My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Infeksi Nosokomial


__ADS_3

Lorong rumah sakit begitu terasa panjang saat Abi berjalan cepat untuk menuju ke ruangan istrinya. Berkali-kali Kinan bahkan menelfon untuk menanyakan posisi dirinya membuat perasaannya semakin kalut diliputi kekhawatiran.


Ada apa dengan istrinya, bukankah Hana dalam kondisi stabil saat ditinggalkannya?


Abi terus memanjatkan doa di dalam hatinya, meminta pada Pemilik Hidup kesempatan untuk sang istri sembuh. Ia pun bersumpah jika kelak Hana memiliki kesempatan untuk kembali bangun apapun yang diinginkan sang istri akan dilakukannya, sekalipun sebuah perpisahan yang akan sangat menyakitkan dirinya.


"Bertahanlan Sayang, aku datang!" Batin Abi berkali-kali meminta.


Sesampainya di depan ruang ICU tempat Hana dirawat Abi melihat semua keluarganya tak terkecuali Daniel dan Angga berkumpul dengan raut wajah penuh kesedihan dan kekhawatiran.


"Ada apa? Kenapa dengan istriku?" Tanya Abi pada siapapun dengan suara bergetar.


"Kondisi Hana menurun Bi, sekarang masih diurus oleh beberapa dokter di dalam. Dari semalam suhu tubuhnya panas dan subuh tadi dia sempat sesak nafas, alat pantau jantungnya berbunyi lebih cepat dari biasanya" Jawab Kinan dengan suara bergetar.


"Apa sudah ada Dokter yang memberitahukan Hana kenapa?" Tanya Abi semakin khawatir, yang dijawab dengan gelengan oleh semua anggota keluarga.


"Aku mau lihat istriku ke dalam!" Ucap Abi yang langsung bergegas ingin masuk ke kamar rawat istrinya, namun dengan cepat Rendra yang berdiri paling dekat dengan Abi menarik tangan Abi.


"Untuk saat ini tidak ada yang diperbolehkan masuk, bersabarlah. Doakan Hana agar bisa melewati masa kritisnya lagi!" Sahut Rendra.


Abi terlihat sangat frustasi mendengar ucapan Papanya, ia pun mengusap kasar wajahnya. Terlihat air mata Abi yang langsung luruh membasahi pipinya membuat semua memandang iba pada dirinya.

__ADS_1


Mereka yang tak pernah sama sekali melihat setetes air mata jatuh di wajah tegas Abi juga mereka yang tak pernah melihat Abi selemah seperti saat ini yakin jika Abi benar-benar dalam kondisi sangat terpuruk dan merasakan sakit yang teramat sangat.


Abi hanya bisa melihat sang istri dari kaca yang terdapat di pintu kamar, ia bisa melihat kesibukan para dokter serta perawat yang tengah menstabilkan kondisi istrinya.


"Kenapa tiba-tiba, hmm? Kemarin kamu masih baik-baik aja, kenapa sekarang membuat kami semua takut?" Lirih Abi tanpa melepas pandangannya dari sang istri di dalam sana.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Dokter yang khusus menangani istrinya keluar, juga beberapa Dokter dan perawat yang mengikuti di belakang sang Dokter sedang beberapa lainnya masih di dalam mengurusi istrinya.


"Bagaimana istri saya Dok? Kenapa dengan dia?" Tanya Abi tak mampu menahan rasa penasarannya lagi.


"Sekarang kondisinya sudah mulai stabil, Hana terkena infeksi nosokomial. Infeksi nosokomial paling sering disebabkan oleh bakteri. Infeksi bakteri ini lebih berbahaya karena umumnya disebabkan oleh bakteri yang sudah kebal (resisten) terhadap antibiotik, misalnya MRSA atau bakteri penghasil ESBL. Infeksi nosokomial akibat bakteri ini bisa terjadi pada pasien yang sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit atau pasien dengan sistem imun atau daya tahan tubuh yang lemah, seperti Mbak Hana saat ini" jawab Sang Dokter menjelaskan.


"Apakah berbahaya Dok?" Tanya Abi penuh kekhawatiran.


"Kami juga akan melakukan terapi suportif, seperti pemberian cairan, oksigen, atau obat untuk mengatasi gejala, akan diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan pasien. Terapi suportif dilakukan untuk memastikan agar kondisi pasien tetap stabil. Bila memungkinkan, seluruh alat yang meningkatkan risiko terjadinya infeksi akan dicabut dan diganti!" Lanjut Dokter lagi.


"Lakukan yang terbaik untuk istri saya Dok, apapun itu!" Sahut Abi.


"Dan untuk sementara jangan terlalu banyak orang yang masuk ke dalam ruang rawat pasien untuk mencegah kemungkinan semakin memburuknya infeksi yang dialami pasien!" Tegas Dokter bernama Leonard tersebut.


"Baik Dok, terima kasih!" Jawab Abi.

__ADS_1


"Kalau begitu kami permisi!" Ucap Dokter tersebut.


Sepeninggalan Dokter Leonard dan perawat, Abi terdiam menatap seluruh keluarganya seakan meminta izin untuk menemui sang istri.


Ia cukup tahu diri bahwa dirinya yang membuat sang istri dalam kondisi seperti sekarang ini, hingga ia tak cukup percaya diri untuk langsung menemui istrinya, karena masih ada yang lebih berhak menemui Hana terlebih dahulu dibanding dirinya, misalnya Sang Ibu mertua.


"Temuilah istri kamu, mungkin ia sedang melakukan protes karena tidak kamu temani tadi malam. Kamu tau sendirikan Hana selalu bergantung pada kamu setiap dia sakit, ia selalu manja denganmu jika sedang sakit!" Seakan mengerti dengan yang tengah difikirkan menantunya, Irma pun langsung memintanya untuk menemui Hana.


Ucapan Irma membuat seluruh keluarga tersentuh, begitu berbesar hatinya seorang Ibu yang dibuat hancur perasaannya akibat ulah menantunya terhadap sang putri. Ia dengan ikhlas membiarkan Abi tetap berada di sisi putrinya setelah perbuatan keji Abi yang membuat sang anak tengah berjuang antara hidup dan mati karena tahu kebiasaan Hana setiap sakit yang terus bergelayut manja pada sang suami. Dan mungkin kali ini pun meski Hana tengah koma, Hana tetap menginginkan Abi untuk terus di sisinya.


Mendapat izin dari Ibu Mertuanya, Abi pun langsung bergegas masuk ke dalam ruangan istrinya. Ia sungguh ingin menemani sang istri.


Sesampainya di dalam, dengan tersenyum getir Abi menghampiri ranjang istrinya. Melihat sang istri masih sama seperti seperti hari kemarin yang setia dalam tidur panjangnya membuat hati Abi merasa sedih, namun satu hal yang ia syukuri bahwa sampai detik ini ia masih melihat Hana bernafas


"Terima kasih masih terus bertahan, Sayang..!" batin Abi berucap.


"Kayaknya Mbak Hana ngambek ya enggak ditemenin Mas Abi semalem, jadi merajuk terus dari dari semalem. Tuh sekarang Mas Abinya udah dateng, kondisinya stabil lagi. Jangan ditinggal-tinggal lagi ya Mas Abi, Mbak Hananya. Ngambeknya jelek sih!" Goda seorang perawat jenaka membuat Abi mengulas senyum mendengarnya juga hati yang tak bisa dipungkiri merasa senang dengan ucapan perawat tersebut karena jika benar apa yang dikatakan perawat tersebut benar berarti ia masih mempunyai harapan jika dirinya akan selalu dibutuhkan istrinya.


"Bener nih ada yang ngambek enggak aku temenin, hmm? Kalo gitu bangun Sayang, aku janji bakal nemenin kamu terus selamanya!" Ucap Abi membelai lembut wajah pucat Hana, ia pun masih bisa merasakan suhu tubuh sang istri yang masih panas.


"Atau sebenarnya kamu tau apa yang aku kerjain buat membalas Raya?" Batin Abi bermonolog, karena ia tahu jika Hana dalam keadaan sadar, Hana tak akan pernah menyetujui dengan apa yang dilakukannya pada orang-orang yang sudah menghancurkan kebahagiaannya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2