
Siang hari semua sudah berkumpul di meja makan, kecuali Abi yang masih asik mengarungi dunia mimpinya.
"Mah, bangunin Abi tolong. Ada yang mau Papa sama Papi omongin!", pinta Papa Rendra pada istrinya.
"Iya Pa ..", sahut Mamah Kinan kemudian beranjak ke kamar Abi di lantai 2. Sesampainya di kamar Abi, Mamah Kinan yang sudah beberapa kali mengetuk pintu kamar Abi tidak mendapat jawaban apapun langsung masuk ke kamar yang memang tidak dikunci.
Mamah langsung membuka gorden besar menggunakan remot di sebelah nakas tempat tidur Abi. Sinar matahari yang menerjang masuk ke kamar Abi dan menabrak wajah Abi sama sekali tidak mengusik tidur lelap Abi.
"Ini anak tidur apa pingsan sih??", gerutu Mamah Kinan. Mamah Kinan pun kemudian menggoyang-goyang kan tubuh Abi. Beberapa kali memanggil namanya, dari yang yang selembut sutra sampai yang menggelegar bak petir.
"Issshhh Mamah, bisa gak sih bangunin nya lembut sedikit?", ucap Abi kesal kemudian duduk dan mengusap-usap rambutnya kasar. Dengan wajah bantal namun tetap super tampan Abi berusaha mengumpulkan nyawanya.
"Kamu itu tidur apa pingsan sih Bi?", gertak mamah Kinan.
__ADS_1
"Abi tuh ngantuk banget Mah, semalem baru bisa tidur pas mau subuh. Pagi Mamah udah nelpon suruh pulang. Mana suruh cari jajanan pasar lagi!", sahut Abi dengan mode kesal seperti anak kecil yang dipaksa berhenti main.
"Namanya juga kangen..", ucap Mamah tersenyum.
"Kangen sama akunya apa sama jajanannya?", tanya Abi mengerutkan dahinya.
"Dua-duanya... Udah sana cuci muka, gosok gigi gak usah mandi. Udah ditunggu Papah sm Kakekmu di meja makan!", sahut Mamah Kinan memerintah.
Abi pun dengan langkah gontai menuju kamar mandi. Sebenarnya dia ingin sekali melewatkan makan siangnya untuk terus melanjutkan tidurnya, tetapi kalau sudah dua lelaki yang sangat dia hormati dan sayangi memberikan perintah Abi tidak kuasa menolaknya.
"Kamu gak ada syuting Bi?", tanya Papa Rendra.
"Enggak Pa, Abi break beberapa hari. Daniel juga lagi milih in kontrak Abi yang masuk terus nyusun jadwal baru", jawab Abi, kemudian mulai mengambil makanan sesuai seleranya ke piringnya.
__ADS_1
"Kamu kapan rencananya pensiun dari dunia hiburan Bi?", tanya Kakek tanpa basa basi.
"Ahhh Kakek mulai deh ini lagi yang dibahas.. Abi masih seneng berkarier Kek. Masa Abi lagi di atas-atas nya udah di suruh pensiun sih?", jawab Abi kesal dengan pertanyaan Kakek yang entah sudah ke berapa ribu kali.
"Apa sih yang kamu dapetin Bi di dunia yang kamu jalani sekarang? Lagian perusahaan Kakek ini besar Bi, masa kamu tega ngelihat Papa kamu kerja sendirian, ngelihat Kakek kamu yang sudah tua renta yang seharusnya sudah menikmati hari tuanya malah terkadang turun tangan bantuin Papa kamu. Kamu harus mulai berfikir tentang perusahaan. Kakek dan Papa kamu itu sangat menaruh harapan besar sama kamu Abi!", Sahut Kakek tegas.
Ya, keluarga Raffan memang memiliki beberapa rumah produksi dan beberapa stasiun tv. Meskipun Abi tidak berkecimpung di dunia hiburan pun Abi memang sudah terlahir kaya.
"Iya Kek sabar yaaa, nanti kalo Abi sudah siap Abi pasti mulai bantuin kerjaan di perusahaan. Abi masih mau berkarier dulu", ucap Abi kemudian menyendok kan makanannya ke mulutnya.
"Siapnya jangan lama-lama, jangan sampai Kakek terpaksa manggil adik kamu balik ke Indonesia buat ngurus perusahaan!", perintah Kakek mengancam.
"Iya Kek, iya..", sahut Abi menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Semoga sejauh ini suka yaaa, mohon maaf jika masih banyak kurangnya. Jangan lupa, like and vote nya juga comment nya ya biar aku tetep semangat nulisnya. Terima Kasih 🙏🙏😘😘