
Jam hampir menunjukan pukul 10 pagi, namun Hana masih setia dalam tidurnya. Dia benar-benar merasa kelelahan, bagaimana tidak selesai melaksanakan shalat subuhnya suaminya kembali mengajaknya mengulangi malam pertama mereka.
Hana yang tubuhnya masih sangat letih terpaksa pasrah mengikuti kemauan suaminya.
"Han, udah mau jam 10 lho kamu gak bangun? Gak mau jalan-jalan?" Abi mencoba membangunkan Hana dengan terus memberikan kecupan-kecupan di bahu dan kepala Hana.
Tapi Hana tetap tak bergeming ia masih saja setia dalam tidurnya yang membelakangi tubuh suaminya.
"Sarapan dulu yuk, nanti kamu sakit. Ayo sayang bangun!" Sekali lagi Abi menggoyang-goyang tubuh Hana berharap agar Hana terusik dari tidurnya.
Sedikit demi sedikit Hana mengerjapkan kelopak matanya, menyesuaikan dengan cahaya matahari yang cukup menyengat masuk ke kamarnya.
Setelah matanya terbuka, Hana membalikan tubuhnya menghadap sang suami yang menyambutnya dengan senyuman, membuat Hana juga tersenyum.
"Good morning dear!" Sapa Abi kemudian mengecup sekilas bibir istrinya.
"Morning, jam berapa sekarang?" Tanya Hana dengan suara serak.
"Mau jam 10 tuh!" Jawab Abi menunjukan jam yang di pasang di dinding kamar mereka.
"Aku capek banget, badan aku sakit semua!" Keluh Hana berusaha untuk duduk.
"Sarapan dulu yukk!" Ajak Abi.
"Aku mau mandi dulu kayaknya biar segeran badan aku. Ka Abi udah dari tadi bangun?" Melihat Abi yang sudah lebih segar, Hana yakin jika Abi sudah terlebih dahulu bangun.
"Udah, tapi aku belum mandi. Mau mandi bareng sama kamu!" Goda Abi membuat Hana menatap penuh curiga padanya.
Sejak pertempuran keduanya Abi memang langsung tidur namun tak lama kemudian ia terbangun ketika ponselnya berdering. Lina menghubunginya untuk mengabarkan jika Raya sudah sadar dan terus menerus mencari Abi.
__ADS_1
Mau tak mau Abi melakukan panggilan video call pada Raya, memberitahukan jika ia akan datang ke Paris dalam waktu dekat, ia beralasan jika ada pekerjaan yang tak bisa ia tunda atau pun ia undur makanya tak bisa langsung ke Paris.
Hana mencoba turun dari ranjang dengan sedikit kesulitan, membuat Abi sigap membantunya.
"Mau kemana?" Tanya Abi membantu Hana untuk berjalan.
"Aku kan bilang mau mandi dulu, badan aku lengket gak enak!" Jawab Hana terus berjalan sedikit tertatih.
"Sakit banget ya?" Tanya Abi memperhatikan cara Hana melangkah.
"Sedikit, cuma rasanya kayak ada yang ngeganjel aja di dalem, kayaknya punya Kaka masih ketinggalan di dalem!" Hana langsung berhenti melangkah, wajahnya menegang, ia sendiri tak menyangka bisa se frontal itu mendeskripsikan kondisinya.
"Mak, maks .. ud aku agak sakit tapi gak sesakit tadi malem!" Hana mencoba memperbaiki ucapannya.
"Emang tadi malem sakit banget?" Abi merasa bersalah telah meninggalkan istrinya.
"Sakitlah, sakit semua-semuanya. Sakit hati, sakit badan, sakit itu aku, sakit pipi aku. Semalem tuh sakit banget, Kaka tau gak perlu berapa lama aku bisa ke kamar mandi? Aku fikir tuh setelah malem pertama, aku bakal dimanjain, mandi disiapin air di bath up, digendong, dimandiin sekalian kayak di novel-novel yang aku baca. Ini malah digampar langsung ditinggalin pula!" Hana seperti meluapkan kemarahannya, bahkan wajahnya sudah terlihat kesal dengan mata yang berkaca-kaca membuat Abi semakin bersalah.
"Tunggu di sini sebentar!" Di dalam kamar mandi yang sangat luas, Hana diberdirikan dekat dengan wastafel. Abi kemudian mulai menyiapkan bathup dengan air hangat dan juga meneteskan minyak essential oil yang dipercaya membantu merelaksasi tubuh yang lelah.
Selesai menyiapkan semuanya, Abi kemudian menghampiri Hana berniat untuk membopongnya lagi namun Hana menolak, ia lebih memilih berjalan sendiri, kemudian melepaskan lilitan selimutnya dan masuk ke dalam bathup.
Matanya terpejam menikmati essential oil beraroma lavender dan kehangatan air serasa memanjakan tubuh lelahnya.
Abi tersenyum melihat Hana begitu menikmati acara berendamnya, ia kemudian membuka pakaian yang ia kenakan dan langsung menyusul istrinya ke dalam bathup.
"Kaka ngapain?" Tanya Hana ketika kepalanya di paksa untuk diangkat dari sandaran bathup kemudin Abi memposisikan diri duduk di belakang Hana.
"Emang kamu aja yang capek? Aku juga capek ngajarin kamu yang enak-enak!" Sindir Abi kemudian menggosok punggung Hana dengan spons mandi.
__ADS_1
"Maaf!" Ucap Abi lirih saat meletakan dagunya di pundak Hana, Hana yang mengerti maksud permintaan maaf Abi pun mengangguk.
"Kalo difikir aku tuh suami paling brengsek ya Han, ninggalin istrinya di saat malem pertama. Gak nyoba ngerti kondisi kamu dan malah mikirin kondisi perempuan lain. Maaf karena aku lepas kontrol nampar kamu, tapi aku gak suka kamu merendahkan diri kamu layaknya seorang pel*cur, hati aku sakit Han dengernya!" Abi terus mencoba menjelaskan kesalahan-kesalahannya, sedang Hana mulai menitikan air matanya mengingat betapa hebatnya pertengkaran tadi malam antara dirinya dan Abi.
"Kaka pernah minta stok maaf dari aku kan, kurangin aja!" Kelakar Hana membuat Abi terkekeh.
"Bisa diisi ulang gak kalo stok maaf kamu habis nanti?" Tanya Abi menggoda.
"Enggak bisa, niat banget mau bikin kesalahan sama mau nyakitin aku nya!" Hana mengomel kesal, namun hanya dibalas tawa oleh Abi.
"Sekali lagi ya Han, kita main di sini!" Pinta Abi, kini tangannya sudah aktif bermain di dada istrinya.
"Kaka gak capek?" Tanya Hana bingung dengan stamina suaminya yang seakan tak kenal lelah.
"Enggak!" Jawab Abi masih terus menerus bermain di dada istrinya.
"Sayangnya aku capek!" Ucap Hana ketus kemudian menyingkirkan tangan Abi.
"Kamu anteng aja, biar aku yang pegang kendali!" Rayu Abi kemudian membalikan dan memangku tubuh mungil Hana menghadapnya.
"Biar anteng juga, dihentak-hentak terus aku capek Ka!" Keluh Hana, bisa ia rasakan milik suaminya sudah siap tempur di bawah sana.
"Please..!" Mohon Abi kemudian mencium bibir istrinya.
Hana tak kuasa menolak, ia pasrah. Toh percuma membrontak pun justru malah membuatnya tambah lelah. Dan pada akhirnya desahan-desahan percintaan mereka menggema di dalam kamar mandi.
Hampir 1 jam ritual mandi dan ritual plus-plus mereka akhirnya selesai, Hana keluar lebih dahulu dengan wajah yang ditekuk dan langkah kaki yang masih tertatih, sedang Abi keluar dengan wajah puas dan berseri-seri.
"Bener-bener dibikin gempor aku!" Keluh Hana dengan suara lantang membuat Abi terbahak-bahak.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=