
Pagi hari Abi telah tiba di depan pintu rumah Hana, ia mengetuk beberapa kali sampai akhirnya pintu pun dibuka oleh Hana.
"Kok belum siap?" Tanya Abi ketika mendapati Hana masih dengan muka bantal dan rambut acak-acakannya tapi tak mengurangi kecantikannya.
"Emang sekarang jam berapa?" Hana balik bertanya sambil menyenderkan kepalanya di pintu dengan mata yang buka tutup menahan kantuk.
"Hana ini udah jam delapan, jam sembilan kita udah harus stand by di lokasi!" Jawab Abi sedikit berteriak.
"Astaghfirullah, kok Ka Abi baru dateng sih jam segini?" Tanya Hana kesal.
"Lah kok jadi gw yang salah sih Han, gw fikir mah gw dateng lo udah siap. Tapi malah baru bangun lo nya" gerutu Abi.
"Udah, udah jangan ngomel-ngomel. Ka Abi masuk dulu ya, tunggu di ruang tamu. Pintunya jangan ditutup, aku siap-siap dulu. Cepet kok!" Ucap Hana kemudian buru-buru masuk ke kamarnya, Abi yang mengikutinya dari belakang memperhatikan isi dalam rumah Hana.
Dia melihat beberapa figura foto yang terpasang di dinding rumah Hana. Satu foto yang menarik perhatiannya yaitu figura paling besar yang berisikan gambar Irma, seorang laki-laki yang ditebaknya adalah ayah Hana dan dua anak kecil kembar berkucir dua berusia sekitar lima tahun yang sangat lucu, salah satunya dipastikan Hana.
"Mirip banget, Hana yang mana ya?" Tanya Abi lirih, entah pertanyaan itu ditujukan untuk siapa.
Tidak sampai dua puluh menit Hana sudah rapi dengan dress selutut berwarna pink, Hana terlihat amat manis dengan dress yang dikenakannya.
"Cepet amat. Gak mandi lo ya?" Tanya Abi.
"Mandi lah, enak aja. Cuma mandinya ya cepet-cepet yang penting bersih dan wangi" jawab Hana sambil mengeluarkan beberapa tas yang akan dibawanya.
"Masa sih? Coba sini gw cium!" Goda Abi membuat Hana memelototkan matanya dan mengepalkan tangannya, Abi pun tertawa melihat respon yang ditunjukan Hana.
"Ka Abi mau minum dulu enggak?" Tawar Hana.
"Enggak usah, kita udah telat langsung berangkat aja. Oh ya Han, di foto itu lo yang mana?" Tanya Abi sambil menunjuk figura yang menarik perhatiannya dari tadi.
__ADS_1
"Oohh, itu Hana yang dirangkul Ibu Ka. Macam firasat ya Ka, Hani dirangkul Ayah, seakan menunjukan kalo ia akan ikut Ayah menghadap Allah duluan" jawab Hana getir.
"Ohh, namanya Hani. Hana-Hani.." ucap Abi.
"Iya Ka, aku sama Hani kembar identik, Aku lebih dulu dua menit lahir baru Hani. Jadi aku kakaknya" sahut Hana. Abi pun menanggapinya dengan menganggukan kepalanya.
Sedikit-banyak Abi pernah mendengar cerita hidup Hana dari Kinan, jadi Abi tak lagi terkejut mengetahui bahwa Hana anak yatim.
"Ya udah yukk Ka berangkat, nanti buru semakin terlambat!" Ajak Hana, Abi pun langsung menyambar beberapa bawaan Hana kemudian memasukannya ke belakang mobilnya.
Di dalam mobil seperti biasa sunyi, mereka tengah asyik dengan kegiatannya masing-masing.
Abi yang konsentrasi mengemudi, sedang Hana tengah asyik berselancar di dunia mayanya. Seperti remaja pada umumnya, Hana juga termasuk candu dengan sosmednya.
"Asik amat sih, lagi ngapain?" Tanya Abi menengok Hana yang tengah asik dengan dunianya.
"Lagi scrolling ig aku Ka. Ka Abi kok jarang update sih?" Tanya Hana.
"Ohh gitu ya Ka, aku kalo ada kesempatan pasti update. Sehari paling enggak dua foto aku update. Berarti kalo keseringan nanti Pecinta Hana pada bosen dong?" Ucap Hana murung.
"Pecinta Hana?" Celetuk Abi bingung.
"Sebutan untuk fans aku" sahut Hana malu-malu.
Abi ingin tertawa tapi ia tahan, takut-takut Hana sakit hati.
Pagi ini Jakarta sudah sangat macet, Abi dibuat uring-uringan. Umpatan dan sumpah serapah juga sering terucap dari mulutnya.
"Sabar Ka, sabar" hibur Hana mencoba meredam kekesalan Abi.
__ADS_1
"Lo juga sih, udah tau Jakarta macet malah keenakan tidur sampe siang. Lihat kan hasilnya? Kita kejebak macet gini. Paling benci deh ah gw kalo begini!" Omel Abi, Hana hanya terdiam sadar akan kesalahannya.
"Tadi tuh sebenernya Hana subuh udah bangun, shalat. Selesai shalat Hana ketiduran sampe Ka Abi dateng, maaf ya!" Ucap Hana.
"Udah jangan masang muka melas gitu, bikin gak tega ngomelin aja" sahut Abi, meski dengan wajah masih kesal tapi Hana yang merasa berhasil sedikit menurunkan emosi Abi pun tersenyum puas.
***
Sesampainya di lokasi syuting, mereka disambut oleh tatapan kesal semua yang terlibat. Lebih tepatnya tatapan itu ditujukan pada Hana, karena tak satu pun di lokasi yang berani pada Abi.
"Lo itu gimana sih Han, artis baru tapi berani bertingkah. Lo lihat sekarang jam berapa Han? Bener-bener kebangetan lo!" Omel Dedy kasar di ruangan yang dikhususkan untuk Hana. Abi yang datang ke ruangan Hana karena satu hal, mendengar omelan Dedy ke Hana.
"Dia gak salah, gw tadi jemput ke rumahnya terlambat gara-gara gw bangun kesiangan. Awalnya dia mau berangkat duluan, tapi dia takut gw marah makanya lebih milih nunggu gw" bela Abi.
"Kali ini aja kalian berdua terlambat begini, kalian harus profesional. Udah cepet siap-siap, jangan buang-buang waktu lagi!" Perintah Dedy kemudian meninggalkan ruangan Hana.
"Makasih ya Ka, udah mau belain Hana. Hana takut banget tadi, tapi sekali lagi Ka Abi mau jadi pahlawan buat Hana!" Ucap Hana memuji.
Abi yang mendengar pujian yang dilontarkan Abi, membusungkan dadanya dan menepuk-nepuknya bangga sambil tersenyum lebar.
"Oh ya Ka Abi ke sini mau ngapain tadinya?" Tanya Hana.
"Gak tau, gw lupa. Ya udah siap-siap gih, jangan buat Bang Dedy mencak-mencak lagi" jawab Abi kemudian meninggalkan ruangan Hana.
Sepeninggalan Abi, tim Hana pun mempersiapkan Hana.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
......**Manis ya kebersamaan mereka, moga aja kalo keseringan sama-sama benih-benih cinta di hati Abi tumbuh buat Hana, jangan sampai cinta Hana bertepuk sebelah tangan. Gak tega ngebayanginnya โนโนโน......
__ADS_1
Jangan lupa yaaa dukung Author terus biar selalu semangat nulisnya. Like, comment, vote dan masukin ke list bacaan favorite kamu. Makasih ๐๐**