My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Kita Sudah Selesai


__ADS_3

Selesai rapat Abi buru-buru melajukan mobilnya ke apartemen Raya. Dia benar-benar ingin memastikan apakah Raya membatalkan kontrak film bersamanya untuk menerima tawaran pemotretan ataukah hanya alasan dia untuk menghindarinya.


Setibanya Abi di apartemen Raya, ia langsung menuju unit milik Raya. Abi yang memang tau kode akses untuk masuk ke unit mantan kekasihnya itu langsung menekan angka-angkanya kemudian membuka pintu.


Dia kemudian menuju ke kamar Raya, setelah di dalam ia melihat Raya sedang berkemas. Sebagian besar sudah tersusun rapi di koper-koper besarnya.


"Jadi bener kamu bakal ke Perancis?", tanya Abi.


"Emmhhh, iya. Ini kesempatan aku buat menggapai impianku Bi", jawab Raya bersemangat.


"Berapa lama?", tanya Abi lagi kali ini suaranya terdengar sedih.


"Kurang lebih setahun, karena mungkin gak cuma di Perancis jika semuanya lancar aku akan pemotretan di beberapa negara di Eropa", jawab Raya bahagia.


"Sama siapa?".


"Nico ..", jawab Raya singkat.


"Baiklah, good luck Raya", ucap Abi miris. Ia hendak beranjak meninggalkan Raya, namun tiba-tiba Raya menarik lengannya kemudian memeluknya erat.


"Tunggu aku Bi, aku mohon. Aku sayang Bi sama kamu, tunggu aku sebentar lagi saja. Aku akan kembali, aku janji kita akan sama-sama, kita akan menikah, kita akan punya anak", isak Raya dalam pelukan Abi.


"Maaf Ray, aku enggak bisa. Aku gak mau ngecewain keluargaku terus, aku tetep akan mengikuti mau mereka. Kita udah kehilangan kesempatan kita Ray, kita udah selesai", sahut Abi tak kalah sedih.


"Enggak Bi, enggak! Jika emang keluarga kamu tetep akan menikahkan kamu dengan Hana, menikahlah, ikutilah mau mereka. Tapi aku mohon Bi, tetap jaga perasaan kamu cuma buat aku, kembalilah padaku saat kelak aku pulang. Jika memang keluarga mu hanya menginginkan keturunan, maka aku gak apa-apa jika kamu sampai menghamili Hana, tapi setelahnya ceraikan dia dan menikahlah dengan ku. Kamu sayang kan Bi sama aku?".


"Entahlah Ray, semua ini membingungkan. Aku capek ngikutin mau kamu terus, aku juga butuh kepastian Ray, aku gak mau terus-terusan ikutin mau kamu. Satu tahun itu waktu yang lama Ray, semua bisa aja terjadi di luar kendali kita".


"Aku tau Bi, kamu sayang sama aku, kamu cinta sama aku. Aku pastikan Bi, aku akan kembali padamu. Kita akan sama-sama lagi", ucap Raya menyakinkan, dia menatap Abi dengan begitu dalam berharap bahwa Abi percaya dengan semua yang ia katakan. Raya pun mencium bibir Abi, Abi yang memang masih mencintai Raya membalas ciuman Raya.

__ADS_1


Saat mereka seakan sudah kehabisan oksigen, mereka pun melepaskan ciuman mereka. Mereka saling menatap satu sama lain, ada kebahagiaan yang terpancar dari mata Raya. Raya tau Abi masih menyayanginya, Abi masih mengharapkan mereka untuk terus bersama.


"Pergilah, raihlah mimpi-mimpimu Ray. Aku akan menunggu kamu", ucap Abi membuat Raya tersenyum lebar.


***


Sesampainya Hana di rumah, Hana kaget melihat sang Ibu tak sadarkan diri di ruang tamu. Hana pun berteriak meminta tolong, Angga yang memang baru saja memarkirkan mobilnya berlari mendengar jeritan Hana.


"Ada apa Hana?", tanyanya ketika sampai di dalam rumah.


"Ibu Mas, Ibu pingsan. Ya Allah Mas gimana ini?", jawab Hana panik, ia yang saat ini menjadikan pahanya untuk bantalan kepala Irma, terus menerus menepuk-nepuk pipi Irma sambil terus memanggil Ibu.


"Kamu tenang dulu Han, kita bawa Ibu ke rumah sakit yaa", usul Angga kemudian menggendong tubuh Irma yang memang semakin mengurus. Hana pun mengikuti Angga, ia terus menangis.


Di dalam mobil Hana yang menjadikan pahanya sebagai bantal Ibunya, terus menerus memanggil sang Ibu, menepuk pipi Irma lembut berharap agar Irma segera sadar.


Sesampainya di depan pintu IGD rumah sakit, Angga berlari ke dalam meminta beberapa petugas untuk menghampiri Irma yang berada di dalam mobil. Petugas kesehatan pun dengan sigap membawa brankar untuk membawa Irma ke dalam ruangan.


Di dalam ruang IGD beberapa perawat, petugas dan Dokter jaga segera memeriksa kondisi Irma yang masih belum sadarkan diri.


Hana masih menangis melihat Ibunya yang belum juga sadar, Irma dipasangkan oksigen, diperiksa tekanan darahnya dan semua prosedur pertolongan oleh petugas kesehatan.


Angga terus memeluk Hana, mencoba untuk menguatkan Hana. Hana terus menerus menangis, ia benar- benar ketakutan dengan situasi yang dia hadapi saat ini.


Salah satu perawat meminta mereka untuk mengisi data pasien, untuk melihat catatan kesehatan Irma. Hana pun mengahmpiri meja suster dan menulis data diri sang Ibu.


"Apa Dokter Rama ada Sus?", tanya Hana disela tangisnya.


"Sepertinya beliau masih ada Kak..", jawab suster itu ramah.

__ADS_1


"Ibu saya pasien Dokter Rama Sus, bisa tolong panggilkan Dokter Rama Sus", pinta Hana penuh harap.


"Baik Ka, saya akan coba menghubungi Beliau", sahut suster itu lagi.


Beberapa saat kemudian, Dokter Rama datang. Dia langsung memeriksa kondisi Irma yang masih belum sadar juga.


"Ini bagaimana ceritanya Ibu Irma pingsan?", tanya Dokter Rama khawatir.


"Saya juga tidak tau pastinya, Dok. Pagi tadi Ibu masih baik-baik saja, gak terlihat sakit. Tapi pas aku pulang, aku lihat Ibu udah pingsan di ruang tamu. Kami gak tau Dok, berapa lama Ibu pingsan", jawab Hana masih dalam keadaan menangis.


"Sepertinya Ibu Irma harus dirawat, kita akan observasi Beliau lebih dalam lagi", perintah Dokter Rama.


"Baik Dok, apapun itu tolong lakukan yang terbaik untuk Ibu saya, saya mohon", pinta Hana.


"Kami akan mengusahakan yang terbaik yang kami bisa. Sekarang silahkan Anda mengurus administrasi rawat inap Ibu Irma agar segera mendapatkan kamar perawatan. Saya permisi dulu", sahut Dokter Rama.


Angga berinisiatif mengurus administrasinya, sedangkan Hana menemani Irma. Hana masih terus menangis, ia mengelus tangan Irma, memanggil-manggil Ibu dengan sangat lembut berharap agar sang Ibu segera sadar.


Hana benar-benar merasa sangat takut, ia tidak bisa membayangkan jika sesuatu yang buruk akan terjadi pada Ibunya. Meskipun menangis, dalam hati Hana terus memanjatkan doa-doa untuk kesembuhan Irma, karena hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini.


"Bu, sadar Bu. Hana mohon, Hana sayang Ibu. Jangan tinggalin Hana Bu..", bisik Hana di telinga sang Ibu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ini karya pertamaku, maaf kalau belum sempurna dan mungkin banyak typo, aku sedang belajar menjadi penulis . Semoga kalian suka dengan novel pertamaku ini.


Jangan lupa vote, komen dan like nya yaaa biar aku tambah semangat nulisnya .


Terima kasih 🙏🙏😘😘

__ADS_1


__ADS_2