My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Luar Biasa


__ADS_3

Abi terus memandangi lekat Hana yang saat ini tengah merapikan barang-barang yang akan dibawanya esok hari ke Bandung.


"Sampe sana langsung kabarin aku, hati-hati selama di sana, jangan ceroboh aku gak bisa langsung dateng kalo kamu kenapa-kenapa. Dan satu lagi, jangan kecentilan!" Serentet nasehat Abi ucapkan dengan nada serius, namun ditanggapi Hana dengan gelakan tawa karena merasa lucu saat mendengar kalimat akhir suaminya itu.


"Ada yang lucu sama omongan aku?" Gerutu Abi melihat tawa istrinya.


"Mau kecentilan sama siapa sih aku Kak?" Tanya Hana sambil mengulum senyum dan menghampiri suaminya di ranjang.


"Sama siapa lagi kalo gak sama si vocalis!" Sindir Abi dengan wajah ditekuk.


"Jadi roman-romannya Kakak cemburu nih sama Nugie?" Ledek Hana yang saat ini sudah memposisikan dirinya di atas pangkuan sang suami.


"Cemburu? Sama bocah tengik itu? Gak lah! Jelas aku lebih unggul dari dia, lebih ganteng, lebih cerdas, lebih kaya, lebih keren penampilannya. Lihat aja tuh body dia sama body aku, dorong sekali juga udah njengkang dia!" Narsis Abi.


"Tapi dia lebih muda dari Kakak lho" ledek Hana.


"Biar aku lebih tua, cuma aku yang bisa bikin kamu gila di ranjang" sahut Abi membuat Hana langsung mengepalkan tangannya untuk memukul lengan suaminya.


"Kak Abi ihh ngomongnya mesum banget!".


"Kamu hati-hati selama di sana ya, nurut sama Angga, jangan ceroboh. Aku tuh beneran worried gak bisa ngawasin kamu langsung!" Ucap Abi lagi membelai lembut wajah cantik istrinya.


"Kakak kenapa? Akhir-akhir ini aku ngerasa Kakak kayak khawatir banget sama aku?" Tanya Hana.


"Siapa sih yang gak bakal worried punya istri secantik kamu!" Gombal Abi tanpa menghentikan kegiatannya menyesap sela leher istrinya yang semakin hari terasa semakin manis.


"Gombal banget ihh Kak! Aku masih dateng bulan lho Kak.." Hana memperingatkan suaminya yang terus menyesapi lehernya.


"Masih dateng bulan tapi tangannya apa ini?" Abi terkekeh karena jari-jari Hana yang terampil membuka kancing piyama suaminya.


"Karena aku punya cara lain buat nyenengin Kakak!" Sahut Hana dibuat sesensual mungkin untuk menggoda suaminya, membuat sang suami terkekeh melihat tingkah istri kecilnya.

__ADS_1


***


Hana bangun terlebih dahulu dari suaminya, menyiapkan segala keperluan sang suami. Tahu jika suaminya akan menemui klien penting, dengan teliti Hana memilihkan dan memadu padankan pakaian kerja terbaik untuk sang suami dengan diselipkan doa dan harapan agar tiap pekerjaan yang dilakukan sang suami mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan.


Selesai menyiapkan semua keperluan suaminya, Hana langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah setangah jam berkutat di kamar mandi, Hana telah selesai dengan ritual mandinya. Ia melihat sang suami masih lelap dalam tidurnya padahal suara adzan subuh telah terdengar dari ponsel suami.


Hana pun mencoba untuk membangunkan suaminya, setelah beberapa saat akhirnya Abi membuka matanya. Senyumnya langsung mengembang saat mendapati istrinya yang meskipun masih mengenakan jubah mandinya tapi terlihat sangat cantik.


"Bangun Kak, mandi sana! Udah adzan tuh, nanti ketinggalan sholat subuh!" Ucap Hana lembut, bukannya beranjak dari ranjangnya Abi justru menyatukan wajahnya dengan wajah istrinya.


"Kamu luar biasa semalem, makasih ya" ucap Abi saat melepaskan ciuman mereka membuat Hana merona.


"Gak usah dibahas lagi sih, mandi sana cepat!" Sahut Hana gugup, kemudian meninggalkan suaminya ke dapur untuk membuat sarapan.


Hana memutuskan untuk membuat nasi goreng sosis kesukaan sang suami dengan dibantu Dewi asisten rumah tangganya.


Selesai membuat nasi goreng dan menyajikannya di atas meja makan, Hana bergegas ke kamarnya untuk memanggil suaminya.


Rambut yang masih setengah basah membuat Abi semakin tampan di mata Hana.


"Itu kenapa rambutnya gak dikeringin yang bener sih jadi netes-netes ke kerah kemeja kamu tuh, kebiasaan deh!" Omel Hana yang lansung mengambil handuk untuk membantu mengeringkan rambut suaminya.


"Duduk sini, aku bantu ngeringin!" Perintah Hana yang langsung dituruti suaminya, dengan gerakan lembut Hana menghanduki rambut suaminya karena Abi memang tak begitu suka mengeringkan rambut dengan hairdryer, sebisa mungkin menghindari hairdryer kecuali memang sangat diharuskan.


"Suka gak sama pakaian kerja yang aku pilihin ini?" Tanya Hana di sela-sela mengusap rambut suaminya.


"Suka..!" Jawab Abi.


"Aku juga suka, aura kamu makin keluar pake baju yang aku pilihin ini!" Sahut Hana senang.

__ADS_1


"Aura aku keluar tuh karena kamu udah bantuin ngeluarin nya semalem!" Sahut Abi dengan tatapan genitnya membuat Hana mendelikkan matanya kesal.


"Bisa gak sih gak dibahas terus?" Sungut Hana dengan wajah merah.


***


Sesampainya di kantor, Abi langsung disuguhi pemandangan tumpukan map di atas meja kerjanya membuatnya mendesah berat dan mood yang semakin jelek saja.


"Hana udah berangkat Bi?" Tanya Daniel di belakangnya yang berhasil membuyarkan lamunannya.


"Lo bisa gak sih kalo ke sini ketok pintu dulu, bikin kaget aja lo!" Omel Abi, tanpa menggubris pertanyaan sahabatnya. Ia pun menuju singgasananya dan mendududukan diri di kursi kebesarannya.


"Oohh udah berangkat!" Ucap Daniel membuat dahi Abi berkerut.


"Kapan gue ngejawab bini gue udah berangkat apa belumnya?".


"Gak perlu lo jawab, gue udah tau. Kelakuan lo kayak doggy ditinggal majikannya gitu, galak. Pasti karena Hana udah berangkat lah!" Ledek Daniel tertawa puas.


"Brengsek lo!! Gue potong gaji lo baru tau rasa lo, gak cuma itu bonus lo juga bakal gue hapus!!" Ancam Abi melemparkan pena ke arah sahabatnya yang duduk di seberang kursinya.


"Idih kejam amat! Kena azab baru tau rasa lo, Boss meninggal mengenaskan dirubung cacing kermi karena tak memberikan hak karyawannya. Pas tuh judulnya!" Ejek Daniel kemudian tertawa renyah membuat Abi semakin jengkel.


"Diem lo monyet!! Lo kalo ke sini cuma mau bikin mood gue makin anjlok aja mending lo keluar sana!" Usir Abi.


"Enggak, gue cuma mau ngingetin klien kita nanti dateng ke sini jam 10 an. Terus itu di atas meja kerja lo ada beberapa proposal pengajuan kerja sama dari beberapa pihak buat acara-acara akhir tahun yang rencananya minta ditayangin di beberapa stasiun tv punya kita, lo bisa kroscek dulu. Ntar kalo menurut lo ada yang menarik dan menguntungkan kita langsung adain pembicaraan lebih lanjut sama pihak terkait!" Jelas Daniel.


"Okey gue ngerti, sekarang lo boleh keluar. Gue mau mulai kerja!" Perintah Abi.


"Emang boss laknat lo, maen usir-usir aja!" Ketus Daniel, tapi tetap bernjak keluar dari ruangan atasannua itu.


"Lo gak liat nih dokumen di atas meja gue seabrek melambai-lambai semua minta gue sentuh, ngomel aja lo!" Sembur Abi membuat Daniel membalikan tubuhnya menatap si penguasa.

__ADS_1


"Nyantai aja sih, lemburin aja juga gak masalah. Di apartemen juga enggak yang nungguin, enggak ada yang bakal lo bisa grepein. Nyoyah kan lagi bantuin cari nafkah!" Mendengar ejekan temannya sekali lagi Abi melemparkan penanya ke arah Daniel yang saat ini masih menertawainya.


"Keluar lo bangs*t !!!!".


__ADS_2