
Hana begitu takjub saat memasuki gerbang suatu rumah mewah yang begitu asri, rumah bercat putih tulang dengan desain perumahan eropa dan taman yang begitu indah benar-benar memanjakan matanya.
"Kita ke rumah siapa Kak? Cantik banget!" Tanya Hana terkagum-kagum ketika mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan pintu utama.
Abi hanya tersenyum simpul melihat Hana yang tak berhenti mengagumi rumah yang akan ia berikan sebagai hadiah ulang tahun untuk istrinya tersebut.
"Suka ya sama rumahnya? Mau punya rumah kayak gini? Tanya Abi menggoda.
"Sukalah, tapi gak mungkin Kakak mampu beli rumah sebagus ini, kecuali mungkin Kak Abi jual apartemen Kak Abi terus ditambahin uang tabungan Kakak, nyisipin dari gaji kamu ditambahin sumbangan dari honor syuting aku. Bisa jadi Kakek sama Papa nyumbang juga baru bisa kebeli deh!" Ejek Hana membuat Abi langsung tergelak.
"Emang kamu gak tau gaji aku berapa? Segitu ngeledeknya!" Seloroh Abi yang telah membukakan pintu istrinya.
"Tau sih, gaji kamu emang gede banget. Tapi kan tanggungan kamu juga besar, uang buat aku aja kamu kasih besar banget, belum biaya keseluruhan Ibu, gaji Bi Imah sama Mbak Dewi, kebutuhan rumah semua kamu yang tanggung. Jadi aku fikir enggak mungkinlah kebeli rumah semewah ini!" Oceh Hana membuat Abi hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum gemas.
"Kamu belum jawab pertanyaan aku, ini rumah siapa sih Kak, kok kita main nyelonong masuk aja?" Hana benar-benar dibuat bingung oleh tingkah suaminya itu.
Namun Hana terus memancarkan kekagumannya setiap melangkahkan kaki semakin masuk ke dalam rumah tersebut.
Hingga ia benar-benar terkejut dengan mata yang langsung berkaca-kaca ketika ia memasuki ruang tengah yang dihias begitu cantik, tapi bukan hiasan ruang tengah tersebut yang membuatnya teramat sangat bahagia, namun berkumpulnya orang-orang yang ia kasihi.
Ibu, Mamah-Papah, Kakek, Juna, Nara, Hanum, Angga, Daniel dan beberapa teman dekat Abi juga Hana hadir untuk merayakan pertambahan usia Hana.
"Kakak ini..?" Hana seakan tak mampu lagi berkata-kata dengan kejutan yang diberikan oleh sang suami.
"Happy birthday sayang, segala doa terbaik buat kamu!" Ucap Abi merangkul Hana dari belakang, disusul para keluarga saudara dan sahabat bergantian memeluk dan mengucapkan selamat ulang tahun serta doa-doa dan pengharapan yang indah untuk Hana membuat Hana tak lagi mampu membendung air mata bahagianya.
Ketakjuban Hana bertambah ketika sang suami mengatakan jika rumah mewah yang saat ini mereka sedang berada adalah hadiah darinya.
"Beneran Kak?" Tanya Hana masih tak percaya.
"Iya Sayang, rumah ini hadiah buat kamu. Sesuai dengan apa yang kamu mau selama ini, semoga suka ya, semoga berkah!" Jawab Abi masih terus memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Berarti sertifikat rumahnya atas nama aku dong?" Pertanyaan polos Hana berhasil membuat semua orang tergelak tak terkecuali suaminya.
__ADS_1
"Iya Sayang, atas nama kamu!" Jawab Abi disela tawanya.
Suasana haru yang cukup lama terjadi kini berganti dengan suasana riang gembira. Hana begitu menikmati pesta kecil yang disiapkan oleh suaminya.
Di usianya yang ke 19 tahun sifat dan sikap kekanak-kanakan Hana masih sangat kentara, terlihat ketika kini ia tengah berjoget dengan gerakan-gerakan lucu dan menggemaskan bukan gerakan-gerakan sexy sesuai dentuman musik yang tengah dimainkan membuat Abi mengulum senyum dengan kepolosan istrinya.
"Lama banget sih lo datengnya?" Gerutu Daniel saat para pria tengah berkumpul dan menikmati minumannya.
"Biasalah ada perayaan pribadi di apartemen tadi!" Jawab Abi tanpa malu-malu membuat para teman-temannya bersorak dan menoyor kepala serta mendorong tubuh kekar Abi dengan kesal.
"Emang sialan lo, di sini kita semua mati kutu nungguin lo. Lo malah enak-enakan keringetan? Dimana sih hati nurani lo? Apalagi para orang tua nungguin lo sambil terkantuk-kantuk, emang laknat lo!" Sembur Daniel yang membuat semua orang justru tertawa tak terkecuali Abi.
Mereka benar-benar larut pada pesta kecil tersebut, kecuali para orang tua yang kini telah memilih untuk beristirahat di kamar yang telah disiapkan masing-masing.
Abi mengajak sang istri untuk berkeliling melihat rumah mereka, Hana terus menerus berdecak kagum setiap melihat sudut rumahnya.
"Suka?" Tanya Abi ketika mereka berada di tepian kolam renang belakang rumah mereka.
"Sekarang aku mau ajak kamu ke jantung dari rumah ini alias kamar kita, yakin deh pasti kamu suka!" Ajak Abi menarik lembut tangan sang istri.
Sepanjang perjalanan, mereka terus bergandengan mesra. Bahkan mereka tak menghiraukan teman-teman dan saudara yang tengah berkumpul dan menyoraki kemesraan mereka yang berlebihan.
"Woi mau kemana lo? Tamu maen ditinggal aja!" Teriak Zian.
"Ngamar!" Jawab Abi singkat tanpa menoleh ke arah teman-temannya yang kini tengah menyorakinya.
"Masih banyak tamu maen ditinggal ngamar aja, gak sopan lo!" Ketus Raka tak kalah kesal.
"Udah lo-lo semua enjoy aja pestanya, gue mau ngerasain sensai kamar baru dulu. Bae-bae lo pada jangan sampe di luar batas, sial ntar rumah baru gue!" Seloroh Abi tergelak, membuatnya semakin dosoraki.
"Kak Abi ihh, nyebelin banget deh. Gak ada malunya!" Gerutu Hana mencubit pinggang sang suami yang hanya disahuti oleh gelak tawa.
Tiba di depan pinta berwarna putih tulang dengan ukiran yang sangat cantik membuat jantung Hana semakin berdegup namun juga penasaran.
__ADS_1
"Siap, sayang?" Tanya Abi, melihat Hana mengangguk Abi langsung membuka pintu kamar mereka.
"Bismillah, Assalamualaikum..!" Ucap Abi yang telah membuka pintu kamar mereka.
Hana langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya yang ternganga penuh takjub dengan desain kamar yang begitu mewah, elegan dan tentu saja teramat sangat nyaman.
Kamar besar bergaya eropa terlihat seperti sebuah kamar kerajaan membuat Hana semakin kagum, ia pun menyelusuri tiap sudut kamar yang akan ia tempati dengan sang suami tanpa berhenti berdecak kagum.
Terlebih ketika Abi membuka hordeng besar yang menutupi jendela kaca yang menghubungkan ke balkon dengan sebuah remote membuat Hana semakin tak bisa berkata-kata lagi.
Hana pun langsung berlari kecil menuju arah balkon, kamar yang berada di lantai dua tersebut mampu menangkap pemandangan taman yang sangat cantik di sisi rumah.
Abi yang melihat Hana terus mengagumi taman sambil berpegang di pagar ukir tembok balkon langsung memeluk tubuh mungil sang istri dari belakang.
"Suka enggak? Ini balkon samping, di depan juga ada balkon buat kamu lihat pemandang gerbang utama, nah buat lihat pemandang belakang aku juga sengaja buat balkon belakang biar kamu bisa lihat taman belakang, kolam renang dan gazzebo. Sengaja aku buat kamar kita jauh lebih besar biar kamu gak jenuh!" Ucap Abi kemudian menghirup dalam-dalam sela leher istrinya.
"Ini tuh terlalu wah buat aku, bingung mesti senang atau gimana karena bener-bener jauh di atas ekspetasi aku. Apa pantes aku ngedapetin rumah yang seperti rumah kerajaan ini?" Tanya Hana haru.
"Pantes, pantes banget. Seorang tuan puteri emang pantes hidup di kerajaan!" Gombal Abi yang langsung di sikut oleh Hana perutnya.
"Pinter banget sih kamu ngegombal sekarang?" Ejek Hana yang kini telah menghadap ke arah suaminya.
"Makasih ya Kak buat semuanya, aku bahagia banget hari ini. Aku seneng kamu udah menerima aku sepenuh hati kamu, sayang sama aku, cinta sama aku. Maaf kalo aku masih suka ngecewain kamu, masih suka bikin sebel kamu sama sikap kekanak-kanakan aku. Ulang tahun ini aku cuma minta supaya Kak Abi sayang terus sama aku, perasaan Kak Abi gak akan pernah berubah buat aku karena aku sayang, sayaaaaaang bangeeeet sama Kakak!" Ucap Hana dengan mata yang berkaca-kaca kemudian menyapukan ciuman ke seluruh wajah tampan suaminya.
"Aku juga sayang sama kamu, sayaaaang bangeeeet!" Sahut Abi yang langsung menarik dan menahan pinggang Hana, kemudian melum*at bibir manis sang istri dengan terus menahan tengkuk istrinya agar semakin memperdalam ciuman mereka.
"Jadi aku berhasil nih bikin kamu bahagia dan terharu sama hadiah yang aku kasihin? Inget dong janji kamu apa kalo aku berhasil?" Goda Abi saat menghentikan ciuman mereka.
Hana hanya tersipu mendengar godaan suaminya, ia pun tak terkejut ketika Abi mulai menggendongnya ke dalam kamar sambil terus memanggut bibirnya masuk ke dalam kamar.
"Aku tagih janji kamu sekarang!" Ucap Abi yang sudah diliputi gairah ketika meletakan tubuh mungil istrinya di atas ranjang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1