My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Terluka


__ADS_3

Abi menghampiri Hana yang masih setia menunggunya di bangku taman tadi. Saat sampai di dekatnya, Abi menarik kasar lengan Hana.


Hana cukup kaget dengan perlakuan Abi yang berbeda, "kenapa?" Tanya Hana bingung.


"Lo ngangkat telepon Raya tadi?" Tanya Abi dengan wajah yang merah padam menahan marah.


"Iya, kenapa?".


"Kok lo mulai berani sih hah?" Geram Abi.


"Emang salah kalo tunangan kamu ngangkat telepon mantan kamu hah?" Sindir Hana.


"Dia itu gak pernah jadi mantan gw, oke! Dan lo harusnya sadar diri hubungan kita didasari atas apa, karena sampe kapan pun perasaan gw ke Raya gak akan pernah berubah dan apa yang pernah gw bilang ke lo setelah semua baik-baik aja gw akan ngelepas lo dan kembali ke Raya!" Tekan Abi membuat Hana sesak.


"Ka Abi egois tau gak? Rencana Ka Abi itu ngehancurin aku, pernah gak Kaka mikir begitu?".


"Gw gak pernah maksa lo buat mau nerima lamaran gw. Saat lo nerimanya gw pun udah ngejelasin bahwa gw tetep akan kembali sama Raya, harusnya lo tau itu!".


Hana hanya mampu memandang nanar ke arah Abi, rasa kecewa dan sakit yang teramat dalam kini bersemayam di hatinya.


"Kenapa Ka Abi baik sama Hana? Kenapa Ka Abi selalu coba deket sama Hana? Kenapa Ka Abi ngebuat Hana makin sayang sama Kaka?" Pertanyaan-pertanyaan itu akhirnya bisa Hana ungkapkan bersamaan tangis yang sudah tak lagi bisa Hana tahan.


"Itu kesalahan gw, maaf!" Jawab Abi lirih.


"Kalian berdua manusia paling jahat yang pernah aku temuin! Apa kesalahan yang pernah aku buat sama kalian hah?" Ucap Hana histeris, ia pun berjongkok, menutup wajahnya dengan kedua tangannya seakan ingin menyembunyikan tangisannya.


Abi hanya mampu melihat iba Hana saat ini, gadis yang benar-benar telah ia buat terluka. Dia biarkan Hana menangis dengan posisinya.


"Antar Hana pulang, Hana mau pulang Ka!" Pinta Hana setelah puas menangis, kemudian beranjak dari jongkoknya dan berjalan melewati Abi.


Sepanjang perjalanan Hana hanya menatap keluar jendela mobil yang sedang dipacu Abi. Tak ada keceriaan seperti saat dia berangkat.


Sesampainya di depan rumahnya, Hana bergegas untuk turun tanpa memperdulikan Abi yang mengekorinya.


"Assalamualaikum Bu, Hana pulang!" Ucap Hana sambil mengetuk pintu rumahnya.


"Wa'alaikumsalam. Sebentar Nak!" Sahut Irma dari dalam. Tak berapa lama pintu pun dibuka, Hana langsung mencium punggung tangan Ibunya dan masuk ke dalam kamarnya tanpa memperdulikan Abi.

__ADS_1


"Maaf Bu kalo kemaleman pulangnya, kalo gitu saya pamit pulang ya Bu!" Ucap Abi kemudian mencium punggung tangan Irma.


"Kamu hati-hati di jalan ya!" Sahut Irma lembut.


"Iya Bu..!".


***


"Berantem?" Tanya Irma ketika menghampiri Hana di kamarnya.


"Hana mau nyerah aja Bu, Hana gak mau lanjutin pernikahan ini!" Jawab Hana kemudian menyenderkan kepala di pundak sang Ibu.


"Kenapa?".


"Ka Abi cinta mati Bu sama Mbak Raya, Hana gak cukup kuat buat perjuangin dia!" Isak Hana dalam pelukan Irma.


"Ahh payah nih anak Ibu, padahal Ibu yakin banget lho kamu bisa menangin hati Ka Abi-mu itu" ucap Irma.


"Gak mungkin Bu, Ibu mah cuma mau ngelapangin hati Hana aja, iya kan?" Sahut Hana.


"Tadi pas kami ngeloyor ke kamar, Abi kayak gusar gitu ngelihat kamu nya. Kayaknya sedih banget, mungkin kalo enggak sungkan sama Ibu dia ikut masuk kali ngikutin kamu".


"Ibu bisa lihat dari mata Abi kalo dia sebenernya sayang sama kamu, mungkin dia belum sadar aja. Hana denger Ibu, kamu jangan nyerah gitu aja Sayang, Ibu yakin kamu bisa ngeluluhin hati Abi. Lagian apa kamu siap ngecewain keluarga Abi yang udah teramat baik sama kita, terlebih Kakek Hafidz yang semangat hidupnya kembali setelah kamu mau nerima lamaran Abi. Bagaimana perasaan mereka kalo kamu tiba-tiba membatalkan pernikahan kamu?".


"Tapi Hana gak siap Bu buat sakit hati, Hana takut!" Isak Hana semakin dalam.


"Bersabarlah Sayang, doa Ibu bersama mu" ucap Irma kemudian memeluk erat anaknya.


"Oh iya Ibu tadi siang bikin salad buah buat kamu, kamu mau cobain?" Tawar Irma, Hana pun mengangguk sambil mengusap air matanya.


Irma kemudian keluar untuk mengambilkan Hana salad.


"Hana ikut Bu!" Pinta Hana kemudian mengekori Ibunya ke dapur.


***


Jam satu malam, Abi masih juga terjaga. Rasa bersalahnya pada Hana membuatnya sulit memejamkan mata.

__ADS_1


"Kira-kira dia udah tidur belum ya? Mau ngangkat telepon gw enggak ya? Alah bodo amat ah, daripada gak tenang gini mending gw telepon aja!" Ucap Abi pada dirinya sendiri. Iya pun mencari kontak Hana tapi tak menemukannya.


Sekali lagi dia mencari diriwayat panggilannya.


'Belahan jiwa', satu kontak yang Abi tak pernah ingat pernah menyimpannya. Senyum pun mengembang kala ia tau bahwa Hana telah merubah nama di kontaknya. Tanpa pikir panjang Abi pun menekan panggilan video call ke nomor Hana, meski pun Abi tak yakin Hana akan mengangkatnya.


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya panggilan video call Abi pun diangkat Hana. Sempat terdiam karena canggung, mereka hanya saling melihat satu sama lain.


Abi melihat mata Hana bengkak, mungkin karena terus menerus menangis.


"Belum tidur?" Akhirnya setelah berjuang mengumpulkan keberaniannya, Abi mampu mengeluarkan satu pertanyaan dari mulutnya.


"Belum" jawab Hana lirih.


"Marah ya?" Tanya Abi kemudian dijawab anggukan oleh Hana.


"Maaf.." ucapnya kemudian.


"Mending Ka Abi simpen aja kata maafnya buat nanti-nanti kalo Ka Abi jauh lebih nyakitin Hana. Hana anggap hari ini pemanasan Aja" sahut Hana yang terlihat kesal.


"Kok gitu?" Tanya Abi bingung.


"Karena Hana gak akan pernah mundur, enggak akan pernah nyerah buat ngambil hati Kaka sampai Kaka jatuh cinta sama Hana. Dan nanti Hana akan buat Ka Abi jauh lebih sakit hati sampe Ka Abi nangis- nangis kayak Hana sekarang!".


"Lah lo mau bikin gw jatuh cinta apa mau bales dendam sih?" Tanya Abi bingung, meski begitu seulas senyum terlihat dari bibir Abi mendengar ancaman calon istrinya.


"Dua-duanya! Hana tuh sayang sama Ka Abi, kenapa sih Ka Abi gak coba buat buka hati ke Hana? Sakit tau Ka ngerasain cinta sepihak kayak aku gini!" Tangis Hana akhirnya pecah lagi bersamaan dengan ungkapan hatinya.


Mungkin karena usia yang masih sangat muda, Hana begitu lepas mengungkapkan perasaannya.


Entah mengapa hati Abi begitu sakit melihat Hana menangis, ada rasa kasihan setiap dia melihat gadis muda itu terus menerus mengungkapkan perasaan padanya. Ingin rasanya ia memeluk Hana saat ini.


"Udah sih jangan nangis, oke! Kalo begitu sebagai permintaan maaf dari gw, gw izinin lo buat bikin gw jatuh cinta sama lo. Rebut gw dari Raya, bikin gw sakit hati kayak yang udah gw bikin ke lo. Bikin gw jauh menangis dari lo, gw siap menerima pembalesan dendam lo Han. Jangan nangis lagi gw mohon!" Ucap Abi entah sadar atau tidak, karena hanya ini yang terlintas di fikirannya. Dia benar-benar tak tega melihat Hana saat ini, ada rasa sesak setiap melihat Hana menangis karenanya.


Mendengar kata-kata Abi, Hana semakin terisak, tangisnya semakin pecah. Abi hanya mampu melihat Hana iba, ingin rasanya ia pergi ke rumah Hana saat ini untuk memeluk dan menenangkan gadis polos itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


...Sedih ihhh lihat Hana.. Tega nian Abi.. Karma mengikutimu Abimanyu 😏😏...


Jangan lupa like, comment and vote nya readers 😘😘


__ADS_2