
'Aku udah sampe di Bandung Kak, maaf gak telfon aku takut Kakak lagi sama klien. Aku mulai syuting jam 1 an, Kak Abi kalo sempat telfon aku ya. I love you, miss you already'
Abi tersenyum saat membaca pesan dari istrinya yang dikirim sekitar sejam yang lalu, melihat masih ada sedikit waktu Abi pun langsung melakukan video call dengan Hana.
"Assalamualaikum Kak..!" Sapa Hana ceria.
"Wa'alaikumsalam, girang amat deh yang jauh dari laki" Balas Abi dengan wajah kesal yang dibuat-buat.
"Idihh, enggaklah. Aku malah udah kangen sama kamu sekarang, ngelihat pemandangan di tempat ini langsung keinget Kak Abi. Pasti seru kalo kita bisa ke sini berduaan, pengen banget deh aku!" Sahut Hana, ia menunjukkan pemandangan dari tempatnya berdiri dengan mengarahkan kameranya.
"Oohh, jadi kamu syuting di Kawah Putih, tempatnya dingin di situ. Pantesan kamu langsung keinget aku, kalo di tempat dingin kan cuma aku yang bisa bikin panas kamu!" Goda Abi mesum.
"Idihh, gak mikir ke situ aku tuh!" Geram Hana mendelikan matanya membuat Abi tertawa.
"Mana tuh temen seumuran kamu?" Sinis Abi.
"Dihh, penting gitu embel-embel seumuran diucapin? Tuh dia di sana sama temen-temen band nya!" Tunjuk Hana mengarahkan kameranya ke arah Nugie.
"Jaga jarak, jangan kecentilan!" Lagi nasehat Abi kembali membuat Hana tergelak.
"Aku serius Hana!" Keluh Abi bahkan desahan kesalnya dapat Hana rasakan.
"Iya Kak, iya! I miss you really..!" Ucap Hana.
"I miss you too, Darling! See you on sunday ya..!" Sahut Abi.
Kini mereka hanya saling berpandangan sambil melempar senyum tanpa mengucapkan satu kata pun.
Hingga..
"Bi, ayo siap-siap Jum'at an!! Ups .. Ada Bu Direktur toh? Bandung enak Han, happy working ya, cuci mata sama yang muda-muda biar gak butek lihat aki-aki terus!" Ledek Daniel ketika sadar Abi tengah melakukan panggilan video dengan Hana.
__ADS_1
"Nyamber aja lo Nyet, sana-sana keluar ntar gue nyusul. Gangguin aja lo!" Abi mendorong bahu sahabatnya agar menjauh.
"Susah Aki-Aki baperan..!" Ledek Daniel lagi sebelum beranjak meninggalkan sahabatnya, perdebatan anatara mereka berdua membuat Hana tergelak.
"Emang aku kelihatan tua banget ya?" Tanya Abi lesu.
"Enggak kok, gagah gitu! Kok Kak Abi jadi sensian gitu sih sekarang?".
"Umur kita tuh terpaut jauh banget, mungkin dibanding cowok-cowok yang seumuran sama kamu aku gak begitu menyenangkan, jalan fikiran kita beda, obrolan kita juga mungkin jarang bisa sejalan. Aku cuma takut kamu jenuh sama aku!" Ucap Abi tidak percaya diri.
"Kamu itu ngomong apa sih? Gak ngerti deh ah Kak? Service an aku kurang ya? Ngaco gitu?" Hana terlihat mulai kesal dengan sikap Abi yang tiba-tiba seperti sedang dilanda krisis kepercayaan diri.
Bukan tanpa alasan Abi mengatakan semua hal tersebut, sebelum mengizinkan Hana pergi ke Bandung melalui Angga. Abi meminta Angga agar selalu mengabadikan kegiatan Hana selama di sana secara diam-diam.
Dan tadi setelah meeting baru saja usai, Abi sempat megecek pesan yang dikirimkan manajer istrinya tersebut. Beberapa gambar yang ditangkap Angga memperlihatkan beberapa kali Hana seperti terlibat obrolan seru dengan Nugie.
Dan satu video berdurasi satu menit yang diambil diam-diam juga memperlihatkan betapa Hana selalu tertawa lepas dengan guyonan yang dilemparkan oleh Nugie, Hal yang sebenarnya simple tapi cukup sangat mengganggu fikiran Abi.
"Siap Boss..!" Seloroh Hana memancing tawa Abi.
"Nah gitu dong ketawa! Aku cuma mau bilang ke Kakak kalo Kakak itu laki-laki yang terbaik buat aku, aku berharap kita bisa terus saling menemani sampe ke titik akhir, sampe Allah memutuskan bahwa kita selesai dari dunia dan kembali pada-Nya. Semoga kelak di sana kita bersama lagi. Aku sayang sama Kakak, cinta!" Ucap Hana lagi dengan mata berkaca-kaca.
"Makasih yaa udah selalu sabar ngadepin aku..!" Sahut Abi, selama melakukan video call ia tak pernah berhenti membelai wajah istrinya yang terpampang di layar dengan ujung jari telunjuknya.
"Sip, sip..!" Hana mengangkat jempol jarinya di hadapan layar sambil tersenyum ceria membuat Abi terkekeh.
"Tadi gimana pertemuan sama kliennya Kak?" Tanya Hana sungguh-sungguh.
"Alhamdulillah lancar, makasih ya udah milihin setelan kerja yang keren ini. Aku jadi lebih percaya diri waktu pertemuan tadi. Istriku emang hebat, the best!" Puji Abi membuat Hana tertawa.
"Ngaruh gitu? Ya udah Kak Abi siap-siap Jum'at an sana kasihan Kak Daniel nungguin dari tadi, aku juga mau makan dulu. Lapar".
__ADS_1
"Udah kerjaan dia nungguin Boss nya! Masih aja nyelipin perasaan ke cowok lain diantara kita!" Perengut Abi membuat Hana terkekeh.
"Ya sudah makan sana yang banyak biar badan kamu semok, biar enak di dusel-dusel, hati-hati selama kerja, nurut sama Angga, jangan ceroboh dan jangan..!".
"Kecentilan kan? Hehe, iya-iya aku tau! Kakak juga semangat kerjanya ya, jangan telat makan, jangan kangen-kangen banget nanti malem takut gak bisa tidur, sholatnya dijaga ya Kak. Aku sayang sama Kak Abi, sayaaaaaaaaang banget!" Sahut Hana memotong ucapan suaminya.
***
Benar saja ketidak beradaan istrinya di sisinya membuat Abi gelisah meskipun setelah Isya tadi Abi telah menggubungi Hana via video call cukup lama, rasanya tetap ada yang kurang ketika ia sadar seorang diri di kamar.
Tiba-tiba Abi merasakan jika suasana sepi seperti ini akan ia rasakan lama sekali, ketidak hadiran Hana saat ini seakan seperti latihan untuknya karena kelak kesepian seperti sekarang inilah yang kelak akan ia rasakan.
'Ada apa sebenernya? Kenapa perasaan gue enggak enak gini' Batin Abi kemudian berucap istighfar.
Melihat jam menunjukan pukul 11 malam, namun matanya yang tak kunjung mengantuk, dan kesepian di dalam kamar yang membuat perasaan semakin tak karuan. Abi memutuskan untuk pergi ke ruang kerjanya, menuntaskan pekerjaan yang ia sengaja bawa dari kantor ke apartemennya.
Benar saja, Abi menyelesaikan pekerjaannya hingga hampir pukul 3 pagi, membuatnya benar-benar kelelahan, ia pun memutuskan sejenak untuk tidur di sofa panjang yang ada di ruang kerjanya tersebut.
***
" Lesu amat baru ditinggal sehari sama bini?" Ledek Daniel yang mendapati sahabatnya terlihat kelelahan dan lusuh.
"Baru bisa tidur jam 3 an gue, jam 4 Hana nelfon ngingetin sholat. Puyeng pala gue tidur sebentaran aja!" Sahut Abi.
"Ya udah sekarang mending lo tidur lagi aja, klien kita dateng jam 11 an. Lumayanlah bisa tidur dua jam an buat ngilangin pening di kepala, biar nanti gue yang urus persiapan buat meeting!" Usul Daniel namun langsunh ditolak oleh Abi.
"Enggak ah, dua jam doang mah gak mempan gue yang ada malah makin puyeng. Mending persiapan meeting kita kerjain sama-sama sambil sarapan di luar yuk. Gue mau ngopi aja!" Ajak Abi, yang langsung diangguki setuju dan bersemangat oleh Daniel.
Mereka pun langsung bergegas menuju kafe di sekitaran kantor mereka, memesan sarapan sesuai keinginan mereka dan tentunya dua cangkir kopi yang diharapkan bisa mengusir rasa kantuk dan mengembalikan semangat mereka, terlebih Abi.
Tak lupa mereka tetap membawa laptop untuk sekedar memeriksa persiapan untuk meeting mereka pagi hari ini.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=