
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
Arick Arkatama Putera Raffan dan Arend Arsyanendera Putera Raffan adalah nama yang diberikan pada kedua putera kembar Hana dan Abi.
Kehadiran dua bayi tampan mereka benar-benar membawa kebahagian di keluarga besar Raffan, tak pernah menyangka kejadian pahit yang dialami Hana justru membuat Hana menjadi wanita yang semakin kuat.
Tak pernah menyangka bahwa perempuan mungil itu mampu melahirkan anak kembar dengan proses kelahiran normal dan kedua puteranya pun terlahir sehat tanpa kurang satu apapun.
Dan hari ini, tepat setelah tujuh hari pasca kelahiran si kembar. Kediaman keluarga Raffan kini tengah dilaksanakan acara aqiqah dengan sangat meriah dan mewah tentu semua atas kehendak Hafidz, Kakek buyut si kembar.
Hafidz mengundang hampir seluruh orang penting dan terkenal di negeri ini. Hana sendiri sebenarnya tak biasa dengan perayaan besar-besaran seperti ini, tapi dia mulai harus membiasakan diri karena memang keluarga sang suami yang juga dari kalanganan keluarga terpandang dan circle hubungan dengan orang-orang penting.
Keluarga Abi di Amerika pun sudah tiba di Indonesia dua hari pasca Hana melahirkan, mereka benar-benar menyambut kelahiran penerus keluarga Raffan dengan penuh suka cita dan rasa syukur yang teramat sangat.
"Welcome Baby Arka, Baby Arsya. Cepet besar ya, nanti Uncle ajarin gimana caranya milih cewek-cewek berkualitas!" Juna terus mengelus pipi gembil kedua ponakannya secara bergantian selagi berbicara.
"Enak aja anak aku mau dididik jadi playboy, jangan rese deh!" geram Hana memelotot ke arah Juna yang justru tertawa geli melihat keposesifan Hana.
"Tanpa gue ajarin ponakan-ponakan gue pasti banyak admirer nya, lihat dong garis ketampanan sang Uncle terukir jelas di muka para keponakan gue. Ya kan Arka, Arsya!" sahut Juna jumawa sambil terus memainkan pipi kedua bayi tampan tersebut.
"Enak aja garis ketampanan elu, jelas-jelas gantengnya mereka tuh dari gue, Ayahnya!" Abi langsung melempar guling bayi ke arah Juna.
Perdebatan keduanya membuat Hana mendecih tak suka karena mengingatkan jika kedua puteranya mirip dengan Abi, tak satu pun mirip dengannya padahal dia yang mengandung selama sembilan bulan, tetapi ketika lahir justru keduanya mirip dengan sang Ayah.
"Kenapa sih salah satu dari mereka gak mirip sama aku, malah mirip sama Kak Abi semua!" sontak ucapan Hana memancing tawa semua orang yang mendengarnya.
"Apa salahnya kalo mirip sama aku, aku kan ayah mereka wajarlah kalo mirip aku. Lagian aku tampan begini, kenapa harus kesel sih anak-anak mewarisi ketampan Ayah mereka!" Abi terlihat puas melihat wajah cemberut istrinya.
"Iya sih Alhamdulilah, tapi kan aku yang mengandung mereka, masa mereka enggak mau satu pun yang mirip aku" gerutu Hana menggemaskan dan kembali memancing tawa semuanya.
__ADS_1
"Tapi mereka pasti mereka mewarisi sifat kamu, menjadi anak-anak yang kuat sekuat Bundanya, menjadi anak-anak yang pemaaf dan tulus seperti sang Bunda!" ucap Kinan penuh haru mengingat betapa beratnya kehidupan yang dijalani Hana dulu.
Hana langsung memeluk sang Mamah mertua melihat sang Mamah mulai larut dalam suasana, "dan pastinya Arka dan Arsya juga mewarisi sifat penyayang seperti Mamah!" ujar Hana.
"Kakek jadi enggak sabar menunggu mereka besar, Kakek pengen cepet-cepet ngajarin mereka berkuda. Kakek jadi berpikir untuk membeli sebuah pulau supaya kelak mereka bisa bebas berkuda di tempat yang luas dan indah!" celetuk Hafidz membuat Hana langsung membulatkan matanya.
"Kakek ihhh, mulai deh!" gerutu Hana kesal melihat keroyalan sang Kakek untuk kedua cicitnya dan lagi gerutuan Hana kembali memancing tawa semuanya.
***
Waktu terus berlalu, tak terasa usia pernikahan mereka sudah menginjak sepuluh tahun. Arka dan Arsya kini sudah berusia tujuh tahun dan sudah memulai dunia sekolahnya, mereka pun sudah memilik seorang adik perempuan yang sangat cantik bernama Alexandria Kirana Puteri Raffan yang berusia empat tahun.
Bahkan mereka kini juga sedang menantikan adik mereka yang masih dalam kandungan sang Bunda yang berusia tujuh bulan dan bisa dipastikan jika adik mereka berjenis kelamin perempuan.
Juna pun saat ini sudah menikah dengan Hanum dan sudah dikarunia seorang Puteri cantik berusia lima tahun yang juga sedang menunggu kelahiran anak kedua mereka yang masih di dalam kandungan seusia kandungan Hana, begitu pula dengan Nara yang juga sudah menikah dengan Daniel dan sudah dikaruniai seorang putera tampan berusia empat tahun.
Sedang Angga, tak pernah menyangka jika akan berjodoh dengan Irene sepupu Abi yang baru saja dikarunia Puteri cantik.
Kebahagiaan mereka saat ini sedikit berkurang karena sang Kakek buyut yang sudah mendahului mereka pada saat Arka dan Arsya berusia lima tahun.
Begitu juga Kakek dan Nenek yang tinggal di Amerika, mereka pun telah tiada membuat keluarga Juna dan keluarga Nara menetap di Amerika untuk meneruskan perusahaan yang ditinggalkan oleh Kevin, sang Kakek.
Akan tetapi saat ini mereka semua sedang berada di Indonesia untuk merayakan ulang tahun Eyang uti Kinan yang terlihat masih begitu anggun di usia senjanya, begtu pula dengan Eyang Akung Rendra yang semakin berkharisma di usia senjanya, bahkan Rendra terlihat mirip dengan Almarhum Hafidz membuatnya kini begitu disayangi oleh para cucu-cucunya.
Siang ini usai menjemput Arka dan Arsya dari sekolah mereka, Hana beserta ketiga anak-anaknya berniat untuk langsung pergi ke kantor sang suami, karena pagi tadi Abi berjanji akan mengajak mereka untuk pergi berbelanja membeli hadiah ulang tahun untuk Eyang uti mereka.
Arka dan Arsya benar-benar mewarisi ketampanan dan juga sikap dari Ayahnya yang terlihat dingin di depan orang asing akan tetapi hangat di hadapan keluarga dan teman-temannya.
"Assalamualaikum Ayah!" sapa keempatnya riang saat memasuki ruang kerja Ayah mereka.
Abi langsung bangkit dari singgasananya dan berjongkok serta merentangkan tangannya untuk menyambut pelukan ketiga anak-anaknya, "wa'alayikumsalam anak-anak Ayah!" sahut Abi menciumi ketiga anak-anaknya.
Puas menciumi anak-anaknya, Abi kemudian berdiri untuk mencium sang istri serta perut istrinya yang terlihat sudah besar di kandungannya yang berusia tujuh bulan.
__ADS_1
"Ayah gendong!" rengek Kirana manja pada sang Ayah sambil menarik-narik celana kerja Ayahnya.
"Wahhh, kalo lagi mode manja gini pasti lagi ada yang diminta nihh sama Princess nya Ayah. Hayo, Kirana cantik mau minta apa?" Abi langsung menggendong dan menciumi wajah puterinya.
Kirana langsung membisikkan sesuatu ke telinga Abi, "aku mau minta dibelikan kitchen set-kitchen set an yang seperti di youtube Ayah!" Abi tergelak mendengar permintaan rahasia sang Puteri, dia yakin sekali pasti Kirana takut dengan Hana yang memang tegas untuk tidak selalu menuruti permintaan anak-anaknya.
"Kalo banyak orang tidak baik berbisik-bisik, Sayang!" tegur Hana membuat Kirana memasang cengir polosnya.
"Habis nanti kalo Bunda denger, pasti Bunda ngelarang Ayah buat beliin yang aku mau!" sahut Kirana polos membuat Abi langsung tergelak.
"Bunda tau, kamu pasti minta ke Ayah buat dibelikan kitchen set seperti di youtube kan?" tebak Hana yang langsung membuat Kirana memasang raut wajah seakan baru saja ketahuan berbuat nakal.
"Ishh, Bunda ini lho macam punya indera keenam aja. Pasti selalu tau rahasia aku sama Ayah!" Kirana benar-benar merasa ajaib dengan kelebihan Bundanya.
"Ya udah nanti kita sekalian beli pas kita cari kado buat Eyang Uti nanti!" Abi memilih mengiyakan permintaan Puteri kesayangannya.
"Kak Abi ihh!" kesal Hana menatap tajam ke arah suaminya.
"Kalo Kirana dibelikan mainan baru, aku sama Arsya juga dong ya Yah!" celetuk Arka penuh harap.
"Mas Arka, Mas Arsya!" tegur Hana dengan nada suara memperingati.
"Bereslah sama Ayah mah!!" Abi sama sekali tak memperdulikan kekesalan sang istri.
Begitulah kehidupan mereka saat ini, dipenuhi kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Hal menyakitkan yang pernah terjadi di masa lalu seakan terbayar lunas dengan kebahagiaan mereka saat ini.
Abi sendiri benar-benar menepati janjinya untuk tak menyakiti sang istri, ia lebih memilih mengalah jika sang istri tengah mengomel atau mereka sedang terlibat pertengkaran kecil, karena setiap rumah tangga seharmonis apapun pasti akan tetap terjadi silang pendapat diantara pasangannya, bukan?
Hana tersenyum penuh syukur karena memiliki keluarga yang benar-benar harmonis dan bahagia, suami yang begitu baik dan penyayang, anak-anak yang cerdas, sehat dan tumbuh bahagia.
Dia juga tak lupa untuk terus berucap terima kasih karena sang Ibu yang sudah menerima pinangan keluarga Raffan hingga ia bisa memiliki kebahagiaan seperti saat ini, juga ia yang tak merasa seorang diri karena dirinya seorang yatim piatu tanpa seorang saudara pun.
"Terima kasih, Bu. Berkat Ibu Hana bisa merasakan kebahagiaan saat ini, Hana harap Ibu di sana juga sama bahagianya dengan Hana!" batin Hana penuh syukur.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=