My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Minuman Herbal


__ADS_3

"Harusnya kita tuh jangan sering-sering begini Kak, aku beneran takut Kakak bosen lama-lama sama aku nanti!" Keluh Hana di dalam dekapan hangat dada bidang setelah melakukan hal yang menyenangkan.


"Enggaklah, aku malah pusing kalo sehari aja enggak nyentuh kamu!" Sahut Abi sambil memejamkan matanya menikmati jari-jari Hana yang sedang membuat pola-pola di dada bidangnya.


"Idih, mana bisa begitu sih. Berarti kalo aku dateng bulan apa kabar Kak Abi? Stress?" Seloroh Hana kemudian tertawa.


"Atau jangan-jangan ... ?" Mimik wajah Hana berubah ketika otaknya sedang mengira-ngira.


"Ya enggaklah, aku bukan tipe main perempuan. Ditahan-tahanlah selama periode kamu dateng bulan, kalo udahan langsung hajar, jangan kasih jeda!" Jawab Abi menggebu-gebu yang berhasil membuat Hana mengayunkan kepalan tangannya untuk memukul dada bidang Abi.


"Kak Abi omes banget ihh..!".


"Emang kamu sering ngobrolin masalah ranjang kita sama temen atau tim kamu?" Tanya Abi dengan nada tak suka.


"Ngaco deh, ya enggaklah. Malu tau! Aku cuma dengerin mereka ngobrol aja, katanya kalo keseringan salah satu dari pasangan atau mungkin keduanya bakalan bosen terus cari sensasi lain alias partner lain. Ihh ngeri..!" Hana bergidik membayangkan salah satu dari mereka berselingkuh.


"Gak berlaku sama aku itu mah, aku tipe setia. Aku juga ngelakuin itu dengan cinta, jadi gak mungkin bosen lah, malah nagih!" Abi menaik turunkan alisnya ketika Hana menatapnya lekat.


"Percaya sih, makanya Kak Abi lama sama Raya ya kan? Kak Abi ngejalanin dan ngelakuin itu dengan cinta ya kan?" Air muka Hana tiba-tiba langsung terlihat murung.


"Kenapa jadi ke Raya sih? Dia kan masa lalu sayang, udah gak berarti apa-apa lagi!" Ucap Abi mencoba menenangkan istrinya.


"Ya, semoga aja..!" Lirih Hana.


"Aku jadi kefikiran sesuatu" ucap Abi mencium sekilas puncak kepala Hana.


"Apa?" Tanya Hana yang mulai dihinggapi rasa kantuk.


"Jangan-jangan kamu lagi yang udah bosen sama aku?" Abi menghirup dalam-dalam aroma rambut istrinya.


"Ya enggaklah, aku gak mungkin bisa bosen. Orang enak, aku suka. Ehh..!" Hana langsung menutup mulutnya, sadar jika ia sudah kelepasan berbicara.


Dengan gerakan gesit Abi langsung menelentangkan tubuh Hana dan mengungkungnya, "berarti gak masalah dong kalo sekali lagi?".


Meski sempat mendelikkan matanya dan melakukan protes, apalah daya seperti saat-saat menyenangkan sebelumnya ia kini justru yang lebih menikmati permainannya suaminya.


Hana langsung menarik selimut ketika petulangan mereka telah sampai pada ditujunnya.


Dengan nafas tersengal dan keringat membanjiri kepala serta tubuhnya, Hana menatap tajam wajah tampan sang suaminya yang tengah menyeringai puas dihadapannya.


"Rese tau enggak sih ihh..! Pasti besok badan aku ngilu-ngilu semua, tau kerjaan aku lagi padat-padatnya minggu ini!" Gerutu Hana dengan nafas tersengal, namun tak lama kemudian matanya yang memang sudah terlampau berat dihinggapi rasa kantuk dan tubuh yang lelah luar biasa membuatnya langsung terlelap dengan posisi telungkup dan wajah menghadap ke arah sang suami.


Jari telunjuk Abi menyusuri wajah lelah istrinya, mengelap bulir keringat yang masih setia menetes di wajah mulus Hana membuatnya tersenyum mengingat kepolosan istrinya.


"Aku gak ngerti bakal ada apa, perasaan aku gak enak. Aku cuma bisa berdoa semoga kamu, kita dilindungi Allah!" Ucap Abi lirih kemudian mengecup dahi istrinya dalam. Ia pun langsung menarik tubuh mungil istrinya ke dalam dekapannya berharap dengan mendekap Hana, Abi akan segera menyusul sang istri ke alam mimpi.


***

__ADS_1


Tidur Abi yang baru sekitar dua jam an harus terusik ketika merasakan pergerakan-pergerakan gelisah istrinya.


Saat pandangannya sudah terang ia memperhatikan tubuh Hana yang meringkuk membelakangi dirinya sambil memegang perutnya dan beberapa kali terdengar Hana mendesis seperti menahan sakit.


"Kamu kenapa Hana?" Tanya Abi khawatir.


"Perut aku sakit Kak, hiks..!" Jawab Hana dengan suara menahan sakit.


"Kenapa? Kok tiba-tiba? Kamu salah makan?" Tanya Abi yang kini sudah membalikan tubuh Hana untuk menghadapnya.


"Kamu udah mau gajian belum?" Tanya Hana membuat Abi mengernyitkan dahinya bingung.


"Semingguan lagi, kenapa?".


"Berarti udah bisa dipastiin aku dateng bulan, bulan kemaren seminggu sebelum Kak Abi gajian aku juga dateng bulan!" Jawaban Hana membuat Abi mendelikan matanya.


"Aku mau ke toilet dulu deh!" Ucap Hana lagi melilitkan selimutnya.


Saat sudah berdiri, Hana terlihat tersipu malu memandangi tempatnya tidur tadi. Dimana sekarang terdapat bercak darah menstruasinya.


"Aduh maaf, sebentar aku pake pembalut dulu nanti aku ganti sprei nya ya Kak!" Hana langsung beranjak ke toilet dengan langkah tertatih, ia juga merasa tak enak hati telah mengotori sprei ranjangnya.


Setelah beberapa saat, Hana yang sudah rapi dengan piyama tidurnya terkejut saat melihat bahwa sprei ranjang mereka telah diganti oleh Abi.


"Eehh, udah diganti? Maaf ya jadi ngerepotin malem-malem!" Ucap Hana dengan wajah tak enak hati.


"Masih, sakit banget tapi gak sesakit tadi!" Jawab Hana merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang telah rapi dengan seprei baru.


"Ada obat yang bisa meredakan sakitnya gak? Aku cariin diapotik!" Tanya Abi yang tak tega melihat wajah pucat istrinya dan sesekali meringis kesakitan.


"Ada tapi aku gak biasa minum obat pereda nyeri haid!" Jawab Hana.


"Terus gimana dong? Kamu bakal kesakitan gini? Bulan kemaren aku lihat kamu gak kayak gini?" Serentet pertanyaan penuh kekhawatiran dilontarkan Abi yang kini duduk di sebelah Hana.


"Kemarin aku haid nya siang sama Mamah langsung dibuatin minuman herbal sama aku kompres pakai handuk anget diperut aku, karena biasanya Mamah suka ngebuatin minuman itu kalo aku nyeri haid dan emang langsung enakan perut aku. Cuma aku lupa tanya bahannya apa aja, kalo di apartemen Bi Imah yang buatin minuman itu kalo aku haid!" Jawab Hana panjang lebar.


Mendengar jawaban istrinya, Abi langsung bangkit berniat untuk meminta Bi Imah membuatkan minuman herbal tersebut.


"Kamu mau kemana?" Tanya Hana bingung melihat suaminya beranjak akan meninggalkannya.


"Mau minta tolong Bibi bikinin minuman herbal itu buat kamu!" Jawab Abi.


"Gak usah Kak, jangan. Kasihan Bibi lagi istirahat tengah malem gini!" Ucap Hana menggenggam tangan suaminya.


"Kalo kompres air anget mau, aku siapin air angetnya?" Tawar Abi.


"Boleh deh, maaf nyusahin kamu!" Sahut Hana merasa tak enak hati lagi, sedang Abi hanya mengusap-usap puncak kepalanya sambil tersenyum kemudian meninggalkan Hana untuk ke dapur menyiapkan air hangat.

__ADS_1


"Kak, shower kita kan ada air hangatnya. Kamu mau kemana?" Tanya Hana bingung.


"Ambil wadahnya dulu Sayang!" Jawab Abi kemudian menutup pintu kamarnya.


"Kan bisa langsung dikucurin di handuk yang ditoilet, ngapain pake wadah coba?" Hana bertanya pada diri sendiri.


"Bi, Bi Imah udah tidur ya? Aku boleh minta tolong gak? Bi, Bibi..!" Benar saja kini Abi sedang di depan pintu kamar Imah mengetuk-ngetuk pintunya.


"Kenapa Den?" Tanya Imah saat membuka pintunya.


"Bibi lagi sholat tahajud?" Tanya Abi yak enak hati saat mendapati Imah keluar lengkap dengan mukenahnya.


"Udah selesai Den. Aden mau minta tolong apa?".


"Hana lagi datang bulan, perutnya ..!" Abi belum menyelesaikan kata-katanya tapi langsung dimengerti oleh asisten rumah tangganya itu.


"Oohh, iya-iya. Sebentar Bibi buatkan, nanti Bibi antar ke kamar ya!" Ucap Imah.


"Ajari aku Bi cara buatnya, jadi sewaktu-waktu aku bisa buatkan kalo nyeri haid Hana datang lagi. Gak enak kalo merepotkan Bibi kayak sekarang ini!" Sahut Abi cepat.


"Enggak merepotkan kok Den, sebentar Bibi lepas mukenah dulu nanti kita sama-sama buatnya ya!" Ucap Ima yang diangguki oleh Abi.


Abi langsung memperhatikan dengan seksama bahan-bahan dan cara membuat minuman herbal yang biasa dikonsumsi Hana ketika nyeri haid.


"Mula-mula Imah memanaskan air, kemudian memarut tiga ruas ukuran besar kunyi setelah air mendidih, Imah kemudian memasukan parutan kunyit tersebut bersamaan dengan bahan lainnya, yaitu asam dan gula jawa yang sudah disisir halus, juga sedikit garam.


Setelah menunggu beberapa saat Imah mematikan kompor dan menyaring minuman tersebut. Ia menuang ke gelas sedangkan sisanya ia akan masukan ke dalam botol setelah dingin nanti.


"Setelah gak terlalu panas atau hangat suam-suam kuku Aden bisa tambahin dua sendok madu, inget ya Den diminumnya saat udah terlihat ada endapan dibawah gelas jangan sampe terminum endapannya tunggu aja beberapa saat minum bagian yang warnanya lebih bening saja ya!" Ucap Imah mengansurkan satu gelas minuman herbal tersebut.


"Sisanya nanti setelah gak panas lagi Bibi tambahkan madu terus taro dikulkas jadi tinggal diminum aja. Biasanya Non Hana sebotol ini buat 3-4 hari!" Lanjut Imah lagi memberitahukan, Abi pun mengangguk kepalanya mengerti.


Abi langsung menuju ke kamarnya dengan membawa satu gelas minuman berwarna kuning tersebut setelah mengucapkan terima kasih pada Imah karena mau membantunya membuatkan serta mengajari bagaimana cara buat minuman tersebut.


Sesampainya di kamar, Hana langsung menyambutnya dengan cibiran khasnya.


"Tuh kan bener pasti kamu ngerepotin Bibi deh ah, kasihan tau malem-malem lagi nyenyak istirahat malah kamu mintain tolong!".


"Tadi Bibi baru selesai tahajud pas aku mintain tolong, aku juga minta diajarin cara buatnya biar besok-besok kalo kamu nyeri haid lagi aku yang buat minuman ini, gak perlu ngerepotin orang lain!" Sahut Abi mengangsurkan gelas tersebut pada istrinya.


"Minumnya kalo endapannya udah pada kumpul di bawah, dan jangan sampe keminum!" Ucap Abi lagi menginformasikan apa yang ia dapat dari Imah tadi.


"Iya tau!" Cibir Hana namun sejurus kemudian mengucapkan terima kasih dan memberikan senyum paling cantik.


"Besok aku ada ketemu klien bareng Papa jam delapan pagi, kamu mau ikut atau..?" Tanya Abi saat merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Enggak ah, aku mau tidur aja. Sore aku ada pemotretan buat iklan perhiasan!" Jawab Hana yang mulai menyesap sedikit demi sedikit minumannya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2