
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
Kini mereka tinggal berdua saja setelah Rendra, Daniel dan Irene sudah kembali ke kantor sedangkan Hafidz dan Kinan memutuskan untuk beristirahat di kamar mereka masing-masing.
"Kamu seneng?" tanya Abi menatap lembut wajah istrinya yang sedang fokus memperhatikan para ikan koi berlenggak-lenggok di kolam.
"Seneng dong, masa mau jalan-jalan enggak seneng sih" Hana menatap bingung ke arah suaminya yang seperti tak pernah bosan terus melihat dirinya.
"Mau belanja, kita beli beberapa persiapan buat honeymoon di sana? ajak Abi bersemangat.
"Emang mau beli apa?"
"Baju dingin, sepatu apapun yang kamu mau dan sekiranya kita butuhkan disana. Mau?" namun Hana hanya menggelengkan kepalanya.
"Baju dingin aku banyak, yang dari Amrik aku bawain semuanya, gak perlu beli lagi kok!".
"Okay, kalo emang begitu!" sahut Abi.
"Kalo nge mall aja Hana mau deh, mumpung kamu libur. Bosen juga enggak pernah keluar!" celetuk Hana membuat Abi menggelengkan kepalanya gemas.
"Tadi enggak mau!" ledek Abi.
"Aku mau jalan-jalannya aja, enggak usah belanja keperluan kita buat ke Turki!" sahut Hana judes membuat Abi terkekeh.
"Ya udah kalo gitu, ayo kita siap-siap!" Abi menjulurkan tangannya untuk membantu sang istri yang sedang duduk di tepian kolam untuk berdiri.
***
Abi dan Hana baru saja selesai menikmati petualangan menyenangkan mereka malam ini untuk pertama kalinya di Turki setelah pagi tadi mereka baru saja tiba.
"Mau lanjut ronde selanjutnya?" goda Abi dengan nafas yang masih memburu.
"Aku masih capek Kak, mau tidur!" sahut Hana dengan mata terpejam dan suara melemah.
Abi hanya tersenyum melihat wajah cantik istrinya yang sudah terlelap, berharap agar selalu melihat binar bahagia sang istrinya setelah beberapa waktu lalu Hana melaluinya dengan penuh kesakitan dan kesedihan.
__ADS_1
"Aku sayang kamu Hana, sayang banget. Bahagia terus istriku, aku janji bakal ngebahagiain kamu semampuku!" lirih Abi membelai lembut pipi merona istrinya.
***
Hana dan Abi begitu menikmati bulan madu jilid kedua mereka, dalam waktu dua Minggu mereka menyambangi beberapa tempat wisata di Turki diantaranya Blue Mosque (Masjid Biru), Galata Bridge, Konya semacam kota tuanya di Turki dan terakhir Istiklal Street salah satu wisata belanja di Istanbul, Turki.
Mereka memilih Istiklal Street sebagai tempat terakhir untuk mereka sambangi agar sekalian berbelanja berbagai oleh-oleh untuk keluarga, kerabat dan sahabat di Indonesia.
"Udah belanjanya?" tanya Abi yang melihat sang istri tengah mengecek belanjaan yang dibawakan oleh beberapa guide yang mereka sewa.
"Kayaknya udah deh, aku juga udah beli buat Juna, Nara dan Hanum. Padahal aku enggak tau kapan mereka balik ke Indonesia lagi!" Hana terkekeh sendiri.
***
Kini dua bulan setelah bulan madu mereka di Turki, mereka melalui hari seperti biasanya. Abi yang disibukkan dengan pekerjaannya, Hana yang setia menanti kepulangan sang suami.
Dan entah mengapa, beberapa hari terakhir ini Hana mempunyai hobi baru yaitu menunggu kepulangan sang suami dari balkon rumahnya, ya seminggu setelah kepulangan mereka dari Turki mereka memutuskan untuk mulai tinggal di rumah mereka sendiri.
"Kak Abi!" teriak Hana dari atas balkon memanggil Abi saat ia baru saja turun dari mobilnya.
Abi langsung mendongakkan kepalanya, melambaikan tangan serta memberikan senyuman terbaiknya untuk sang istri yang selalu setia menunggu kepulangannya.
"Tumben udah pulang masih sore?" tanya Hana mencium punggung tangan suaminya. Karena memang Hana meminta Abi untuk mengabarinya tiap akan pulang ke rumah sehingga Hana bisa menunggu sang suami di tempat favoritnya.
"Kangen sama kamu..!" jawab Abi dengan mimik jenaka.
"Gombal!!" cibir Hana, namun kemudian tergelak dengan wajah bersemu.
"Bawa enggak?" tanya Hana menagih permintaan, tadi saat sang suami mengabari dirinya akan pulang Hana meminta agar sang suami membelikannya asinan Betawi.
"bawa dong, nih!" Abi menganggukkan plastik bening.
"Susah banget nyarinya, si Irene sampe ngomel-ngomel gara-gara harus muterin Jakarta buat nyari asianan Betawi!" Abi terkekeh mengingat wajah kesal dan lelah sepupunya itu.
"Katanya perjuangannya kayak lagi menuhin perempuan ngidam, aku ketawa aja mana mungkin kamu hamil, kamu kan masih pasang IUD dan selama ini kita selalu aman. Iya kan?".
"I.. iya .. !" Hana langsung tergugup ketika mendapatkan pertanyaan tersebut dari suaminya.
"Ya udah aku mau mandi dulu, kamu makan asinan jangan banyak-banyak takutnya perut kamu sakit makan asem pedes gitu!" ucap Abi kemudian mengecup sekilas bibir istrinya lalu beranjak ke kamar mandi.
__ADS_1
"Masa iya aku hamil? Cepet banget, enggak mungkin kan?" batin Hana bermonolog.
***
Esoknya saat Abi baru saja berangkat kerja, ia langsung menelpon Nara, tiba-tiba ia begitu merindukan sosok cantik adik iparnya itu.
Hana dan benar-benar menghabiskan waktu bersama, dari awalnya hanya bertelponan biasa sampai sekarang bervideo call an.
Semua mereka bahas, bahkan kabar jika antara Nara dan Daniel sudah jadian pun mereka bahas.
"Pokoknya aku titip Mas Daniel ya Kak Hana, kalo dia macem-macem langsung bilangin ke aku!" pinta Nara dengan mimik wajah serius.
"Siaaapp, Kak Daniel tipe-tipe cowok setia kok, cowok baik. Enggak mungkin dia macem-macem!" sahut Hana.
"Kak Hana treatment wajahnya ganti ya?" tanya Nara menatap lekat-lekat wajah Hana dari layar ponselnya.
Hana mengusap-usap wajahnya, khawatir jika wajahnya kasar, kusam dan beruntusan, "enggak kok, masih treatment yang biasanya. Kenapa emangnya?".
"Aku perhatiin kok wajah Kakak makin glowing ya, makin bersinar gitu. Ehh pipi Kakak juga keliatan makin chubby deh kayaknya, jadi makin cantik" jawab Nara menelisik wajah Hana dengan seksama.
"Masa sih? Ahh mungkin karena aku bahagia sekarang, jadi auraku keluar!".
"Seneng dengernya, bentar ya Kak aku mau ambil minuman herbal buat ngatasin nyeri haid dulu perut aku nyeri banget soalnya!" izin Nara.
"Kamu lagi haid?" tanya Hana, memang beberapa kali Hana sempat menangkap wajah Nara yang seperti meringis kesakitan.
"Emang Kak Hana enggak haid, biasanya kita barengan haidnya. Makanya aku kangen banget, kalo lagi mood swinger gini kan kita barengan ngatasinnya".
"Ya udah kalo gitu, kamu istirahat aja kapan-kapan kita video call an lagi. Aku juga mau ke ketemu Mamah, mau nemenin belanja nanti siang soalnya!" setelah sedikit saling bercanda, mereka pun akhirnya mengakhiri obrolan mereka.
Hana langsung bergegas menuju laci dimana ia selalu menyetok pembalutnya dan benar saja, pembalut miliknya masih banyak dan tersusun rapi. Satu hal yang benar-benar baru dia sadari jika dirinya sudah lama tak mendapatkan periode bulanannya.
"Terakhir aku haid emhh... seminggu sebelum berangkat ke Turki, itu artinya dua bulan yang lalu. Kok aku bisa nggak sadar sih?" lirih Hana mengingat-ingat.
Hana baru teringat saat baru saja kembali dari mall dengan sang suami usai makan siang bersama keluarga, Abi mengajaknya berpetualang tapi sayang ternyata ia mendapat tamu bulanannya selama lima hari. Dan sesampainya mereka di Turki, malamnya mereka akhirnya berpetualang untuk pertama kalinya setelah periodenya selesai.
"Apa aku hamil? Tapi aku enggak pernah mual-mual, enggak pusing kayak waktu pertama hamil dulu?" Hana benar-benar belum mengerti apapun, ia pun memutuskan untuk bertanya pada Kinan nanti saat ke Mansion.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1