My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Godain Aku


__ADS_3

"Masih lama gak sih? Aku bosen!" Keluh Hana yang dari tadi terus menunggui suaminya menyelesaikan pekerjaannya.


"Bentar lagi Sayang, sabar!" Sahut Abi tanpa mengalihkan matanya dari arah laptop juga tangan yang terus menerus bergerak dengan lincah di atas tuts laptopnya.


"Aku keluar bentar deh, bosen!" Hana langsung beranjak dari sofa kemudian keluar dari ruangan suaminya.


"Hana mau kemana?" Tanya Daniel saat berpapasan dengannya di lorong kantor.


"Mau jalan-jalan aja, bosen nunggu Ka Abi nyelesaiin pekerjaannya!" Jawab Hana.


"Ke ruangan aku yuk, kita ngobrol di dalem. Kerjaan aku udah selesai, nunggu Boss Abi pulang baru bisa pulang!" Ajak Daniel yang langsung diangguki oleh Hana.


"Ka, pintunya jangan ditutup ya. Dibuka aja!" Pinta Hana setibanya di ruangan Daniel.


"Siap Nyonya..!" Daniel mengerti sekali keinginan istri sahabatnya itu yang sangat menghargai suami dan statusnya.


"Kamu beneran gak mau ikut pemotretan besok?" Daniel menyerahkan satu box kecil salad buah dari dalam kulkas mini yang ada di ruangannya.


"Makasih Ka..!" Ucap Hana menerima salad dan sendok yang diberikan Daniel untuknya, ia juga menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Daniel tadi.


"Gak takut nanti Abi kegoda lagi sama mantannya?" Goda Daniel, langsung membuat Hana menghentikan kunyahan dan menatap sahabat suaminya itu dengan tatapan bingung dan juga takut.


"Becanda Sayang, suami kamu itu udah bucin akut sama kamu. Gak mungkinlah dia kegoda lagi sama perempuan ular itu!" Daniel yang mengerti arti tatapan Hana pun langsung meralat ucapannya.


"Tapi kemungkinan itu kan selalu ada Ka Daniel, aku jadi was-was tapi aku gak mau ketemu sama dia lagi. Dada aku sesak kalo ngelihat perempuan itu!" Hana terlihat gelisah dengan fikirannya, membuat Daniel kini menyesali candaannya sendiri.


"Percaya, Abi gak mungkin khianatin kamu. Dia sayang banget sama kamu!" Sekali lagi Daniel mencoba untuk menghibur istri kecil sahabatnya itu.


"Ayo, jalan!" Ajak suara berat dan dalam laki-laki kesayangannya saat ia sedang asyik dengan fikirannya sendiri, membuat Hana langsung mendongak dan tersenyum menyambut uluran tangan suaminya.


"Mau jalan kemana?" Tanya Hana, ia sedikit terkekeh melihat suaminya yang juga membawa tas tangannya.


"Mau ngemol, nonton, makan di luar. Kamu mau kemana? Ngomong sama aku, nanti aku antar kemana pun Tuan Puteri yang cantik ini mau jalan!" Tawar Abi.


"Pulang aja yuk ke Mansion, aku mau berduaan aja sama Kaka di kamar!" Sahut Hana.

__ADS_1


"Mau ngajakin ke tempat yang jauh lebih mengasyikan huh?" Goda Abi dengan menaik turunkan alis matanya.


"Apa tuh maksudnya?" Salak Hana mendelikan matanya.


"Kamu ngertilah! Jangan di sini ngebahasnya, kasihan ada jones, takut pengen!" Ledek Abi pada Daniel yang memperhatikan obrolan absurd boss sekaligus sahabatnya itu.


"Ngelunjak lo, songong!" Gertak Daniel melemparkan bantal sofa ke arah sahabatnya itu, sedangkan Hana dan Abi tergelak melihat kekesalan Daniel.


"Duluan, Mblo..!" Abi seperti enggan menghentikan ledekan pada sahabatnya itu.


***


Benar saja, sesampainya di Mansion Hana tak berhenti bergelayut manja pada suaminya. Ia hanya berhenti jika datang waktu sholat dan juga makan malam.


Seperti saat ini, jam sudah menunjukan pukul 9 malam dan mereka masih asyik berpelukan di atas ranjang sambil menonton acara televisi. Hana selalu senang saat-saat seperti ini, menghabiskan waktu bersama meskipun hanya di kamar saja tanpa perlu keluar rumah.


Dan entah siapa yang memulai, kini mereka saling ******* bibir satu sama lain.


Hingga suara ketukan dan panggilan dari Kinan membuat keduanya harus menghentikan kegiatan mengasyikan mereka.


"Berhenti dulu ihh Ka, dipanggil Mamah tuh!" Ucap Hana berusaha turun dari pangkuan suaminya yang masih terus asyik bermain dengan bagian tubuh Hana.


"Nanti lanjut ya, aku ke bawah dulu nemuin Papa. Jangan tidur dulu!" Pinta Abi menangkup wajah istrinya dengan kedua tangan lebarnya.


"Ihh, udah sana. Gak enak sama Papa ditungguin!" Hana mendorong tubuh suaminya agar lekas menghampiri Rendra.


Sepeninggalan suaminya menemui sang Papa, Hana yang telah merapikan piyamanya yang berantakan akibat ulah sang suami langsung berselancar di dunia maya.


Jujur, pemotretan yang akan dilakukan oleh suami dan mantan kekasih suaminya tersebut membuat fikiran Hana kacau. Ia takut kalo-kalo sang suami kembali jatuh hati pada Raya mengingat hubungan mereka berdua yang terjalin sangat lama dan teramat sangat dalam, terlebih lagi Raya yang masih juga gencar ingin kembali pada Abi.


Dengan iseng Hana mengetik di kolom pencarian google Cara Membuat Suami Lupa Pada Mantan Pacarnya. Hana benar-benar ingin Abi berpaling dari Raya, meskipun ia tahu betul dirinya kini telah seutuhnya memiliki hati suaminya, tapi terkadang rasa percaya diri masih kerap menghampirinya.


"Berikan service yang berbeda, jadikan dirinya raja hingga dia lupa rasa yang pernah ditinggalkan oleh sang mantan kekasih dan membuat dirimu dirindukannya..!" Hana membaca bait demi bait apa yang ia temukan di pencarian google.


Senyum Hana terukir sangat lebar saat tiba-tiba ia teringat lingere yang pernah diberikan oleh Juna, namun senyumnya sempat hilang saat teringat bahwa ia telah membawa lingere tersebut ke apartemennya.

__ADS_1


Namun ia langsung berlari ke arah walk in closet, berharap ada yang tertinggal di dalam dan benar saja ada dua buah lingere yang masih tertinggal di sana. Warna hitam dan wana merah, ia pun memutuskan untuk mengenakan warna hitam, warna favorit suaminya.


Setelah menemukan apa yang ia cari, ia cepat-cepat mengganti piyamanya dengan lingere pilihannya, tak lupa ia mematutkan dirinya di cermin besar dalam walk in closetnya.


"Ya ampun, jabl*y banget gak sih gue? Ntar kalo Ka Abi mikir gue murahan gimana? Jangan-jangan dia malah BT lagi lihat penampilan gue yang kayak gini? Ahh, gak mungkinlah ya, dia kan mesum pasti suka yang begini-beginian!" Hana terus bermonolog sambil memutar-mutarkan tubuhnya.


"Hana, Sayang kamu dimana?" Teriak Abi membuat Hana berjengkit kaget.


"Iya aku lagi di sini, sebentar!" Ia pun buru-buru melapisi tubuhnya dengan jubah handuk warna putih, tak lupa ia juga langsung mencepol rambut panjangnya.


Degup jantungnya benar-benar kencang, ia sangat gugup namun tetap berusaha tenang. Saat keluar dari walk in closet ia melihat suaminya sudah duduk dengan kaki lurus di atas ranjang dan kepala yang bersandar di kepala ranjang.


"Kamu abis mandi? Bukannya tadi pulang dari kantor kamu udah mandi?" Tanya Abi melihat penampilan istrinya yang mengenakan jubah mandi.


Namun bukannya menjawab pertanyaan suaminya, Hana langsung menuju ke arah meja rias untuk sedikit menyapukan lipstik di bibir mungil dan berisinya itu. Tak lupa ia juga menyemprotkan minyak wangi ke pergelangan tangan dan belakang telinganya.


"Kamu mau kemana sih?" Tanya Abi heran, kini bahkan ia mendudukan dirinya dengan tubuh tegak.


"Enggak mau kemana-mana, mau cantik sama wangi aja!" Jawab Hana menghadapa ke arah suaminya.


"Mau godain aku?" Tanya Abi menggoda istrinya.


"Tadi kenapa dipanggil sama Papa?" Hana tak berminat sama sekali menanggapi godaan sang suami karena sungguh ia benar-benar menyiapkan diri untuk menyenangkan suaminya.


"Kena marah aku, ada kerjaan yang salah tadi!" Keluh Abi, terlihat sekali wajah melasnya membuat Hana tersenyum simpul.


"Orang secerdas dan seteliti kamu bisa ngelakuin kesalahan juga? Pasti lucu deh pas Papa marahin kamu tadi Kak!" Ledek Hana.


"Kamu kalo mau godain aku sini dong, ngapain berdiri di sana aja! Lagian ganti kek jubah kamu pake piyama, ngapain juga pake jubah mandi terus mau tidur juga?".


"Lagian ngapain pake piyama, kalo aku mau godian kamu pake ini!" Hana membuka simpul jubah mandinya dan langsung membuat jubah tersebut merosot ke kakinya memperlihatkan penampilan sexy Hana dengan lingere hitamnya.


Abi hanya mampu ternganga dan membelalakan matanya melihat penampilan istrinya yang benar-benar mendobrak pertahanan dirinya sebagai laki-laki. Tak pernah menyangka istri polosnya akan seberani ini dalam menggodanya, hingga ia tak mampu berkata apa-apa lagi dan hanya terpaku melihat penampilan sang istri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2