My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Pengacau


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


Tiga bulan sudah semenjak kepergian Irma untuk selama-lamanya waktu sudah berjalan, meski telah lama berlalu akan tetapi duka yang dirasakan oleh Hana masih sangat terasa.


Ia kini menjadi sosok yang jauh lebih pendiam, keceriaannya belum sepenuhnya kembali. Bahkan ketika kedatangan keluarga dari Amerika seminggu setelah kepergian Irma tak sepenuhnya bisa menghibur Hana.


Yang patut disyukuri, Hana sudah tak pernah takut lagi dengan suaminya. Bahkan kini mereka sudah tidur bersama di kamar mereka, meskipun belum sampai melakukan hal lebih selain hanya tidur seranjang.


Dan sore ini, Abi berniat untuk pulang lebih awal untuk mengajak istrinya menengok ke rumah mereka yang belum sempat mereka tempati.


Setibanya di Mansion, Abi dengan sangat bersemangat langsung masuk ke dalam kamarnya. Ketika pintu terbuka pemandangan menakjubkan tersaji di depan matanya ketika melihat sang istri masih dengan kimono mandinya dan juga rambut yang masih basah terlihat begitu menggoda jiwa kelakiannya.


"Kakak tumben udah pulang?" tanya Hana gugup.


Abi tak menjawab pertanyaan istrinya, ia justru semakin melangkahkan kakinya mendekati istrinya yang terlihat gugup dan mengeratkan kimononya.


"Kamu baru selesai mandi?" pertanyaan bodoh pun keluar dari mulut orang secerdas Abimanyu.


Abi langsung menghimpit tubuh kecil istrinya ke pintu kamar mandi mereka, membelai lembut rambut istrinya yang basah serta menghirup aroma segar sabun mandi di tubuh istrinya.


"Kak!" Hana terlihat semakin gugup ketika Abi terus menerus menghirup sela lehernya.


"Aku kangen sama kamu, Hana!" Abi menatap penuh damba wajah cantik istrinya dan entah keberanian dari mana Abi mulai mencium lembut bibir Hana yang selama ini dia rindukan.


Meski tidak menolak ciumannya, Abi masih bisa merasakan ketegangan pada istrinya. Namun rasa rindu yang teramat sangat membuat Abi terus mencecap manisnya bibir Hana.


Hana yang mengerti kerinduan sang suami yang juga sama seperti dirinya yang begitu merindukan suaminya mulai membalas ciuman suaminya meskipun dirasa sangat kaku.


Abi menarik pinggang Hana agar membuat tubuh mereka semakin menempel, tangannya kanannya kemudian menarik tengkuk Hana untuk memperdalam ciuman mereka.

__ADS_1


Abi dan Hana sempat menghentikan ciuman mereka ketika dirasa pasokan oksigen di paru-paru mereka mulai menipis.


Dengan nafas tersengal-sengal mereka saling menatap satu sama lain, tatapan penuh kerinduan.


Abi bisa melihat jelas rona merah di wajah cantik istrinya yang selama ini dia rindukan, dan itu membuat Abi begitu bahagia.


Abi yang merasakan kerinduan akan istrinya yang teramat sangat dan juga melihat sang istri sama sekali tidak menolak ciumannya, menarik tangan Hana agar mengikutinya ke atas ranjang.


Hana langsung dibaringkan oleh Abi yang juga langsung mengungkung tubuh mungil istrinya, ia mencium dahi, kedua kelopak mata Hana yang terpejam, hidung, kedua sisi pipi Hana, dagu dan terakhir bibir.


Hana memberanikan membuka matanya ketika Abi puas menyecap bibirnya, ia pun menatap penuh cinta pada sang suami, menyunggingkan senyum pada suaminya yang juga tengah tersenyum padanya.


Hana membaca gerakan bibir Abi yang tengah mengucapkan kata cinta padanya tanpa suara, " I love you, Hana!".


"I love you too Kak Abi!" sahut Hana.


Hati Abi begitu membuncah mendengar ucapan cinta dari istrinya, kata-kata yang hampir dua tahun tak pernah dia dengar lagi.


Abi kembali melu*at bibir mungil istrinya, menyalurkan perasaan sayang dan kerinduan yang teramat sangat. Dan Abi benar-benar merasa bersyukur sang istri membalas ciuman dan sentuhannya.


"Ouhhh, wow, wow .. Sorry, sorry gue enggak tau kalo Lo lagi mau buka puasa!".


"Bajingan, keluar Lo!" ketus Abi menahan teriakannya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh setengah telanjang istrinya, sedang Hana langsung membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami.


Tanpa menunggu geramaman kedua kalinya, Daniel langsung keluar dan kembali menutup pintu kamar Abi dan Hana.


Sedang Hana langsung tergelak selepas kepergian Daniel, ia teringat ketika Abi akan menyentuhnya untuk pertama kali kejadian serupa dengan orang yang sama pun pernah terjadi.


"Ada yang lucu?" Tanya Abi mengernyitkan dahinya dan bangkit dari atas tubuh sang istri.


"Aku keinget dulu waktu pertama kali Kak Abi mau nyentuh aku, kejadiannya juga persis kayak begini. Pelakunya sama Kak Daniel juga" Hana terkekeh sambil membetulkan kimononya yang sudah berantakan akibat ulah nakal suaminya.


"Emang dasar pengacau ulung dia, padahal sedikit lagi si Perkasa ngecek huniannya yang udah lama enggak ditengok!" gerutuan Abi langsung dihadiahi capitan panas jari lentik Hana.

__ADS_1


"Kak Abi mesum ihh" cibir Hana yang membuat Abi tergelak.


"Kak Abi belum jawab aku tadi, kok tumben Kakak pulang cepet hari ini?" tanya Hana yang bangkit dari atas ranjang nya untuk menuju walking in closet hendak berganti pakaian.


"Aku mau ngajak kamu ke rumah kita, mau enggak? Makanya aku ngajak Daniel buat ikut kita, tapi karena tadi waktu aku masuk ke kamar ngelihat bidadari selesai mandi aku jadi lupa sama tujuanku, bahkan aku sampe lupa kalo ngajak tuh pengacau!" ucap Abi pura-pura geram, sedang Hana hanya tersenyum simpul mendengar ocehan suaminya dan melanjutkan langkahnya menuju walking on closet.


Tak berapa lama Hana keluar dengan sudah berganti pakaiannya, sebuah dress floral cantik berwarna hijau. Tak lupa dia juga membawakan suaminya pakaian ganti agar lebih nyaman dibanding harus memakai pakaian kerja nya.


"Nih Kak ganti dulu pakaian Kakak!" Hana menyodorkan pakaian ganti untuk sang suami, dengan senang hati Abi pun menerima serta bergegas mengganti pakaiannya langsung di kamar mereka.


Hana terlihat gugup melihat tubuh suaminya yang terekspos bagian atasnya, yang memperlihatkan dada bidang serta perut dengan enam cetakan otot yang terlihat semakin kencang. Hana bahkan harus menelan ludahnya dengan susah payah.


Hal tersebut tak luput dari perhatian Abi dan membuat Abi terkekeh melihat kepolosan istrinya.


"Jadi, kamu enggak apa-apa kan aku ajak ke rumah kita?" tanya Abi memutus perhatian Hana yang tengah terpaku melihat tubuh kekar suaminya.


"Ahh, ehh i.. iya gak apa-apa aku ikut. Aku juga udah pernah kok ke sana sama Mamah beberapa hari yang lalu pas pulang dari belanja" jawab Hana tergagap.


"Kalo gitu kamu siap-siap ya, aku tunggu di bawah sekalian mau bikin perhitungan sama di Daniel!" titah Abi mengecup singkat bibir Hana untuk kemudian keluar dari kamar mereka.


Hana menyentuh bibirnya yang masih bisa merasakan bibir sang suami yang baru saja mengecupnya, ia sungguh sangat bersyukur dia sudah bisa menepiskan trauma nya terhadap Abi.


Karena sesungguhnya dalam waktu tiga bulan terakhir ini semenjak kepergian Ibunya, Abi sungguh-sungguh memperlakukannya dengan sangat baik dan penuh kelembutan. Belum pernah dalam waktu tiga bulan tersebut Abi memarahi atau membentaknya sama sekali.


Sedang di bawah Abi langsung menatap kesal ke arah Daniel yang tengah terkekeh tanpa merasa berdosa sama sekali.


"Puas Lo hah? Kenapa sih elo tuh selalu Dateng di saat-saat nggak dibutuhkan? Ini kali kedua elo itu ganggu tugas suci si Perkasa buat ngecek huniannya!" Daniel terus tergelak mendengar gerutuan sahabatnya itu karena bisa dipastikan kepala atas-bawah Abi saat ini pasti tengah berdenyut nyeri.


"Sorry Bro, gue enggak tau elo mau buka puasa tadi. Kan elo sendiri yang cerita kalo selama tiga bulan ini elo belum berani nyentuh Hana sama sekali dan cuma sebatas tidur bersama dan pelukan?".


"Iya, tapi tadi enggak tau kenapa tadi pas gue ngelihat Hana dengan rambut basahnya tiba-tiba gue punya keberanian buat nyentuh dia, dan dia gak nolak sama sekali sentuhan dari gue bahkan dia ngerespon dengan sangat baik tiap sentuhan gue" Abi terlihat begitu bahagia mengingat bagaimana Hana begitu terbuka menerima sentuhan nya.


Namun tiba-tiba pandangan Abi berubah ketika kembali melihat sahabatnya saat teringat bahwa sang sahabat kembali menjadi pengacau di kegiatan penuh arti antara dirinya dan sang istri.

__ADS_1


"Dan lagi-lagi elo jadi biang kerok yang ngacauin semuanya, dasar bajingan!" umpat Abi yang malah membuat Daniel semakin terbahak-bahak.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2