My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Perjuangkanlah!!


__ADS_3

Abi menghentikan pekerjaannya ketika sang sekretaris mengatakan jika tamu yang ditunggunya telah tiba.


Sebelum Daniel keluar ia memang meminta untuk menyampaikan ke sekretarisnya jika Nico datang agar langsung diantar ke ruangannya.


Nico kini sudah berdiri dihadapan Abi yang menatapnya dari singgasananya, setelah beberapa saat Abi kemudian berjalan ke arah Nico dan dengan tanpa disangka-sangka Abi langsung menyambut kedatangan Nico dengan memukul keras rahang Nico hingga tersungkur.


"Ini buat bayi yang gak berdosa yang kalian hilangkan nyawanya!" Geram Abi mengusap kepalan tangannya yang juga terasa nyeri akibat kerasnya ia memukul Nico.


"Lo tau?" Tanya Nico berusaha berdiri sambil terus mengusap rahang yang baru saja dipukul oleh Abi.


"Duduk!!" Perintah Abi tanpa memperdulikan keingintahuan mantan rivalnya tersebut.


Dan tanpa bisa menolak Nico pun mendudukkan diri di sofa bersebrangan dengan dengan Abi yang telah mendudukan diri dengan angkuh dan tak ramah sama sekali.


"Gue minta maaf atas apa yang udah gue perbuat terhadap bayi lo dan Raya, juga terhadap perbuatan Raya yang terus menerus mengganggu hidup lo dan Hana..!" Ucap Nico tulus penuh penyesalan, Abi hanya bergeming lebih memilih menunggu apa yang ingin diucapkan oleh Nico selanjutnya.


"Gue enggak pernah nyangka Raya bakal seambisius ini menyangkut diri lo sampe terus menerus mengganggu kehidupan lo!" Lanjut Nico lagi.


"Dan gue juga minta maaf udah ngerebut Raya dari lo!" Ucap Nico lirih.


"Gue enggak peduli itu, bersyukur malah karena dengan lo begitu ngebuat gue sadar betapa menjijikannya cewek lo itu dan gue bisa mendapatkan perempuan berkali-kali lipat jauh lebih baik dari dia!" Ketus Abi, namun tak lama wajahnya berubah sendu teringat kondisi sang istri saat ini.


"Gue tau itu dan if u wants to know she's not my girlfriend anymore!" Tegas Nico.


"And I don't care!!" Umpat Abi cuek.


"Gue siap buat ada di belakang lo, anggap ini cara gue menebus rasa bersalah gue terhadap lo dan Hana!" Sahut Nico yakin.


"Gue siap menyerahkan diri gue dan jadi saksi ketika Raya aborsi bayi kalian, gue tau penggrebekan klinik itu lambat laun juga akan menyeret nama Raya karena di sanalah gue ngebawa Raya buat aborsi!" Sontak ucapan Nico membuat rahang Abi mengeras dan wajah yang semakin merah padam.

__ADS_1


"Meskipun pada akhirnya lo bakal terseret ke penjara?" Tanya Abi mencoba menyakinkan keputusan Nico tersebut.


"Gue siap dan gue juga siap menguak fakta apapun yang lo butuhkan untuk menjerat Raya!" Jawab Nico yakin.


"Lo punya dendam pribadi sama tuh perempuan?" Tanya Abi heran melihat Nico begitu bernafsu menjatuhkan mantan kekasihnya.


"Gue kecewa sama dia, tapi semua gue lakuin karena rasa bersalah gue sama lo, terlebih Hana! Asal lo tau Bi dari awal gue berhubungan sama Raya gue udah berusaha meminta dia buat ngelupain lo, terlebih ketika lo dengan pasti memilih istri lo dan melepas Raya, gue mencoba buat ngeyakinin dia buat berhenti gangguin kalian dan memulai hubungan dengan gue tanpa bayang-bayang kalian, but sorry to said gue gagal. Dia lebih memilih membalaskan dendamnya ke lo karena dia ngerasa lo ngebuang dia selayaknya sampah!" Jawab Nico panjang lebar.


"Kapan pun lo butuh gue, gue siap datang! Lo bisa pegang omongan gue. Kalo gitu gue permisi, salam buat Hana. Sampein permintaan maaf gue ke dia!" Melihat Abi hanya terdiam, Nico pun memutuskan untuk beranjak dari duduknya untuk undur diri.


"Gue pasti butuh elo, pastikan lo gak bakal ngecewain gue!" Tegas Abi sebelum Nico saat akan melangkah pergi.


"Lo bisa pegang omongan gue!" Sahut Nico yakin kemudian pergi meninggalkan ruangan Abi.


***


Ia sengaja dipanggil Irma ketika ia meminta Kinan untuk sedikit lebih lama menemani Hana di rumah sakit kaena ia akan melakukan konfrensi pers.


Sesampainya di mansion ia langsung masuk ke kamar sang Ibu mertua.


"Bu..!" Sapa Abi yang diangguki Irma dengan senyuman kemudian mempersilahkannya masuk.


"Tadi Mamah kamu telfon Ibu kalo kamu malam ini akan melakukan konfrensi pers?" Ucap Irma ketika Abi sudah mendudukan dirinya di kursi sebelah ranjang mertuanya tersebut.


"Iya Bu, aku akan menguak semuanya malam ini. Aku ingin semua desas desus pemberitaan tentang aku dan Raya cepat berakhir, aku ingin fokus dengan Hana Bu!" Jawab Abi.


"Ibu doakan semoga semuanya lancar..!" Sahut Irma tulus, ya ia mulai melembutkan hatinya lagi pada sang menantu karena mengikuti pemberitaan sang menantu yang mulai menuai simpati publik dikarenakan kebusukan-kebusukan Raya yang telah terkuak.


"Ibu percaya kalo aku dijebak? Aku gak mungkin mengkhianati Hana, menyakiti Hana sedalam itu Bu. Tapi semua diluar kendaliku, obat itu diluar kuasaku Bu. Aku gak bisa melawannya, maafin aku!" Abi begitu menyesal.

__ADS_1


"Malam ini aku akan aku buktikan semua Bu, aku tak akan membiarkan semua yang melukai kami bebas menikmati hidupnya!" Lanjut Abi penuh dendam.


"Akan aku hukum mereka yang menyakiti Hana, termasuk diriku sendiri!" Setitik air mata jatuh di pipi Abi.


"Maksud kamu?" Tanya Irma bingung dengan ucapan menantunya yang juga akan menghukum dirinya sendiri itu.


"Aku pun ikut andil menyakiti istriku Bu, bahkan lebih parah! Karena kebodohanku membuat Hana seperti sekarang, maafin aku Bu! Aku akan mengatakan nanti tentang kondisi istriku sesungguhnya dan aku siap menerima hujatan publik nanti setelahnya. Bahkan hujatan yang akan aku terima tak seberapa sebanding dengan apa yang istriku alami saat ini!" Jawab Abi mulai terisak.


"Bu, aku juga minta maaf sama Ibu karena aku gak bisa merealisasi apa yang pernah aku katakan pada Ibu pada keluarga semua!" Kali ini Irma dibuat semakin bingung.


"Aku gak akan pernah melepaskan Hana Bu, aku gak akan pernah menceraikan Hana. Izinkan aku bersimpuh meminta maaf pada istriku seumur hidupku Bu, tapi jangan memintaku untuk melepaskannya. Aku gak sanggup!" Lanjut Abi membuat Irma tersenyum miris.


Meskipun Irma masih menyimpan rasa sakit akibat ulah menantunya yang menyiksa puterinya begitu kejam, tapi ia juga tidak menutup mata dengan ketulusan sang menantu terhadap puterinya.


Ia sering sekali menyaksikan sendiri betapa telatennya Abi mengurusi Hana, menyempatkan diri untuk mengurusi sang istri meskipun sibuk dengan pekerjaannya. Selalu langsung datang ketika Hana yang tiba-tiba menurun, tak peduli sedang dimana atau melakukan kesibukan apa Abi akan langsung kembali ke rumah sakit jika Hana sedang dalam mode rewel ala Hana selama koma.


Karena terbukti jika kondisi Hana tengah menurun, akan segera stabil ketika Abi datang dan menemaninya.


Irma sadar sekali di bawah alam sadar Hana, puterinya tersebut begitu mencintai Abi dan tak bisa jauh dari sang suami.


"Fokuslah dengan apa yang akan kamu lakukan saat ini Nak, kelak jika Hana bangun apapun yang ingin kamu perjuangkan, perjuangkanlah! Ibu memberimu kesempatan sekali lagi untuk menjaga Puteri Ibu dan berharap kamu tak mengulangi hal memilukan ini lagi!" Ucap Irma tulus dengan mata berkaca-kaca.


"Bu__!" Abi seakan mendapatkan suntikan semangat setelah mendengar apa yang baru saja diucapkan Irma. Ia pun langsung mendekap tubuh lemah Ibu mertuanya dengan air mata bahagia yang tak bisa ia tahan lagi.


"Terima kasih Bu, terima kasih! Aku bersumpah akan aku pergunakan kesempatan ini sebaik mungkin, tak akan pernah aku melukai Hana lagi kelak, akan aku jaga dia Bu, aku berjanji!" Ucap Abi disela isakannya dalam dekapan Irma.


"Ibu akan doakan kamu Nak, semoga kamu tak ingkar dengan perkataan kamu ini! Ibu titip Hana sekali lagi Nak, Ibu titip puteri Ibu. Jangan sakiti dia lagi!" Sahut Irma menyambut dekapan menantunya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2