My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Perempuan Penuh Kejutan


__ADS_3

Jam sembilan malam Abi baru saja tiba di apartemennya, beruntung ia dapat menyelesaikan pekerjaannya hingga harapannnya untuk merayakan ulang tahun istrinya dengan tenang tanpa memikirkan pekerjaan kemungkinan akan terealisasi.


Sesampainya di kamar ia melihat istrinya yang sudah terlelap, meski agak aneh karena tak biasanya Hana akan tidur sebelum dirinya pulang. Abi pun dengan perlahan mendekati sang istri serta mengecup kening istrinya dengan lembut sebelum ia beranjak untuk membersihkan diri.


Setengah jam berkutat di kamar mandi, Abi telah selesai dengan ritualnya. Dilihatnya sang istri yang masih terlelap membuatnya ingin ikut berbaring di sebelah sang istri.


Abi memiringkan tubuhnya untuk menatap dalam wajah istrinya yang tertidur menghadapnya. Abi tersenyum, hatinya diliputi rasa syukur dapat memperistrikan Hana, selain cantik Hana juga memiliki hati yang tulus meskipun terkadang sifat kekanak-kanakannya yang masih sangat melekat pada diri Hana membuatnya jengkel.


Tiba-tiba ingatannya tertuju pada beberapa waktu yang lalu, saat sang istri bercerita jika mobil yang dikendarai supirnya ketika menjemputnya pulang syuting dicegat oleh segerombolan begal, beruntung ia dan sang supir mendapat pertolongan hingga mereka pun selamat.


Merasa sangat berhutang budi dengan sang penyelamat istrinya, Abi meminta Hana untuk mengundang si penyelamat di restauran milik sang istri. Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui para penyelamat istrinya itu sekelompok anak punk yang pada waktu itu dilihatnya Hana begitu cair bersenda gurau dengan para anak punk. Istri kesayangannya itu memang perempuan penuh kejutan.


Pengalaman mengerikan yang dialami Hana, membuat Abi diam-diam mengutus beberapa bodyguard bersenjata untuk melindungi sang istri dan tentunya tanpa sepengetahuan sang istri, tapi tidak dengan supirnya yang tentu saja sudah dikoordinasi oleh Abi.


Hembusan hangat nafas Abi yang mengenai wajah Hana membuat si pemilik wajah akhirnya terbangun, ia mengerjapkan matanya sebelum benar-benar dapat melihat dengan jelas wajah tampan suaminya yang tengah mengulum senyum untuknya.


"Tumben jam segini udah tidur?" Tanya Abi membelai lembut pipi mulus sang istri.


"Kakak udah lama sampe?" Tanya Hana dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


"Ketiduran waktu baca kartu ucapan dari Kakak!" Jawab Hana menyunggingkan senyumnya.


"Suka sama dress dan sepatunya?" Tanya Abi lagi.

__ADS_1


"Suka, suka banget. Makasih ya Kak, oh iya ini jam berapa?" Tanya Hana bangkit dari tidurnya kemudian duduk menghadap sang suami.


"Hampir jam sepuluh!" Jawab Abi menunjukan jam tangan yang tengah ia kenakan ke arah Hana.


"Hah, udah mau jam sepuluh. Ya udah aku siap-siap dulu ya Kak!" Sahut Hana gugup, namun saat hendak beranjak dari ranjangnya Abi justru menarik pinggang ramping istrinya hingga Hana akhirnya jatuh ke dalam dekapan suaminya.


"Buru-buru amat sih, mau kemana emangnya?" Tanya Abi dengan tatapan menggodanya.


"Katanya jam sebelas Kak Abi mau ajak aku pergi, aku disuruh dandan yang cantik pake dress sama heels yang Kakak kasih ke aku. Gimana sih?" Gerutu Hana.


"Santai aja sih, masih banyak waktu kok!" Ucap Abi yang kini tangannya telah berkelana ke dalam kaos yang dikenakan istrinya.


"Kak Abi ihh, aku mau siap-siap dulu. Kalo mau super cantik tuhh... ahh.. butu ..uh waktu la.. ahh..ma buat make, make ahh.. up!" Ucap Hana mendesah karena ulah nakal tangan suaminya yang terus saja menjelajahi tubuh bagian depannya.


"Sebentar aja, kita pergi ke nirwana dulu ya!" Sahut Abi dengan suara parau, bahkan kini dengan keterampilannya mulai melucuti pakaian yang dikenakan istrinya.


"Tenang Sayang, aku bisa timing-in nya. Don't worried, just enjoy okay!" Sahut Abi yang memang sudah sangat bergairah, kemudian langsung ******* bibir sang istri.


Pernyataan 'aku bisa timing-in nya' hanyalah kiasan kata-kata semata karena ternyata Abi melakukannya dalam jangka waktu satu jam, yang artinya jelas Hana berfikir jika mereka sangat terlambat untuk mengambil hadiah ulang tahunnya.


Abi masih terus menatap wajah lelah yang terpuaskan istrinya yang masih berada di bawah kungkungannya. Menikmati wajah cantik sang istri meski dihiasi bulir-bulir keringat.


"Kita jadi telat kan perginya? Gimana coba aku ambil hadiah aku kalo aku kecapek an gini?" Hana langsung memrengutkan wajahnya saat ia membuka mata indahnya.

__ADS_1


"I love you..!" Ucap Abi yang enggan menimpali kekesalan istrinya, namun membuat istrinya langsung tersenyum lebar mendengar pernyataan cinta suaminya. Ia bisa merasakan ketulusan dalam kata-kata yang diucapkan oleh sang suami.


"I love you too, Kak Abi Sayang..!" Balas Hana seraya terus mengusap wajah tampan suaminya.


"Selamat ulang tahun, panjang umur, sehat selalu, may all your wishes comes true!" Ucap Abi yang diselingi kecupan-kecupan ke wajah istrinya setiap mengucapkan doa dan harapan untuk sang istri membuat sang istri terkekeh merasakan geli.


"Amin, Amin, makasih ya Kak untuk doanya. Hana sayang banget sama Kakak. Bersyukur banget jadi istri Kak Abi yang setiap hari selalu dilimpahi kasih sayang dari Kakak, makasih udah sabar ngadepin Hana yang kekanak-kanakan, Hana akan belajar lebih dewasa lagi supaya Kak Abi makin sayang sama Hana!" Sahut Hana dengan mata berkaca-kaca mengingat setiap limpahan cinta yang diberikan suaminya untuk dirinya.


"Sekarang ayo kita siap-siap pergi, kita ambil hadiah ulang tahun kamu!" Ajak Abi yang sudah beranjak dari atas tubuh istrinya.


"Gak bisa besok aja kita ambilnya? Atau minta seseorang kirim ke sini aja hadiahnya, aku capek banget!" Keluh Hana yang langsung meringkuk ke dalam selimutnya.


Abi tersenyum simpul mendengar ocehan istrinya, bukan ia juga tak lelah hanya saja seluruh anggota keluarga serta teman dekat pasti tengah menunggu kedatangan mereka di rumah baru yang Abi persiapkan sebagai hadiah untuk istrinya.


"Masa yang ulang tahun gak sesemangat yang ngasih hadiah sih, ayo bangun kita mandi bareng biar nyingkat waktu supaya kita bisa cepat-cepat pergi ambil hadiah kamu!" Ajak Abi menyemangati.


Melihat semangat sang suami dan yang pasti tak ingin suaminya kecewa, Hana pun langsung beranjak melilitakan selimut ke tubuhnya untuk sama-sama membersihkan diri dan bersiap mengambil hadiah misteri yang sudah dipersiapkan sang suami.


"Semoga hadiahnya gak ngecewain yaa, aku bela-belain nih nurut sama kamu malem-malem, capek-capek ngikutin kamu!" Tegas Hana yang menggelayut manja di lengan suaminya untuk sama-sama ke toilet membersihkan diri.


"Kalo hadiah yang aku kasih buat kamu bikin kamu seneng bukan kepalang dan bikin kamu nangis terharu, janji yaa malam ini sekali lagi dengan kamu yang mengendalikan permainan!" Tantang Abi membuat Hana langsung mendelikan matanya, namun sesaat kemudia tawa mereka meledak.


"Okey, siapa takut! Aku bakal buat kamu bertekuk lutut di bawah kendali aku!" Seloroh Hana makin membuat Abi bahkan dirinya tergelak.

__ADS_1


"Wahh, jadi tertantang nih!!".


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2