My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Canggung


__ADS_3

"Mah.. Dimana? Abi udah ada di parkiran sekolah ini!", ucap Abi melalui sambungan ponselnya.


"Iya Sayang sabar, Mamah udah selesai kok. Kamu tunggu sebentar ya", sahut Kinan kemudian mematikan sambungan ponselnya.


"Ka Abi jemput kita Tante?", tanya Hana penasaran, dia sebenarnya enggan bertemu dengan Abi saat ini karena akan terasa canggung mengingat kejadian kemarin malam.


"Iya Sayang, tadi Tante yang suruh dia ke sini buat jemput kita. Nanti kita cari sarapan dulu ya. Tante lapar banget ini".


"Ka Abi?? Maksudnya Ka Abi idola lo itu bukan?", tanya Hanum pelan pada Hana. Hana hanya mengangguk megiyakan ucapan sahabatnya itu.


"Tunggu-tunggu kayanya gw banyak ketinggalan informasi penting deh. Ini jadi gimana maksudnya sih?", tanya Hanum lagi lebih penasaran.


"Isshhhhh.. Jadi Ka Abi ini sebenernya anaknya Tante Kinan, gw juga baru tau semalem pas ke rumah Tante Kinan. Nanti deh gw ceritain, gw juga masih belum bisa percaya kok kalo nasib gw sebagus ini ternyata gw bisa sedeket ini sama yayang Abi", bisik Hana pelan agar Kinan yang berada di depannya tidak mendengar pembicaraan mereka. Namun sebenarnya Kinan mendengar pembicaraan mereka dan tersenyum sendiri.


"Wuiiiihhh macem ketiban durian runtuh dong lo Han", ucap Hanum menggoda Hana.


"Pecah dong kepala gw kalo ketiban duren", sahut Hana yang membuat keduanya akhirnya tergelak ketawa.


Kinan yang mendengar candaan mereka sebenarnya pun ingin ikut tertawa tapi ia tahan karena dia tidak mau membuat kedua remaja itu menjadi canggung dengannya.


Mereka bertiga kini telah sampai di parkiran sekolah. Jantung Hana seakan mau melompat keluar. Dia benar-benar merasa tak enak hati karena sudah berkelahi dengan perempuan yang statusnya adalah pacar idolanya itu.


Sebelum masuk mobil Hana memegang tangan Kinan, mencoba untuk mengutarakan keinginannya untuk pergi ke rumah sakit menggunakan transportasi umum saja.


"Tante, maaf Hana sama Hanum pergi naik angkutan aja ya. Hana enggak enak sama Ka Abi, Hana ngerasa canggung banget sama Ka Abi Tan", pinta Hana memelas.


"Lho emangnya kenapa?", tanya Hanum, menyelak jawaban Kinan.


"Udah lo diem dulu nanti gw ceritain", bisik Hana pelan.


"Gak usah canggung gitu, kan ada Tante. Abi gak bakal berani nanya macem-macem sama kamu".


Hana pun tak berani beralasan lagi, mau tidak mau dia pun ikut satu mobil dengan Abi. Mereka pun masuk ke dalam mobil, Kinan duduk di bangku depan bersebelahan dengan Abi sedangkan Hana dan Hanum duduk di kursi belakang.

__ADS_1


Abi melajukan mobilnya keluar dari parkiran sekolah, dia sempat melirik Hana dari kaca depan mobil. Hana yang sadar merasa tidak nyaman. Pikirnya apa yang dilakukannya malam kemarin memang sangat keterlaluan, laki-laki mana yang akan membiarkan kekasihnya disakiti orang lain.


"mampus gw, ngelirikin gw terus lagi. Blacklist deh gw dari daftar penggemar dia", batin Hana.


"Kita cari sarapan dulu ya Bi, Mamah lapar banget tadi belum sempet sarapan di rumah. Kamu juga belum sarapan kan?", tanya Kinan pada anaknya.


"Belum Mah..", jawab Abi singkat.


"Yaudah kita ke Pizza hot aja, masih jam 9 pasti breakfast menu nya masih tersedia", ajak Kinan, Abi pun mengangguk menuruti permintaan sang Mamah. Ia melajukan mobilnya menuju restaurant pizza yang Kinan maksud.


Tak jauh dari rumah sakit Centra Medica, ternyata ada restaurant pizza tersebut. Abi memakirkan mobilnya, mereka berempat pun turun menuju ke dalam restaurant.


"Mau pesan meja untuk berapa orang Bu?", tanya waitress yang menunggu di pintu masuk.


"Empat orang mbak", jawab Kinan.


Waitress itu pun mencarikan meja di sudut restauran. Suasana restauran masih sepi hanya beberapa orang saja yang ada di restauran itu. Beruntung mereka mendapatkan meja makan yang jauh dari pelanggan lain sehingga mereka dapat dengan leluasa menikmati makanan mereka.


Waitress itu pun memberikan buku menu kepada mereka. Setelah memutuskan makanan yang mereka makan, Kinan pun memberitaukan kepada waitress nya untuk mencatat makanan.


"Ohh iya saya mau satu rice omellete dan satu capuccino nya tapi take away ya Mbak", sahut Mamah Kinan.


"Baik mohon ditunggu ya Bu pesanannya, saya permisi dulu".


Hana yang duduk berhadapan dengan Abi benar-benar merasa sangat gugup, Hanum yang melihat Hana gelisah merasa aneh karena Hana yang dikenal akan selalu heboh bila bertemu dengan sesuatu atau seseorang yang dia sukai.


"Jadi semalem kamu tidur dimana Bi?", tanya Kinan memutus pandangan Abi yang dari tadi melihat ke arah Hana terus.


"Di rumah Reno Mah", jawab Abi singkat. Melihat suasana retauran yang sepi, Abi pun membuka masker dan topinya.


"Ya Allah ganteng banget", puji Hana secara reflek ketika Abi membuka masker dan topinya. Menyadari semua yang di meja itu langsung menatapnya tak ayal Hana pun langsung dibuat salah tingkah.


"nah kan balik lagi nih anak gak bisa ngerem mulutnya", batin Hanum.

__ADS_1


Kinan yang melihat ke arah Hana hanya tersenyum , sedangkan Abi memasang tatapan malas ke arah Hana.


"Ehhh.. maaf aku permisi ke toilet sebentar ya Tante", izin Hana, setelah mendapat anggukan dari Kinan Hana pun beranjak dari tempat duduknya.


Di dalam toilet restauran berkali-kali Hana merutuki kesalahannya, menyesali setiap perbuatannya. Merasa cukup meluapkan kekesalaan pada dirinya sendiri, Hana membasuh wajahnya dari kran wastafel, kemudian dia memutuskan untuk kembali ke mejanya.


Di depan pintu toilet ternyata Abi sudah berdiri di situ. Hana pun siap menerima kemarahan Abi, karena memang difikiran Hana bahwa Abi saat ini sangat marah atas perbuatannya terhadap kekasihnya.


"Ka Abi..", sapa Hana memberanikan diri.


"Bisa ngomong sebentar?", tanya Abi.


Mendapat anggukan dari Hana, Abi pun menggandeng tangan Hana, agar Hana mengikuti langkahnya. Abi membawa Hana ke luar restauran. Mencari tempat yang cukup sepi agar leluasa berbicara.


Setelah sampai di tempat yang sepi, Abi membuka maskernya, menatap Hana dengan tatapan yang Hana sendiri tidak mengerti.


"Sebelumnya Hana minta maaf atas kejadian kemarin malem Ka, Hana bener-bener enggak bermaksud buat nyakitin Mbak Raya, Hana khilaf", ucap Hana lirih.


"Gw boleh minta sesuatu sama lo enggak?", tanya Abi tanpa menyahuti perkataan Hana.


"Apa..?".


"Bisa enggak lo bilang ke Nyokap gw kalo lo gak bisa bikin iklan itu bareng gw. Buat aja alesan sesuka lo asalkan Nyokap gw ngebatalin kita jadi pasangan di iklan dia. Lo masih boleh kok tetep bintangin iklan itu tapi enggak sama gw. Sebelumnya gw minta maaf, tapi Raya bener-bener cemburu sama lo. Dia biasanya enggak begini kok, gw cuma mau ngejaga perasaan dia aja kok", pinta Abi.


Hana yang mendapat permintaan dari Abi hanya tersenyum miris. Ingin rasanya dia menolak tapi dia tak ingin memperkeruh keadaan.


"Baik Ka, nanti Hana bilang sama Tante biar ngebatalin kita jadi pasangan di iklan Tante. Hana akan berusaha memenuhi permintaan Ka Abi, Hana berharap Ka Abi mau maafin Hana atas perlakuan Hana ke Mbak Raya", ucap Hana dengan senyum yang dipaksakan.


"Makasih yaa.. Ya udah kita masuk ke dalem yukk!", ajak Abi kemudian memasang kembali masker di wajahnya dan berjalan menuju ke dalam restauran. Hana pun mengekorinya dari belakang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terima kasih buat terus membaca karya aku. Jangan lupa dukung aku ya dengen meng-like, comment dan vote karya aku. 🙏🙏😘😘

__ADS_1


"-


__ADS_2