My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Obsesi


__ADS_3

"Enggak, enggak boleh! Gue enggak bisa dicampakin begini aja! Hana harus bayar semua ini, Gue harus cari cara buat ngancurin hubungan mereka!" Raya yang masih tak terima dengan keputusan Abi, ia terus menerus mengucapkan ancaman-ancaman sambil mondar mandir dengan panik.


"Udah sih Ray, lepasin aja Abi. Ada gue buat apa lo masih mau mempertahanin dia yang jelas-jelas udah gak mau sama lo lagi. Biarin dia bahagia sama pernikahannya, mantan lo itu jelas-jelas udah jatuh cinta sama istrinya!" Sahut Nico yang jengah dengan kelakuan wanitanya beberapa hari terakhir ini.


"Ini semua tuh gara-gara lo tau gak, harusnya tuh kita bisa nahan diri!" Kini Nico dijadikannya kambing hitam.


"Lah kok gue sih Ray?" Nico pun tak terima dipojokan oleh Raya.


"Iyalah, coba lo gak maen sosor dimana aja pasti gak akan ada yang lihat, gak ada yang ngaduin kita ke Abi!" Lagi Raya masih menuduhkan semua kepada simpanannya.


"Emang gue tau kalo Abi ada kenalan di sini hah? Lagian toh selama ini lo juga menikmatinya kan? Udah lah Ray, lepasin Abi. Ada gue di sini yang tulus sayang sama lo, apa lagi yang lo harepin dari dia sih hah?" Gertak Nico yang mulai malas dengan perilaku Raya.


"Enggak bisa, gue enggak terima diperlakuin begini Nic! Dia janji sama gue buat jaga perasaan dan hati dia sampe gue balik, dia bilang dia gak bakal jatuh cinta sama cewek barbar itu! Gue ngerasa kayak sampah Nic, dibuang gitu aja. Gue enggak terima!" Raya benar-benar sakit hati.


"Gue rasa bukan karena lo cinta sama Abi buat mati-matian pertahanin dia di sisi lo, tapi sekedar obsesi lo aja. Iya kan?" Nico mulai menangkap keanehan Raya.


"Terserah apapun itu yang jelas gue enggak mau dicampakin begini aja, gue enggak terima dia jatuh cinta sama perempuan sialan itu. Mereka harus ngerasain apa yang gue rasain saat ini, dilempar, dibuang kayak sampah! Gue harus hancurin mereka. Lo gak tau Nic, seberapa berat gue bertahan di sisi Abi selama ini. Penolakan keluarga dia terhadap gue, gue terima. Dan apa sekarang yang gue dapet, dengan gampangnya dia ngelepas gue karena dia udah jatuh cinta sama pel*cur kecil sialan itu!" Raya mulai terisak.


"Gue ngerti perasaan lo Ray, tapi gak semuanya salah istri Abi. Lo udah khianati dia Ray, laki-laki mana yang bisa nerima perempuan yang dia sayang tidur sama cowok lain? Bahkan gue yang statusnya cuma kekasih gelap lo aja, kesel ngeliat lo lebih peduli sama dia. Gue selalu ngerasa perih tiap ngebayangin tubuh lo dinikmatin dia. Hayo lah Ray, kita mulai hubungan yang jelas antara kita berdua. Lupain Abi, gue sayang Ray sama lo!" Bujuk Nico.


Raya hanya terdiam, dia terus saja duduk dan memijat pelipisnya dengan kedua tangannya. Hingga ..


"Bantuin gue buat hancurin mereka Nic, setelah itu kita mulai hubungan kita dari awal!" Pinta Raya membuat Nico terkejut.


"Apa? Apa gak bisa kita jalani semuanya tanpa bayang-bayang mereka lagi Ray? Biarin aja mereka ngejalanin hidup mereka, kita ngejalanin hidup kita!".


"Enggak, sampai kapan pun gue enggak terima mereka bahagia di atas penderitaan gue Nic. Bantu gue Nic kalo lo sayang sama gue, lo tega ngeliat gue hancur gara-gara mereka?" Pinta Raya memaksa, sedang Nico hanya mampu diam.

__ADS_1


***


"Mau gue anter Han!" Tawar Hanum saat Hana menunggu jemputan suaminya.


"Enggak usah Num, Ka Abi udah otewe katanya!" Sahut Hana.


"Kalo gitu gue temenin yaa sampe laki lo dateng!" Hanum kemudian duduk di sebelah Hana.


Tak berapa lama ponsel Hana berdering, sebuah nomor baru terpampang di layar ponsel Hana dan ia tau nomor siapa itu.


"Nomor baru? Siapa?" Tanya Hanum penasaran.


"Mbak Raya" jawab Hana lirih dan juga bingung.


"Mau ngapain dia video call elo?" Hanum semakin bingung.


"Angkat aja coba, penasaran gue mau ngomong apa dia!" Perintah Hanum, Hana pun mengikutinya. Ia mengangkat panggilan video Raya dengan sedikit ragu.


"Halo pel*cur kecil, apa kabar lo hah?" Satu kalimat hinaan langsung membuat sakit hati Hana.


"Saya bukan pel*cur, atas dasar apa Mbak Raya menghina saya begitu?" Meski pelan Hana terdengar sangat marah dengan hinaan itu, begitu pula Hanum ia benar-benar gemas ingin menghina balik perempuan di balik layar ponsel sahabatnya itu namun Hana menahannya dengan menekan paha Hanum.


"Lo gak sadar apa hah? Lo udah ngerebut Abi dari gue apa namanya kalo bukan pel*cur? Udah seneng lo ngancurin hubungan gue sama Abi hah? Puas lo?" Gertakan Raya benar-benar membuat Hana dan Hanum kesal.


"Dia suami aku, aku gak pernah ngerebut dia dari siapa pun. Dia yang datang meminta aku untuk dinikahinya, dimana letak aku ngerebut dia dari kamu hah?" Hana mulai tersulut emosinya.


"Dan lo tau bener pernikahan apa yang Abi mau kan? Bukan pernikahan atas dasar cinta, inget lo hah?" Raya seperti tak bosan menyudutkan Hana.

__ADS_1


"Dan bukan salah aku kalo pada akhirnya Ka Abi jatuh cinta sama aku dan bukan salah aku juga kalo akhirnya Ka Abi lebih memilih aku!" Ucap Hana tegas.


"Ehh cewek sialan, jangan besar kepala lo ya. Lo gak tau siapa Abi, pernah gak lo mikir kalo dia cuma mau nyicipin tubuh lo doang. Setelahnya pegang omongan gue kalo ia bakal ninggalin lo karena udah puas main-main sama lo! Lo tau kan sebesar apa cinta dia buat gue, dan lo fikir dia bakal segitu gampangnya jatuh cinta sama lo hah? Jangan naif!" Ucapan Raya kali ini benar-benar membuat Hana mati langkah dan mengganggu fikirannya.


"Eh TRIPLEK, gak perlu lo ya ngompor-ngomporin Hana begitu. Sadar diri dong lo, lo itu ditinggal Abi gara-gara ulah lo sendiri. Laki mana coba yang mau sama perempuan yang sama siapa aja dikangkangin mau, jelas Hana jauh lebih baik dari lo lah makanya Abi lebih milih Hana daripada lo. Jadi gue bilangin ke lo ya Mak Lampir, jangan mengkambing hitamkan orang lain atas kesalahan lo sendiri!" Hanum yang melihat sahabatnya tak bisa membalas ucapan Raya langsung merebut ponsel Hana dan memaki Raya. Puas memaki Hanum pun langsung mematikan sambungan video call mereka.


Ucapan Hanum jelas langsung membuat Raya naik pitam, ia tak menyangka akan dapat hinaan dari bocah yang levelnya jauh di bawahnya.


Sedang Hana hanya bisa terdiam, semua ucapan yang dikatakan mantan kekasih suaminya itu benar-benar mempengaruhi fikirannya.


"Udah Han jangan lo ambil pusing omongan si Mak Lampir body triplek itu, dia cuma lagi frustasi aja dicampakin laki lo. Depresi dia karena Abi lebih milih lo daripada dia!" Ucap Hanum menyemangati Hana.


"Gimana kalo yang dibilang Mbak Raya bener Num kalo Ka Abi cuma mau tubuh gue doang?" Tanya Hana lirih.


"Lo mah Oon banget sih Han, dia itu cuma mau bikin lo ragu sama Abi, cuma mau manas-manasin lo aja. Percaya deh sama gue, noh mobil laki lo dateng. Hapus air mata lo, samperin laki lo sana. Inget lo harus jadi perempuan kuat, jangan terpengaruh sama omongan tuh perempuan!" Ucap Hanum, Hana pun langsung menghapus air matanya.


"Maaf lama ya, tadi ada Daniel ke rumah jadi aku agak telat jemputnya!" Sapa Abi saat turun dari mobil menghampiri istrinya.


"Enggak kok kita juga baru keluar kelas!" Jawab Hana memasang senyum ceria seperti biasanya.


"Yaudah balik yuk, aku mau ngajak kamu makan siang di luar. Hanum mau ikut?" Tawar Abi pada sahabat istrinya.


"Enggak Ka, aku udah dijemput kok sama supir. Lagian aku ada les, jadi langsung ke tempat les!" Jawab Hanum menunjuk mobil yang menunggunya.


"Kalo gitu kita duluan ya, makasih udah nemenin Hana!" Ucap Abi, kemudian menggandeng tangan mungil istrinya.


Mobil Abi pun mulai meninggalkan area sekolah, setelah berdada ria dengan Hana, Hanum langsung masuk ke dalam mobilnya menuju ke tempat les seperti biasanya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2