel untuk mengiriminya sebuah pesan.
"Kalo masih mau kerja sama gw, besok dateng jemput gw. Kalo gak mau, lo tetep harus dateng ambil pesangon lo!".
Setelah mengirimi pesan tersebut, Abi kemudian memutar hasil tangkapan layarnya tadi.
Video itu benar-benar manjadi hiburan yang sangat Abi sukai.
Sekali, dua kali, tiga kali ia terus memutar video tersebut dan tetap tertawa.
Hingga rasa kantuk yang menyerang, ia hanya menatap wajah lelap Hana di layar ponselnya tanpa memutar videonya.
"Cantik.." pujinya tanpa sadar.
***
Pagi hari Abi sudah rapi dengan setelan santainya. Ia menuju ruang makan untuk sarapan bersama keluarganya.
Saat tiba ia melihat Daniel sudah datang dan mengobrol dengan keluarganya.
"Udah dateng lo? Mau jemput gw apa ngambil pesangon?" Ketus Abi kemudian menarik kursi di sebelah Daniel.
"Jemput!" Jawab Daniel tak kalah ketus.
"Pesangon? Maksudnya apa ini? Lho pipi kamu kenapa Bi? Kok memar gitu?" Serentet pertanyaan terlontar dari mulut Kinan, terlebih ketika menyadari pipi Abi yang memar.
"Ditonjok 'budak cinta' baru Mah!" Sindir Abi, sambil melirikan ekor matanya ke arah Daniel.
"Kalian berantem?" Tanya Kinan kepada kedua pemuda tampan dihadapannya itu.
"Salah faham doang Tante!" Jawab Daniel tak mau memperkeruh suasana.
"Cihhh.." decih Abi mendengar jawaban Daniel.
"Kalo ada masalah apa-apa jangan dibiasain sampe pukul-pukulan, omongin baik-baik aja kan bisa!" Nasehat Kinan sambil menyendokan nasi goreng di piring Abi, Daniel sendiri sudah memakan setengah sarapannya saat menunggui Abi tadi.
"Iya Tante maaf udah sempet mukul pipi mulus anak Tante" sesal Daniel lebih ke mengejek Abi.
"Gak apa-apa juga sih, kadang Tante juga suka gatel pengen mukul kalo ngadepin mulut nyebelin dia" sahut Kinan membuat Daniel tertawa, sedang Abi gantian kesal.
"Udah, jangan berantem-berantem lagi. Kalian udah sama-sama dewasa, udah macam saudara. Kalo ada apa-apa omongin baik-baik jangan sampe pake kekerasan" ucap Kinan menasehati kedua pemuda itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...Iseng ya Abi, diem-diem sering muji Hana lho si Abi. Banyak kebiasaan baru yang Abi lakukan semenjak deket sama Hana, gemes ihh cepet-cepet pengen ndepak Raya, #Lho 😳😳😂😂...
__ADS_1
Dukung terus karya pertama aku ini yaaaa dengan meng-like, comment and vote disetiap chapternya. Masukin juga karya aku di list novel favorit kalian yaaa, terima kasih buat yang terus setia baca karyaku ini 😘😘