My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Siapa Perkasa


__ADS_3

"Biar Bibi aja Non yang bikin sarapan!" Pinta Bi Imah saat melihat Hana tengah sibuk memasak pesanan suaminya.


"Gak apa-apa Bi, Hana aja. Semalem Ka Abi minta Hana masakin nasi goreng sosis buat dia" sahut Hana sambil mengaduk nasi goreng yang mulai akan matang di atas wajannya.


Saat ini masih pukul setengah enam dan Hana yang sudah sibuk sedari subuh telah menyelesaikan tugasnya untuk memasakan pesanan sang suami.


"Bi, Hana minta tolong tata in di meja makan ya. Hana mau ke atas, mau mandi terus bangunin Ka Abi" pinta Hana sopan.


"Iya Non Hana, Bibi tata in!" Sahut Bi Imah.


"Makasih yaa Bi!" Ucap Hana tulus membuat Bi Imah begitu senang karena merasa dihargai.


"Sama-sama Non" sahutnya.


"Beruntungnya Den Abi, bisa memperistri perempuan cantik, soleha, sopan lagi. Semoga dengan kehadiran Non Hana, Den Abi bisa berubah menjadi lebih baik" ucap Bi Imah lirih.


Hana terkejut ketika mendapati suaminya sudah rapi duduk di tepi ranjang saat ia memasuki kamarnya.


"Aku kira Kaka belum bangun, ternyata udah rapi. Hehehe..!" Sapa Hana ceria.


"Udah dong, gue kan mau nganterin bini gue sekolah!" Sahut Abi menepuk-nepuk dadanya meminta Hana datang dan memeluknya. Hana pun dengan senang hati memeluk sang suami.


"Bau bawang!" Ledek Abi saat mencium sela leher Hana.


"Ya udah sih ngapain minta peluk kalo gitu. Tau aku abis dari dapur bikinin nasi goreng buat kamu. Lepas aku mau mandi!" Sewot Hana, namun bukannya melepas Abi justru mengeratkan pelukannya.


"Aghh.. sesek Ka, aku gak bisa nafas ini ahh! Lepas gak!" Hana sekuat tenaga membrontak.


"Jangan bergerak terus sihh Han, nanti lo ganggu ketenangan si Perkasa nih!" Ucap Abi melepas pelukannya.


"Dari kemaren ngomongin si Perkasa mulu, siapa sih emang dia?" Pertanyaan polos Hana berhasil memunculkan ide jahil di otak Abi.


"Beneran lo gak tau?" Ucap Abi balik bertanya.


"Kalo aku tau ngapain aku tanya, emang siapa sih dia? Waktu kita ke gep Ka Daniel kamu bilang si Perkasa ngedrop, semalem juga aku dibilang menganiaya si Perkasa itu, aneh deh kenal juga enggak aku difitnah nganiaya dia!" Sahut Hana dengan mimik wajah kebingungan plus kesal.


"Yakin lo pengen kenal?" Tanya Abi sambil menautkan jari-jarinya dengan jari-jari Hana. Hana pun mengangguk yakin.


"Jangan kaget yaa kalo nanti udah tau siapa dia, baik-baik sama dia. Dia agak galak kalo udah bangun!" Ucap Abi berusaha menahan tawanya.


"Emang dia lagi tidur sekarang?" Pertanyaan polos Hana berhasil membuat Abi sedikit tertawa.


"Dia malah ketawa? Siapa sih Ka, demen amat bikin aku penasaran!" Kesal Hana.


Abi tidak menjawab pertanyaan Hana, ia justru mengarahkan tangan Hana ke arah pusakanya. Hana yang tidak sadar hanya diam saja.


"Kenalin ini dia yang namanya si Perkasa!" Bisik Abi sebelum dengan sengaja meletakan telapak tangan Hana ke pusakanya.


Hana yang terkejut dengan perbuatan Abi, reflek menarik tangannya yang berada di tempat terlarang itu. Ia menjerit sekuat tenaga dan langsung berlari ke kamar mandi, menutup pintu dengan kencang kemudian menguncinya.


Abi yang melihat respon Hana langsung tertawa terbahak-bahak sampai ia meneteskan air mata. Bahkan ia tak sadar akibat keisengannya justru akan membuatnya tersiksa sendiri.


"Shit, ngerespon lagi dia!" Umpat Abi saat sadar si Perkasa mulai menegang akibat sentuhan tangan Hana.


Setengah jam sudah Hana berada di kamar mandi, membuat Abi sedikit kesal karena menunggunya.


"Lama banget sih Han? Ngapain sih di dalem. Gue udah laper ini?" Teriak Abi kesal.

__ADS_1


"Ka Abi duluan aja, nanti Hana nyusul!" Sahut Hana dari dalam kamar mandi.


"Bareng aja sihh, gue tungguin ayo!" Teriak Abi lagi.


"Enggak, pokoknya Kaka duluan aja. Nanti aku nyusul. Aku takut berduaan sama Kaka, cab*ul, mesum! Pokoknya lebih baik Hana gak sekolah aja kalo Kaka gak turun duluan!" Ancam Hana.


"Ya udah oke gue duluan deh. Tapi cepet yaa, gue maunya sarapan berdua sama lo!" Sahut Abi kemudian meninggalkan kamarnya, ia tau istrinya pasti malu dan kesal akibat ulahnya.


Hana mengintip dari celah pintu yang dia buka sedikit, memastikan bahwa Abi benar-benar sudah meninggalkan kamar mereka. Melihat tidak ada sosok suaminya, ia menghela nafas lega. Hana pun keluar dan mulai merapikan dirinya.


Tak butuh waktu lama, Hana yang sudah rapi dengan seragam putih abu-abunya. Rambutnya dibiarkan tergerai karena masih basah. Dia tak sempat mengeringkan rambutnya dengan hair dryer karena waktu yang sudah sempit.


Sesampainya Hana di ruang makan, ia melihat suaminya asyik memainkan ponsel. Wajah Hana begitu kesal saat menatap sang suami, sedang telapak tangannya reflek ia gosok-gosokan di rok abu-abunya.


Hana memilih duduk berhadapan dengan Abi dibanding harus duduk bersebelahan, ia takut Abi akan menjahilinya lagi. Abi yang melihat Hana memilih duduk jauh darinya hanya mengrenyitkan dahinya bingung.


"Kenapa duduk di sana?" Tanya Abi.


"Aku gak mau deket-deket Kaka dulu, aku masih trauma!" Jawab Hana ketus membuat Abi tertawa.


"Yaelah Han, gak lagi deh gue janji! Sini dong duduk deket gue!" Rayu Abi cengengesan.


"ENGGAK!" Jawab Hana penuh penekanan, matanya pun menatap Abi tajam penuh kemarahan.


"Oke, oke. Gue ngerti, maaf yaa.. Becanda tadi gue tuh!" Abi berusaha meredakan marah sang Istri.


"Itu tuh bukan becanda, itu tuh udah masuk ke pelecehan seksual!" Geram Hana namun tetap menyiapkan sarapan suaminya dengan telaten. Abi hanya menyunggingkan senyumnya melihat kekesalan Hana.


***


"Eelah Han, gue kan bukan supir masa lo duduk di belakang sih, duduk depan napa?" Keluh Abi ketika Hana memilih duduk di belakang saat akan diantarkannya.


"Ya udah gue gak jalanin nih mobil, biarin aja lo telat!" Sungut Abi.


"Kalo gitu aku pergi pake ojol aja, susah amat!" Ancam Hana, kemudian mengeluarkan ponselnya.


Abi yang duduk di depan dengan cepat merebut ponsel Hana, membuat Hana terkejut. Ia pun menatap tajam suaminya.


"Balikin hape aku!" Gertak Hana.


"Duduk depan, kalo gak gue bawa mobil ngebut nih!" Ancam Abi menekan tombol kunci di semua pintu mobilnya agar Hana tak bisa keluar.


Hana yang takut dengan ancaman Abi, akhirnya melangkah maju ke kursi depan meskipun dengan wajah yang bertambah kesal.


"Nahh gitu dong nurut sama suami!" Puji Abi mengelus rambut Hana yang masih agak basah.


"Kaka curang!" Kesal Hana mengerucutkan bibirnya.


"Iya deh maaf enggak lagi-lagi deh gue becanda kayak gitu. Lain kali gue langsung aja ngajak duel lo atas tempat tidur bareng si Perkasa!" Lagi Abi makin menggoda istrinya.


"KAKAAAAAAAAA...!" Teriak Hana nyaring yang disambut gelak tawa Abi.


***


"Gue tunggu di lokasi syuting ya! Belajar yang bener, gak usah ngelamunin si Perkasa!" Goda Abi membuat Hana berdecih.


"Nanti aku dijemput Mas Angga, Kaka gak usah jemput!" Sahut Hana.

__ADS_1


"Iya gue tau! Yaudah sana masuk, udah telat kan lo?" Titah Abi mengulurkan tangannya seperti biasa, namun kali ini Hana sedikit ragu-ragu untuk menerima uluran tangan Abi, dia benar-benar masih takut kalo-kalo sang suami menjahilinya lagi.


"Maaf ya Sayang, gue gak jahilin lo kayak begitu lagi deh. Gue nunggu lo aja yang dateng sendiri buat ngelus dia!" Lagi sifat jahil Abi membuat Hana jengah.


Hana memilih langsung mencium punggung tangan Abi dan keluar dari mobilnya cepat-cepat. Ia sedikit berlari saat gerbang akan segera ditutup oleh penjaga sekolah.


***


"Tumben telat banget lo?" Tegur Hanum yang melirik ke arah Hana sekilas.


"Gara-gara si mesum!" Jawab Hana kesal.


"Laki lo?" Tanya Hanum lagi.


"Siapa lagi!" Jawab Hana kesal.


"Emang lo diapain? Dicipok lagi apa digrepe lagi?" Hanum terlihat penasaran.


"Lebih parah!" Jengah Hana menghela nafasnya.


"Lo dipake? Katanya lagi dapet?" Tebak Hanum asal.


"Apaan sih?? Enggak lah!! Tadi tuh dia sengaja ndaratin telapak tangan gue yang suci ini ke si Perkasa!" Jawab Hana membuat Hanum bingung siapa si Perkasa.


"Perkasa? Siapa sih?" Tanya Hanum menegakan duduknya, karena dari tadi ia hanya menyandarkan kepalanya di atas meja.


"Burung dia" bisik Hana lirih dengan mimik geli dan langsung menggosok-gosokan tangannya ke atas meja.


Hanum seketika terbahak-bahak mendengar jawaban sahabatnya apalagi melihat mimik Hana yang kegelian.


"Wahhh mesum parah laki lo!" Ledek Hanum saat mulai menguasai dirinya dari tawanya.


"Banget, tangan suci gue udah ternoda. Ngeselin!" Gerutu Hana.


"Anggap aja pemanasan sih sebelum dibabat si Perkasa. Hahahha..!" Ledek Hanum.


"Lo mah 11 : 12 sama laki gue and Juna, gak jauh dari hal-hal vulgar. Ngeselin!" Keluh Hana.


"Hahahaha.. Bentar lagi juga lo kebawa kita!" Ledek Hanum.


"Idihhh.. Ogah yaaa Mbaknya!" Sanggah Hana.


"Ngomongin soal Juna semalem gue baru bisa tidur jam dua an!" Ucap Hanum.


"Emang ngapain lo berdua? Curiga gue?" Selidik Hana dengan tatapan curiga.


"WA an!" Jawab Hanum sambil menunjukan chattingannya dengan sang pujaan hati.


"Cocok lo berdua, sama-sama agresif!" Sindir Hana, Hanum hanya menanggapinya dengan cengiran.


"Kayaknya gue mau lanjut kuliah di Amrik aja deh, di kampusnya Ka Juna!" Ucap Hanum yakin.


"Whatt??? Serius lo???" Hana cukup terkejut mendengar keinginan sahabatnya.


"Selain belajar, gue juga mau ikhtiar deketin jodoh gue. Kan seru tuh nanti kalo kita iparan!" Celetuk Hanum mesam mesem.


"Makin stress dong gue yang polos dan suci ini ngadepin kelakuan dan fikiran absurd kalian!" Jengah Hana. Namun keduanya malah tertawa dengan fikiran mereka masing-masing.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Marhaban Yaa Ramadhan... Author ucapin met menjalankan ibadah puasa tahun ini yaaa, semoga di puasa ini corona lekas hempas. Met menjalankan ibadah puasa bagi semua umat Islam menjalaninya....


__ADS_2