My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Aku Ingat Semuanya


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


"Hana Sayang, kamu kenapa?" Tanya Abi khawatir melihat sang istri yang terus memegang kepalanya dan juga terus merintih kesakitan.


"Sakit, kepala aku sakit Mas! Aku mau nginget semuanya Mas, semuanyaa.. Hiks..!" Rintih Hana disela-sela isakkannya.


"Udah Sayang udah, jangan memaksakan diri. Tolong pelan-pelan aja, aku gak mau kamu kenapa-kenapa!" Abi terus memeluk sambil membelai kepala Hana agar Hana berhenti menjambak rambutnya.


"Aku bingung, aku capek begini terus. Akhh.. Kepala aku sakit banget Mas, sakit..!" Lagi Hana mulai histeris.


"Cukup Hana, jangan dipaksa lagi buat nginget apapun Sayang. Please!" Pinta Abi dengan tangan yang menekan tombol untuk memanggil perawat.


"Kenapa Mas Abi?" Tanya seorang perawat yang telah masuk ke dalam tanpa menunggu waktu lama.


"Istri saya kepalanya sakit Sus, dia maksain diri buat mengingat tentang saya!" Jawab Abi masih memeluk Hana yang menangis.


"Jangan dipaksa Mbak Hana, pelan-pelan saja!" Pinta suster yang mulai menyiapkan suntikan untuk meredakan sakit kepala yang diderita Hana juga obat penenang karena melihat Hana mulai tak bisa mengontrol emosinya.


"Saya mau inget semuanya Suster, saya mau tau ceritanya bagaimana yang sebenarnya. Saya seperti terkurung di tempat asing Sus, saya takut!" Teriak Hana histeris.


"Iya Mbak Hana, sabar ya Mbak sabar. Pelan-pelan aja jangan dipaksa ya..!" Pinta suster tersebut sambil mulai menyuntikan obat penenang untuk Hana.


"Tolong saya Sus, bantu saya..!" Ucap Hana dengan suara mulai melemah karena obat penenang yang mulai bekerja di dalam tubuhya.


Tak lama kemudian Hana mulai terlelap di dalam dekapan Abi, membuat Abi langsung merebahkan tubuh lemah istrinya. Ia pun kemudian menyelimuti tubuh sang istri, memastikan posisi sang istri sudah nyaman lalu menciumi seluruh wajah istrinya seraya meminta maaf.


Pukul 12 malam, Hana terbangun dari tidurnya. Ia mendapati Abi yang sedang tertidur dengan posisi terduduk di samping ranjangnya dengan menggenggam erat tangannya.


"Mas, Mas Abi. Bangun!!" Hana menepuk-nepuk perlahan bahu suaminya.


"Kenapa Sayang?" Tak butuh lama untuk Abi terbangun setelah merasakan bahunya ditepuk oleh Hana.


"Haus, mau minum!" Pinta Hana sambil berusaha mendudukkan dirinya.

__ADS_1


Setelah membantu Hana mendudukkan diri, Abi kemudian memberikan air minum yang langsung diminum Hana hingga tandas.


"Udah lega tenggorokannya?" Goda Abi yang diangguki oleh Hana.


"Jam berapa?" Tanya Hana.


"Hampir jam 12 malam, kenapa?".


"Aku belum shalat Isya ya?" Tanya Hana.


"Mau sholat sekarang?" Tawar Abi.


"Iya..!" Jawab Hana singkat.


Abi pun mempersiapkan diri Hana untuk menunaikan kewajibannya yang belum ia tuntaskan tadi dikarenakan Hana yang harus ditenangkan.


Setelah membantu mengenakan mukenah untuk Hana, ia pun membiarkan Hana khusyu menjalankan ibadahnya di atas ranjang.


Abi menatap sendu wajah cantik berbalut mukenah itu, hati Abi diliputi kesedihan mengingat betapa berat hidup yang dijalani istrinya selama ini ditambah mengingat bagaimana dirinya memperlakukan Hana selama ini.


"Kenapa perjalanan hidupmu tak secantik wajah kamu Sayang, maafkan aku yang juga menyumbang perih dalam hidup kamu! Tapi aku berjanji setelah ini akan buat kamu bahagia!" Batin Abi memandangi sang istri.


"Lapar enggak?" Tanya Abi lagi.


"Aku gak makan cake tapinya!" Jawab Hana.


"Terus kamu makan apa?" Tanya Abi.


"Nasi goreng, Mas mau beliin gak?" Pinta Hana.


"Pedes atau enggak?".


"Sedeng aja Mas..!" Jawab Hana.


***


Hari-hari terus berjalan, Hana menjalani pengobatan serta terapinya dengan tekun. Kini ia pun satu dua langkah sudah bisa menapakkan kakinya membuat semuanya menyambut gembira.

__ADS_1


Namun sayang ingatan tentang suaminya belum juga kembali, namun mereka tetap sabar menjalani serangkaian pengobatan termasuk psikioterapi untuk mengembalikan ingatannya.


Dan sore ini entah mengapa Abi ingin sekali pulang lebih cepat daripada biasanya, sebelum kembali ke rumah sakit Abi menyempatkan diri untuk mampir ke toko kue seberang kantornya untuk membawakan strawberry cheesse cake yang akhir-akhir ini menjadi favorit istrinya.


Setelah menerima pesanannya, Abi dengan bersemangat melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit, membayangkan wajah bahagia sang istri ketika menerima cheesse cake favoritnya.


Benar saja, sesampainya di sana dilihatnya Hana yang sudah cantik sedang duduk di atas ranjangnya. Di sana juga Kinan dan Irma yang diminta Hana untuk menemaninya.


"Bawa apa Mas?" Tanya Hana yang melihat Abi menenteng 3 paper bag bertuliskan nama toko kue yang biasa sang suami bawa untuknya.


"Favorit kamu!" Jawab Abi dengan senyum yang mengembang.


"Strawberry cheesse cake?" Tanya Hana dengan wajah berbinar.


"Bener banget, ada buat Mamah, Ibu sama susternya Ibu. Tadi aku juga kasih ke perawat di depan!" Jawab Abi menyerahkan 3 paperbag ke tangan Hana.


"Aku siapin di piring yaa!" Ucap Abi yang diangguki oleh Hana.


"Punya Mamah sama Ibu taro di kulkas aja Bi, tadi Dokter Rama telfon lagi ada praktek di sini, kami janji ketemuan di cafe rumah sakit sebentar lagi!" Kinan memberitahukan yang diangguki oleh Abi.


"Mending sekarang aja Mbak Kinan kita ke sana, takut-takut membuat Dokter Rama menunggu!" Usul Irma yang langsung disetujui oleh Kinan.


Sepeninggalan Kinan dan Irma, Abi telah menyiapkan cheesse cake tersebut di atas piring dan menyerahkannya pada Hana.


Selagi Hana menikmatinya, Abi mulai membuka kemejanya untuk menggantinya dengan pakaian santai. Biasanya Abi mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi, namun karena ia sedang menerima telfon dari sekretarisnya Abi pun melepaskan satu per satu pakaiannya di depan Hana.


Kini setelah kemejanya terlepas dan hanya mengenakan kaos putih berlengan pendek, Abi mulai melepaskan ikat pinggangnya untuk membuka celana kerjanya.


Tanpa Abi sadari selama Abi melepas ikat pinggangnya sambil terus bertelfon dengan sang sekretaris dengan cara mengapit ponselnya diantara pundak dan telinganya, mata Hana terus memperhatikan gerakan Abi yang melepas ikat pinggangnya.


Dan ..Potongan memori kejadian naas malam itu mulai tersusun dalam ingatan Hana.


"Gue dijebak Hana, gue ngelakuin semua karena mereka telah ngejebak gue bukan karena keinginan gue sendiri!".


Ucapan Abi waktu itu sambil membuka lilitan ikat pinggangnya menjadi awal Hana mengingat semuanya, kepingan-kepingan ingatan yang menyakitkan kembali tersusun di otak Hana.


Bagaimana suaminya dengan membabi buta mencambukinya, teriakan dan jeritan kesakitan dirinya dan permintaan dirinya agar Abi menghentikan cambukkannya berbaris rapi di pelupuk mata Hana.

__ADS_1


"Aku inget semuanya, aku inget semuanya. Aku inget apa yang Kak Abi perbuat ke aku. Kenapa Kak? Kenapa harus sekeji itu memperlakukan Hana, apa salah Hana Kak Abi?" Ucapan Hana dengan suara bergetar langsung membuat Abi membelalakkan matanya, ia benar-benar tak mempersiapkan dirinya saat ini untuk menghadapi ingatan Hana yang mulai kembali.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2