My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Salah Amplop


__ADS_3

Saat Hana akan membuka pintu kaca restaurant cepat saji itu, ponselnya berdering. Cepat-cepat dia mengambil ponselnya dari dalam sakunya. Tertera nama sang Ibu menghubunginya.


"Assalamualaikum Bu, Hana baru mau nelpon Ibu, ehh Ibu udah nelpon duluan".


"Wa'alaikumsalam, Ibu kira kamu lupa buat ngabarin Ibu. Kalian udah selesai belum, kok belum pulang juga", tanya Ibu dari seberang sana.


"Udah pulang kok Bu, cuma ini lagi di kekepci, Hanum ngajak makan di sini dulu Bu. Ohh ya Bu, Hana boleh enggak ambil uang ini buat bayarin makan siangnya. Tadinya Hanum yang mau bayar Bu, Hana enggak enak, kan Hanum sama Mas Angga udah bantuin Hana Bu, masa Hana harus yang ditraktir", pinta Hana pada sang Ibu.


"Iya sayang pakai aja uang itu, bilang ke mereka itu upah dari Ibu, maaf kalo cuma bisa neraktir kekepci aja ya. Ya udah, nanti kalian hati-hati pulangnya, jangan keluyuran, kamu juga jangan lupa sholat Dzuhur, Ibu juga mau sholat dulu terus beres-beres", sahut Ibu Irma kemudian mengucapkan salam dan menutup panggilannya.


Hana pun bergegas masuk ke dalam, matanya menyisir ke penjuru arah untuk menemukan dimana sahabat-sahabat nya duduk. Matanya pun pada arah bangku paling pojok setelah seseorang melambaikan tangannya. Hana pun segera menghampiri mereka.


"Lama banget sih", gerutu Hanum kesal.

__ADS_1


"Hehehe.. maaf deh. Tadi di depan Ibu sempet telepon. Kata Ibu makan siang ini biar pake uang ini, buat upah kita udah bantuin Ibu", sahut Hana kemudian duduk di seberang bangku Hana dan Mas Angga.


"Enggak usah Han, tadi Mas Angga udah bayarin kok. Sebagai laki-laki masa Mas Angga kudu dibayarin perempuan, mau ditaro mana muka mas Angga, apalagi yang ngebayarin anak kecil macam kalian, enggak ngebayangin deh apa kata dunia", ucap Angga menjelaskan dengan mimik lucu.


"Anak kecil, anak kecil sembarangan", omel Hanum kemudian memukul lengan Angga yang duduk di sampingnya. Hana hanya meringis sakit sambil tertawa.


"Bener Mas gak apa-apa? Abis makan di sini Mas Angga masih ada biaya buat bertahan hidup selama Mas Angga jadi pengangguran kan?", ledek Hana dengan muka dibuat seakan-akan khawatir.


"Ngehina nya totalitas banget Dek!", kesal Angga, mereka pun tertawa terbahak-bahak.


"Hah kok sejuta sih, harusnya kan cuma 675 ribu aja kekurangannya. Jangan- jangan Tante Kinan salah kasih amplop lagi atau dia lupa kali kekurangannya?", ucapnya lagi terkejut.


"Buat ongkir kali Dek", sahut Angga menebak.

__ADS_1


"Masa sebanyak ini? Kalo gitu gw balik ke kantornya Tante Kinan dulu ya, mau balikin kelebihannya. Gak enak kalo ternyata ini salah", ucap Hana kemudian meninggalkan sahabatnya lagi.


Hana pun bergegas kembali ke kantor Mamah Kinan. Di lobby dia kembali bertemu dengan Bapak security tadi.


"Lah balik lagi Non, ada yang ketinggalan?".


"Mau ngecek apa Bapak udah naik gaji? Kalo udah mau minta teraktir nih", jawab Hana menggoda Pak security.


"Yaelah Non, baru 10 menit Non doa Non cantik tadi, masih translit kali tuh doa dicatetan malaikat", sahut security itu bercanda.


"Hehehe.. Bapak bisa aja. Aku mau ketemu Ibu Kinan lagi Pak, ada yang kelupaan. Kalo gitu aku ke atas dulu ya Pak", pamit Hana, security itu pun mengangguk mengiyakan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Terima kasih buat terus menikmati karya ku ini. Jangan lupa like, comment and vote nya yaa, biar aku terus semangat 🙏🙏😘😘


__ADS_2