
"Bener kan yang gw bilang hari ini pasti pulang cepet!", ucap Hanum begitu ceria.
"Jadi mampir ke rumah gw gak Num?", tanya Hana memastikan ucapan sahabatnya kemarin jika hari ini pulang cepat dia akan mampir ke rumahnya.
"Jadi dong, gw kangen sama Ibu", jawab Hanum bersemangat. Hanum memang sangat dekat dengan Ibu Irma, dia begitu nyaman jika berada di dekat Ibu Irma.
Mami Hanum memang sudah lama sekali meninggal, meskipun kini sang Papi sudah memiliki istri lagi, tapi Hanum tidak merasakan sama sekali sosok seorang Ibu di diri mama tirinya.
Mama tiri Hanum terlalu asik di dunianya, arisan, kumpul-kumpul dengan Genk sosialita nya, shopping-shopping, pokoknya dunia yang menghambur-hamburkan uang. Hanum dan Mama tirinya hanya bertemu setiap sarapan pagi. Tidak ada yang namanya me time bersama antara ibu dan anak.
"Emang pesenannya banyak Han?", tanya Hanum memecah kesunyian di dalam taksi online yang sedang melaju mengantarkan mereka ke rumah Hana.
"Enggak banyak-banyak banget sih, tapi lumayanlah", jawab Hana dengan pancaran senyum kebahagiaan.
__ADS_1
Sesampainya mereka di depan rumah Hana, Hanum langsung membayar ongkos taksinya, mereka pun berjalan beriringan masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum Bu", ucap mereka serempak saat tiba di dalam rumah.
Mendapati Sang Ibu tidak menjawab salamnya, Hana bergegas menuju dapur, dia yakin sekali sang Ibu pasti tengah asik di dapur.
"Assalamualaikum Bu", sapa Hana lagi mendekati sang Ibu, Ibu Irma pun menoleh ke arah pemberi salam.
"Wa'alaikumsalam, anak Ibu udah pulang, kok tumben pulangnya cepet?", tanya Ibu heran.
"Eehh, ada Hanum juga toh? Sini Num masuk", sapa Irma ramah. Hanum pun menghampiri Ibu Irma dan mencium punggung tangan Bu Irma.
"Iya Hanum mau bantu-bantu Ibu, kata Hana besok Ibu ada pesenan ya? Karena besok libur Hana mau nginep di sini mau bantuin Ibu", ucap Hanum, Hana yang mendengar perkataan Hanum barusan agak terkejut, pasalnya Hanum hanya mengatakan akan mampir saja bukan menginap.
__ADS_1
"Kamu udah izin sama Papi kamu belum?", tanya Ibu Irma membelai rambut Hanum penuh rasa sayang.
"Belum sih Bu, nanti biar Hanum kirim pesan aja. Coba Ibu yang jadi Mama nya Hanum, Hanum pasti bahagiaaaaa banget".
"Lah sekarang juga kan Hanum udah Ibu anggap anak sendiri. Kapan pun kamu butuh Ibu, Insya Allah Ibu akan berusaha ada buat Hanum", ucap Ibu Irma penuh rasa sayang.
Ibu Irma sangat faham dengan kondisi Hanum, Hanum seorang anak gadis yang kesepian, haus kasih sayang orang tua. Setiap kali Hana bercerita tentang Hanum, hati Ibu Irma seakan teriris.
Hanum memiliki segalanya, keluarga yang berada, fasilitas yang lengkap, kemauan apapun yang di ingini bisa dengan mudah terwujud, tapi satu hal yang justru dia tidak pernah dapat. Sebuah keinginan sederhana, kasih sayang.
Untuk masalah menginap, sebenarnya itu sudah hal yang biasa. Hanum sudah sering menginap di rumah Hana pun sebaliknya terkadang Hana juga menginap di rumah Hanum, meski tidak sesering Hanum yang menginap di rumah Hana.
"Ya udah sekarang kalian ganti baju dulu sana, makan, terus sholat Dzuhur. klo sekiranya gak capek boleh kalian bantu-bantu Ibu ", perintah Ibu Irma lembut. Mereka pun beranjak melaksanakan perintah Ibu Irma.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terima kasih untuk terus setia membaca karya aku. Jangan lupa like, comment sama vote nya supaya aku tetep semangat nulisnya. Maaf juga gak bosen2 aku ucapin kalo masih banyak kekurangannya. 🙏🙏😘😘