
Hana kembali tidur usai subuh tadi menyempatkan diri untuk mengganti pembalutnya. Rasa lelah yang teramat sangat dan nyeri perut karena haid setelahnya membuat Hana begitu malas melakukan kegiatan dan hanya ingin terus terlelap.
Hingga saat sentuhan hangat dari bibir suaminya menempel di keningnya Hana baru mengerjapkan matanya.
"Jam berapa? Kok kamu udah rapi?" Tanya Hana dengan suara serak.
"Udah mau jam delapan. Bangun, mandi terus sarapan sana!" Perintah Abi lembut sambil mengelus-elus kepala Hana.
"Kakak jadi pergi, mau pulang jam berapa nanti?" Tanya Hana yang kini sudah mendudukan dirinya.
"Jadi, nih mau berangkat. Nanti aku jemput kamu di lokasi ya!" Jawab Abi.
"Enggak usah Kak, nanti aku berangkat jam 2 an siang, abis dari situ ketemuan sama Nugie dan temen-temen bandnya juga manajer mereka!" Tolak Hana.
"Nugie? Siapa?" Tanya Abi bingung.
"Ish.. Si Kakek Abi, lupaan! Temen aku waktu SMA dulu yang minta aku buat jadi model video klipnya!" Jawab Hana berdecih.
"Oohh aku inget, mereka emang belum bikin video klip juga. Kata kamu abis ujian mulai proses?".
"Kan aku hamil, terus keguguran abis itu dia juga sibuk kegiatan maba (mahasiswa baru) di kampusnya. Sekarang udah agak senggang kegiatan kampusnya, akunya juga udah beraktifitas biasa, makanya ada pembicaraan ulang lagi nanti!" Jawab Hana panjang lebar.
"Aku kira dia ganti model video clipnya?" Selidik Abi.
"Enggak, dia maunya aku!" Jawab Hana bangga.
"Kenapa? Dia suka sama kamu?" Selidik Abi lagi dengan nada tak suka.
"Ya, sukalah kan aku sama dia berteman. Gimana sih?" Cibir Hana.
"Bukan suka yang seperti itu, tapi suka antara cowok ke cewek?" Sindir Abi.
"Ngaco deh, ya enggak lah. Aku sama dia tuh sekelas terus dari kelas 10, anaknya baik kok! Kadang aku, Hanum sama dia sering ngobrol bareng meskipun kita bukan temen deket!" Sahut Hana.
"Dan sekarang kalian mulai deket gara-gara project ini!" Ketus Abi.
"Idih Kakak kenapa sih? Aneh deh! Udah sana berangkat nanti Papa nunggunya kelamaan!" Ucap Hana.
__ADS_1
"Kamu mau ketemuan dimana nanti sama mereka? Sama Angga juga kan?" Tanya Abi.
"Di restaurant aku, iyalah sama Mas Angga!" Jawab Hana mulai jengah dengan sikap over suaminya.
"Jam berapa, nanti aku susul?".
"Jam 7 an, abis Isya. Nyusul aja, seneng malahan aku!" Hana langsung mengapit tangan suaminya untuk mengantarkannya ke depan pintu unit mereka.
"Hati-hati ya Kak nyetirnya!" Ucap Hana setelah mencium tangan Abi yang dibalas kecupan lama di keningnya oleh Abi.
"Kamu juga hati-hati ya, maaf hari ini gak bisa nganterin kamu. Andai aja aku bisa nolak ajakan klien buat ketemuan, tapi ini klien penting aku gak bisa nolaknya bisa-bisa diamuk Papa sama Kakek!" Keluh Abi.
"Ihh gak boleh gitu dong Kak, kerja tuh yang ikhlas, dari hati biar gak beban. Lagian kan Kak Abi masih bisa nyusul aku nanti!" Ucap Hana menyemangati.
***
Benar saja, saat Hana baru saja menyelesaikan pengambilan gambat terakhir Abi datang dengan mengenakan hoodie yang beberapa minggu lalu mereka beli.
Abi begitu terpesona melihat kecantikan Hana saat ia tengah memperhatikan istrinya yang sedang berpose mengenakan perhiasan yang begitu cantik dan manis, membuat kulit putih istrinya semakin bersinar.
"Dipake juga? Sama dong aku ke sini juga pake yang punya aku, sehati kita. Akhirnya ngerasain pake baju couple an sama suami!" Ucap Hana riang.
"Berarti emang kita jodoh!" Jawab Abi bangga membuat Hana terawa gemas dengan tingkah suaminya.
"Ya udah aku ganti pakaian dulu ya, terus cari masjid buat kamu maghriban abis itu kita ke restoran aku!" Izin Hana yang diangguki oleh Abi.
***
Kini mereka telah berada di restauran milik Hana, Hana begitu menyambut hangat Nugie beserta rombongannya.
Abi pun dengan ramah menyapa mereka semua meskipun hatinya sedikit mengumpat melihat Hana begitu mengalir saat berbicara dengan Nugie.
"Namanya juga temenan, pasti mereka seru lah ngobrolnya!" Batin Abi menyemangati diri sendiri.
Usai makan malam, mereka kini terlibat pembicaraan serius tentang project mereka. Mulai dari jadwal syuting, nilai kontrak sampai pada bonus jika lagu mereka mampu menduduki chart pertama musik Indonesia.
Sedang Abi memilih menjadi pendengar yang baik daripada ikut serta dalam obrolan mereka.
__ADS_1
"Bisa couple an gitu hoodie nya?" Goda Nugie.
"Bisalah kan laki bini, ehh tapi tau enggak gue sama Kak Abi gak janjian lho makenya. Jodoh.. Hehehe..!" Sahut Hana senang.
"Gak bisa nikung dong gue?" Canda Nugie membuat Abi membelalakan matanya kaget.
"Becanda Bang saya!" Ucap Nugie cepat-cepat melihat perubahan raut wajah suami temannya itu.
Dan kembali mereka terlibat obrolan yang mengasyikan, bahkan teman-teman Nugie yang lain ikut bergabung dengan keasyikan mereka. Mereka yang seusia membuat tiap obrolan mereka semakin menarik, lucu dan menyenangkan. Hingga Hana yang biasa kalem, beberapa kali terbahak-bahak.
Sedang Abi hanya menampilkan senyum sambil terus memperhatikan istrinya yang terus asyik berbincang dan tentunya dengan perasaan jengah.
"Udah tanda tangan kontrak kan? Bisa kita pulang sekarang?" Tanya Abi ketus.
"Oohh iya Bang, udah malem juga. Kasihan Hana pasti kecapekan!" Jawab Nugie membuat hati Abi semakin panas karena dengan terang-terangan Nugie menaruh perhatian pada istrinya.
"Ooh, oke kalo gitu gue pamit duluan ya! Angga, tolong lo handle sisanya. Gue sama Hana duluan, kasihan capek dia!" Ucap Abi langsung menarik tangan istrinya.
"Kok Kakak begitu sih? Kan enggak enak sama yang lain, main pulang aja! Aku belum capek kok!" Gerutu Hana saat mereka sudah di dalam mobil.
"Kenapa emang berat banget aku ajak pulang, masih seru emang ngobrolnya? Masih pengen kangen-kangenan?" Sindir Abi membuat Hana ternganga.
"Kamu kenapa kesel gitu?" Tanya Hana bingung.
"Harusnya tuh kamu nikah sama yang seumuran ya Han, nyambung gitu ngobrolnya. Seru. Kalo sama aku kan kaku!" Lagi, Abi seperti merasa tak percaya diri.
"Idih ngomong apa sih kamu, gak jelas deh! Dibilang Nugie itu temen doang Kak, wajarlah kita ngobrolnya seru! Ehh, kamu lagi cemburu ya?" Ledek Hana.
"Siapa cemburu? Cemburu sama anak piyik, enggaklah!" Elaknya.
"Itu dari tadi kayaknya kesel gitu. Dengerin aku ya Kak setua apapun kamu aku bakal tetep sayang, cinta sama kamu. Kamu tuh My Everything pokoknya deh, gak ada seorang pun yang bisa gantiin kamu di hati aku!" Goda Hana dengan kerlingan genitnya.
"Biar pun nanti aku udah gak bisa nanjakin kamu?" Hana langsung menghadiahi suaminya kepalan tangan yang langsung mendarat di lengan kekar suaminya.
"Kak Abi ihh mesum!".
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1