
"Mas Angga..!" Sapa seseorang ketika ia hendak membayar beberapa cake yang sengaja ia beli untuk menemui Hana di rumah sakit. Meski tahu Hana tak akan memakan cake itu, paling tidak dia sedikit ingin memberikan semangat pada sahabatnya melalui makanan kesukaan sang sahabat.
"Nugie, apa kabar?" Sahut Angga ketika menoleh dan mendapati Nugie yang menyapanya.
"Baik Mas. Mas sendiri apa kabar? Banyak amat beli cake nya, ada acara?" Cecar Nugie ketika memperhatikan beberapa cake coklat yang dibeli Angga, dan ia tahu cake-cake tersebut pasti untuk Hana karena Hana adalah penggemar cokelat.
"Baik Gie, ini semua buat Hana" Jawab Angga sungguh-sungguh.
"Udah lama gak denger kabar Hana, gak ketemu dia. Aku telfon gak pernah diangkat, aku wa gak pernah dibalas cuma dibaca aja. Dia apa kabar Mas?" Tanya Nugie dengan mimik serius.
"Dia, dia sakit Gie udah semingguan ini. Dia lagi dirawat di rumah sakit!" Jawab Angga jujur.
"Sakit? Sakit apa? Aku boleh jenguk dia?" Nugie terlihat terkejut dengan kabar jika teman cantiknya tengah dirawat, meskipun dirinya tahu jika Hana tengah sakit dari beberapa pemberitaan media tapi tak menyangkan jika Hana masih dirawat di rumah sakit.
"Kamu coba izin sama suaminya Hana, saya gak bisa seenaknya ngebolehin buat siapapun yang mau menjenguk Hana!" Jawab Angga yang sebenarnya sangat tak enak hati.
"Separah apa sakit Hana, Mas?" Tanya Nugie.
"Saya permisi dulu ya Gie, kalo kamu mau tahu lebih baik kamu coba izin ke Abi untuk menjenguk Hana!" Ucap Angga yang enggan menjawab pertanyaan Nugie, karena ia tahu Nugie mau tak mau ikut terseret dalam permasalah antara Hana dan Abi.
Setelah melakukan pembayaran untuk cake-cake yang dibelinya, Angga langsung meninggalkan Nugie setelah menepuk bahu pemuda tampan tersebut.
Dengan mengumpulkan keberanian, akhirnya Nugie memutuskan untuk mengirimi pesan pada Abi melalui ponsel Hana karena ia yakin jika ponsel Hana selama seminggu ini pasti yang mengendalikan adalah suami teman cantiknya itu.
"Bang, gue tau hape Hana Abang yang pegang. Gue cuma mau minta izin supaya dibolehin buat jenguk Hana!".
Hampir setengah jam Nugie menunggu balasan di ponselnya, meskipun pesan yang dikirimkan ke ponsel Hana langsung bercentang biru saat dikirimkannya tadi.
"Rumah Sakit Mitra, lantai tujuh. Kamar 507 ruang ICU! Jam 7 malam saat jam besuk!". Balas Abi masih menggunakan ponsel sang istri.
__ADS_1
"ICU? Ya Tuhan separah apa sakit Hana?" Tanya Nugie membatin.
"Thanks..!" Nugie memilih diam dan tak ingin mempertanyakan rasa penasarannya pada Abi, buatnya saat ini mendapat izin dari seorang Abi untuk menjenguk temannya sudah lebih dari cukup.
Di seberang sana, Abi dengan pertimbangan-pertimbangan yang telah difikirkannya selama setengah jam sebelum akhirnya mengizinkan Nugie untuk menjenguk istrinya. Ya Abi berharap dengan kedatangan Nugie mungkin akan menjadi salah satu penyemangat istrinya untuk bangun dari tidur panjangnya.
***
Di ruang perawatan Hana, ternyata sudah banyak yang berkumpul ketika Angga baru saja tiba. Ada Juna, Hanum dan juga Nara yang tengah asyik berbicara mengelilingi ranjang Hana.
"Wahh, rame nih hari ini!" Seloroh Angga sambil meletakkan 4 paper bag berisikan cake-cake yang dia beli tadi di atas meja tamu.
"Wuiihh, itu paper bag banyak amat. Apa isinya Mas?" Sahut Juna menghampiri paper bag tersebut.
"Tadi gue abis beli cake-cake cokelat banyak banget, siapa tau Puteri Tidur mau bangun buat nyicip cake-nya!" Goda Angga yang kini sudah berdiri di sisi ranjang Hana sambil membelai lembut rambut sahabat cantiknya yang masih terlelap.
"Bie yakin nih lo gak mau nyobain cake cokelat yang dibawa Mas Angga? Dia bawa banyak lho, dan lho tau sendiri kan kita-kita di sini pada rakus. Kalo lo gak mau bangun juga, jangan salahin ya kita ya kalo kita habisin semua cakenya!" Goda Juna mendekatkan salah satu cake blackforest kesukaan Hana ke dihidung Hana dan Hana hanya merespon dengan jarinya yang bergerak lemah.
Hanum yang terus memandangi sahabatnya, tak mampu lagi menahan air matanya. Dadanya terasa sesak melihat sang sahabat dalam kondisi yang tak pernah disangka-sangkanya. Ia pun memilih beranjak lari ke toilet untuk melepaskan sesak melalui tangisnya di dalam sana.
Mereka yang di sana dapat mengerti Hanum, karena juga merasakan hal yang sama dengan apa yang Hanum rasakan.
"Bangun Dek, betah amat tidur? Bentar lagi mereka mau balik ke Amerika lho, masa kamu gak mau kangen-kangenan sama mereka? Kita semua aja kangen sama kamu!" Ucap Angga menyemangati dan lagi Hana hanya merespon dengan gerakan lemah dan sebentar pada jari-jari mungilnya juga air mata yang menetes di sudut mata Hana membuat semua yang melihat merasa sesak.
***
Pukul 7 malam, Nugie benar-benar mendatangi rumah sakit dimana Hana dirawat. Ia membawa boneka teddy bear berwarna putih memegang hati bertuliskan i love you. Ia begitu bersemangat untuk menemui teman cantiknya.
Setelah berada di depan pintu kamar rawat Hana, Nugie langsung mengetuk pintu tersebut dan seorang wanita anggun yang membuka pintunya membuatnya menjadi sedikit kikuk.
__ADS_1
"Permisi Tante, saya Nugie temannya Hana. Saya mau jenguk Hana Tante!" Sapa Nugie sesopan mungkin.
"Nugie?" Sahut Kinan sedikit bingung. Ya Kinan kini bergantian menjaga Hana menggantikan Juna, Hanum, Nara dan Angga.
"Saya teman SMA nya Hana Tante, sama Hanum juga. Pernah punya project bareng juga sama Hana. Saya juga udah dapat izin Abang Abi buat jenguk Hana!" Nugie mencoba menjelaskan kebingungang wanita cantik di hadapannya itu.
"Oohh, teman SMA Hana ya. Silahkan, silahkan Hana pasti seneng dijenguk sama temannya!" Sahut Kinan, Kinan memang tak sembarangan memperbolehkan orang untuk menjenguk menantunya mengingat mereka tengah bekerja keras menyembunyikan kondisi sesungguhnya Hana.
Setelah mendapatkan izin, Nugie pun melangkah masuk ke ruang rawat Hana. Ia langsung terkejut ketika melihat Hana yang dipasangi berbagai perlatan medis di tubuhnya. Juga posisi tidur Hana yang miring dengan kain kasa besar menutupi tubuh depan dan belakang Hana.
"Hana tidur ya Tante?" Tanya Nugie karena ia benar-benar tak mengerti kondisi temannya itu separah apa.
"Iya, Hana lagi masa tidur panjang. Dia koma!" Jawab Kinan dengan suara bergetar menahan tangis.
Jawaban Kinan sontak membuat Nugie semakin terkejut dan menatap tak percaya ke arah Kinan.
"Koma? Kenapa? Bukannya dia baik-baik saja terakhir saat mereka bertemu? Atau luka di bahunya yang akhirnya membuatnya koma?" Batin Nugie menghampiri tempat tidur Hana.
Nugie semakin terkejut ketika melihat Hana dari dekat, masih ada sisa memar di wajah cantik temannya itu, juga kasa besar yang menutupi luka-luka di tubuh Hana.
"Hana sakit apa Tante? Emh.. Ohhh bukan-bukan tapi Hana kenapa sampe bisa begini Tante?" Tanya Nugie penuh tanya.
"Hana.. Hana..!" Kinan seperti berat untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh teman menantunya itu.
Melihat Kinan tak sanggup menjawab pertanyaannya, Nugie kemudian mengangguk lalu menunduk mendekati wajah Hana.
"Hana, ini gue Nugie. Lo apa kabar? Gue bawain lo Teddy Bear buat nemenin lo di sini ya, cepet bangun. Gue mau ada project bikin video klip kedua sama anak-anak. Mereka maunya lo jadi bintang video klip kami lagi, jadi cepet bangun ya Hana!" Ucap Nugie menyemangati temannya yang tetap terpejam itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1