
Seminggu setelah kejadian Hana hampir diperkosa, hari ini Abi dan dirinya sudah mulai syuting lagi. Sedangkan dua hari setelah acara lamaran di rumah sakit waktu itu, Irma dan Hafidz sama-sama sudah melakukan operasi. Operasi keduanya berjalan lancar, kini mereka berdua masih dalam masa pemulihan di rumah sakit.
Break syuting seperti biasa Hana memakan makan siangnya seorang diri, Abi pun menghampirinya.
"Mungkin sepulangnya Kakek dan Ibu lo, kita semua akan membicarakan pernikahan kita. Kira-kira lo mau konsep seperti apa?" Tanya Abi mengawali percakapan mereka.
"Aku sih mau pake konsep muslim wedding, aku mau ijab qobul dan resepsinya pakai baju pengantin muslim, pake jilbab" jawab Hana mengusulkan.
"Boleh lah.." sahut Abi, kemudian kembali menyuapkan makanannya.
"Ka, boleh Hana nanya sesuatu?" Tanya Hana menatap ke arah Abi, Abi hanya menganggukan kepalanya dan tetap fokus pada makanannya.
"Emh.. setelah nikah nanti kita tinggal dimana?" Tanya Hana.
"Di apartemen gw.." jawab Abi singkat.
"Kenapa enggak tinggal di rumah Ibu aja Ka?" Usul Hana, seketika Abi langsung menghentikan makannya dan menatap Hana tajam.
"Ngaco lo.." sahut Abi.
"Kok ngaco sih Ka? Kalo aku nanti nikah sama Ka Abi, terus tinggal di apartemen Ka Abi berarti aku harus ninggalin Ibu dong. Aku gak tega Ka.." ucap Hana.
Sejenak Abi berfikir apa yang dikatakan Hana benar juga, tapi dirinya tak mungkin betah di rumah Hana yang sederhana itu.
"Gimana kalo Ibu tinggal sama keluarga gw aja, di sana ramai pasti Ibu gak ngerasa kesepian dan nyokap gw pasti seneng secara kan mereka deket Han" usul Abi.
"Apa gak akan ngerepotin Ka?" Tanya Hana ragu.
"Enggak tenang aja. Lagian nanti kan lo nyewa perawat pribadi, jadi gak akan masalah. Iya kan?" Jawab Abi, Hana pun mengangguk mengiyakan.
"Ya udah nanti aku coba bicarain sama Ibu, aku shalat dulu ya Ka. Ka Abi mau shalat juga gak?" Ajak Hana yang sudah selesai makannya dan berdiri hendak pergi ke mushola.
__ADS_1
"Nanti aja. Emhh.. Hana, nanti gw pulang duluan ya. Hari ini Raya berangkat ke Perancis, gw mau nganterin dia" ucap Abi sedikit ragu.
Hana yang mendengar ucapan Abi serasa hatinya langsung bergemuruh, sesak. Bayangkan baru saja Abi membicarakan konsep pernikahan, sekarang justru meminta izinnya untuk mengantarkan perempuan lain.
"Whatever..!!" Sahut Hana kesal kemudian pergi meninggalkan Hana. Abi yang melihat kekesalan Hana dapat mengerti.
***
Sore hari Abi dan Raya sedang berada di apartemen Raya, mereka baru selesai dengan pergumulan panas mereka. Abi yang saat ini membaringkan tubuhnya untuk mengatur nafas yang masih agak tersengal-sengal merasakan tubuh Raya memeluk tubuhnya, Abi hanya tersenyum sambil tetap memejamkan matanya.
"Aku kira waktu itu kamu langsung berangkat, terakhir kali aku ke sini kamu udah merapikan barang-barang kamu" ucap Abi.
"Aku cuma nyicil rapiin barang-barang aku biar gak terlalu repot nanti kalo berangkat. Lagi pula aku juga masih nyelesain sisa kontrak aku di sini" sahut Raya, Abi hanya menyahut Oo dengan jawaban Raya.
"Bagaimana dengan rencana pernikahan kamu sayang?" Tanya Raya memainkan jemarinya di dada bidang Abi.
"Setelah Kakek dan Ibunya Hana pulih baru akan dibicarakan lagi" jawab Abi mengelus rambut panjang Raya.
"Kamu sendiri sama Nico gimana? Gak akan selingkuhkan dari aku? Secara kalian berdua bakal banyak menghabiskan waktu di sana berdua" ucap Abi balik menuntut.
Raya cukup dibuat salah tingkah dengan kata-kata Abi. Bagaimana tidak, apa yang dikatakan Abi sebenarnya sudah terjadi. Ia sudah menjalin hubungan dengan Nico di belakang Abi.
"Ya gak lah sayang, aku sama dia profesional kok. Kamu tenang aja, jangan raguin aku" sahut Raya sedikit tergagap. Abi hanya berdehem menanggapi perkataan Raya.
"Ya udah aku mau mandi dulu, aku mau siap-siap ke bandara" ucap Raya kemudian berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sebenarnya saat Raya menanggapi gelisah ucapannya, Abi merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya namun ia tetap mencoba untuk mempercayai semua ucapan kekasihnya itu.
***
Saat tiba di bandara, mereka berdua melihat Nico sedang menunggu mereka.
__ADS_1
"Hai Nic.." sapa Raya tersenyum ramah.
"Hai Raya, akhirnya.." sahut Nico dengan mata berbinar-binar melihat kedatangan Raya.
"Nico kenalin ini Abi, cowok gw" ucap Raya memperkenalkan Abi yang berdiri di sebelahnya.
"Oh hai Bi, kenali gw Nico. Raya banyak cerita tentang lo" Nico mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan Abi sebagai bentuk perkenalan diri.
Abi pun menyambut uluran tangan Nico. "Oh .. hai Nic, gw Abi. Raya juga banyak cerita tentang lo dan terima kasih ya waktu itu lo bawa Raya ke dokter yang bagus pas dia sakit perut". Nico yang mendengar ucapan Abi mengrenyitkan dahinya bingung, tapi tak lama kemudian dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Ya udah kalo gitu gw titip Raya ya, gw percaya lo berdua gak akan macem-macem di belakang gw" tegas Abi menekankan kata macam-macam seakan memberi sebuah peringatan.
"Makasih ya Sayang udah mau nganter aku. Doain aku biar sukses di sana" ucap Raya kemudian memeluk dan mencium kedua sisi pipi Abi. Abi pun tersenyum dan membalas kecupan di dahi Raya.
"Kamu hati-hati ya di sana. Kalo udah nyampe langsung hubungi aku, aku pulang dulu" pamit Abi kemudian melangkah meninggalkan mereka berdua.
"Mesra amat.." sindir Nico dengan wajah kesal.
"Terus mau gimana? Kan gw udah bilang bakal gak seenak yang lo harapkan Nic, lo musti sabar. Udah ah jangan ngambek, jelek tau. Kita nikmatin aja hubungan kita yang kayak gini, kita bakal banyak kesempatan berduaan kok di sana" sahut Raya bergelayut manja.
Abi yang sudah duduk di dalam mobilnya tidak langsung menjalankan mobilnya, ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Masih di lokasi Han?" Tanya Abi ketika sambungan ponselnya terhubung.
"Iya Ka, aku lagi break shalat Isya habis itu take satu adegan lagi terus pulang" jawab Hana dari seberang sana.
" Ya udah lo tunggu gw ya, gw jemput lo ya.." pinta Abi kemudian mematikan ponselnya dan mulai menjalankan mobilnya menuju lokasi syuting.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
......**Kasihan yaa Abi, semoga kelak mata hati Abi terbuka dan dapat ngelihat pengkhianatan Raya. Paling kesel iya gak sih sama orang yang nyia-nyiain ketulusan kita? Semoga Raya cepet kena karmanya (🤣🤣🤣 *ketawa jahat).......
__ADS_1
Jangan lupa like, komen and vote di setiap chapternya. Masukin novel aku di daftar favorit kamu yaa, beri dukungan aku terus biar tetep semangat nulisnya 🤗🤗 Makasih banyak buat yang setia baca novelku yang masih tahap belajar ini, love youuuuuu 😘😘**