My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Benteng Kuat


__ADS_3

Abi mendesahkan nama Hana saat mendapatkan pelepasannya, ia memejamkan matanya untuk menikmati rasa yang luar biasa yang baru saja diberikan istrinya.


Sedang Hana ia masih setia berada di atas tubuh suaminya, terus tersenyum memperhatikan wajah tampan dengan bulir-bulir keringat yang membasahi.


"Makasih yaa, kamu luar biasa!" Puji Abi ketika ia membuka mata dan menatap wajah cantik sang istri yang juga tengah menatap dirinya.


Mendengar pujian sang suami, seperti biasa wajah Hana semakin merona membuat Abi semakin gemas.


"Mau tambah lagi Pak Direktur?" Goda Hana yang kini menjatuhkan tubuhnya di dalam dekapan sang suami.


"Enggak dulu Bu, capek saya!" Jawab Abi membuat Hana serta dirinya tergelak.


"Jadi beneran bertekuk lutut nih ceritanya, payah ah!" Ledek Hana membuat Abi makin tergelak.


"Next, aku pastiin kamu aku bikin sampe gak bisa turun dari tempat tidur!" Ancam Abi langsung mendapatkan pukulan dari tangan mungil istrinya.


"Tidur Kak kalo capek!" Titah Hana yang kini telah berbaring berhadap-hadapan dengan sang suami.


"Kamu bahagia hari ini?" Tanya Abi.


"Bahagia, teramat sangat bahagia sampe aku sendiri takut!" Abi mengernyitkan dahinya bingung dengan jawaban sang istri.


"Takut? Kenapa?".


"Kak Abi tau kan setiap aku ngerasa bahagia, senang pasti nantinya ada kejadian yang buat aku sedih, kecewa, nangis. Aku takut aku bakal dapet sesuatu yang menyedihkan sama besarnya sama kebahagiaan yang aku rasain malam ini!" Jawab Hana menatap dalam manik hazel suaminya.


"Kamu jangan terlalu menyakini perasaan kamu yang seperti itu, bikin paranoid sendiri aja. Kamu berhak, kamu pantes bahagia. Pantes banget, jadi jangan mikir yang enggak-enggak!" Ucap Abi mencoba menenangkan istrinya, Hana pun mengangguk setuju.


"Besok ada acara apa lagi?" Tanya Hana yang kini merekatkan tubuhnya ke dalam tubuh suaminya.


"Pesta ulang tahun biasa, tapi lebih banyak yang bakal dateng!" Jawab Abi yang semakin erat mendekap tubuh mungil istrinya.


"Harus ya?" Hana sedikit tidak nyaman dengan perayaan ulang tahun yang dihadiri begitu banyak orang.

__ADS_1


"Kamu kan artis, banyak kenalan, banyak kolega kerja. Gak apa-apalah bikin pesta sekali-kali berbagi kebahagiaan sama mereka!" Jawab Abi dengan suara yang mulai melemah sebelum akhirnya terlelap.


Hana terus menatap wajah pulas suaminya, ia pun tersenyum mengingat perlakuan manis suaminya selama ini. Meski pun jujur saat ini Hana memiliki firasat buruk, namun ia mencoba menepisnya.


"Gak apa-apa kan aku over bahagia kayak sekarang, aku gak perlu membayar kebahagiaanku saat ini dengan sesuatu yang gak ngenakin kan, yang aku sendiri gak tau itu. Jujur, aku takut Kak, takut banget..!" Isak Hana di dalam pelukan suaminya.


***


Malam hari meski enggan terlebih saat teringat wajah murung dan sedih istrinya, Abi kini sudah berada di tempat diadakannya pesta perpisahan yang dibuat oleh sang pemilik, Arthur.


Ia pun melangkahkan kakinya menuju sebuah kursi kosong tepat di depan Arthur dan Raya yang duduk bersebelahan dengan Arthur.


Abi memandang tidak suka ke arah Raya, berbeda dengan Raya yang terlihat memandang kagum sosok mantan kekasihnya itu.


Menurut Raya, Abi kini menjadi sosok yang teramat berbeda, lebih tampan, lebih dewasa serta berkharisma membuatnya semakin jatuh hati pada mantan kekasihnya itu.


"Saya tidak bisa lama di sini Pak Arthur, istri saya menunggu. Kami ada acara setelah ini!" Ucap Abi to the point.


"Oohh come on, Abimanyu. Kamu baru saja sampai, nikmati saja pesta ini dulu. Toh kita bisa sama-sama ke pesta kalian setelah dari sini!" Sahut Arthur dengan tertawa.


"Kamu tidak tau? Masa iya kamu tidak diundang?" Arthur berpura-pura tak tahu jika antara Abi dan Raya tengah terjadi konflik, sedang Raya hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan sugar daddy nya tersebut.


"Pesta ulang tahun istrinya Abimanyu! Beruntung sekali wanita muda tersebut mendapatkan suami seperti Abimanyu yang begitu setia dan selalu menomor satu kan istrinya!" Puji Arthur diiringi tawa renyah, sedang Abi hanya mengulum senyum mendengarkan pujian dari mantan boss besarnya itu.


Berbeda dengan Raya yang menampilkan senyum getir melihat pancaran kebahagiaan dari wajah Abi.


"Kalian tidak saling tegur sapa? Ayolah, kalian kan pernah dekat kenapa malah jadi seperti musuh seperti ini? Ayo kita sama-sama menikmati pesta perpisahan ini, jangan saling diam seperti tak pernah kenal saja!" Goda Arthur ketika melihat Abi enggan berinteraksi dengan Raya.


"Saya bukan tipe orang yang senang mendekati masalah Pak Arthur!" Sindir Abi telak membuat Raya semakin tersenyum getir.


"Hahaha.. Kamu ini ada-ada saja Abi, wanita secantik ini kamu anggap masalah?" Arthur terus menerus merangkul bahu Raya selama berbicara dengan Abi.


Mendengar ucapan Arthur, Abi enggan menimpalinya dan lebih memilih memasang senyum malas, terlebih melihat Raya yang terus saja memandanginya, membuatnya semakin jengah.

__ADS_1


"Jadi saat ke pesta ulang tahun istri kamu nanti, apa boleh saya membawa pasangan? Sangat tidak lucu jika saya datang seorang diri!" Izin Arthur yang semakin mendekap erat tubuh Raya.


"Memang siapa yang ingin Anda bawa?" Abi sebenarnya sudah sangat menduga bahwa Raya lah yang akan dibawa oleh Arthur.


"Tentu saja wanita cantik dan sexy di sebelah saya ini, siapa lagi memang? Hahaha..!" Jawab Arthur.


"Oh, saya dan istri saya tak masalah jika Anda tidak datang. Walaupun sebenarnya kedatangan Bapak merupakan suatu kehormatan untuk saya dan istri, tetapi jika harus membawa perempuan yang jelas-jelas membawa petaka untuk hubungan saya dan istri saya lebih baik Anda tak perlu datang!" Tegas Abi tanpa merasa sungkan sama sekali.


Raya yang mendengar hinaan langsung dari mulut mantan kekasihnya tersebut mulai memanas telinga dan hatinya, namun ia terus mencoba untuk mengendalikan amarahnya.


"Tunjukan aja terus kesombongan lo Abimanyu, nikmati aja waktu lo untuk terus menghina gue karena dalam waktu beberapa jam kedepan akan gue buat hancur lo dan istri sialan lo itu!!!" Batin Raya menggeram dalam hati sambil terus menatap tajam ke arah Abi dan menampilkan senyum smirknya.


"Oh come on kalian berdua, jangan membuat pesta yang saya adakan saat ini menjadi panas. Saya tahu kalian telah putus, tapi alangkah baiknya kalian memulai menjadi teman bukan saling bermusuhan seperti ini!" Gerutu Arthur, memang Arthur adalah salah satu dari sebagian kecil orang yang mengetahui hubungan asmara antara Abi dan Raya dulu.


"Okey, okey.. Lebih baik kita minum, kita nikmati pesta ini!" Melihat suasana mulai kaku, Arthur langsung mencoba mencairkan suasana dengan menawarkan wine pada Abi dan Raya.


Raya langsung menerima gelas wine yang disodorkan oleh Arthur, berbeda dengan Abi yang langsung menolaknya secara halus dan sopan.


"Sorry sir, I haven't drank alcohol in a long time (Maaf Pak, saya sudah lama tak minum alkohol)!".


"Oh, well it's okay. Saya benar-benar salut dengan istri kamu Abimanyu, dia benar-benar bisa membuat seorang Abimanyu tunduk padanya. Saya tahu istri kamu pasti yang melarang kamu kan?" Goda Arthur diselingi tawa.


"Sepertinya Bapak lupa kalo sebenarnya saya juga bukan peminum dan memang benar istri saya memang tak menyukai saya meminum minuman berakohol, jadi buat saya tak masalah untuk tidak sama sekali minum!" Sahut Abi.


"Baiklah, kalo begitu saya akan minta waitress untuk menyajikan minuman bersoda untuk kamu. Tidak masalahkan dengan minuman bersoda? Nyonya di rumah tak akan marahkan?" Ledek Arthur kemudian tergelak, sedang Abi hanya ikut tertawa mendengar ejekan mantan boss besarnya itu.


Setelah soda tersaji untuk Abi, kini mereka telah larut dalam pesta. Saling bercerita, bercanda, mengenang masa-masa mereka saat berkerja sama serta menikmati minuman mereka masing-masing.


Selama pesta berlangsung, Abi sama sekali tak berminat untuk berinteraksi dengan Raya, meskipun beberapa kali Arthur mencoba membuat interaksi antara mereka berdua, tapi sepertinya benteng kokoh Abi untuk menolak Raya sulit untuk dirobohkan.


Raya yang sadar dengan penolakan Abi terhadapnya tak ambil pusing, ia lebih memilih menikmati wine berkadar alkohol tinggi tersebut.


Sedang Abi tak ambil pusing dengan tingkah mantan kekasihnya itu, dulu mungkin Abi akan memarahi serta melarang Raya jika Raya terlalu banyak minum. Tetapi sekarang Abi benar-benar tak mau tahu dengan kelakuan Raya dihadapannya kini.

__ADS_1


Ia memilih untuk menikmati sodanya sambil bercerita dengan beberapa mantan partner kerjanya yang lain. Tanpa ia sadari, setiap tegukan soda yang ia minum adalah awal tragedi menyakitkan yang akan terjadi dalam waktu beberapa jam kedepan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2